.

75 posts

.

.

@raffptraaaa

Katılım Haziran 2022
176 Takip Edilen1 Takipçiler
. retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara. Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg: "Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi, pdhl dia asli bangsamu sndri. Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam" cc:alrogritm
Indonesia
230
10.8K
36K
590K
. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi. jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah? Yang paling terasa adalah dapur kita kenapa begitu ?? Gandum seluruhnya impor. Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti. Mie instan. Biskuit. Kue. Mi ayam gerobak di depan rumah lo. Kedelai mayoritas impor. Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik. Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah. Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor. Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik. Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar. Gula mayoritas masih impor. Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia. Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000. Untuk pekerja bergaji UMR. UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta. Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji. Tidak ada notifikasi. Tidak ada pengumuman. Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit. Simulasinya begini. Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa. Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan. Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali. Inflasi bisa terjadi kapan saja. Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya. Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan. Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah. Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang. Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua. Yang kedua pelaku UMKM kecil. Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali. Ambil contoh penjual gorengan. Minyak goreng naik. Tepung terigu naik. Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara. Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus. Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun. Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi. Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit. Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia. UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah. Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs. Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik. Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran. Yang ketiga buruh pabrik. Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus. Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas. Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK. Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi. Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja. Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China. Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan. Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik. Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit. Yang keempat petani kecil. Paradoks paling menyedihkan ada di sini. Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar. Seharusnya petani untung. Tapi yang terjadi di lapangan berbeda. Pupuk naik. Biaya angkut naik. Bensin untuk pompa air naik. Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik. Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen. Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional. Marginnya semakin tipis. Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit. Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar. Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor. Smartphone yang baru. Laptop. Komputer. Peralatan rumah tangga. Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah. Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta. Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta. Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara. Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya. Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik. Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak. Subsidi yang sudah jebol 266 persen dari target di Q1 2026 akan semakin jebol. Defisit APBN semakin lebar. Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi. Lingkaran itu berputar ke bawah. Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri. Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off. Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi. Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik. Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua. Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat. Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak. Itu adalah harga beras yang lebih mahal. Tahu tempe yang lebih mahal. Ongkos produksi UMKM yang lebih berat. PHK di pabrik yang lebih banyak. Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama. Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
145
1.5K
3.5K
173.2K
. retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang minat pindah negara boleh retweet
Indonesia
406
47.5K
44.9K
1.1M
. retweetledi
Bandar Metrics
Bandar Metrics@bandarmetrics·
Ini contoh kenapa saya sering bilang, jangan berhenti cuma di broksum. Di permukaan keliatannya distribusi. Tapi pas dibedah lebih dalam, bandar ternyata masih nongkrong di dalem 👀 Makanya kadang market itu lucu… yang keliatan seram belum tentu beneran ditinggal, yang keliatan sepi belum tentu ga ada acara wkwk. Ini bukan soal siapa paling benar. Cuma beda kedalaman ngeliatnya aja. Broksum itu ibarat lihat laut dari pantai. LPM coba nyelam dikit, lihat apa yang gerak di bawah permukaan 🐋 Gimana pak ega semalem sampe subuh pembahasan kita ini 😭 @thebabayega_
Bandar Metrics tweet mediaBandar Metrics tweet media
Indonesia
22
98
847
98.9K
. retweetledi
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya. 1. Gak apa-apa jadi orang aneh. 2. Jangan gosipin orang! 3. Kita gak sepenting itu buat orang lain. 4. Usahakan minimalis! 5. Kerja ringan kalau dicicil. 6. Kerja ringan kalau barengan. 7. Ide ada kalau dicatat. 8. Belajar dari yang terbaik. 9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman. 10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif. 11. Waktu ada kalau kita ciptakan. 12. Pakai uang untuk membeli waktu. 13. Jangan lupa bermain-main! 14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi. 15. Fokus ciptakan core memory yang indah! 16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau! 17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’. 18. Belajar berani berkata ‘tidak’. 19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain. 20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh. 21. Jalan kaki min. 30 menit sehari. 22. Selalu tepat waktu! 23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan. 24. Menyesal lebih seram dari rasa takut. 25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja. 26. Semua orang punya keahliannya sendiri. 27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya. 28 Beli barang buat diri sendiri. 29. Belajar sabar. 30. Reputasi datang dari tindakan. 31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. 32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain. 33. Dengerin podcast sesuai minat. 34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun! 35. Investasi terbaik adalah pendidikan. 36. Storytelling adalah skill paling berguna. 37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita. 38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit) 39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya. 40. Hiduplah dengan cinta! Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Muklis Nonton tweet media
Indonesia
64
11.1K
35.1K
654.9K
. retweetledi
Kurnia Bijaksana
Kurnia Bijaksana@mkbijaksana·
Oke lah ini video 15 menit tentang cara TRADING HARIAN MENGGUNAKAN MULTI-TIMEFRAME ANALYSIS Pendekatan ini bisa digunakan buat ke saham, crypto, atau apapun Detailnya mirip: Bias di 4 jam Level di 1 jam Entry trigger di 15 menit atau 30 menit Coba dipelajari ya guys!
