L-Kim
432 posts


@tvindonesiawkwk Menjijikan msih aja ada yg promoin film2 tuh negara.. pantes diinjak2 emang ga punya harga dirinya ni warga indo
Indonesia

@xihuanese @avyeahs Ni sih luar biasa bgt.. ga da lagi film sebagus ini, even yg Hollywood
Indonesia

@Purplewithyell1 @IsmiNabilla12 @floverwork You use any country's server, it shows there, no matter where your location is. I am not from the Netherlands, I don't live there, and I'm Asian, but my location shows the Netherlands.

English

So it was an Indonesian incel that started this race war on asian twitter and several kpop idols who havent done anything wrong got harassed, women got attacked with misogyny,
also that one acc who also posted anti black tweet turns out to be Indonesian who forgot to switch accs
🐝✨@AAAA4aa2
‼️움파움파 = 🇮🇩인도네시아인‼️ 🇮🇩인도네시아인이 🇰🇷한국인인 척하며 일부러 극단적인 인종차별 발언을 하고 한국인에게 인종차별 프레임을 씌우는 자작극을 벌인 게 확실해졌습니다! 움파움파가 올린 사진의 시간을 보면 인도네시아 언어로 설정되어있습니다! ⬇️이상함을 느낀 인도네시아인⬇️
English

@fayerayeaye @mintchocomit @tanyarlfes Buktinya mana dia org indo? Lgi kuliah sama kerja emang sempet ngetroll di X? Jgn ngeyel jgn bodoh
Indonesia

@mintchocomit @tanyarlfes logika nya gini sih kak kan banyak akun baru di bikin selain pake vpn juga banyak ko orang indo yang tinggal di korea, soal nya gua tau salah satu org indo yang bikin akun begini and tu manusia lg kuliah di korea, ga semua org indo demen ama indo kak percaya dah ama gua
Indonesia

@mintchocomit @tanyarlfes udah ketebak itu orang indo, soalnya di beberapa twit dia paling jelas nunjukin sisi indonya, orang kornet mana yang sampe seniat itu nyari informasi khususnya yg mandi lumpur, akun bodong yang lebih mentingin impression demi bisa monet hadeh orang kampung orang kampung
Indonesia

DAIHATSU INDONESIA MASTERS 2026 menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi dengan atmosfer kompetisi yang istimewa🏸🏸🏸
Tak hanya di dalam lapangan, ragam hiburan di luar arena yang dikemas dengan meriah, menciptakan pengalaman sportainment yang berkesan bagi para Badminton Lovers🔥🔥🔥
Terima kasih atas energi dan dukungannya!!!
Keseruan akan berlanjut—sampai bertemu di POLYTRON INDONESIA OPEN 2026 🏸✨🔥
#BadmintonIndonesia #DaihatsuIndonesiaMasters2026 #DIM2026
Indonesia

@INABadminton MD Indonesia yg terkenal digdaya jadi terjun bebas gini? Salah siapa ini? Penyegaran pelatih koq malah makin ancurrr
Indonesia

Tim putra Indonesia raih medali perunggu di Badminton Asia Team Championships 2026.
Terima kasih sudah berusaha sebisa kalian Raymond/Joaquin 💪🏻
#BadmintonIndonesia #BadmintonAsiaTeamChampionships2026 #BATC2026

Indonesia

@INABadminton Dah diremehkan gini msih ga bisa menang? Ni pengurus ga pada malu?
Indonesia

Leo/Rian belum berhasil sumbang poin. Skor sama kuat 1-1 sekarang.
Nice try Leo/Rian 💪🏻
#BadmintonIndonesia #BadmintonAsiaTeamChampionships2026 #BATC2026

Indonesia

Berlebihan. Fadia emang hari ini mainnya jelek, kebanyakan di belakang, smash gak nembus2, gabisa megang area depan. Tp dia banyak fans ya karena dia pemain bagus lah.
Ferdinan Utama@fdnan_u
@zahraquinsha Banyak kurangnya tapi banyak fansnya
Indonesia

@INABadminton Rasa-rasany jepang lagi meremehkan Indonesia nih.. kacau bgt dah federasi, ga malu apa diremehin jepang sama Korea?
Indonesia

Indonesia menurunkan pasangan baru di ganda pertama beregu putra untuk menghadapi Jepang di babak semifinal sore nanti.
Selamat berjuang! BISA!
#BadmintonIndonesia #BadmintonAsiaTeamChampionships2026 #BATC2026

