sebut saja AL

8.6K posts

sebut saja AL banner
sebut saja AL

sebut saja AL

@ppsikofat

Chill

warung kopi Katılım Kasım 2017
808 Takip Edilen424 Takipçiler
Pearlyss.
Pearlyss.@ddoppidd·
Jago yaa belerick ku🤏
Pearlyss. tweet media
Indonesia
1
0
1
74
Pearlyss.
Pearlyss.@ddoppidd·
hp jatuh kena muka tu sakitnya sakit bgtt
Indonesia
4
0
3
90
sebut saja AL retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa baru melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi di birokrasi Indonesia dan menurut gua ini perlu dibahas dengan sangat serius. Dia mencopot dua pejabat tinggi Kemenkeu hari ini. Dan alasannya bukan korupsi yang tertangkap KPK. Bukan OTT. Bukan skandal yang viral di media sosial. Mereka dicopot karena memberikan data yang salah kepada menterinya sendiri. Kronologinya perlu dipahami dengan jelas supaya kita bisa menilai seberapa serius masalah ini. Tahun lalu Purbaya menanyakan langsung kepada jajarannya berapa potensi restitusi pajak yang akan keluar? Restitusi pajak adalah pengembalian uang kepada wajib pajak yang terbukti lebih bayar. Stafnya menjawab nilainya sedikit. Tidak ada yang mengangkat tangan dan bilang Pak ini sebenarnya besar. Di akhir tahun realisasinya keluar Rp361,15 triliun. Naik 35,9 persen dari tahun sebelumnya. Berkali-kali lipat dari yang dilaporkan stafnya. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah satu detail yang Purbaya ungkap secara terbuka restitusi PPN ke industri batu bara saja membengkak Rp25 triliun secara neto. Artinya negara membayar Rp25 triliun ke perusahaan batu bara untuk pengembalian pajak yang menurut Purbaya hitungannya tidak benar. Ini adalah masalah yang jauh lebih dalam dari sekadar salah lapor. Restitusi pajak adalah mekanisme yang sangat rawan dimanipulasi. Cara kerjanya adalah wajib pajak mengklaim bahwa mereka sudah membayar pajak lebih dari yang seharusnya dan meminta pengembalian dari negara. Dalam kondisi normal ini adalah mekanisme yang adil dan perlu. Tapi dalam kondisi di mana pengawasan lemah dan data tidak akurat ini bisa menjadi celah untuk menguras kas negara secara sistematis. Ketika Purbaya bilang ada yang tidak benar di hitungannya itu bukan kalimat ringan. Itu adalah indikasi bahwa ada kemungkinan restitusi yang seharusnya tidak dibayarkan tapi tetap dibayarkan. Atau restitusi yang nilainya dikembungkan. Dan itu artinya uang negara keluar ke kantong yang tidak seharusnya. Rp25 triliun neto ke industri batu bara saja. Bayangkan skala kerusakannya kalau ini terjadi di banyak sektor sekaligus. Purbaya sekarang mengambil tiga langkah serius secara bersamaan. Pertama investigasi internal terhadap lima pejabat paling tinggi yang mengeluarkan restitusi. Dua sudah dicopot hari ini. Tiga masih dalam proses investigasi. Kedua audit eksternal oleh BPKP untuk seluruh restitusi periode 2016 sampai 2025. Sepuluh tahun. Itu bukan audit kecil-kecilan. Itu adalah pembongkaran menyeluruh terhadap satu dekade pengelolaan restitusi pajak. Ketiga penghentian sementara restitusi yang bermasalah sambil menunggu hasil investigasi dan audit selesai. Sekarang pertanyaan yang paling penting dan paling sering tidak dijawab secara jujur. Apakah ini bisa terjadi di kementerian lain? Jawaban yang jujur adalah hampir pasti ya. Kemenkeu adalah kementerian yang secara historis punya sistem pengawasan internal paling kuat di antara semua kementerian Indonesia. Mereka punya inspektorat jenderal yang besar. Mereka punya tradisi reformasi birokrasi sejak era Sri Mulyani. Dan bahkan dengan semua itu dua pejabat tingginya bisa memberikan data yang salah kepada menteri selama setahun penuh tanpa ketahuan sampai menterinya sendiri yang mencium ketidakberesan di akhir tahun. Kalau Kemenkeu yang sistemnya relatif paling ketat pun bisa kecolongan Rp25 triliun bayangkan apa yang mungkin terjadi di kementerian lain yang sistem pengawasan internalnya jauh lebih lemah. Bayangkan apa yang mungkin terjadi di kementerian dengan anggaran besar tapi kultur akuntabilitasnya tidak sekuat Kemenkeu. Kementerian infrastruktur. Kementerian kesehatan. Kementerian sosial. Semua punya anggaran raksasa dan semua bergantung pada data yang dilaporkan oleh jajaran di bawahnya. Inilah yang disebut agency problem dalam teori manajemen publik ketika orang yang seharusnya melaporkan informasi akurat kepada atasannya justru punya insentif untuk memanipulasi atau menyembunyikan informasi tersebut. Dan di birokrasi Indonesia insentif untuk memanipulasi data itu sangat besar karena konsekuensi tertangkapnya sangat kecil dibanding keuntungan yang