Raja Simamora

1K posts

Raja Simamora banner
Raja Simamora

Raja Simamora

@rajasimamora

Aku berpikir aku akan mendapatkan info2 menarik dari akun2 tertentu, itulah sebabnya mengapa aku mengikuti akun2 tsb. Aku adalah penerima info. Bukan pemberi..

Medan, Indonesia Katılım Haziran 2009
357 Takip Edilen41 Takipçiler
Raja Simamora retweetledi
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Alumni HMI, Ketua Dewan Masjid, tokoh perdamaian konflik Poso dan Ambon, orang Bugis-Makassar, lalu dituduh sbg penista agama, tdk saja salah alamat, tapi dungu. Awalnya mungkin mau cari muka dari non-muslim, skrng kemungkinan besar kehilangan suara dari umat muslim dan non-muslim. Termul beleng-beleng.😁 PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla rmol.id/publika/read/2…
Anak ogi tweet media
Anak ogi@Anak__Ogi

Cerdas ini cewe...👍 "Pemilih muslim dan kristen udah ga minat memilih PSI, pemilih muslim dan kristen trauma diadu domba kader-kader PSI. Dia tau tujuan tindakan PSI ke Ade Armando dan Grace Natalie. Bgmn bro @DedynurPalakka , PSI makin nyungsep dong, syukurin kalo begitu.😁😂🤣

Indonesia
68
482
1.5K
94.2K
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
TERMUL DIE HARDER IJAZAH JOKOWI TERIAK PALING KERAS, HIDUP JALAN DI TEMPAT Setahun saya mengamati. Perilaku, pernyataan, gerak-gerik para “termul”, mereka yang merasa berdiri paling depan membela ijazah, membela Joko Widodo seolah hidup dan mati mereka ditentukan di sana. Mereka pikir: loyalitas = imbalan teriakan = kenaikan kelas kedekatan = perubahan nasib Tapi realitasnya? Tidak ada yang berubah. Ekonomi tetap. Status sosial tetap. Hidup? jalan di tempat. Bahkan satu yang paling vokal, paling sering tampil, paling “die hard”yang kalau bicara sudah seperti Ahli segala bidang, satu ketika saya temui, mobilnya mobil tua. Bertahun-tahun jadi termul, tak ada yang berubah. Maaf ya termul. Mobil untuk kalian seharusnya bukan sekadar kendaraan. Itu simbol. Simbol bahwa yang kalian kejar, harta, jabatan, tidak pernah benar-benar kalian bisa dapatkan. INI MASALAHNYA: KALIAN SALAH MEMAHAMI KEKUASAAN! Kalian kira kekuasaan itu seperti air hujan, turun ke semua yang berdiri di bawahnya. Padahal tidak. Kekuasaan itu seperti cahaya senter: hanya menyinari segelintir titik. Sisanya? Gelap. Yang naik itu: elite. inner circle. pemilik modal. pengendali sistem. Bukan kalian yang hanya berteriak di luar pagar. Muncul di media bukan berarti punya kuasa. Dekat dengan Jokowi, bolak-balik ke Solo bukan berarti dekat secara realitas. Kalian punya satu hal: suara. Tapi tidak punya: akses. aset. pengaruh nyata. Dan tanpa itu, kalian bukan pemain. Kalian hanya TOA alias pengeras suara. INI YANG PALING MENYAKITKAN Yang paling loyal, seringkali yang paling tidak diangkat. Yang paling keras membela, justru yang paling mudah dilupakan. Kalian habiskan waktu, energi, bahkan HARGA DIRI untuk sesuatu yang tidak pernah dirancang untuk mengangkat kalian. BANGUN! Kalau kalian ingin hidup berubah, jalannya bukan: menjadi pembela bukan menjadi buzzer bukan menjadi penjilat kekuasaan bukan menghinakan diri menjadi Termul. Tapi menjadi: pemilik nilai pemilik skill pemilik aset pemilik posisi tawar Tanpa itu, sekeras apapun kalian berteriak, hidup kalian tetap sunyi. KESIMPULAN PALING TELAK Ini bukan soal siapa penguasa. Bukan soal Joko Widodo atau siapa pun. Ini soal satu KEBODOHAN KOLEKTIF: berharap hidup berubah hanya karena berdiri dekat dengan kekuasaan. Padahal kenyataannya: kalian tidak pernah benar-benar dekat. DAN PADA AKHIRNYA… Sejarah akan mencatat: bukan siapa yang paling keras berteriak, tapi siapa yang benar-benar membangun kekuatan. Dan saat itu tiba, banyak dari kalian akan sadar kalian hanya jadi Uang recehan dalam kaleng yang kalau jatuh bunyinya KROMPYAANG. Yang naik pesawat jet pribadi Tetap Kaesang.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
247
577
1.8K
38.1K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Biasa saja bro @Anak__Ogi main framing dan ancam seperti ini sudah terlalu sering, apalagi datangnya dari orang-orangan politik seperti anda and the geng. Malah kurang garang, coba buat narasi yang lebih garang biar saya meriang 🤭✍️😎
Anak ogi@Anak__Ogi

