no 🧢

7.6K posts

no 🧢 banner
no 🧢

no 🧢

@pvcaaw

spread negativism 🤍

do not follow me Katılım Haziran 2023
0 Takip Edilen7 Takipçiler
no 🧢
no 🧢@pvcaaw·
Kenapa pada salty sih? Iri kah gak ada mantan spek tv jepang 💀
Indonesia
0
0
0
136
no 🧢
no 🧢@pvcaaw·
Wah iya iPhone keren sat set wow hebat banget ya yang punya iPhone aku jadi iri apa aku harus berhutang supaya bisa beli iPhone karena seluruh manusia di dunia ini pakai iPhone aku tuh gak bisa diginiin tertinggal dari yang lain atau aku jualan diri aja ya biar bisa beli iPhone💀
Tanyarlfes@tanyarlfes

💚 kalian yang user andro ngga ada gitu niatan pindah ke iphone? Padahal iphone seenak dan se satset gitu. Apa alasan kalian masih betah pake andro disaat gempuran banyak user andro pindah ke iphone?

Indonesia
0
0
0
13
no 🧢
no 🧢@pvcaaw·
Papua bukan tanah kosong
Indonesia
0
0
0
17
no 🧢
no 🧢@pvcaaw·
Gue sendiri setuju aja kalau gue kerja di jepang sebagai muslim dan gue meninggal ya usahain bisa dikubur di indo lah kalau nggak bisa? Bakar pun juga gue gak masalah. Peduli amat Ina inu urusan gue sama tuhan itu mah udah mati juga gue gak mau repotin orang2
goods stuff@dxrkchocolx

Ada politisi Jepang bilang tegas di parlemen, “Jepang ini negara kremasi. Kalau Muslim mau dikubur, ya pulang aja ke negara asal, biaya sendiri.” Pernyataan diatas mungkin terdengar menyakitkan bagi saudara muslim di Jepang, tapi gw pengen kalian tau sisi sebenarnya. Kalo digali lebih dalam, ceritanya nggak sesimpel itu. Faktanya: Jepang itu negara kepulauan kecil banget. Tanah yang bisa dihuni cuma 37%, sisanya gunung, hutan, plus gempa bumi sering bikin mayat muncul lagi dari tanah. Makanya 99,9% orang Jepang dikremasi. Sekarang bandingin sama Muslim. Populasi Muslim di Jepang cuma 100-200 ribu di antara 124 juta penduduk. Tapi ada kelompok mereka ngotot minta kuburan utuh sesuai syariat (nggak boleh dikremasi). Hanya ada 10 kuburan Muslim di seluruh Jepang, dan itu pun sering ditolak warga karena takut kontaminasi air tanah. Jadi politisi Sanseito (partai populis kanan) naik daun gara-gara bilang “cukup deh, tanah kita terbatas”. Tapi ada kelompok Muslim yang minta pengecualian, dan itu langsung terasa kayak “kami mau parallel society” di negara yang super homogen. Dari sisi Muslim: ini memang berat. Agama melarang kremasi, jadi pilihan cuma kremasi (dosa) atau kirim pulang mayat (mahal + ribet). Mereka bilang ini soal hak minoritas. Dari sisi Jepang: tanah itu barang langka. Kalau mulai bagi-bagi lahan khusus, besok tanah habis buat kuburan. Ini soal negara kecil yang mau jaga identitasnya di tengah gelombang imigrasi. Orang Barat nggak bikin masalah karena mereka fleksibel. Muslim yang ngotot justru terlihat nggak mau adaptasi. Intinya? Tiap negara punya hak nentuin aturan sendiri. Tapi konsekuensinya: kalau budayanya bentrok banget sama tuan rumah, ya memang lebih enak di rumah sendiri. Jepang nggak mau jadi Eropa yang lagi pusing sama “no-go zones”. Mereka lagi bilang keras: “Welcome, tapi jangan ubah kami.” Gimana menurut kalian?

Indonesia
0
0
0
123