Indonesia

@Rehan72566058 @mnc99_ @INABadminton Makin lama kebanyakan gaya dia.. game readingny lebih buruk dripada tiwi.. bikin malu ja
Indonesia

@mnc99_ @INABadminton Overrated banget sih dia, heran gue player medioker tapi banyak yang bilang bagus banget. Nyemash aja gabisa hadehh
Indonesia

Terima kasih sudah berjuang sekuat tenaga Fadia/Tiwi 💪🏻💪🏻
Perjalanan tim putri Indonesia terhenti di babak semifinal.
#BadmintonIndonesia #BadmintonAsiaTeamChampionships2026 #BATC2026

Indonesia

@INABadminton Nyesal bgt dulu belain fadia, makin lama permainanny makin nyebelin kebanyakan gaya.. Overated bgt ni org
Indonesia

@INABadminton Inilah gambaran atlet kita.. bukan kualitas medali olim.. federasi lu mesti kerja keras bgt
Indonesia

@BadmintonTalk Ternyata wajar bgt tim putri Indonesia diremehin Korea😆
Indonesia

#BATC2026 - Women's Team
Semi Final
INA 1-3 KOR
WD2
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo
19-21 19-21
🥉 untuk tim putri Indonesia
Indonesia

Karena udah langganan centang biru, sayang kalo fitur nulis tanpa batasan karakter gak dipake.
Ada fitur artikel tapi banyak orang juga yang langsung nulis di post. Ga tau alasannya apa, jadi gua ngikut-ngikut aja dulu.
😂😂😂😂
Selamat Membaca!
=========================
Jadi Atlet Bulu Tangkis Itu Pertaruhan Besar
Melihat nama-nama besar yang mengisi podium tertinggi seperti Jonatan Christie, Fajar/Fikri, hingga nama-nama baru seperti Ubed, Raymond/Joaquin, dan Alwi, bayangan hidup penuh ketenaran dan kemewahan langsung terlintas di kepala.
Untuk ukuran saat ini, prize money turnamen badminton terbilang besar untuk ukuran pendapatan orang umum di Indonesia, meski masih jauh lebih kecil dibandingkan prize money dari olahraga lain yang juga menggunakan raket yaitu tenis.
Namun untuk berdiri di podium tertinggi, ada jalan terjal dan berliku. Yang tidak bisa ditempuh dengan sekadar modal semangat, doa, dan usaha.
Bila ada ungkapan-ungkapan yang menyebut bahwa "kerja keras pasti terbayar" dan "hasil tidak akan mengkhianati usaha", di dunia olahraga dan badminton inilah, kalimat-kalimat pemanis itu akan terasa miris.
Karena ada orang-orang di luar sana yang sudah memberikan segalanya, tetapi ia tetap tidak jadi apa-apa.
Menjadi atlet bulu tangkis adalah salah satu pertaruhan hidup dengan peluang untuk meraih kemenangan yang sangat tipis.
Sebagai gambaran kasar, atlet-atlet muda bulu tangkis sudah mulai berlatih di usia 6-7 tahun dan bahkan ada yang memulai dengan usia lebih dini.
Memasuki usia 9-10 tahun, penyaringan pertama mulai terlihat. Anak-anak yang dinilai punya bakat mulai didorong untuk lebih serius oleh orang tua mereka. Harapan pertama adalah bisa masuk klub besar.
Dengan masuk klub besar, peluang untuk main rutin di sirkuit nasional menjadi lebih lebar. Pun begitu halnya dengan kesempatan mendapat pelatihan fisik dan teknik yang lebih memadai.
Untuk bisa masuk klub besar, seorang atlet sudah harus bersaing dengan ribuan anak lainnya yang juga ikut mendaftar.
Berhasil masuk ke klub besar, ada perjuangan dan kerja yang lebih keras yang harus dibayar. Klub besar berarti orang-orang di dalamnya adalah orang-orang pilihan.
Atlet-atlet muda itu kemudian harus berjuang di berbagai tingkatan kelompok umur. Mulai dari anak-anak, pemula, remaja, taruna, dan dewasa. Untuk kategori pembinaan, batas atasnya adalah kelompok taruna karena biasanya jadi titik akhir untuk kesempatan masuk Pelatnas Cipayung.
Jadi bila anak-anak mulai mengikuti kompetisi intensif di level nasional pada usia 11-12 tahun, otomatis ia hanya punya 7-8 tahun untuk memperjuangkan mimpi untuk jadi pemain nomor satu dunia.