bisa didapat. Dan ada satu konteks yang membuat berita ini terasa jauh lebih berat dari yang terlihat di permukaan. Ini terjadi di tengah kondisi APBN yang sudah sangat tertekan. Subsidi energi sudah jebol 266 persen dari target dalam tiga bulan. Rupiah di Rp17.320 level terlemah sepanjang sejarah. Penerimaan pajak yang menjadi tulang punggung APBN sedang ditekan kondisi ekonomi yang melambat. Dan di saat yang sama Rp25 triliun neto keluar dari kas negara ke industri batu bara dengan hitungan yang menurut Menkeu sendiri tidak benar. Itu bukan angka kecil. Rp25 triliun adalah lebih dari separuh anggaran Kementerian Pendidikan untuk satu tahun penuh dalam beberapa tahun terakhir. Itu adalah puluhan ribu kilometer jalan desa yang bisa dibangun. Itu adalah ratusan puskesmas yang bisa dioperasikan. tindakan Purbaya mencopot dua pejabat dan membuka audit sepuluh tahun adalah langkah yang benar dan harus didukung. Keberanian mengakui bahwa ada yang salah di dalam institusinya sendiri adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi di kalangan pejabat Indonesia yang umumnya lebih memilih menutup masalah daripada mengeksposnya. Tapi satu tindakan tegas di satu kementerian tidak cukup untuk menjawab pertanyaan yang lebih besar seberapa luas praktik serupa terjadi di seluruh sistem birokrasi Indonesia? Dan siapa yang punya keberanian dan kapasitas untuk membuka semuanya?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
40
273
1.1K
129.6K
sebut saja AL retweetledi
L
L@kang___L·
Siap²
L tweet media
Indonesia
59
722
3K
61.5K
sebut saja AL retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
setiap kenaikan rupiah terhdap dolar patut kita rayakan walaupun keponakan prabowo belum punya pengalaman di bidang moneter tapi beliau dengan gagah merasa bisa sewaktu di angkat menjadi deputi bank indonesia ketika keponakan prabowo ini di lantik rupiah masih diangka 16.805/usd waktu itu di lantik tanggal 9 Februari 2026 dan hari ini sudah di angka 17.400/usd sangat jelas hasil kerja ponakan x presiden sejak dilantik Rupiah melemah sekitar 3,54% dalam 84 hari saja sudah mencetak harga tertinggi sepanjang masa jika kinerrja prabowo x keponakan tetap seperti ini maka bisa di pastikan rupiah 20.0000/uds di bulan Mei 2027 rupiah 30.0000/uds di 4,9 tahun (awal 2031) rupiah 40.0000/uds di 8,7 tahun (akhir 2034) rupiah 50.0000/uds di 12,6 tahun (sekitar 2038–2039) ini hanya hitungan jika konsisten kinerja mereka konsisten seperti sekaang bisa saja lebih cepat jika merasa bisaa mantap keponakan pak prabowo kerja nyata hasilnya juga nyata bravoooo duet ponakan x prabowo
Lambe Saham tweet media
Indonesia
61
140
314
22.9K
sebut saja AL
sebut saja AL@ppsikofat·
@elsndpd Perlu bawa cv dan pakaian hitam putih background biru?
Indonesia
0
0
0
8
𐙚 elis
𐙚 elis@elsndpd·
Baru aja duduk 2 menit samping mama ✨ tiba” disuruhnya cowo ku datang melamar 🗿 🙏🏻🤯🫵🏻😃👉🏻👈🏻 dengan lantang ku jawab “aku ga punya cowo” ☠️🖤🫨🫪😵‍💫🤢🤡🤲🏻
Indonesia
9
1
38
1.5K
matchacheese
matchacheese@mformatchalatte·
current safe food. 🍨🥭
matchacheese tweet mediamatchacheese tweet media
English
2
0
27
431
sebut saja AL retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Hari ini baca timeline isinya ngeri, karena gue sendiri juga ASN. Ada dosen PNS yang diancam pecat gara-gara ngritik kebijakan. Terus ada istri PNS diteror buzzer sampai WA-nya diserang karena bikin utas yang dianggap ngeluhin kebijakan. Abdi negara sekarang definisinya jadi hamba sahaya penguasa kah? Buka suara dikit langsung mau dikarungin. (1) Siang tadi hawanya lagi lumayan nyengat (meski sekarang mendung). Habis sholat Zuhur berjamaah, gue milih ngemper dulu di pelataran masjid. Niatnya nunggu agak adem dulu. Di sebelah gue ada Pak Trisno, tetangga beda blok yang baru pensiun. Tumben mukanya kusut. "Tumben Pak belum balik, nunggu agak ademan ya?" gue iseng buka obrolan. Dia cuma narik napas panjang, tangannya pelan-pelan mijit lutut kirinya yang kelihatannya mulai sering sakit karena faktor u. (2) "Panasnya nyengat betul. Tapi kepala saya rasanya lebih panas dari ini, Mas," balasnya pelan. Lalu sunyi lumayan agak lama. "Anak saya si Rini, semalem nelepon," dia mulai cerita. Rini ini baru sekitar setahun lalu sujud syukur abis lolos CPNS guru SMP di sebuah kabupaten pinggiran Jateng yang berbatasan dgn Jabar. Gue langsung benerin posisi duduk biar lebih enak dengerinnya. (3) "Dia cerita soal atap sekolahnya. Gentengnya udah bocor sebagian, balok kayunya keropos. Rini takut kalau pas lagi ngajar, atapnya ambruk nimpa anak murid di