Indonesia
10
328
1.4K
37.4K
. retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Prodi yang sudah di spill: - Prodi Keguruan atau kependidikan Prodi apa lagi ya kira-kira?
MinDos tweet mediaMinDos tweet media
Indonesia
1.1K
4.4K
22.3K
2.1M
. retweetledi
The Killing Joke
The Killing Joke@ManBehindThe9un·
@dosenkesmas Gw gak bakal kasih maaf ke voters 58%. Tanggung jawab loe gede banget, jangan pura-pura bego!! Loe sadar gak dosa politik loe!! Lagi pendidikan dikorbanin sama rezim tolol!!, rakyat mau sengaja dibikin bodoh!!
Indonesia
16
1.6K
9.2K
113.6K
. retweetledi
Ega
Ega@thebabayega_·
1. Jauhi saham yg jauh dr MA 2. Entry saham dekat MA 3. Diatas gada MA lebih baik 4. Jual saham yg gagal bertahan diatas MA 5. Hindari saham yg dibawah semua MA Do it, repeat.
Indonesia
56
1.1K
6.5K
1.1M
. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys buat lu yang porto nya lagi minus karena saham banking leon baren rivan ada berbagi info nih.... market lagi turun. IHSG sudah minus dari puncaknya. Banyak orang panik. Banyak yang bilang pensiun dari saham. Dan justru di momen seperti inilah mereka breakdown empat saham yang paling banyak ditanya Big 4 bank Indonesia dari perspektif value investing yang paling konkret. BCA. BRI. Mandiri. BNI. Semuanya turun dari all-time high. Semuanya terlihat "murah." Tapi murah saja tidak cukup pertanyaannya adalah mana yang paling menarik dan kenapa. Konteks dulu kenapa bank-bank ini turun: Dua alasan utama. Pertama — kinerja 2025 memang melambat. Hampir semua big bank labanya turun atau tumbuh hanya single digit. Padahal waktu all-time high valuasinya premium. Ketika valuasi premium tapi kinerja tidak deliver ekspektasi market menghukum. Kedua — asing keluar. Dan ini bukan karena Indonesia jelek. Ini karena ada ancaman Indonesia turun dari kategori emerging market ke frontier market akibat evaluasi MSCI. Kalau Indonesia jadi frontier market investor asing yang mandatnya hanya boleh pegang emerging market wajib jual. Mau semurah apapun sahamnya. Ditambah rupiah yang melemah investor asing yang dapat cuan 15-20% dari saham bisa habis terkena currency loss kalau rupiahnya turun 7-8%. Cara membaca kesehatan bank ini yang perlu dipahami: Sebelum bandingkan empat bank ini, ada enam rasio kunci yang perlu dipahami: CAR — Capital Adequacy Ratio. Rasio kecukupan modal. Semakin tinggi semakin resilien kalau terjadi krisis. Batas BI minimal 14%. Keempat big bank semuanya jauh di atas 14%. NIM — Net Interest Margin. Selisih antara bunga yang diterima dari kredit dan bunga yang dibayarkan ke nasabah. Semakin tinggi semakin menguntungkan. ROE — Return on Equity. Dari modal yang ada, perusahaan bisa cetak laba berapa. Semakin tinggi semakin efisien. CASA Ratio. Rasio dana murah tabungan dan giro dibanding deposito. Semakin tinggi CASA, semakin murah cost of fund bank itu. NPL Gross. Persentase kredit yang gagal bayar. Harus di bawah 5%. LAR — Loan at Risk. Lebih luas dari NPL menghitung kredit dari kategori "dalam perhatian khusus" sampai macet. Indikator awal tekanan kualitas aset. BCA — Jagoannya Timothy Ronald: BCA adalah satu-satunya dari big 4 yang labanya masih tumbuh double digit di 2025. Kinerja paling konsisten dan paling stabil. Fokus utamanya di segmen consumer dan corporate. CASA ratio tertinggi di antara semua bank artinya cost of fund paling murah. Itu yang