😂 ketakutan juga kau bro @DedynurPalakka , sampai ngelesmu kaya anjing.😂 Jelas kamu bilang ormas plus-plus bkn ormas Islam plus-plus, kamu ganti kata Islam dgn kata plus-plus, itu artinya kamu anggap Islam itu plus-plus, ini jelas penghinaan. Kebencianmu pada Islam pasti akan terbalas, pasti kamu akan kena batunya begitu juga dgn partaimu.

Indonesia
11
1
10
929
kiv z
kiv z@triwul82·
Kemarin semangat banget nyebar potongan video, sekarang semangat banget mau ngajak ketemu. Jubir Pak JK sudah benar, jangan kasih celah! Enak aja mau damai setelah bacotnya bikin se-Indonesia panas. Rasakan dulu proses di Bareskrim. cnnindonesia.com/nasional/20260…
kiv z tweet media
Indonesia
27
88
219
16.8K
street lawyers
street lawyers@streetlawyers85·
@triwul82 Akan seperti kasus Ahok, videonya dipotong, endingnya Ahok masuk penjara, yg potong videonya masuk penjara, impas.
Indonesia
2
0
2
165
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Grace & AA memang punya ilmu yang luar biasa tinggi, mereka bisa mengusik "monster" yang selama ini bersembunyi dari balik layar. Sampai-sampai harus mengerahkan 40 ormas IsIam untuk melindungi dirinya.
Chusnul ch💞timah@ch_chotimah2

Sebanyak 40 ormas Islam melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Dilaporkan atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian melalui media elektronik, terkait konten yang dianggap mem-framing Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). #PenjarakanGraceNatalie Pelapor dalam hal ini yaitu dari Lembaga Bantuan Hukum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum Syarikat Islam beserta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN, dan organisasi-organisasi lainnya. nasional.sindonews.com/read/1703169/1…

Indonesia
353
22
80
31.4K
Raja Simamora
Raja Simamora@rajasimamora·
@DianSandiU Pelajaranlah ini buat kita semua. Sebaiknya jangan yg cowo aja yg diciduk. Yang cewe juga harus ikut mempertanggungjawabkan aksinya itu. Biar yg lain nggak ikut2an. Mungkin mereka mau membuat pengalihan isu untuk menutupi kisah ijazah itu. Mungkin lho ya. Belum pasti sih..
Indonesia
0
0
0
349
Jude.
Jude.@penguasahati·
@Heraloebss Lha kok merasa diusir? Aneh.. Yang buat rencana mau kabur Siapa... Saat dipersilahkan kok jadi terasa diusir..
Indonesia
1
1
2
1.3K
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
Mengusir?? Nyuruh kabur?? Kemaren teriak-teriak , "kabur aja dulu!" seolah negeri ini kapal bocor yang tinggal tunggu tenggelam. Giliran diiyakan, dipersilakan, bahkan dibukakan pintu, mendadak pada tantrum. Marah, tersinggung, merasa tidak dihargai. Jadi selama ini slogan kabur aja dulu bukan rencana, bukan sikap, bukan prinsip? Cuma jurus merajuk ala anak kecil yang ngambek sambil ancam pergi dari rumah, tapi berharap dikejar dan dibujuk balik. Puk puk puk Makanya kalo bikin drama, bikin drama aja, ga usah sok Sokan pengen dianggap pergerakan / perjuangan. Mulut teriak kabur aja dulu , tapi kaki tetap di tempat, hati masih minta diperhatikan. Jadi jelas, itu bukan soal ingin pergi, tapi sekadar cari perhatian "caper"
Miss Tweet | tweet media
Jaya Manula@JayaManula

