
️
33.6K posts





Ini menjawab yang komen "CNG sudah lama dipakai di Taxi, aman koq, ndak ada yg meledak". Betul di taxi dan Bus Transjakarta aman. Sejak awal kan saya tidak mengingatkan soal tabung CNG di Taxi/Bus, tapi tabung CNG 3kg di tangan Ibu Rumah tangga. Dua hal yang berbeda. Kalian tidak akan pernah melihat, tabung CNG digotong-gotong supir taxi, untuk diisi di stasiun pengisian gas (SPBG). Atau kalian tak akan melhat ada tabung CNG di Bus, dibogkar dan diganti dengan tabung baru setiap gas CNG-nya habis. Tabung CNG di Taxi/Bus itu statis, tidak dibongkar pasang selama usia pakai masih layak (lolos inspeksi). Karena tabungnya statis, artinya tidak ada risiko bongkar pasang instalasi pemipaan dari regulator CNG ke ruang pembakaran mesin. Bandingkan dengan ibu-ibu yang harus membongkar pasang selang gas antara tabung bertekanan tinggi (250 bar) dgn kompornya. FYI: Regulator CNG dan selang gas CNG memiliki spesifikasi khusus yang jauh berbeda dengan LPG. Tabung CNG yang nempel statis di taxi/bus dibawa ke SPBG untuk diisi ulang oleh operator terlatih, bersertifikasi HSE dan paham karakteristik gas bertekanan tinggi. Bedanya dangan tabung CNG 3kg? Tabungnya di bongkar pasang di rumah, di ganti ke warung/pangkalan, sementara di pangkalan dilempar-lempar dan ditumpuk-tumpuk. Jelas beda safety nya kan? Tabung di Taxi/Bus mudah diinspeksi. Saat diisi, operator SPBG akan melihat kartu inspeksinya, jika tidak ada, operator SPBG pasti menolak mengisi. Lha di pangkalan atau agen, apa yakin mereka akan inspeksi kondisi tabung yang jumlahnya banyak setiap hari, yang karena berpindah-pindah dan cara penangannnya wajib diinspeksi fisik (visual) juga inspeksi mikroskopis (jika tabung Type 4). Itu lah perbedaannya. Sangat berisiko tabung CNG 3kg dengan tekanan 200-250 bar ditangani Ibu Rumah Tangga. Ini belum saya jelaskan risiko teknis operasi di dapur akibat pemakaian tabung CNG Type 4. Memang type 4 ringan, dengan kekuatan lebih baik dari Type 1 yang dari baja, tapi risikonya bukan lagi di kemampuan menahan tekanan 250 bar, tapi di risko handling distribusi dan operasi di dapur yang berbahaya. Tabung CNG type 4 itu dari serat karbon komposit di bagian luar, memang kuat menahan tekanan, tapiiiii tidak kuat menahan goresan, dan benturan. Tabung Type 4 tidak bisa diseret, dilempar, apalagi kena benda tajam. Belum lagi pengikat antar serat karbon (lem khusus semacam epoksi) juga tidak kuat menahan zat kimia yang bersifat asam dan basa, dimana zat semacam itu banyak terdapat di dapur dan digunakan ibu-ibu di dapur. Karena besarnya risiko, maka tak ada negara di dunia memakai tabung CNG 3kg atau ukuran apapun untuk dipakai di dapur-dapur dan ditangani Ibu Rumah tangga. Salam FK Note: Gambar hasil produksi AI dengan memasukan variable perbedaan penanganan di Taxi dan Dapur

Sedih ga ketika lu kerja di perusahaan luar, dimana kerjaannya lu sendiri yg nemu, ga pake bantuan pemerintah, eh pas gajian mereka ambil sebanyak ini setiap bulan








Mau mahal kaya gimana tapi gak bisa puter balik depan MOI buat apa?




Beberapa gedung kembar di Jakarra. gedung kembar apa lagi yang kamu tahu?







“Jangankan 50 juta, 25 tahun punya tabungan 10 juta udah beruntung banget.” Aku pernah punya temen ngomong gitu dan responku langsung jauhin dia, sirkel pertemanan itu penting. Sedari dini seleksi, karena snow ball effect itu nyata. 30 tahun belum punya 100 juta itu kegagalan finansial.


after 21 you actually need to stop eating indomie you too old for this

Kalau boleh tahu ini makanan khas daerah mana ya??


Ga berani Ya minimal ada receptionist, satpam, housekeeping dan petugas lain







Punteun banget ini mah mie ayam bakso lewat jam segini 🙏🏼