membuat margin BCA sangat terjaga. Kelemahannya: valuasinya tidak pernah benar-benar murah. Bahkan setelah koreksi, PBV BCA masih di atas 3-4 kali. Buat value investor yang cari diskon dalam BCA bukan kandidat utama karena market selalu ready to pay premium untuk kualitasnya. Bank Mandiri — Jagoannya Andri: Mandiri masih tumbuh di 2025 tapi hanya single digit. Fokus utama di segmen corporate dan commercial. Kelebihan: basis korporasi besar yang cash flow-nya relatif terjaga. Risiko gagal bayar per nasabah lebih rendah karena perusahaan besar lebih likuid. Kelemahannya: sekali ada corporate besar yang gagal bayar dampaknya langsung besar ke laporan keuangan karena tiket kredit ukurannya jumbo. Dan di segmen corporate — Mandiri bersaing ketat dengan BNI yang posisinya hampir sama. Valuasi sekarang PE sekitar 7-8 kali. Murah secara historis. BNI: Labanya turun di 2025 bersama BRI. Juga fokus di corporate dan commercial, sehingga sering dianggap mirip Mandiri tapi dengan skala yang lebih kecil. Satu hal menarik: PBV BNI sekarang di bawah 1 — artinya harganya di bawah nilai buku. Secara teoritis ini sangat murah. Tapi "murah" tidak otomatis berarti menarik kalau tidak ada katalis yang jelas untuk perbaikan. BRI — Dan ini yang paling menarik untuk dibahas secara mendalam: BRI adalah satu-satunya dari big 4 yang punya diferensiasi jelas. Fokusnya bukan di corporate tapi di segmen mikro dan UMKM. Dari total penyaluran kredit BRI: 42,6% ke segmen mikro. 15,8% ke SME. Total lebih dari 58% ke mikro dan UMKM. Bandingkan dengan Mandiri atau BNI yang mayoritas ke corporate. Kenapa BRI labanya turun di 2025: Ini yang paling penting dipahami sebelum menilai BRI. Pendapatan bunga BRI tetap naik. Tapi labanya turun. Kenapa? Satu hal: provision expense beban CKPN naik 24%. Dari Rp33 triliun menjadi Rp41 triliun. CKPN adalah cadangan yang dibentuk bank untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Ketika ekonomi melambat dan segmen mikro-UMKM tertekan — BRI harus memperbesar cadangannya. Dan itu yang memangkas laba. Tapi ini bukan berita buruk permanen. Ini adalah biaya temporer yang dibentuk untuk mengantisipasi risiko yang sudah teridentifikasi. Sinyal bahwa BRI sedang turn around: Tiga indikator yang menunjukkan aset quality BRI membaik: LAR terus turun. Artinya kredit yang berisiko gagal bayar semakin berkurang. Ini langsung berimplikasi pada CKPN yang akan turun juga. Write-off turun dari Rp8,7 triliun per Februari 2025 menjadi Rp5,7 triliun per Februari 2026. Special mention turun dari 4,6% ke 3,9%. Ketiga indikator ini menunjukkan satu hal: masalah kualitas aset BRI sedang membaik. Dan kalau CKPN turun di 2026 laba akan rebound signifikan meskipun pendapatannya flat. Dan ini sudah mulai terbukti: per Februari 2026, laba BRI sudah naik 17% year on year. Ekosistem BRI yang tidak dimiliki bank lain: BRI bukan hanya bank. Di bawah BRI ada Pegadaian dan PNM yang sama-sama melayani segmen paling bawah dari piramida ekonomi Indonesia. Dengan harga emas yang terus naik — bisnis gadai Pegadaian ikut tumbuh signifikan. Dan itu dikonsolidasikan ke laporan BRI. Ini adalah sumber pendapatan tambahan yang tidak dimiliki BCA, Mandiri, atau BNI. Valuasi saat ini perbandingan langsung: BCA: PE sekitar 20+ kali. PBV 3-4 kali. Stabil tapi tidak murah. Mandiri: PE sekitar 7-8 kali. PBV sekitar 1,5-2 kali. BNI: PE sekitar 