BREAKING NEWS 🚨
Bentrokan antarkelompok pecah di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026. Insiden tersebut diduga dipicu oleh aksi seorang pembeli yang enggan membayar makanan hingga berujung perusakan dan keributan dengan warga setempat.
"Iya benar terjadi bentrokan. Info sementara gara-gara ada orang timur yang makan nasi uduk tidak bayar dan merusak yang akhirnya berujung bentrok dengan warga Kelurahan Pegangsaan," ucap Lurah Pegangsaan Fia Rahma Diani saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu, 26 Juli 2026.
Fia menjelaskan, aksi amuk massa dalam bentrokan tersebut mengakibatkan satu unit sepeda motor dan satu bangunan hangus terbakar. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian terkait detail kronologi kejadian.
🚨 ÚLTIMA HORA: La FIFA acaba de admitir que el España vs Argentina estuvo AMAÑADO.
El árbitro declaró tras el partido: "El amaño era a favor de los argentinos, pero son tan malos que no tiraron a puerta".
usai konten anaknya viral di medsos, pejabat pemkab Gayo Lues mengundurkan diri:
- dia punya tanggung jawab moral jaga integritas dan etika
- dia mundur demi menjaga nama baik institusi
- dia juga ingin beri ruang agar proses evaluasi dan perbaikan bisa berjalan baik
- dia minta maaf ke pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi
@bligsnotfound@DainatRohma@sosmedkeras 1. Iya aku salah dengan transum dan stasiun, translator.
2. Udh miskin pake transum ga ush banyak komplain, udh naik2 aja trus klo udh berada tempat yg kmu mau, ya udh keluar di transum. Banyak bau jg pls, bau ketek, bau ga mandi, bau taik anak bayi lah
3. Yg "normal" jg najis 💜
guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.