@Heraloebss Yg jauh lebih parah para pejabat RI yg mampu mengusir rakyatnya yg gak puas dan kesulitan termasuk yg kmaren nyuruh kabur ke yaman

Indonesia
99
69
218
13.3K
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Beberapa kawan bertanya "Koq Presiden Prabowo diam saja atas tudingan Prof Amies Rais? Teddy nya juga no respon?". Seperti mungkin banyak warganet di X ini. Menurut saya, Presiden jelas tak punya waktu merespon hal-hal semacam tudingan Prof Amien tsb. Apalagi serangan yang sifatnya personal, bukan kritik atas kebijakan pemerintah. Lihat saja, dari sejak tanggal 1 Mei Presiden sibuk bekerja. Kemarin malah hingga tengah malam rapat di Hambalang. Juga ada Seskab Teddy, Chief Qodari, dan Chief Angga Raka. Hari ini, saat kita menikmati hari terakhir long weekend, Presiden Prabowo malah masih sibuk memanggil pejabat ke Hambalang, rapat. Memastikan semua program pemerintah berjalan dengan baik. Dengar-dengar bakal sampai malam lagi. ------------- Saran saya, jika ingin dapat perhatian Presiden Prabowo, janganlah gunakan cara-cara tidak terhormat dengan menyerang personal. Apalagi hanya didasarkan desas-desus. Mari manfaatkan kebebasan berekpresi ini dengan cara bertanggungjawab. Jika mau kritik pejabat pemerintah, maka kritik lah kebijakan, sikap atau langkahnya dalam menjalankan pemerintahan. Bukan menyerang kehormatan personalnya. Mari dewasa dalam berdemokrasi dengan tetap saling menghormati harkat dan martabat masing-masing. Salam FK
Ferry Koto tweet mediaFerry Koto tweet media
Indonesia
108
43
134
34.4K
Raja Simamora
Raja Simamora@rajasimamora·
@DianSandiU Jangan takabur anak muda. Bumi berputar. Kita tak tau apa yg terjadi esok hari. Belajarlah menjadi orang yg santun.. 🙏
Indonesia
1
0
11
1K
Dian Sandi Utama
Dian Sandi Utama@DianSandiU·
Saya akan terus belajar politik namun do’a saya; semoga masa tua saya tidak seperti Pak Amin Rais. Aamiin
Indonesia
269
8
48
10K
Raja Simamora
Raja Simamora@rajasimamora·
@hasyimmah Padahal tidak semua yg berbicara tentang ijazah itu adalah orang2 yg membenci Jkw. Banyak juga yg karena cinta damai. Dan sebagian lagi karena cinta negeri. Bahkan ada yg karena cinta sesama..
Indonesia
4
0
2
633
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Orang yang getol menyerang Jokowi memakai isu ijazah palsu itu pada dasarnya bukan pencari kebenaran tapi sekadar: pembenci Jokowi. Sesimpel itu. Penyerang ijazah Jokowi itu ada tingkatannya. Dan yang paling rendah adalah yang menganggap Jokowi pernah pakai gelar Drs. Yang percaya sampai sekarang bahwa Jokowi pernah pakai gelar Drs itu ada di level yang paling bodoh dan bebal. Jelas sekali itu orang yang nggak mau mikir. Bahkan pernah ketika saya kejar argumentasinya, dia jawsb: "Google saja." Owalah... Lalu kenapa bukan dia yang Googling ya? Mereka menganggap itu argumentasi valid. Padahal kalau itu valid, Roy Suryo bakal pakai argumentasi itu. Nyatanya tidak, kan? Kenapa tidak? Ya karena Roy Suryo nggak sebodoh itu juga. Tapi orang-orang di bawah ini merasa paling hebat dengan kebenciannya. Sengaja saya nggak menjelaskan sumbernya kenapa isu itu muncul. Tak perlu juga saya jelaskan kenapa itu mudah sekali digoreng. Toh mereka sebenarnya sudah tahu sumbernya dari mana tapi nggak mau mikir aja. Ngapain saya jelaskan sesuatu hal yang sangat mudah dipikir?
Hasyim Muhammad tweet mediaHasyim Muhammad tweet mediaHasyim Muhammad tweet mediaHasyim Muhammad tweet media
jasaDIGITAL Serang@JDserang

@LawlietL69 @hasyimmah @jokowi masih budak petugas parpol. parpol dan duit bicara. waktu masih Drs atau sdh ganti ke Ir?