7-8 kali. PBV di bawah 1 kali. BRI: PE sekitar 9 kali. PBV sekitar 1,5-1,6 kali. Dari perspektif valuasi murni BNI paling murah. Tapi valuasi bukan satu-satunya faktor. Kalau digabungkan dengan turn around story, ekosistem, dan diferensiasi segmen BRI punya kombinasi yang paling menarik untuk investor yang berpikir jangka panjang. Soal dividen BRI yang 10% yield ini yang bikin banyak orang bingung: Payout ratio BRI di 2025 terlihat 92% — sangat tinggi. Banyak yang khawatir: ini sehat enggak? Jawaban singkatnya: ya, untuk bank ini normal. Bank adalah bisnis yang low capex tidak butuh banyak belanja modal untuk ekspansi seperti perusahaan manufaktur. Uang yang tidak dipakai untuk ekspansi lebih baik dikembalikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen. Dan alasan payout ratio terlihat tinggi bukan karena dividennya naik drastis tapi karena labanya turun di 2025. Kalau laba kembali naik di 2026 seperti yang diindikasikan payout ratio akan turun sendiri sementara dividen per lembar tetap atau bahkan naik. Berapa modal yang dibutuhkan untuk passive income Rp25 juta per bulan: Dengan asumsi dividend yield rata-rata 4%: Rp25 juta per bulan = Rp300 juta per tahun. Modal yang dibutuhkan: Rp300 juta ÷ 4% = Rp7,5 miliar. Kalau menggunakan yield lebih tinggi seperti BRI yang sekarang di sekitar 10% modalnya bisa lebih kecil. Tapi untuk konservatif selalu pakai asumsi 4% karena yield bisa berubah. BCA untuk yang mau stabilitas maksimal dan tidak keberatan bayar premium. Mandiri dan BNI untuk yang mau lebih murah dan fokus di corporate exposure. BRI untuk yang percaya pada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia jangka panjang dan melihat kondisi sekarang sebagai momen turn around yang menarik. Dan untuk semua ini satu prinsip yang paling penting dari value investing yang disampaikan dengan jelas: Market crash bukan waktu untuk pensiun. Market crash adalah waktu untuk belajar dan membeli. Orang yang buy high sell low itu karena ikut euforia saat semua orang sedang cuan dan panik saat semua orang sedang takut. Investor yang sukses melakukan sebaliknya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
11
174
1K
60.8K
. retweetledi
utbknotes 📝
utbknotes 📝@utbknotes·
👋 Materi Ringkas Makna Imbuhan (PPU UTBK) (a thread)
utbknotes 📝 tweet media
Indonesia
8
3.3K
10.3K
345.1K
.
.@raffptraaaa·
@hiiandri Bismillahirrahmanirrahim yaallah izinkan hamba lolos pada ujian UTBK-SNBT tahun ini , pada pilihan ke 1 maupun pilihan ke 2 , hamba ikhlas serta bersyukur, jika kemarin engkau tidak meridhoi hamba lolos dalam jalur SNBP maka Ridhoi , Restui, serta izinkan Hamba lolos dalam snbt😢
Indonesia
3
9
152
4.5K
. retweetledi
l'M FINE
l'M FINE@hiiandri·
l'M FINE tweet media
ZXX
3.1K
885
8.1K
533.6K
. retweetledi
dimsums🍏²⁶
dimsums🍏²⁶@psychollogay·
🚫Ingat Konjungsi yang TIDAK BOLEH di Awal Kalimat‼️
dimsums🍏²⁶ tweet media
Indonesia
7
1.4K
6.5K
86.9K
. retweetledi
ciaa
ciaa@xpeacessea·
ciaa tweet media
ZXX
45
4.8K
17K
159.3K
. retweetledi
dimsums🍏²⁶
dimsums🍏²⁶@psychollogay·
🍏TIPS PPU-PBM BISA JAWAB UNDER 30 DETIK!!!🍎 Part 2: EDISI KALIMAT EFEKTIF (highly requested)✨
dimsums🍏²⁶ tweet mediadimsums🍏²⁶ tweet mediadimsums🍏²⁶ tweet mediadimsums🍏²⁶ tweet media
Indonesia
26
2.8K
11.3K
191.9K
. retweetledi
LaranEnglish
LaranEnglish@EnglishLaran·
100 homophones
LaranEnglish tweet media
English
1
59
335
9.9K