Sabitlenmiş Tweet
PRAS
5.5K posts

PRAS
@prasadityaa_
FREE PALESTINE! FUCK ISRAEL!! HIDUP JOKOWII!!!
Kota Medan, Sumatera Utara Katılım Kasım 2011
718 Takip Edilen455 Takipçiler

@MiskinTV_ Dan posisi sholatnya juga salah setau aku. Berbeda dengan sholat jamaah jika makmumnya 1 orang pria, benar posisinya disamping seperti itu.
Tapi Kalau makmumnya wanitaa, posisinya bukan disamping melainkan di belakang imam.
Indonesia

@flllowiee Dapat proyek 300jt++ yang hasilnya bisa buat nabung 25% dari target uang nikah
Indonesia
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi

Lamine Yamal on Instagram:
“Cedera ini membuatku absen di saat aku paling ingin berada di lapangan, dan itu menyakitkan lebih dari yang bisa kujelaskan. Sakit rasanya tidak bisa berjuang bersama rekan-rekan setimku, tidak bisa membantu saat tim membutuhkanku. Tapi aku percaya pada mereka dan aku tahu mereka akan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.
Aku akan ada di sana, meskipun hanya dari luar, mendukung, menyemangati, dan mendorong seperti salah satu dari mereka. Ini bukan akhir, ini hanya istirahat sementara. Aku akan kembali lebih kuat, lebih termotivasi dari sebelumnya, dan musim depan akan lebih baik.
Terima kasih atas pesan-pesannya, Visca Barça. 💙❤️

Indonesia
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi

Ada tanggung jawab yang datang untuk memperlihatkan seberapa luas pundakmu sebenarnya.
Tekanan sering terasa berat, dimana seolah hidup sedang meminta terlalu banyak.
Padahal justru karena langit tahu ada kapasitas besar yang dititipkan di dalam dirimu.
Mungkin hari ini kamu belum melihatnya. Mungkin kamu masih merasa goyah. Tapi belum sadar, bukan berarti tidak punya.
Pressure is privilege.
Sebab tidak semua orang dipercayai memikul hal yang besar. Tidak semua orang diberi ruang untuk bertumbuh lewat beban yang besar.
Dan Allah sudah lebih dulu menenangkan hati kita:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
QS. Al-Baqarah 2:286.
Tarik napas dalam. Tenangkan hati. Jalani pelan-pelan.
Kamu tidak dipilih untuk ini tanpa kemampuan.
Kamu Son Goku yang belum tau bisa jadi Super Saiya 1, 2, dan 3.
Indonesia

@urlacyy @yappingfess Kimaaklaaaa lucu kalii drama fess pemain barsaa bahh 😭😭
Indonesia
PRAS retweetledi
PRAS retweetledi

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang.
Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri.
"Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?"
Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah.
Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya.
Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal.
Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah.
Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori.
Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi.
Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan.
Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan.
Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar.
Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan.
Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop.
Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel.
Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti.
Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu.
Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira.
Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa.
Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya.
Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja.
Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana.
Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf.
Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan.
Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti?
Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib.
Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
PRAS retweetledi

🚨 Lamine Yamal statement.
“𝐈 𝐚𝐦 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦, 𝐚𝐥𝐡𝐚𝐦𝐝𝐮𝐥𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡.
Yesterday in the stadium, the chant “the one who doesn’t boo is Muslim” was heard. I know it was aimed at the rival team and it wasn’t something against me — but as a Muslim, it doesn’t stop being a lack of respect and something intolerable”.
“I understand that not all the fans are like that… but to those who sing these things: using a religion as a joke in a stadium makes you look like ignorant and racist people”.
“Football is for enjoying it and cheering, not for disrespecting people for who they are or what they believe in”.
“That said, thanks to the people who came to cheer us on, see you at the World Cup”.

English
PRAS retweetledi

🚨 NEW : Lamine Yamal bersuara mengenai nyanyian rasis suporter Spanyol.
"Saya adalah seorang muslim, alhamdulillah. Kemarin di stadion terdengar yel-yel 'siapa yang tidak melompat adalah muslim'.
"Saya tahu itu ditujukan untuk tim lawan dan bukan sesuatu yang pribadi terhadap saya, tetapi sebagai seorang muslim, hal itu tetap merupakan bentuk kurangnya rasa hormat dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi."
"Saya mengerti bahwa tidak semua penggemar seperti itu, tetapi kepada mereka yang menyanyikan hal-hal tersebut: menggunakan agama sebagai bahan ejekan di lapangan membuat kalian terlihat sebagai orang-orang yang bodoh dan rasis. Sepak bola adalah untuk dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang lain karena jati diri mereka atau apa yang mereka yakini."
"Oleh karena itu, terima kasih kepada orang-orang yang datang untuk mendukung kami, sampai jumpa di Piala Dunia.🤍"

Indonesia
PRAS retweetledi

ada yang masih canggung ngomong sama bapaknya disini ngga ?
suzu@suzumeow12
ga ada orang tua yang durhaka cuma ada anak yang durhaka terhadap orang tua 🥀
Indonesia
PRAS retweetledi















