Sabitlenmiş Tweet
Ave
12K posts

Ave
@punksite
of thoughts i cant fathom. || i yap and retweet a lot about the regime, finance, girly stuffs and basically anything. lifelong learner.
selective. NSFW DNI. Katılım Ekim 2016
1.1K Takip Edilen6.1K Takipçiler

@punksite @moussienoc Pondasinya udah kuat meski tampilannya kayak hot mama
Indonesia

drop ur selfie wearing hijab 🧕
masyaAllah tabarakallah bes


Yaya@yourbestieright
drop ur selfie wearing hijab 🧕
Indonesia

@happenfed the downside join grup saham juga kadang terlalu cepet sih kak pembahasannya. kalau kita gak bener-bener pantengin jg kelewat aja gitu.
disclaimer: udah gak join grup juga
Indonesia

@bluumeria @moussienoc fiqh bab makanan dan minuman haram pokoknya gw maju paling depan
al-maidah ayat 3
Indonesia
Ave retweetledi

@mittsolsken menurutku ini perfect 25 sih alias gada keliatan 30nya sama sekali tuh😭
Indonesia

anyways ini foto2 ultah ke 30 tahun lalu👉🏻👈🏻
kalau pake baju item kayak gini keliatan seperti umur aslinya kok ya wkwkwk




weyyi in berlin🇩🇪@mittsolsken
ditanya di tempat part time umur berapa, pas gw jawab 30 semuanya pada "EEEEEEEEEE?????" 😬😬😬😬 lain kali aku akan iseng jawab 22 ah siapa tau pada percaya wkwkwk
Indonesia
Ave retweetledi

Salah satu kesalahan paling umum dalam membaca data makro: terpaku pada angka absolutnya.
• "Inflasi naik ke 4%."
• "BI hike 25 bps."
• "GDP tumbuh 5%."
Refleksnya langsung menilai bagus/jelek dari angka itu.
Padahal pasar bereaksi terhadap "Surprise Factor".
"Surprise Factor" adalah selisih antara REALISASI dan KONSENSUS.
Harga itu sudah mendiskon faktor2 yang forward-looking.
Sebelum sebuah data rilis, konsensus tentang data tersebut sudah priced in di harga.
Market sudah antisipasi data makro yang belum keluar based on konsensus.
Ketika datanya riilnya keluar, satu2 informasi baru adalah selisihnya terhadap ekspektasi, dan itulah yang menggerakkan harga, bukan angkanya sendiri.
Kalau inflasi keluar di 4% dan konsensus memang 4%, market price most likely tidak akan kemana2.
4% itu sudah priced in.
Yang menggerakkan pasar adalah kalau yang keluar ternyata 4,5% (di atas dugaan) atau 3,5% (di bawah).
Implikasinya adalah, angka "bagus" bisa menurunkan pasar kalau di bawah ekspektasi, dan angka "jelek" bisa menaikkan kalau lebih baik dari yang ditakutkan.
Di portfolio management, ini masuknya ke Macroeconomic Factor Model. (terlampir di gambar)
Di pasar global ada indeksnya: Citi Economic Surprise Index (Citigroup), yang mengukur data aktual vs konsensus.
Jadi kalau ada rilis data atau keputusan bank sentral, pertanyaan pertamanya bukan "angkanya berapa", tapi "angkanya berapa dibanding yang diperkirakan."
Yang sesuai ekspektasi, sekencang apa pun headlinenya, sebagian besar sudah priced in di harga.




Indonesia


@peptsycola crazy face card!
tapi iya sih, mungkin karena marinasi ya. jadi lebih mateng dan nempel makeupnya
Indonesia

show me your pink outfit🩷🎀
omg jadi kangen pulau pari


nita ⋆. 𐙚 ˚@neephophile
show me your pink outfit🩷🎀
Indonesia



















