Sabitlenmiş Tweet
FSCM | 26 TAHUN FSPMI
13K posts

FSCM | 26 TAHUN FSPMI
@puk_fscm
PUK SP AMK FSPMI PT. FSCM Mfg Indonesia | Akun Pergerakan | Perjuangan | Perlawanan | #SolidaritasTanpaBatas #LoeJualGueBorong #MelawanTanpaKompromi
DKI Jakarta, Indonesia Katılım Ekim 2015
698 Takip Edilen2.8K Takipçiler
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Kenapa banyak pekerja sulit menolak perintah atasan, meski di luar jobdesk? Dalam hubungan kerja yang hierarkis, posisi pekerja sering berada di bawah tekanan. Ada kekhawatiran: takut dinilai tidak loyal, takut mengganggu penilaian kinerja, bahkan takut kehilangan pekerjaan. Akhirnya, banyak yang memilih diam dan menerima, meski tugas tersebut jelas di luar tanggung jawab awal.
Situasi ini membuat batas jobdesk menjadi kabur. Pekerja terus diberi tambahan tugas tanpa kejelasan, tanpa negosiasi, dan sering kali tanpa kompensasi.
Padahal, hubungan kerja yang sehat seharusnya dibangun atas dasar kejelasan peran dan saling menghormati batas kerja.
Pekerja berhak menyampaikan keberatan secara profesional. Dan perusahaan seharusnya membuka ruang dialog, bukan menekan.
Karena itu, penting bagi kita untuk menyadari: mengatakan “tidak” bukan bentuk pembangkangan, tetapi bagian dari menjaga keadilan dalam bekerja.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

“Gerakan sosial lahir ketika orang menyadari bahwa hidup mereka tidak harus seperti ini.”
Segala perubahan besar selalu berawal dari satu hal: kesadaran. Kesadaran bahwa kondisi yang tidak adil bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. Bahwa hidup bisa lebih baik, dan itu layak diperjuangkan.
Ketika kesadaran itu tumbuh, kita tidak lagi merasa sendiri. Kita mulai melihat bahwa banyak orang menghadapi hal yang sama. Dari situlah lahir solidaritas—rasa kebersamaan yang menguatkan dan menyatukan.
Dan ketika solidaritas itu bergerak, perubahan bukan lagi sekadar harapan, tetapi menjadi kemungkinan yang nyata.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kesadaran. Dari sanalah kekuatan dimulai, dan dari sanalah perubahan lahir.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Presiden FSPMI Suparno, S.H menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin 🙏🏻
#IdulFitri #1447H
Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Pemerintah mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret dan rencana lanjutan saat arus balik. Tujuannya jelas: mengurangi kepadatan dan memberi ruang fleksibilitas kerja. Namun di lapangan, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan ini berlaku untuk semua pekerja?
Bagi sektor perkantoran, WFA mungkin bisa diterapkan. Tapi bagi pekerja manufaktur, yang harus tetap berada di lini produksi, kebijakan ini tidak relevan. Mesin tidak bisa dipindahkan ke rumah, dan proses produksi tetap berjalan seperti biasa.
Di sinilah ketimpangan terlihat. Ada pekerja yang mendapat fleksibilitas, ada yang tetap harus bekerja tanpa pilihan.
Karena itu, kebijakan publik harus melihat realitas di lapangan. Jangan sampai fleksibilitas hanya dinikmati sebagian, sementara yang lain tetap memikul beban yang sama.
Keadilan kerja berarti kebijakan yang mempertimbangkan semua sektor, bukan hanya yang terlihat.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Menjelang Lebaran, kabar ini tentu membuat kita semua prihatin. Lebih dari 25.000 buruh dilaporkan belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR), padahal batas waktu pembayaran sudah lewat.
Ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga yang sedang menunggu kepastian—untuk kebutuhan rumah tangga, untuk mudik, untuk menyambut hari raya dengan layak.
Yang menjadi pertanyaan, di mana pengawasan? Ketika aturan sudah jelas dan imbauan sudah disampaikan, tetapi pelanggaran masih terjadi secara masif, maka ada yang tidak berjalan di lapangan.
Kita tidak boleh menganggap ini hal biasa. THR adalah hak, bukan hadiah.
Karena itu, perlu langkah tegas: pengawasan yang nyata, sanksi yang jelas, dan perlindungan yang berpihak pada pekerja.
Jangan biarkan setiap tahun masalah yang sama terus berulang. Karena bagi pekerja, THR adalah harapan yang tidak boleh diabaikan.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026 (1447 H), FSPMI Jawa Tengah bersama Partai Buruh Jawa Tengah mendirikan Posko Mudik di jalur strategis Pantura. Posko ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap keselamatan para pemudik, khususnya kaum buruh dan keluarganya.
Sekretaris DPW FSPMI Jawa Tengah, Luqmanul Hakim, menyampaikan bahwa posko ini terbuka bagi para pemudik yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan.
“Semoga selamat sampai tujuan. Apabila merasa kecapekan di jalan, silakan beristirahat bersama kami di Posko Mudik,” ujarnya.
Posko Mudik tersebut berlokasi di Jalan Subali III No. 5 RT 01 RW 03, Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Letaknya sangat strategis karena berada di jalur utama Pantura yang menghubungkan Semarang dengan Kendal hingga Jakarta, serta hanya berjarak sekitar 25 meter dari jalan raya utama, sehingga mudah diakses oleh pengendara motor maupun mobil.
#FSPMI #SerikatPekerja