kelas," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca. Gue ngangguk pelan. "Loh, kan tinggal lapor ke dinas atau minimal di-videoin aja biar viral, Pak. Sekarang kan eranya gitu," kata gue santai nyoba ngasih solusi. Pak Trisno senyum kecut dengernya, persis kayak orang yang lagi nahan getir melihat realita hidup orang kecil. (4) "Itu dia masalahnya, Mas. Rini pengen banget ngerekam terus di-upload ke medsos. Tapi dia takut ngeliat berita brlakangan ini." "Ada istri PNS yang cuma bahas kebijakan pemerintah di medsos, menurutnya standar aja, eh nomor WA-nya diserang, suaminya ikut diancam. Apalagi lihat dosen yang mau dipecat itu." Pak Trisno benerin kopiahnya. "Kepala sekolahnya juga udah wanti-wanti, nyuruh diem aja biar Pemda nggak malu. Nanti SK PNS seratus persennya malah bisa ditahan sama orang dinas lho." (5) Gue refleks mijit pelipis. Niat baik mau nyelamatin nyawa murid malah dipelintir jadi tindakan pembangkangan. Kejujuran ternyata mahal harganya. "Saya bingung, Mas. Dari Rini kecil, saya selalu ngajarin buat jujur. Tapi pas udah jadi abdi negara, kejujuran malah bikin dia terancam kehilangan kerjaan," suaranya makin pelan. Angin siang yang lewat di pelataran masjid bukannya bikin adem, malah kerasa makin pengap dan rasanya nyekik leher. (6) Gue ngeraih air mineral di sebelah gue, neguk isinya yang mulai anget. Tenggorokan ikutan kering denger curhatan bapak ini. "Bapak nggak salah ngajarin kejujuran. Rini juga nggak salah. Sistemnya aja yang udah kebolak-balik, Pak," jawab gue pelan mencoba menenangkan pikirannya yang lagi kalut. Sebagai sesama ASN, gue paham betul posisi Rini. Terjepit antara nurani dan urusan perut. Kadang milih diam itu bukan pengecut, tapi kalkulasi yang realistis demi bisa bayar tagihan. (7) "Terus Rini baiknya gimana, Mas? Kalau dibiarin, itu nyawa anak orang bisa melayang ketimpa genteng lho," tanyanya penuh harap menatap gue. Gue mikir bentar nyari celah aman. "Paling bener pakai jalur whistleblower aja, Pak. Rini fotoin diem-diem kondisinya dari akun anonim aja." "Atau kirim datanya ke akun publik yang biasa nerima aduan warga. Biar viralnya dari luar, bukan dari tangan Rini langsung. Jejak digital Rini bersih dan posisinya di sekolah tetep aman." (8) Pak Trisno manggut-manggut denger saran gue. Wajahnya lumayan mendingan dikit sekarang. "Bener juga ya, Mas. Biar orang luar aja yang ributin. Kasihan anak saya kalau harus maju ngelawan birokrasi pemda. Gaji PNS pertama Rini itu harapan besar buat keluarga kecilnya." Loyal ke negara mestinya ngelindungin rakyat, bukan nutupin aib pejabat. Tapi nyatanya, abdi negara selalu dipaksa merem tiap ada kebobrokan di depan mata mereka demi karir yang aman. (9) Kalau ketahuan bersuara di medsos, langsung dikerahkan barisan pendengung buat nyerang personalnya. Nomor keluarga diteror, dituduh macam-macam tanpa bukti. Ujung-ujungnya, pilihan paling masuk akal buat pegawai rendahan ya cuma diem. Nahan mual tiap ngantor demi bawa pulang beras buat nyambung hidup anak-istri. Azan Asar masih lama. Pak Trisno perlahan berdiri, nepuk-nepuk sisa debu yang nempel di sarung kotaknya sambil tersenyum pait ke arah gue. (10-End) "Saya duluan ya. Mau ngabarin ibunya Rini biar nggak kepikiran terus. Anak itu mending saya suruh ngajar biasa dan jadi peniup peluit aja, biar aman karirnya," ucapnya getir. Gue cuma ngangguk dan diam ngeliatin punggung bapak tua itu yang pelan-pelan menjauh. Matahari siang tadi emang cukup terik ngebakar kulit. Tapi ngeliat kejujuran abdi negara yang gampang dibungkam pakai teror picisan, rasanya negeri ini malah lagi di titik tergelapnya. cc:threads papaforplanet
Indonesia
23
416
1.2K
38.9K
sebut saja AL retweetledi
龍
@buywle·
Ilusi Media Sosial dalam Hubungan - Wanita sering merasa tidak puas bukan karena pasangannya kurang, tapi karena "layar" mereka penuh dengan standar palsu hasil produksi konten. - Setiap kali dia membuka aplikasi, definisi "cukup" di kepalanya terus meningkat mengikuti algoritma. - Algoritma butuh rasa iri agar pengguna terus men-scroll. Akhirnya, pasangan di dunia nyata yang harus membayar harganya dengan rasa lelah dan kecewa. - Banyak hubungan kandas (Ghosting, HTS) hanya karena ekspektasi yang diracuni oleh standar estetik yang tidak realistis.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Wah Bahaya nih, Standar Romantis sepertinya bakal semakin dinaikkan. Seorang wanita mendapatkan surprise ucapan ultah dari kekasihnya di dalam bioskop melalui tayangan video di layar & ucapan para kru bioskop. Ada yang tau yang ginian bayar berapa sih? Videonya ada di reply.

