Anelmo

381 posts

Anelmo banner
Anelmo

Anelmo

@rambakceker

Trying to be a little more positive, each and every day

Katılım Eylül 2025
129 Takip Edilen45 Takipçiler
Anelmo retweetledi
Nur Hasyim
Nur Hasyim@KANGMASBO·
Para ayah/laki2 tidak disalahkan atas kekerasan terhadap anak mereka di daycare jogja adalah bentuk privilese atau perlakuan istimewa yang dinikmati laki-laki.
Indonesia
50
6.2K
20K
262.3K
Anelmo retweetledi
See - Tan 👄👠
See - Tan 👄👠@ctan666·
Gizi apa? Ponakanku dipaksa makan MBG sama sekolahnya, pdhl ortunya mampu kasih bekal & uang saku.. Keracunan, 3 hari nginep di RS & 14 temannya. Sekarang trauma sm MBG. Buka lap kerja seluas2nya.. Ortu cukup, bisa ngasih bekal sendiri Lbh bergizi & terjamin drpd MBG.
Riri Sasa@aku_NKR1

@ctan666 Memang tidak mudah menyelesaikan kemiskinan secara menyeluruh. Karena itu, MBG mengambil peran di level paling mendasar memastikan gizi anak terpenuhi agar mereka tetap bisa belajar, sementara kebijakan lain terus diperkuat. #LanjutkanMBG

Indonesia
64
7.8K
22.3K
239.6K
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@baseconvo Kayanya karena seringkali kita baca sebuah kalimat tuh bukan perkata, tapi discan otak secara keseluruhan Jadi ketika dihadapkan dengan kalimat double negatih, Tidak dan selain, otak kita kelewat baca selain, karena udah ada negatif di awal yaitu Tidak diperkenankan
Indonesia
0
2
90
19.3K
💭 baseconvo
💭 baseconvo@baseconvo·
💭 kenapa guys? Aku penasaran. Barangkali ada anak bahasa, atau guru, atau apa ya yang lebih paham ginian tuh...?
💭 baseconvo tweet media
Indonesia
56
38
2.4K
183.9K
Anelmo retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.8K
51.6K
1.3M
Anelmo retweetledi
lintang
lintang@1020_pm·
@tempodotco Apaan sih prodi sesuai industri prodi sesuai industri what happen to learning for the sake of advancing knowledge, kalo emang mau hasilin pekerja ya perkuat pendidikan vokasi bukan tutup prodi hadeh negara apa sih ini
Indonesia
22
3K
15K
215.8K
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Saya kurang tau apakah serius ga nangkep ucapan saya atau emang rage baiter, tapi terimakasih diskusinya. Selebihnya saya tidak merespon lebih lanjut lagi, karena saya rasa sudah cukup jelas. Diskusi yang menarik
Indonesia
2
0
0
30
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Ini masih mempermasalahkan praktik...padahal udah dijelasin praktik yang saya maksud ya praktik imannya, ketaatannya bukan religiusitas seseorang.
Indonesia
2
0
0
34
Obik Sang Aneh
Obik Sang Aneh@PecintaJamurOri·
Negara religius dari mana? - Aku gak setuju banget - Muslim yg shalat 5 waktu hanya 38% - Pacaran dianggap biasa - Bukak aurat dianggap biasa - Pamer dada dan paha dianggap biasa - Campur baur cowok-cewek dimana2 - Banyak suami gak nafkahi istrinya - Banyak istri gak taat suaminya - Bahkan zina dianggap biasa juga Please jangan fitnah negara ini jadi negara religius, takutnya malah marah 😂
Obik Sang Aneh tweet media
txt keresahan WNI@KapudS640

Di suatu negara yang aneh Negara tropis = buah mahal Negara maritim = ikan mahal Negara CPO = migor mahal Negara SDA = listrik dan BBM mahal Negara hukum = tunggu viral Swasembada pangan = beras mahal Bebas aktif = ikut BOP Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe

Indonesia
95
382
1.4K
71.6K
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri saya ga telen mentah mentah ko, sudah saya cocokan juga. Lagipula saya juga cek reliabilitas dan validitas datanya. Apakah ada bias atau ngga, dianggap atau ngga secara global. Sudah saya jelaskan juga, religius artinya bersifat keagamaan, bukan taat dalam ajaran agama
Indonesia
1
0
0
31
Mamalia Menyusui
Mamalia Menyusui@SapiEmoh·
@rambakceker @PecintaJamurOri iya makanya sy bilang butuh penalaran untuk melihat sebuah data sehingga menjadi informasi... lihat data-> lihat metode -> questionarenya seperti apa... cocokkan pengertian religius dengan kbbi, nah mulai tuh harusnya mikir, masuk gak yaa... klo telen berita mentah2 bahaya...
Indonesia
1
0
0
41
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Saya kan membacanya berdasar penjelasan di artikel. Artikel tersebut juga sudah dinyatakan valid secara global. Lagipula maksud saya praktiknya kurang itu adalah praktik imannya, kalau kebiasaan agama kan terlihat secara data juga orang Indonesia dikatakan masih masih masif.
Indonesia
1
0
0
32
Mamalia Menyusui
Mamalia Menyusui@SapiEmoh·
@rambakceker @PecintaJamurOri bukan mengikuti data dan angka yang valid ternyata salah juga... cuma kalau km punya data dan angka tapi tidak bisa mengolahnya, jadi percuma ato bisa jadi menyesatkan... contohnya bnyk, abu janda, buzzer2 pemerintah, mrk punya data, tp ngolahnya gk bener, jadinya missleading
Indonesia
1
0
0
69
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Iya baik, memang logika saya ga sampe...terlalu mengikuti data dan angka yang valid ternyata salah juga
Indonesia
1
0
0
28
Mamalia Menyusui
Mamalia Menyusui@SapiEmoh·
@rambakceker @PecintaJamurOri bukan gap bahasa, tapi gap logika... ini logika sederhana... harusnya di SMA ato kalo pernah kuliah teknik dapet itu pelajaran logika dasar matematika... harusnya klo pernah dapet pelajaran itu, jawaban untuk pertanyaan sy mudah sih...
Indonesia
1
0
1
37
Mamalia Menyusui
Mamalia Menyusui@SapiEmoh·
@rambakceker @PecintaJamurOri ya ditentang karena secara logika gk masuuuk... lu bisa ngatain orang pemarah tapi dia gak pernah marah dalam kurun waktu 10 tahun..? lu bisa ngatain orang dermawan tapi dia cuma ngasih ke orang 1 tahun sekali doang...? jawab aja logika sedearhaan itu...
Indonesia
1
0
0
54
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Di KBBI juga jelas, berhubungan dengan agama itu bukan berarti menjalankan agama. Kaya saya bilang tadi, orang yang shalat depan orang lain buat keliatan dia taat, bukan berarti imannya baik
Indonesia
1
0
0
14
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Dikasi data riil, malah ditentang. Padal secara data juga kecenderungan negara religius itu punya hubungan positif dengan tingkat korupsi. Somalia, Malaysia, Nigeria, dan banyak lagi. Indonesia salah satunya
Indonesia
1
0
0
53
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Mungkin penyampaian bahasa kita kurang sampe, biar sama kaya postingan original saya coba pake Ai overview Kira kira seperti ini lah pemahamannya
Anelmo tweet media
Indonesia
1
0
0
35
Mamalia Menyusui
Mamalia Menyusui@SapiEmoh·
@rambakceker @PecintaJamurOri udah, bahkan gw cari sebelum gw komentar tadi, menurut kbbi religius itu sifat keagamaan, makannya gua tadi kasih contoh yang sama2 sifat, galak, pelit, pendiam dst... balik lg ke statement gw, gimana seseorang bisa dinyatakan suatu sifat tertentu tp praktiknya kurang....
Indonesia
1
0
0
34
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Contohnya mungkin adalah orang yang selalu ngomongin agama belum tentu betul betul menjalankan agamanya dengan baik. Karena ketika orang sedang sendiri, kecenderungan untuk melakukan hal diluar paham agama lebih besar dibanding jika dilihat orang lain.
Indonesia
1
0
0
65
Anelmo
Anelmo@rambakceker·
@SapiEmoh @PecintaJamurOri Coba cari arti religius dan iman tuh apa, menurut KBBI dan pengertian lainnya... jelas kok perbedaannya. Selain itu coba dibaca lagi, dalam artikel juga dibilang ko mereka memberikan pertanyaan tambahan untuk memperjelas jawaban supaya lebih akurat.
Indonesia
1
0
0
61