🧀

19.4K posts

🧀 banner
🧀

🧀

@qakhoiry

Full-time yapper. Live broadcast of my brain's background noise. Tune in at your own risk.

Indonesia Katılım Haziran 2012
648 Takip Edilen392 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
🧀
🧀@qakhoiry·
"Kamu nge-tweet buat ngode siapa?" Nggak ada. Aku nge-tweet buat di-stalk sama diri aku sendiri.
Indonesia
1
7
7
9.6K
🧀 retweetledi
Putra Tegar
Putra Tegar@putrategar2709·
Salah satu kesalahan yang mencolok dari Detective Conan selain banyak filler kasus yang udah gak penting lagi buat cerita, adalah setting waktu yang dibuat. Gua pernah nulis soal ini. Untuk level Gosho yang tulisan kasus per kasus dibikin detail sampai menyebut ukuran sekian mm atau sekian cm untuk menjelaskan trik, kesalahan setting waktu yang gak jelas ini terbilang parah. Kalo ada yang nanya: Conan itu timeline di tahun berapa? Pasti gak ada yang bisa jawab. Soalnya Conan melaju mengikuti perkembangan zaman. Ada kasus pager, ada kasus fax, ada kasus internet. Shinichi pertama kali telepon ke Ran pake telepon umum pas dia menghilang. Terus Ran pertama kali dapat HP dari Shinichi setelah kasus Izumisano. Terus coba disesuaikan lagi sama Gosho bahwa Shinichi pernah jatuhin HP Ran waktu mereka pergi ke Akuarium Raksasa (sebelum Shinichi mengecil). Terus di kasus edisi terakhir, waktu Matsuda, Rei Furuya dkk ketemu Conan. Di situ mereka udah pake hape berkamera. Padahal Rei Furuya dkk saat itu masih berusia 22 tahun dan Shinichi-Ran gak tahu umur berapa. Mungkin TK atau SD. (5-6 tahun). Jelas ini kacau banget. Hahaha. Belum lagi soal waktu yang sudah berjalan sejak Shinichi mengecil hingga saat ini. Berapa lama waktu berjalan dan Conan serta Ran belum juga naik kelas. Padahal ada beberapa pengulangan event seperti Tahun Baru dan lainnya. Jadi ketika nanti Conan tamat, sejujurnya komik ini bakal ngebingungin untuk dibaca ulang. Karena setting waktu yang ngebingungin. Dan mereka yang bertahan membaca Conan, adalah orang-orang yang terlanjur basah menghabiskan waktu puluhan tahun mengikuti cerita ini, yang tak mungkin berhenti ketika cerita mendekati ujung karena masih terjebak rasa penasaran. 🤣🤣🤣🤣
アリヤ •@AryaNovrianus

Sampai sekarang, gw masih tetep beli dan baca komik Detective Conan. Tapi cuma baca di komik fisik yg dijua di Indonesia aja, dan sekarang sudah total 107 volume. Ga baca online karena terlalu banyak kasus ga penting yg berhubungan dengan cerita inti, wkwkwk

Indonesia
180
602
2.4K
268.1K
🧀
🧀@qakhoiry·
Nah kan. Waktu dapet pertanyaan "kamu paling bisa jadi diri sendiri pas sama siapa dan pas di momen apa?" Sejujurnua aku bingung buay jawabnya. Karena aku nggak tau. Yang dimaksud jadi diri sendiri itu yang mana?
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro

“Jadi diri sendiri aja” itu so overrated. Perlu digali lebih dalam: “Yang dimaksud diri sendiri itu yang mana?” Seringkali yang kamu anggap diri sendiri “aku” itu adalah konstruksi sosial, adalah hasil dari pengalaman masa lalu, luka trauma masa lalu, konseptual.

Indonesia
0
0
0
32
🧀 retweetledi
Amsan
Amsan@Sorley_amsan·
I learned (hard) that energi, kapasitas dan cara orang express cintanya bisa se-beda2 itu, jd better set sistemnya dulu. Mirroring gini kurang efektif, end up pressuring, expecting more, gede2an ego, upaya nyesuain kapasitas bercinta bisa dianggep mix signals. Gapapa belajar.
paw@marrooenn

selalu nerapin prinsip "mirroring treatment" alias i will treat u like u treat me, soalnya udah cape kalo harus ngasih effort ke orang yang effortless.