Indonesia
61
981
3K
105.1K
sebut saja AL retweetledi
Mbak kun
Mbak kun@empty__core·
wanita mana yg menyakitimu Ibnu😭😭😭
Mbak kun tweet media
Indonesia
223
697
4.8K
116.5K
sebut saja AL
sebut saja AL@ppsikofat·
Yang liriknya "Peluklah lelah jiwaku, Mama Yang terluka dipecundangi dunia Hanya kasihmu yang mampu lindungi lemah hatiku Yang tak sekuat hatimu"
Indonesia
0
0
1
18
sebut saja AL
sebut saja AL@ppsikofat·
Sebuah harapan yang sangat dalam, dan si laki laki tersebut terlihat pusing dan jenuh tapi dia berusaha. Pikiranku langsung jauh dengan membayangkan bagaimana jika itu aku bersama ibuku?. Memang benar, dunia akan baik baik saja ketika ada ibu. Jadi ingat lagu last child
Indonesia
1
0
0
23
sebut saja AL
sebut saja AL@ppsikofat·
Ada kejadian menarik siang tadi. Hari ini ada jadwal test, tulisannya si CP*S, tapi lebih dekat ada penjelasan koperasi, i don't know about that, tapi intinya test aja lah. Nah siang itu ada seorang laki laki berseragam putih hitam, layaknya melamar pekerjaan sedang istirahat.
sebut saja AL tweet media
Indonesia
1
0
3
84