Indonesia
131
26
114
12.5K
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429·
𝗞𝗢𝗞 𝗕𝗜𝗦𝗔❓❔🤔 [𝙱𝚊𝚜𝚒𝚜 𝚊𝚛𝚐𝚞𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒 & 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚠𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚜𝚝𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗] _
𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔 tweet media
Indonesia
47
76
218
6.7K
Raja Simamora
Raja Simamora@rajasimamora·
@hasyimmah Konon kata si pemilik, ijazah itu akan ditunjukkannya di persidangan bila diminta oleh hakim. Bila hakim tidak meminta dan tetap jatuh vonis juga kepada Roy, Tifa dkk maka masyarakat akan melihat itu sbg pengulangan lagi persidangan serupa pada terdakwa Bambang Tri dan Gus Nur..
Indonesia
0
0
2
295
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Ada yang simplifikasi: Kalau memang ijazahnya asli, kenapa nggak ditunjukin aja? Simplifikasi seperti itu, sebenarnya juga bisa sebaliknya: - Kalau memang ijazahnya palsu kenapa KPU menerimanya berkali-kali dari Pilkada hingga Pilpres? - Kalau memang ijazahnya palsu, kenapa Prabowo nggak protes di Pilpres 2014 dan 2019? Sudah pasti menang itu Prabowo saat itu. - Kalau ijazahnya palsu dan tidak lulus UGM, ya pasti UGM sudah bilang. Dan mana mungkin selevel UGM mau menjatuhkan namanya demi 1 orang yang bukan alumninya? Banyak orang mencoba simplifikasi tapi hanya dari sudut pandangnya saja. Padahal dari sudut pandang yang lain, ya berlaku simplifikasi juga.
Indonesia
227
55
228
29.4K
Raja Simamora
Raja Simamora@rajasimamora·
@DedynurPalakka Nggaklah. Memang caturnya sudah tersudut makanya sekarang ini dia memainkan langkah2 terpaksa. Menunjukkan ijazah asli di persidangan tidak dilakukannya pada masa Bambang Tri dan Gus Nur dulu karena waktu itu dia masih sangat kuat. Sekarang sudah berbeda karena Bumi berputar..
Indonesia
1
1
5
198
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Mungkin saja Jokowi sedang memainkan kartu 21. Ia tampil seperti orang bodoh, di hadapan orang-orang bodoh organik. Beliau benar-benar paham bagaimana cara memainkan dan memanfaatkan kebodohan. Orang-orang bijak dan paling cerdas yang pernah berkeliaran di atas planet ini memainkan kartu 21 ini dengan sangat lihai. Berpura-pura tidak tahu adalah kebijaksaan tinggi, tidak tahu dan bodoh adalah dua entitas yang tidak satu jalur. Berpura-pura terlihat bodoh adalah ilmu yang tidak bercanda, karena tidak ada manfaatnya juga bersikap bijak di tengah-tengah orang bodoh dan bersikap waras di tengah orang-orang sinting. Ingat, manusia yang tau cara berpura-pura bodoh bukanlah orang bodoh. Pelajaran tersembunyi yang saya tangkap dari Jokowi adalah kalau anda mau diterima dengan baik oleh semua orang maka menyamarlah sebagai manusia terbodoh dan terlihat paling kampungan.
Indonesia
73
4
49
3.5K
DPP PSI
DPP PSI@psi_id·
"Sebagai warga negara yang baik pastilah menghormati proses-proses hukum ya, artinya Pak Jokowi sudah pernah menyampaikan bahkan menjadi satu sikap bagi beliau 'jika diminta oleh pengadilan, maka saya akan perlihatkan ijazah saya di sidang nanti' agar semuanya jelas," kata Ketua Bidang Politik DPP PSI Bang Bestari Barus. Baca selengkapnya di sini: news.detik.com/berita/d-84616….
DPP PSI tweet media
Indonesia
486
15
129
14.3K
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Narasi bahwa jika ijazahnya asli pun Jokowi "tetap jahat" mulai dibangun. Kenapa? Karena mereka sudah mulai ragu sama tuduhannya. Makanya, apapun hasilnya: Jokowi harus tetap jahat. Sekarang mari kita pikirkan lagi: Ada orang "menuduh". Secara terus-menerus tanpa bisa membuktikan. Lalu yang dituduh diam. Tapi sekarang narasinya, yang dituduh tetap jahat meski jika nanti tuduhannya tidak benar. Sedangkan yang menuduh tidak jahat. Coba Anda pikir, itu logikanya bagaimana...
Hasyim Muhammad@hasyimmah