Di tiap tahap tingkatan, kesulitan akan makin terasa nyata. Mereka harus lebih dulu jadi yang terbaik di klub agar rutin dikirim ke pertandingan tingkat nasional. Di level nasional, mereka harus jadi yang terbaik agar namanya masuk dalam radar pemantauan pemain-pemain muda berbakat.
Sebagai gambaran, seseorang punya teknik bagus sekalipun, kalau di angkatannya ada tiga pemain saja yang konsisten selalu lebih bagus darinya, tentu dia akan jarang dapat podium. Istilahnya, ia lahir di generasi yang salah, karena berbarengan dan bersamaan dengan pemain yang punya kemampuan lebih wah.
Tanpa podium di rangkaian turnamen nasional, jelas ia sulit masuk dalam kategori kelompok pemain potensial. Namanya hanya akan tersembunyi dalam bayang-bayang selama tidak pernah berdiri di podium tertinggi dan menang.
Di tiap tingkatan, jumlah pemain akan terasa makin mengerucut. Ada ratusan dan ribuan anak yang harus mulai ikhlas melepas mimpinya di tiap anak tangga yang telah dilewati.
Sampai akhirnya di usia remaja atau taruna, panggilan ke Pelatnas Cipayung jadi sebuah hal yang sangat dinanti. Pemanggilan bisa melalui metode Kejurnas, Seleknas, atau pantauan pemandu bakat. Tidak ada bentuk yang pasti, tergantung era yang sedang memimpin PBSI.
Dalam tiap panggilan per tahun, satu nomor mungkin hanya memanggil maksimal 3-4 pemain/pasang. Dari sini, sudah terlihat jelas betapa jalan menuju Pelatnas Cipayung benar-benar mengerucut dan sangat menyempit di ujung.
Tak dapat panggilan ke Pelatnas Cipayung bukan akhir segalanya. Namun tak semua bisa benar-benar menjalani karier mandiri tanpa dukungan finansial yang kuat, baik dari klub ataupun pribadi.
Masuk ke Pelatnas, persaingan makin keras. Persaingan bukan lagi melawan mereka-mereka yang ada di kategori usia yang sama, melainkan seluruh generasi yang ingin mengharumkan nama Indonesia.
Seorang anak muda usia belasan harus cepat paham dan mengejar kemampuan senior-senior yang unggul jam terbang. Tanpa melampaui senior, mimpi berbicara di tingkat dunia hanya akan jadi angan belaka.
Karena karier itu singkat sehingga kesempatan jadi pemain utama itu harus dikejar dengan cepat. Bukan menunggu waktu berjalan dan berharap masa keeemasan senior-senior telah lewat.
Jadi pemain utama Indonesia pun belum tentu bisa mulus menjadi yang terbaik di dunia. Karena tiap negara kuat tidak akan pernah lupa menempa bibit-bibit muda mereka.
Pada akhirnya, ketika seseorang bisa jadi juara Olimpiade atau juara dunia, ia bukan hanya mengalahkan puluhan pebulutangkis lainnya yang juga ikut serta. Ia telah menempuh jalan panjang dan memenangkan persaingan menghadapi ratusan atau bahkan ribuan pebulutangkis lainnya.
Gambaran itu membuat pilihan jadi atlet bulu tangkis, dan juga menjadi atlet cabang olahraga lainnya, adalah sebuah pertaruhan besar. Rasio perbandingan sukses dan gagal terlampau lebar. Terlebih bila memegang prinsip bahwa juara hanya ada satu, dan yang kedua adalah peringkat dua bukan juara dua.
Pertaruhan makin terasa berat bila melihat fakta bahwa pilihan karier jadi atlet harus dipikirkan matang-matang sejak usia muda, beda halnya dengan profesi lain yang mungkin baru menginjak fase serius untuk dipertimbangkan saat SMA atau bahkan lulus SMA.
Dengan gambaran perjalanan yang begitu berat dan risiko gagal yang lebih besar, kenapa masih banyak yang berani meniti mimpi jadi pebulutangkis?
Mungkin jawabannya:
Karena mimpi besar layak dikejar, karena mimpi yang mengagumkan layak diperjuangkan.
📷: Pelatnas Cipayung, 2018

Indonesia

@nikolausjoaquin Asikin ja dek .. jgn tegang2 amat.. lanjut dpt title lagi
Indonesia









