Raffa Heisenberg.

2.5K posts

Raffa Heisenberg. banner
Raffa Heisenberg.

Raffa Heisenberg.

@rafaapythagoras

hobi menulis & membaca.

FEB UI Katılım Mart 2024
669 Takip Edilen270 Takipçiler
Raffa Heisenberg. retweetledi
Chain Whisper
Chain Whisper@ChainWhisper44·
Prediksi ini dulu diketawain sama orang crypto, sekarang malah terbukti satu per satu
Chain Whisper tweet mediaChain Whisper tweet media
Indonesia
12
46
299
25.2K
Raffa Heisenberg. retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Sering membaca buku ternyata dapat memperkuat memori dan melindungi otak. Jadi artikel NY Times ini mengatakan bahwa kita perlu rutin membaca 20-30 halaman per hari untuk mempertahankan kemampuan otak kita, dan ternyata penelitian-penelitian setuju akan hal ini. Ini penelitiannya: 1. Penelitian di Taiwan (2020) menunjukkan bahwa orang yang rutin membaca buku lebih dari 1 kali seminggu ternyata dapat mencegah penurunan kognitif hingga 46% lebih rendah. 2. Penelitian tahun 2022 menunjukkan 8 minggu baca novel bisa bikin memori kerja & episodik kita jadi lebih tajam. Semoga bermanfaat. Sumber: 1. Chang (2020). Reading activity prevents long-term decline in cognitive function in older people: evidence from a 14-year longitudinal study. 2. Stine-Morrow (2022). The Effects of Sustained Literacy Engagement on Cognition and Sentence Processing Among Older Adults
Rachel Cohen Booth@rcobooth

“Perhaps consuming a few dozen book pages a day should become the new 10,000 daily steps — a basic foundation of activity to maintain cognitive fitness.” nytimes.com/2026/03/27/opi…

Indonesia
19
775
2.3K
39.2K
Raffa Heisenberg. retweetledi
Tomimasen
Tomimasen@tomimasen·
Sumber: trust me bro, SBN itu sifatnya freeze liquiditas, komparasinya dilakukan dengan konteks “jika kamu punya CASH SAAT INI senilai 1-2M mending SBN daripada rumah” Konsep ini hanya masuk karena dia raditya dika. See more..
M Karyo@Makaryo0

Alasan Raditya Dika pilih SBN daripada properti untuk hasilin passive income. Passive income dari properti ga beneran passive, harus ada effort yang dikeluarkan buat ngurus. Properti bisa jadi passive income kalo dititip kelolakan ke pihak lain, tapi setelah Radit hitung, yield dari sewain properti dikurangi management fee masih di bawah yield SBN.

Indonesia
69
222
1.8K
332.8K
Raffa Heisenberg. retweetledi
Kiyan Abhinaya Azkalif
Kiyan Abhinaya Azkalif@yourmathsphere·
Sebuah Utas Panjang Aljabar(Part 3) Menyelesaikan Persamaan Kuadrat. Ini adalah Persamaan Kuadrat : ax² + bx + c = 0 Dan yang bawah ini, namanya Quadratic Formula, mencari x1 dan x2 lewat rumus [A Fun Thread 🧵]
Kiyan Abhinaya Azkalif tweet media
Kiyan Abhinaya Azkalif@yourmathsphere

Sebuah Utas panjang Aljabar(Part 2), menggunakan metode Al-Khawarizmi Disclaimer : Utas ini hanya beberapa rangkuman, beserta metode dasar. Latihan tetap diperlukan.