Indonesia
15
477
2.4K
61.6K
🧀 retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Orang2 seringkali gak bisa bedakan risiko pekerjan vs. kesalahan sistemik, menurutku. Risiko pekerjaan itu misalnya kalo jadi obgyn, ya harus stand by on call 24 jam. Sebab, kelahiran bisa terjadi kapan aja. Kalo digaji/pendapatan rendah itu sih bukan risiko pekerjaan. Itu sih masalah sistemik. Ini terjadi pada nakes, guru, dll. Makanya, masih banyak orang yang dengan mudah bilang “Ya itu kan pilihanmu, udah risikonya gitu” atau “Siapa suruh jadi honorer”.
Tanyarl 💚@tanyakanrl

ngeliat para nakes yg lg sama2 'adu nasib', boleh jg dong aku sbg honorer ngeluh dg gaji 300rb—even jauuuuhhh buat menyentuh 1 jt. tp selama ini aku ngerasa itu wajar dan nothing wrong krn selalu dpt respon "siapa suruh jd honorer" yaallahhh siapa sih yg mau juga?😭 💚

Indonesia
43
4.7K
11.2K
291.1K
🧀 retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Kalau mau jujur, sebetulnya yang terjadi sekarang ini dampak ekonominya sudah lebih parah dari krisis 97-98. Dulu masyarakat terbiasa hidup dalam ilusi stabilitas, jadi ketika fondasinya runtuh, kepanikan langsung pecah karena orang-orang belum siap hidup dalam ketidakpastian yang mendadak. Bandingkan dengan sekarang, dimana orang sudah terbiasa hidup tanpa fondasi yang kokoh. Salah satu indikatornya adalah lebih dari 50% penduduk Indonesia bertahan di sektor nonformal, gig economy, dan penghasilan yang serba tidak pasti. Itulah kenapa kita merasa seolah krisis hari ini keliatannya biasa-biasa saja.
Ravi Bakhtiar@Bakhtiar_ravi

Step step nya seperti krisis 98 g sih? Walaupun banyak yang bilang karakter krisisnya jauh dari 98

Indonesia
93
3K
8.8K
253.6K
🧀 retweetledi
🧀 retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan. Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Kr tweet media
Indonesia
755
32.4K
103.2K
2.2M
🧀 retweetledi
🐈 ☭ 🔻
🐈 ☭ 🔻@Puspen_PKI·
aku penasaran, deh. gaji kita kn dipotong pajak setiap bulan, langsung disetorkan oleh kantor tempat kita kerja ke pemerintah. terus kenapa kita harus lapor lagi? kalau enggak lapor, kn duitnya tetap diterima oleh pemerintah kn? masalahny di mana?
Big Alpha@BigAlphaID

Pelaporan SPT 2025 jauh dari target. Hingga hari ini, baru sekitar 9,66 juta wajib pajak yang melaporkan SPT mereka. Angka ini hanya sekitar 64% dari target Pemerintah sebanyak 15 juta wajib pajak yang diharapkan melaporkan SPT.

Indonesia
150
2K
12K
928.8K
🧀 retweetledi
Nadya Dhamayanti M
Nadya Dhamayanti M@Nadyamulyadi·
Susah tau isi exclusive Rachel Vennya? Tapi mungkin kamu belum tauuu… 1. kasus Andrie Yunus dialihkan ke Puspom TNI; 2. ⁠prajurit tni gugur di Lebanon 3. ⁠berbagai daerah terancam tidak bisa melanjutkan kontrak ribuan pegawai PPPK dampak pemangkasan TKD 4. ⁠harga kertas & plastik naik drastis 5. ⁠Prabowo dan rombongannya menghabiskan 20 miliar rupiah dalam satu kali kunjungan kenegaraan 6. ⁠ACEH BELUM PULIH!!!!
Indonesia
20
5.2K
10.3K
283.4K
🧀 retweetledi
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
GAUSAH GENGSI AJAK KENALAN ORANG DULUAN. Even kamu cewek. Waktu S1 rajin bgt ikutan lomba. Tiap masuk final tuh aku selalu minta temenan di Instagram, merhatiin karya mereka, pahami dia di bidang apa. Then setelah beberapa tahun, iseng nanya materi ke seorang kenalan ini (beda kampus) dan terus jaga silahturahmi. Eh malah dimasukin ke proyek dia. Ga lama dia masuk perusahaan aku juga ditarik, padahal masih kuliah itu. Terus juga dulu bener2 rasanya informasi Beasiswa LPDP ga sebanyak sekarang. Bingung nanya siapa belajar dimana, eh liat story seorang kenalan dia masuk LPDP duluan karena emang angkatan kuliahnya di atas ku 2 tahun. Akhirnya diajarin bikin esai dan latihan interview ala ala setelah pulang kerja. Lolos one shoot🥺🥺🤍🤍 Semuanya ku dapetin, karena ga gengsi ajak kenalan dan minta temenan di IG kalau lagi final lomba atau expo dll. Mungkin kamu liat mereka sekarang mahasiswa biasa, bisa jadi berapa tahun kemudian mereka jadi "orang" yang bisa bantu kamuu...
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

unpopular opinion about networking???