Sekarang ada narasi yang menyatakan bahwa ketika ijazah Jokowi asli pun, yang jahat itu Jokowi. Hahaha... Pokoknya semua Jokowi yang salah. Yang nuduh, yang fitnah, nggak jahat. Bahkan UGM sudah bilang asli, tetap nggak ada yang salah. Yang salah cuma Jokowi.

Indonesia
227
50
196
15.9K
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Wajib Lapor adalah Tahanan Kota Sahabat Dokter Tifa dimanapun anda berada, Sejak saya ditetapkan sebagai Tersangka tanggal 7 November 2025, saya diberi kewajiban WAJIB LAPOR seminggu sekali ke POLDA Metro Jaya Dan kewajiban itu saya penuhi sebagai bentuk tanggungjawab saya sebagai warga negara yang baik. Jadi seperti ini suasana tempat saya diperiksa. Direskrimum Kamneg Unit 5. Unit Kamneg artinya Keamanan Negara. Artinya anda tahu kan bahwa persoalan Ijazah Palsu ya Joko Widodo ini adalah persoalan Keamanan Negara. Ijazah Palsu seorang Mantan Presiden yang menggunakannya untuk meraih jabatan Presiden 10 tahun, dan setelah dia pensiun, Rakyat melalui pajak harus membelikan rumah sebagai hadiah senilai kabarnya Rp 250 Miliar dan memberikan kepadanya uang pensiun sampai dia ke liang lahat. Dan untuk itu maka dia pakai Ijazah yang berdasarkan penelitian kami, menurut keyakinan kami, palsu. Wajib Lapor ini setelah saya jalani 22 kali, saya hikmati sebagai bentuk Tahanan Kota. Agar saya tidak pergi kemana-mana yang jauh. Dan pada wajib lapor tanggal 29 Januari 2026, dua oknum termul, AA dan FA, mendatangi saya di ruang lapor ini, membujuk dan menawari saya agar ke Solo menemui Joko Widodo untuk Restorative Justice. Di situlah, anda semua bisa menilai, siapa yang sesungguhnya ingin kasus ini selesai tanpa sidang pengadilan. Bukan saya tentu saja. Saya woles aja. Main ke Polda Unit Kamneg 5 seminggu sekali. "Halo halo Assalamu'alaikum. Apa kabar semua sehat-sehat?" Itu sapaan saya kepada Para Penyidik di ruangan itu. Saya yakin kalau saya sudah tidak wajib lapor lagi mereka bakalan kangen. Hahaha GR!
Indonesia
297
1.1K
3.5K
50.2K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Yang jahat itu bukan Jokowi, justru RH inilah yang jahatnya di luar akal sehat, karena sejak awal sudah menjadi tukang kompor soal ijasah palsu. Giliran dimintai keterangan palsunya di mana, geng tiroris ini tidak punya kemampuan untuk menunjukkan. Sekarang mereka menuntut agar Jokowi menunjukkan ijasah aslinya, ini lucu. Penuding palsu tapi minta orang lain nunjukin aslinya. Permainan narasi begini sudah biasa dilawan oleh Jokowi, makanya mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan melanisme hukum, maunya mereka ini adalah trial by the publik itu pun sering gagal 👎☹👎 karena publik Indonesia ternyata ngga se bodoh yang ada dalam angan-angan mereka. Jadi sudah benar ✅ sikap Jokowi untuk tidak menunjukkan ijasahnya di depan orang-orang ngga penting ini, kalau depan lembaga negara yang memintanya jelas akan ditunjukkan. Ini sikap yang benar ✅ sebagai warga negara yang taat pada hukum, bukan pada keinginan geng tiroris yang tinggal separoh membernya ✍️
Indonesia
243
43
138
9.3K