Indonesia
2
43
189
4.2K
Raffa Heisenberg. retweetledi
Vala Afshar
Vala Afshar@ValaAfshar·
Knowledge grows when you ask stupid questions. Stupidity grows when you do not ask anything. —Professor Richard Feynman
Vala Afshar tweet media
English
20
122
402
21K
ziyujiem
ziyujiem@meknagget·
selamatkan gue mingdep
ziyujiem tweet media
Indonesia
6
0
7
315
Raffa Heisenberg. retweetledi
joseph
joseph@fatn0sedmonkey·
fuck discord nigga we bringing back the google meets
joseph tweet media
English
315
9.5K
121K
1.8M
Raffa Heisenberg. retweetledi
Mustafa
Mustafa@oprydai·
most people read physics. few actually solve it. • you can watch lectures • read textbooks • understand concepts and still fail when faced with a real problem. because physics is not recognition. it is construction under constraints. 1000 solved problems in modern physics vy ahmad a. kamal forces you into the real game: → take a messy situation → choose the right model → apply the math → reach a result that either works or collapses again. and again. and again. after enough problems: formulas stop being symbols they become tools intuition stops being vague it becomes mechanical you stop asking “what is this?” and start knowing “what to do.”
Mustafa tweet media
English
14
168
922
27.2K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Hengky Adinanta penrah mencatat rekor transaksi fantastis Di IHSG senilai Rp2,7 triliun/ bulan di pasar modal Indonesia. Dan waktu gue denger angka itu yang pertama gue pikirin bukan profitnya. Tapi berapa fee yang dia bayar. Volume trading: Rp2,7 triliun Anggap 50% beli, 50% jual. Biaya Beli (0,15%): Rp1,35 triliun × 0,15% = Rp2,025 miliar Biaya Jual (0,25%): Rp1,35 triliun × 0,25% = Rp3,375 miliar Total fee: Rp5,4 miliar Dari satu bulan trading doang. Setahun? Rp64,8 miliar habis buat fee broker sebelum ngitung untung rugi satu pun transaksi. Njir sementara doi pernah di karungin perusahaan ipo di TGUK Lo tau gk laba perusahaan TGUK 2025 rugi bersih Rp8,43 miliar Mening ini TGUK jadi sekuritas aja daripada jualan tepung
Lambe Saham tweet media
Indonesia
30
37
573
74.9K
Agando mual UTBK
Agando mual UTBK@Agando_Arjuna·
@ahmadzakiyudin_ ITS emang ga se mendukung itu kah dalam kurikulum pembelajarannya? Kalo semisal gw ambil prodi aktuaria ITS apakah masih tetep worth? Dan kalo di compare sama aktuaria IPB bakal jomplang banget ga ya? Jujur masih pusing mau ambil aktuaria ITS atau IPB
Indonesia
7
0
0
3.5K
Raffa Heisenberg. retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Menurutku, untuk bisa sukses tuh core-nya tetap di Kerja Keras. Tp kerja kerasnya ini soal apa aja? Ini yang musti dibedah. Contoh: - kerja keras buat belajar, biar punya skillnya - kerja keras buat bangun jaringan, biar punya networknya - kerja keras buat ngelola keuangan, biar gak boros - kerja keras buat bersosialisasi, biar ga jadi orang nyebelin - kerja keras buat nyobain bisnis berbagai hal, biar tau mana yg work dan engga Semua tetap butuh kerja keras. Tp dimensi dan frekuensinya musti dibuat beragam. Gak cukup kalau kerja keras di satu dimensi aja. Karena sukses itu banyak faktor luck/beruntung. dan keberuntungan itu bs ditingkatkan kemungkinannya dengan memperbesar peluang. Nah, utk bs memperbesar peluang, butuh kerja keras dg cobain banyak hal di atas.
Dis@usercyclop

Kerja keras aja gak cukup. Banyak yang sukses karena koneksi, bukan kemampuan semata. Jadi koneksi itu penting menurutku dimanapun itu.

Indonesia
11
390
1.9K
32.8K
Radja Thaher
Radja Thaher@radjathaher·
Analogi yg salah ini, jumlah peraih nobel dan setingkatnya per kapita di Caltech jauh lebih banyak daripada MIT booos 🤣 Bahkan pernah dosen dapat nobel, 6 muridnya masing2 juga dpt nobel Kalau kirim anak belajar ke US, ke Caltech/MIT aja biar belajar hardcore STEM beneran. Ivy league/stanford buat belajar cingcong aja + bergaul sama elit global, gampang dikejar itu kalo fondasinya udah kuat Sumber: infoproc.blogspot.com/2015/09/colleg…
Radja Thaher tweet mediaRadja Thaher tweet media
sambihaw | #2026Mengglobal 💪@wahibmuhibi

ITS tuh kalo di US ibarat Caltech, karena secara lokasi ada di lingkungan ekonomi kedua di sana. Kalau ITB mah, sama seperti MIT. Lokasi Massachussets itu deket sama New York, Jakartanya US. Itu benefit dari kampus yg deket di pusat ekonomi. Mirip sekolah ex-RSBI yg lokasinya di kota vs kabupaten.

Indonesia
12
32
421
45.7K
Raffa Heisenberg. retweetledi
AAAAAAAAAA
AAAAAAAAAA@AAAAA4A4AAAAA·
AAAAAAAAAA tweet media
ZXX
8
850
6.5K
85.8K
sagi ★
sagi ★@tinduckpidana·
guys ada yang pernah susulan uts ga yaa? mau tau prosedurnya dong :(
Indonesia
2
0
0
179