Indonesia
32
941
10.9K
249.5K
🧀 retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Gaes pokoknya ati2 kalo nerima nasehat. Soalnya crab mentality di sini serem banget soalnya. Contoh: -> nyuruh kita gausa berteman baik dgn temen kantor, padahal mungkin dianya sendiri yang ga bs berteman atau kebetulan kantornya toxic. -> bilang kalo nyari beasiswa kuliah cuma buat yg kaya2 aja biar kita ga berani nyoba, padahal mungkin dia pernah gagal dan takut insecure kl kita berhasil. Faktanya, byk beasiswa yg dibuka utk siapapun, ga harus org kaya. -> yang lagi rame, ngasi tau kalo IPK dan Organisasi kampus ga penting, padahal bisa jadi karena emang dianya aja yang IPK-nya jeblok dan ga ikut ormawa, padahal ini potensi bgt buat dunia kerja
Indonesia
128
2.6K
11.4K
298.2K
🧀 retweetledi
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Laki-laki itu lebih enggak bisa hidup sendiri, lebih tergantung sama perempuan, daripada perempuan. Perempuan lebih bisa hidup sendiri, lebih bisa nggak tergantung sama laki-laki. Salah satu penelitiannya, Dykstra & Fokkema (2007, European Journal of Ageing) tentang abis putus, perceraian atau kehilangan pasangan, tingkat kesepian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Perempuan lebih cepat membangun ulang support system. Cenderung punya relasi emosional yang lebih banyak dan lebih dalam (teman, keluarga).
ra@langitfavor

unpopular opinion about laki-laki (pgn tau)

