zeze🦋

1.5K posts

zeze🦋 banner
zeze🦋

zeze🦋

@preetyzy

college acc-only positive vibes here!

Malang Katılım Ocak 2020
274 Takip Edilen349 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
zeze🦋
zeze🦋@preetyzy·
aku juga open proofread buat beasiswa LPDP/Lomba KTI Esai/lainnya. Feel free tanya² aja
Indonesia
6
0
2
1.8K
zeze🦋 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.2K
62.4K
151.1K
9.5M
zeze🦋 retweetledi
ismi 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩
ismi 𐙚˙⋆.˚ ᡣ𐭩@glowinbeautyy·
Kok bisa ya, presiden cita-citanya: - gak pengen rakyatnya pinter - gak pengen rakyatnya kaya dan sejahtera KOK BISA YAAAAAAAA???????
Indonesia
784
17.1K
43.4K
441.1K
zeze🦋 retweetledi
α
α@pududu_·
JAHAT BGT JUJUR, SALAH NGOMONG ANTARA GAJI GURU DAN HAKIM. INI LAGI SENSITIF BGT SUMPAH LU PRESIDEN PALING NGECEWAIN 💔
Indonesia
1.2K
25.7K
76.5K
1.1M
zeze🦋 retweetledi
🥀
🥀@boxxtoc·
kenapa pendidikan tidak di jadikan prioritas? karena rakyat pintar itu ancaman bagi pemimpin yang tidak punya prestasi
Indonesia
171
15.7K
36.8K
328.9K
zeze🦋 retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
kenapa habibie berhasil sedangkan prabowo tidak? Karna saat Indonesia menghadapi krisis dan inflasi tinggi, Habibie mengambil keputusan besar: menunda "ambisi proyek pesawat nasional" demi menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah. Sedangkan prabowo? tetep kekeh sama proyek ambisi dia, "mbg & kopdes merah putih." saat itu pemerintah memilih fokus pada pemulihan ekonomi & rupiah dan menunda proyek2 besar yang ada terlebih dahulu, sedangkan sekarang? Proyek jalan terus. prabowo harus belajar cara menentukan prioritas di masa sulit. @prabowo @gibran_tweet
Kompas.com@kompascom

Kisah BJ Habibie Kuatkan Rupiah dari Rp 17.000 Jadi Rp 6.500 per Dollar AS Baca di kompas.com/tren/read/2026…

Indonesia
125
5.1K
12.5K
336K
zeze🦋 retweetledi
biruuw || rest.
biruuw || rest.@amoornv·
dampak pilih persiden anti kritik, ketika ada isu, disepelein bukannya dikaji. that's why don't choose military person, their environment is so sick with seniority
Indonesia
64
27.6K
58K
561.4K
zeze🦋 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
319
11.2K
24.2K
963.1K
zeze🦋 retweetledi
Ayman Alatas
Ayman Alatas@AymanAlatas·
“Ga mau ngurusin politik” tapi setiap bagian dari hidup kita itu politik
Indonesia
80
7.7K
26.4K
233.9K
zeze🦋 retweetledi
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Prediksi beliau tepat sasaran terus ya 🙂‍↕️
Indonesia
249
9.9K
41.8K
616.2K
zeze🦋 retweetledi
liaa
liaa@liaasister·
Menyebut terlalu boros , media asing soroti kebijakan Pak Prabowo yg di nilai merusak keuangan & demokrasi . Media ternama asal Inggris , The Economist , melaporkan secara kritis arah kebijakan Pak Prabowo. Ternyata di luar negri juga ada yg memperhatikan, bagaimana boros nya kebijakan sekarang ini . Gimana gak boros , setiap hari habis kan uang triliunan untuk MBG , belum lagi pembangunan koperasi merah putih yg ugal-ugalan . Belum lagi keseringan plesir ke luar negri , yg nginepnya di hotel yg bertarif 200 juta 🤦‍♂️
liaa tweet media
Indonesia
317
9.9K
24.4K
278K
zeze🦋 retweetledi
Presiden kopi
Presiden kopi@PresidenKopi·
Semua di penjara sama dia.
Presiden kopi tweet media
Indonesia
729
16.8K
79.5K
1.6M
zeze🦋 retweetledi
Imara ♛
Imara ♛@imaqueennz·
Pantes prabowo yakin Indonesia bakal bubar tahun 2030. Ternyata dia sendiri yang bubarin.
Indonesia
329
25.9K
84K
791K
zeze🦋 retweetledi
Jejak digital.
Jejak digital.@ARSIPAJA·
Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Indonesia
16.5K
21.6K
68.1K
15.8M
zeze🦋 retweetledi
Cinta Laura Kiehl
Cinta Laura Kiehl@xcintakiehlx·
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu. Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu". Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan." Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata? Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri. Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya. Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa? Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia
265
12.9K
28.8K
434K
zeze🦋 retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Fun fact Inti dari kasus Nadiem adalah jaksa menganggap pengadaan Chromebook terlalu mahal dan tidak diperlukan Padahal kalau kita bandingkan dengan IKN dan MBG Chromebook vs MBG • Kerugian kasus Chromebook 2,1 T (total) • Pengeluaran untuk MBG 1,2 T/hari Chromebook vs IKN • 97% Chromebook udah digunakan pelajar • IKN malah jadi tempat piknik keluarga bukan jadi ibu kota
Nerv.@nervinette

Sedangkan kasus MBG, IKN mangkrak, orang2 itu pada hidup tentram 🤡 What a dzalim country

Indonesia
196
16K
37.8K
611.1K
zeze🦋 retweetledi
rumi ✰
rumi ✰@memorosie·
orang-orang yg ngerasa “ga peduli politik” itu sebenernya bentuk paling nyata dari sistem yg gagal ngebangun rakyatnya buat kritis. karena politik dibuat sejauh itu dari masyarakat, sampe banyak yg lupa kalo semua hal yg nyentuh hidup kita hari ini ya hasil dari politik juga.
Indonesia
20
7.1K
16.2K
151.6K