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Selama satu dekade, seseorang datang ke pabrik yang sama, bekerja dengan mesin yang sama, dan mengejar target produksi yang sama setiap hari. Ia memahami alur kerja, menguasai tugasnya, bahkan sering dipercaya membantu melatih pekerja baru agar cepat beradaptasi.
Namun ada satu hal yang tidak berubah: statusnya tetap outsourcing.
Padahal tanggung jawab yang dijalankan tidak berbeda dengan pekerja lain yang berstatus karyawan perusahaan. Tekanan kerja sama, kontribusinya juga nyata. Tetapi kepastian kerja masih terasa jauh.
Situasi seperti ini menimbulkan pertanyaan yang sederhana namun mendasar. Jika seseorang sudah bekerja sepuluh tahun di tempat yang sama, menjalankan tugas penting, dan menunjukkan loyalitasnya, bukankah itu cukup untuk mendapatkan kepastian status?
Pekerjaan yang terus berjalan membutuhkan manusia yang terus bekerja. Karena itu, penghargaan terhadap dedikasi seharusnya tidak berhenti pada ucapan terima kasih, tetapi juga diwujudkan dalam kepastian kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Terima kasih untukmu yang terus berdiri tegak dalam perjuangan. Dalam situasi apa pun, kalian tetap menjaga komitmen, tetap setia pada nilai kebersamaan, dan tidak pernah mundur dari garis perjuangan.
Hormat kami untuk kalian semua yang berada di garis depan, yang menjaga organisasi ini tetap kuat, tetap solid, dan tetap menjadi rumah bagi perjuangan kita semua. Kita tahu bahwa perjalanan tidak selalu mudah, tetapi justru dari keteguhan itulah kekuatan kita lahir.
Organisasi ini dibangun dengan keringat, pengorbanan, dan solidaritas ratusan ribuan pekerja. Karena itu, menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama.
Terima kasih atas keberanian, kesetiaan, dan semangat yang tidak pernah padam.
Bersama kita jaga perjuangan ini.
Bersama kita jaga FSPMI.
#JagaFSPMI 🔥




Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Hari ini digelar agenda sidang pertama gugatan perdata terhadap DPP FSPMI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, sidang pertama berfokus pada pemeriksaan kehadiran para pihak, identitas, surat kuasa dll.
Majelis Hakim memeriksa kehadiran, identitas, dan surat kuasa penggugat serta tergugat (16/3/2026).




Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Sejarah gerakan buruh di berbagai negara menunjukkan satu pola yang sama. Ketika pekerja berdiri sendiri-sendiri, suara mereka sering kali kecil dan mudah diabaikan. Keluhan dianggap sebagai persoalan individu, bukan masalah bersama. Akibatnya, perubahan sulit terjadi.
Namun situasinya berbeda ketika para pekerja mulai bersatu. Ketika ribuan buruh menyampaikan aspirasi secara kolektif, suara itu tidak lagi mudah diabaikan. Ia berubah menjadi kekuatan sosial yang mampu mempengaruhi kebijakan, membuka ruang dialog, dan mendorong perbaikan kondisi kerja.
Persatuan bukan sekadar slogan yang diucapkan dalam rapat atau aksi. Ia adalah kesadaran bahwa banyak persoalan yang dihadapi pekerja memiliki akar yang sama. Dengan bersatu, pekerja tidak hanya memperjuangkan kepentingan pribadi, tetapi juga kepentingan bersama.
Banyak hak yang hari ini dianggap normal—seperti jam kerja yang lebih manusiawi, perlindungan kerja, dan upah yang lebih layak—lahir dari persatuan tersebut. Karena ketika buruh bersatu, suara mereka berubah menjadi kekuatan yang nyata.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Dalam setiap organisasi, mekanisme demokrasi dijalankan melalui aturan yang disepakati bersama. Kongres menjadi forum tertinggi untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan secara sah.
Namun, dalam praktiknya sering muncul sikap yang bertolak belakang dengan prinsip tersebut. Ketika seseorang kalah dalam kontestasi kepemimpinan, ia kemudian menuduh proses kongres tidak demokratis, curang, atau penuh rekayasa. Tuduhan itu kerap disampaikan tanpa bukti yang jelas, bahkan disertai langkah membentuk atau menyelenggarakan kongres tandingan.
Tindakan semacam ini bukanlah bentuk perjuangan untuk memperbaiki demokrasi organisasi. Sebaliknya, langkah tersebut justru merusak tatanan organisasi yang telah dibangun bersama. Jika setiap orang yang kalah kemudian menolak hasil keputusan dan membuat forum tandingan, maka organisasi tidak akan pernah memiliki stabilitas dan kepastian kepemimpinan.
Karena itu, menjaga persatuan organisasi merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus diselesaikan melalui mekanisme internal organisasi, bukan dengan tindakan yang memecah belah.
Dalam konteks ini, penggunaan istilah demokrasi sering kali dijadikan kedok untuk menutupi ambisi pribadi terhadap jabatan. Padahal, sikap yang menjunjung demokrasi seharusnya tercermin dari kesediaan menerima hasil keputusan bersama, sekalipun hasil tersebut tidak sesuai dengan kepentingan pribadi.
Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa upaya membangun kongres tandingan bukanlah bagian dari proses demokrasi organisasi. Tindakan tersebut justru melemahkan persatuan, merusak kredibilitas organisasi, dan mengabaikan perjuangan kolektif yang telah dibangun selama ini. Organisasi hanya dapat berdiri kuat apabila seluruh anggotanya menghormati keputusan bersama dan menempatkan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret koranperdjoeangan.com/sejarah-hari-p…
Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Presiden DPP FSPMI mengucapkan Selamat Memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026 #IWD2026
Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI) meluncurkan logo baru yang merepresentasikan kekuatan kolektif buruh sektor logam dan pertambangan. Logo ini dirancang untuk menunjukkan identitas perjuangan sektoral dan fokus organisasi pada pekerja industri logam, pertambangan, dan manufaktur terkait.
Logo SPLP FSPMI memiliki filosofi yang mendalam, yaitu roda gigi (gear) yang melambangkan industri, mesin, dan dunia kerja sektor logam dan pertambangan. Roda gigi ini juga menandakan solidaritas, kolektivitas, perjuangan bersama, dan kekompakan. Panah mengarah ke depan menunjukkan bahwa SPLP FSPMI tidak stagnan, berani melawan ketidakadilan, dan selalu berorientasi pada masa depan buruh.
Warna-warna yang digunakan dalam logo juga memiliki makna yang spesifik. Biru tua melambangkan keteguhan, kepercayaan, dan stabilitas, sementara merah pada huruf ‘S’ melambangkan semangat juang dan keberanian. Warna huruf ‘P’ Kuning/emas melambangkan harapan, kesejahteraan, dan nilai ekonomi hasil kerja buruh.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Satu foto sering kali menyimpan cerita yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Di balik sebuah gambar, ada perjalanan, kebersamaan, dan semangat yang telah dilalui bersama. Foto ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah perjuangan tidak pernah ditempuh sendirian. Ada kawan seperjuangan, ada solidaritas, dan ada keyakinan yang mengikat kita dalam satu tujuan.
Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap perjuangan. Saat tantangan datang, yang membuat kita tetap berdiri adalah rasa saling percaya dan dukungan di antara sesama. Karena itu, kebersamaan tidak akan berlalu begitu saja. Ia akan terus hidup dalam ingatan, dalam semangat, dan dalam komitmen untuk terus melangkah bersama.
Satu foto, sejuta makna. Ia mengingatkan kita bahwa selama kebersamaan dijaga, selama solidaritas tetap dirawat, maka kekuatan itu akan terus tumbuh dan menguatkan langkah kita ke depan.
Terima kasih teman-teman Batam,

