.

10.1K posts

. banner
.

.

@racketnyamuk_

on off

kerajaan Katılım Ocak 2019
331 Takip Edilen550 Takipçiler
.
.@racketnyamuk_·
seharian jalan kaki di singapore ini aja sama naik2 mrt
. tweet media
Indonesia
0
0
0
20
.
.@racketnyamuk_·
kaga sabar sepedaan di mbs
Indonesia
0
0
0
26
.
.@racketnyamuk_·
footage
. tweet media. tweet media. tweet media. tweet media
English
0
0
0
23
.
.@racketnyamuk_·
singapore im coming 🥰
. tweet media
English
2
0
2
58
.
.@racketnyamuk_·
see you Artjog 2026 can’t wait to see ya!!! kayanya baru kemarin dateng ke artjog 2025
. tweet media
Indonesia
2
0
0
94
.
.@racketnyamuk_·
udah mau 4 hari di KL ga pernah ngegrab selalu pake transum kalo ngga ya jalan kaki naik bus cuma 1 rm pake debit bisa naik monorel jg cm 1.5 rm
. tweet media. tweet media. tweet media. tweet media
Indonesia
0
0
2
84
. retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
lebih ikhlas ngasih ke kang porter.. daripada kang parkir ga jelas~
Indonesia
75
1.7K
9K
200.3K
.
.@racketnyamuk_·
@moonsbery plis jangan pernah lupakan anime
Indonesia
1
0
0
10
࣪ ִֶָ☾.
࣪ ִֶָ☾.@moonsbery·
ternyata gue masih bisa naksir orang asli selain anime
Indonesia
2
0
1
166
.
.@racketnyamuk_·
seems like a corporate girl right ((bener ga grammarnya))
. tweet media
English
7
0
140
1.8K
. retweetledi
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang 🎥: Kompas.com
Indonesia
403
14.8K
29.7K
712.7K
.
.@racketnyamuk_·
@Pramoediya2 tumbler lion star wae
English
0
0
0
49
.
.@racketnyamuk_·
@yappssss heeh lah yaa
Indonesia
1
0
0
61
.
.@racketnyamuk_·
@denalfan17 hp esia hidayah kan
Indonesia
0
0
0
6
.
.@racketnyamuk_·
di malay makan di chee meng karyawannya org indo terus ke nasi lemak burung hantu kasirnya org surabaya tadi pas anu monorail bapanya org semarang next singapore ketemu sape lagiiii
Indonesia
1
0
0
145
. retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
368
8.4K
11.9K
672.1K
.
.@racketnyamuk_·
@buluperindu__ kalo kata bunda Rita gimana
Indonesia
1
0
0
16
.
.@racketnyamuk_·
lagi di Kuala Lumpur nih gw 😆
Indonesia
1
0
0
226