Indonesia
125
2.9K
10.9K
404.4K
🧀 retweetledi
MickΞy M
MickΞy M@mickeymrdt·
Gila sih, ini bener-bener plot twist paling insane di industri tech tahun ini. ✨Bayangin, perusahaan sekelas Anthropic yang bangun Claude yang notabene saingan berat OpenAI malah kena blunder yang sifatnya human error banget cuy ckckck Nih, gue ceritain kronologinya biar lo tetep update tapi nggak pusing sama istilah teknisnya: 1. The 4 AM Blunder Jadi jam 4 pagi, tim Anthropic nge-push update buat tool mereka namanya Claude Code. Eh, ada satu file buat debugging (buat nyari error) yang lupa dihapus dan ikut ke-upload. Masalahnya, file itu isinya 512.000 baris kode rahasia mereka. Itu ibarat lo nggak sengaja nge-share resep rahasia Krabby Patty ke grup WhatsApp komplek. 2. Viral dalam Itungan Menit Ada researcher namanya Chaofan Shou nemuin file ini, terus langsung di-post di X (Twitter). Dan Boom! 21 juta orang ngelihat. Sebelum tim Anthropic bangun tidur dan sadar kalau mereka "telanjang" di internet, kode itu udah di-downloaddan di-copy ribuan orang ke mana-mana. 3. The "Genius" Move dari Korea Pas Anthropic mulai panik dan kirim surat ancaman (DMCA takedown) ke mana-mana buat hapus kodenya, muncul seorang developer dari Korea namanya Sigrid Jin. Dia ini user Claude paling loyal sedunia (katanya pake 25 miliar token setahun!). Karena takut kena masalah hukum tapi pengen kodenya tetep ada, dia ngelakuin hal paling mad lad: ✅Dia nulis ulang seluruh kode itu pakai bahasa pemrograman Python dari awal sebelum matahari terbit. ✅Logikanya gini: Kalau lo cuma copy-paste, itu melanggar hak cipta. Tapi kalau lo tulis ulang pakai bahasa lain dengan gaya lo sendiri, itu dihitung karya kreatif baru. Jadi tim legal Anthropic nggak bisa nyentuh dia! 4. Bintang Baru di GitHub Proyek "re-write" dia yang dinamain claw-code langsung meledak. Cuma dalam waktu singkat, dapet puluhan ribu starsdi GitHub (ini kayak dapet jutaan likes tapi buat anak koding). Dia bahkan nulis ulang lagi pake bahasa Rust biar makin kenceng performanya. 5. Permanen dan "Undercover" Fail Sekarang kodenya udah di-upload ke platform decentralized yang nggak bisa dihapus sama siapa pun. Basically, rahasia dapur Anthropic udah jadi milik publik selamanya. Stay Ciakakakaka😁😁
MickΞy M tweet mediaMickΞy M tweet media
Indonesia
81
590
4.3K
217.6K
🧀 retweetledi
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷@AryHHAry·
Akhirnya.. ada yg mengungkapkannya, padahal di ruang2 tertutup dan lab, ini pembicaraan dari 2023. Baru saja membaca tentang CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis esai yg cukup jujur dan berani. Ia mengakui bahwa kita sebenarnya tdk tahu bgmn AI generatif bekerja. Bkn seperti perangkat lunak biasa yg kita rancang dgn aturan jelas dan logika langkah demi langkah. AI sekarang dibangun dgn cara yg berbeda.. kita hanya memberi makan data dlm jumlah sgt besar, lalu struktur dan “kecerdasan” muncul dgn sendirinya. Hasilnya mesin bisa mengambil keputusan yg bahkan penciptanya pun tdk bisa menjelaskan knp memilih kata itu, bkn kata yg lain. Ini pertama kalinya dlm sejarah teknologi manusia muncul kecerdasan yg benar2 berada di luar desain kita. Ia sendiri menyebutnya sbg sesuatu yg belum pernah terjadi sebelumnya. Ia bahkan mengusulkan perlunya semacam “MRI untuk AI”.. alat yg bisa kita gunakan untuk melihat ke dlm “otak” mesin ini sebelum kekuatannya menjadi terlalu besar untuk dikendalikan. Bagi saya sih ini mengingatkan pada salah 1 pertanyaan mendasar dlm fisika dan kosmologi: bgmn sesuatu yg kompleks dan bermakna bisa muncul dari sesuatu yg sederhana dan acak? Apakah kita sdg menyaksikan bentuk baru dari “emergence” yg mirip dgn bgmn kehidupan atau kesadaran muncul dari partikel2 fisika? Yg jelas sih pengakuan ini bkn sekadar catatan teknis, tapi ajakan untuk berpikir lebih serius: apakah kita siap dgn teknologi yg semakin canggih, padahal kita sendiri belum sepenuhnya memahami cara kerjanya? Kamu merasa tenang krn AI tetap “hanya alat”? Atau justru khawatir krn kita sdg membuka kotak yg isinya belum kita pahami sepenuhnya? 🤔🤔
Kekius Maximus@Kekius_Sage

🚨 Anthropic CEO admits we have no idea how AI works. For the first time intelligence is emerging from machines beyond human design.

Indonesia
30
279
1.6K
98.6K
🧀 retweetledi
Leo
Leo@artofavero·
Di kerjaan freelance yang gua kerjain, bukan client yang biasa gua dapat, gua pernah suatu ketika “diadu” sama AI untuk liat 1. seberapa cepat 2. seberapa bagus 3. yang paling penting, does it solve the problem? (kerjaan gua concept art) hasilnya 1. Ai memang lebih cepat memuntahkan hasil polished, tapi untuk ngutak ngatik hasil tersebut supaya sesuai brief tetap makan waktu dan merepotkan. Ending nya ternyata gua masi lebih cepat. Kerjaan gua emang gak langsung polished, tapi langsung targeted sesuai brief. dan gua udah lakuin ini 10+ tahun, i’m generally fast. 2. Bagus Jelek itu subjektif, tapi AI cenderung polishing semua bagian sampe noisy, gak ada good sense of flow, composition and shapes, atau risky decisions yang work out in the end. plus, ide nya selalu “aman”. Sampe hari ini kalo lu promot GenAI bikinin armor SCIFI pasti mirip ironman. 3. It does solve the problem but not without extensive human involvement, jadi gak bisa dibilang AI nya solving. Makanya gua selalu bilang, orang yang bilang AI bisa melakukan pekerjaan visual dengan lebih bagus dan cepat itu either 1. Ga ngerti ngerti amat 2. Ga jago jago amat di profesi nya 3. Main di entry level which is secara objektif memang paling kena disrupt once your job requires deliberate thought, AI ceases to be a replacement and becomes a tool like any other tool, the difference is it comes with more ethical considerations you have to make.
Anas@oianas_

unpopular opinion tentang AI

Indonesia
34
707
2.9K
160.5K