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Di FSPMI diajarkan prinsip satu komando, satu perjuangan. Prinsip ini menegaskan bahwa setiap anggota bergerak dalam satu barisan yang solid, disiplin, dan saling menguatkan. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam proses organisasi. Namun ketika keputusan telah diambil melalui mekanisme yang sah dan disepakati bersama, seluruh anggota wajib menghormati serta melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama serikat pekerja dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja. FSPMI tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa perjuangan serikat pekerja adalah perjuangan kolektif. Tujuannya jelas, yaitu memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan martabat pekerja serta mewujudkan kejayaan kelas pekerja melalui persatuan, solidaritas, dan disiplin organisasi.
Namun dalam dinamika gerakan serikat pekerja di Indonesia, terdapat fenomena yang mencerminkan persoalan yang lebih luas. Hal yang tidak baik dalam kehidupan organisasi adalah ketika seseorang kalah dalam pemilihan pimpinan di serikat, tetapi tidak bersedia menerima hasil demokrasi organisasi dan justru memilih memecah organisasi atau mendirikan serikat baru. Sikap seperti ini tidak hanya mencederai etika berorganisasi, tetapi juga melemahkan kekuatan kolektif gerakan buruh.
Fenomena tersebut pada akhirnya melahirkan sebuah paradoks dalam gerakan buruh di Indonesia: jumlah serikat pekerja terus bertambah, tetapi jumlah buruh yang berserikat justru semakin sedikit.
Energi yang seharusnya digunakan untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan hak-hak buruh sering kali habis untuk konflik internal dan perebutan kepemimpinan. Padahal kekuatan serikat pekerja justru terletak pada soliditas organisasi, kedewasaan sikap para anggotanya, serta penghormatan terhadap mekanisme demokrasi internal.
Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme konstitusional yang telah disepakati bersama dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dengan cara itulah organisasi dapat tetap berjalan secara sehat, demokratis, dan berwibawa.
Karena itu, seluruh anggota dan perangkat organisasi FSPMI di semua tingkatan diharapkan tetap menjaga soliditas organisasi dengan berpegang teguh pada konstitusi organisasi serta menghormati keputusan Kongres VII FSPMI Tahun 2026 sebagai forum tertinggi organisasi. Sikap ini penting untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan bahwa setiap proses organisasi berjalan sesuai aturan.

Indonesia
FSCM | 26 TAHUN FSPMI retweetledi

Tunjangan Hari Raya (THR) sering disalahpahami sebagai bentuk kemurahan hati perusahaan. Padahal, THR adalah hak pekerja yang diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan. Ia bukan hadiah, bukan bonus sukarela, dan bukan bentuk “kebaikan” yang bisa diberikan atau ditahan sesuka hati.
Bagi banyak pekerja, THR memiliki arti penting. Ia membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya—dari kebutuhan pokok, biaya mudik, hingga keperluan anak. Karena itu, keterlambatan atau pemotongan THR bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyentuh langsung kehidupan rumah tangga.
Menganggap THR sebagai bonus menciptakan ketimpangan relasi kerja. Hak berubah menjadi belas kasihan. Padahal hubungan kerja seharusnya berdiri di atas kepastian dan penghormatan terhadap aturan.
Perusahaan yang taat membayar THR tepat waktu menunjukkan komitmen pada etika dan hukum. Menghormati THR berarti menghormati pekerja. Dan ketika hak dipenuhi dengan benar, kepercayaan serta hubungan industrial yang sehat pun akan terbangun.

Indonesia





