Edwin Kurniawan

2.9K posts

Edwin Kurniawan banner
Edwin Kurniawan

Edwin Kurniawan

@prideofwin

takan mati kau di caci takan kenyang kau di puji, hidup bkn utk pedulikan omongan org!! . Pride

Bogor, Jawa Barat Katılım Ekim 2009
238 Takip Edilen334 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Edwin Kurniawan
Edwin Kurniawan@prideofwin·
Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa @_SoeHokGie
Edwin Kurniawan tweet media
Indonesia
0
11
13
0
Edwin Kurniawan retweetledi
Demokrasi Rasa Nepotisme
Demokrasi Rasa Nepotisme@Bambangmulyonoo·
Setelah reformasi jangan berharap ada orang seperti Akbar Tandjung yg rela mundur demi kebaikan bersama. Reformasi hanya menghasilkan para pejabat tamak dan gila jabatan spt Jokowi....
Indonesia
41
239
868
37.3K
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Fans bola berulah lagi Seorang istri menceritakan pengalaman pahit suaminya yang dipukul massa supporter Viking di lampu merah Loji, Bogor. Padahal suaminya juga fans berat tim yang sama dan asli orang Bandung.Awalnya macet total gara-gara konvoi. Sang istri coba menengahi dengan baik-baik, “Mang, lagi konvoi ya? Tolong tertib ya, jangan menghalangi jalan.” Anak-anak muda itu sempat mengiyakan. Tapi tak lama kemudian datang rombongan orang dewasa umur 30-40 tahunan. Dengan logat Sunda mereka bilang, “Ah narorak, dari tadi macet, sana main ke Bandung biar tau rasanya.” Suami yang berada di dalam angkot menjawab pelan, “Mang, saya asli orang Bandung! Tapi jangan rusuh dong kalau konvoi.” Eh, tiba-tiba salah satu dari mereka langsung naik dan menonjok suami yang masih duduk di dalam angkot!Istri yang syok bilang: “Suami saya juga pendukung kalian, lahir besar di Bandung. Kok malah diginiin?” Kasus ini langsung ramai dibahas netizen.
Vikir Van Baskerville tweet media
Indonesia
129
224
782
98.5K
Edwin Kurniawan retweetledi
Bang Jarwo
Bang Jarwo@BangJarwoSopo7·
@narkosun Hapus sistem masa aktifnya,coba @Telkomsel @myXL @indosatim3 lebih baik jualan kuota saja jadi masa aktif ya tergantung pemakaian seperti kita beli token listrik kalau sudah habis tokennya baru diisi seandainya tidak digunakan ya tidak hangus token/kuotanya masih tersimpan
Indonesia
18
55
708
13.8K
narkosun
narkosun@narkosun·
Dukung‼️ Akhiri kedzaliman para provider. Sisa kuota itu sdh dibayar oleh konsumen, itu hak konsumen. Yg setuju gugatan ini, RT gaes‼️
narkosun tweet media
Indonesia
352
7.8K
16.4K
342.3K
Edwin Kurniawan retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue baru denger podcast ini… dan jujur, ini bukan cerita cerai biasa.” Awalnya gue kira kisah Natasha Rizky dan Desta Mahendra itu ya standar lah cerai artis, pasti ada drama, orang ketiga, atau masalah duit. Tapi ternyata… salah total. Mereka pisah BUKAN karena selingkuh. BUKAN karena duit. BUKAN karena drama murahan. tapi karena: visi hidup, prinsip, dan cara menjalani pernikahan yang udah nggak ketemu lagi. Dan ini yang sering orang nggak ngerti: Kadang cinta masih ada… tapi hidup udah nggak sejalan. Dari cerita Caca (Natasha Rizky), keliatan jelas: Dia nggak bisa benci Desta Dia masih ngakui kebaikan Desta segunung Bahkan sampai sekarang, mereka:Masih komunikasi baik Masih co-parenting anak Masih saling jaga batas (bahkan soal aurat, serius ini level respect tinggi banget) Ini bukan mantan biasa Ini mantan yang masih saling jaga hati, tapi nggak bisa bareng lagi. Ada satu momen yang kena banget: Desta nangis baca puisi Caca Dia bilang: “Gue ngerasa gagal jadi kepala keluarga.” Itu bukan kalimat ringan. Itu nunjukin: Dia masih peduli Dia masih punya rasa tanggung jawab Tapi… mungkin dia juga nggak tahu cara memperbaikinya Di titik ini, banyak laki-laki hancur diam-diam. JADI… BAKAL RUJUK? Jawaban jujurnya: BISA IYA. BISA ENGGAK. Kenapa? Arah Rujuk (Masih Ada Harapan) Masih ada rasa Masih saling respect Masih belum move on sepenuhnya Ada “jembatan” (bahkan literally dibuat jembatan antar rumah!) Ini bukan hubungan yang selesai total. Tapi Realitanya Berat Mereka udah sampai titik: “Dipertahankan pun nggak bisa dipaksa” Caca sendiri bilang: “Ada hal yang nggak bisa diceritakan ke publik” Dan sekarang mereka lagi: Fase menerima, bukan memperbaiki Ini bukan kisah: Balikan bentar lagi Cuma drama doang Ini kisah: Dua orang yang saling cinta… tapi kalah sama keadaan dan perbedaan yang terlalu dalam. Dari semua cerita ini, satu hal paling nusuk: Nggak semua yang baik buat kita… ditakdirkan untuk tetap bersama. Dan lebih gila lagi: Mereka berpisah tanpa saling menjatuhkan. Itu level dewasa yang jarang banget. Kalau lo jujur, menurut lo mereka bakal balik lagi nggak?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
334
1K
10.5K
2M
WEN WEN
WEN WEN@wennation·
kalau sampe besok reply kalian 0 reply w kasih 500rb untuk 2 orang
Indonesia
10.1K
337
7.3K
710.7K
Edwin Kurniawan retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Bro memasak sampai gosong mint
Indonesia
118
2.5K
7.7K
108.8K
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI? Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia. Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat? Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah. Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti. Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu. Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei. Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah. Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya. Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain. Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi. Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan. Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan. Begini pesan saya. Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Indonesia
724
7.3K
30.1K
2M
the Jakmania Cileungsi
the Jakmania Cileungsi@jak_cileungsi·
Terima kasih sudah menghadiri Hajatan Perbatasan, walaupun hasil belom memihak ke kita, tetep semangat masih ada 17 match lagi yang bisa dimenangkan @Persija_Jkt kecuali si hiu hiu itu
the Jakmania Cileungsi tweet media
Indonesia
59
26
464
60.5K
Edwin Kurniawan retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi kita yang dijamin oleh UUD 1945. Unjuk rasa adalah hak konstitusional setiap warga negara.
Indonesia
2.4K
12.6K
13.2K
0
Edwin Kurniawan retweetledi
Antifa_Ultras
Antifa_Ultras@ultras_antifaa·
🇮🇩 A chilling video from Indonesia. Police run over a civilian with their armored vehicle.
English
857
32.8K
58.3K
3.6M
Edwin Kurniawan retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Hei Indonesiamu!! Selamat pagi
Indonesia
83
3.2K
9.5K
202.9K