kopimalam
3.5K posts


@tempodotco PDIP itu cuma bagus kalo oposisi, kalo berkuasa, ya liat aja si puan ini, kelakuannya sama
Indonesia

@meddyDLuffy Mereka bukan kepilih, angka dukungan riil kan cuma 35%. Mereka itu memanipulasi angka, seperti yang cak nun bilang, jadi 58%.
Indonesia

@tempodotco ORANG MAH MAKIN TUA MAKIN SADAR, TAPI NENEK TUA INI KEBALIK...
Indonesia

@indepenSumatera GAK ADA YANG MAU NIAT SILATURAHMI KE RUMAHNYA?
Indonesia

MENTERI AGAMA KALI INI OFFSIDE
Sebagian masyarakat dan pemerhati adat budaya Aceh menyampaikan sikap keberatan resmi kepada Menteri Agama RI terkait penggunaan pakaian adat Aceh dalam penyampaian ucapan yang berkaitan dengan simbol dan perayaan keagamaan non muslim.
Menurut mereka, hal itu menimbulkan keresahan dan ketersinggungan, karena pakaian adat Aceh memiliki makna mendalam yang tak terpisahkan dari nilai budaya, sejarah, dan syariat Islam.
Pernyataan sikap dan keberatan itu tertuang dalam surat terbuka yang ditandatangani Tgk. Moch JQ Aminullah, BcHk., atas nama masyarakat dan pemerhati adat Aceh, tertanggal 10 Mei 2026, yang ditujukan langsung kepada Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Adi, di Jakarta.
Surat ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri, Majelis Adat Aceh, MPU Aceh, serta Ombudsman RI. Dalam suratnya, para pemerhati adat menegaskan bahwa bagi masyarakat Aceh, pakaian adat bukan sekadar busana seremonial, melainkan simbol kehormatan, identitas sejarah, nilai syariat, dan marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah. Penggunaannya harus memegang teguh etika, penghormatan budaya, dan sensitivitas sosial. “Kami memahami dan menjunjung tinggi keberagaman serta toleransi beragama sesuai konstitusi.
Namun, penggunaan atribut adat Aceh dalam konteks ucapan keagamaan tertentu tanpa mempertimbangkan nilai dan sensitivitas budaya daerah telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Aceh,” tegas isi surat tersebut.
Keberatan ini didasarkan pada landasan hukum, budaya, dan agama yang kuat, antara lain Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang mengakui hak masyarakat hukum adat, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang menjamin kekhususan adat dan budaya berlandaskan syariat Islam
Indonesia

Seandainya Ade Armando punya niat baik dia tidak harus bersumpah, cukup hapus saja semua tayangannya yang memfitnah pak JK. Saat ini dia sedang dihantui ketakutan dan cari jalan keluar meminta maaf. Jalan terbaik bagi Ade Armando silahkan hadapi laporan 40 ormas Islam jangan malah sibuk klarifikasi kemana mana, fitnah itu keji merusak persatuan antar umat beragama.. Camkan itu !! 🫵💥
#Jurudamai #jusufkalla

Indonesia

@KangManto123 Dia bagian dari kaum The Betrayal of Intellectuals
English

@BenJamin2012373 Kalau tidak dirampok penguasa di jawa sejak 1967, rakyat Papua itu sudah makmur jauh melebihi orang jakarta
Indonesia

Tanggapi Dudung soal "bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi, kita sudah sama-sama tua”
IBHRS:
“Itu untung Orang Baik! Sedangkan untuk ORANG JAHAT yang terlibat Pembantaian 6 Pemuda Santri di KM 50 & terlibat
dalam Pecah Belah Umat melalui
Operasi Begal Nasab, maka WAJIB tegas & keras.
Aparat itu melindungi rakyat, bukan membunuh rakyat. Aparat itu mengayomi & menyatukan bangsa,
bukan mengadu-domba & memecah belah bangsa.
Kewalban Ulama untuk terus seumur hidupnya
mengingatkan Umara & Ummat tentang Bahaya Pejabat Bejat & Jahat.”


Bintu Baba@Bintu__Baba
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman buka suara soal ceramah mantan pimpinan FPI, IBRS terkait ada 'jenderal baliho' yang membisiki Presiden Prabowo. Dia meminta IBHRS untuk menjaga sikap karena sudah sama-sama tua. "Pak Rizieq sudah tua, saya juga sudah tua. Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5). —- Wkwkwk terus mentang-mentang sama-sama tua, jejak digital anda di kasus KM50 gimana? Rekayasa barbuk gimana? Kok malah bilang jaga sikap ke IBHRS? Gak kebalik tuh? Wkwk
Indonesia

@MamaLemonmoh Alhamdulillah, anak gue TK sampai SMA swasta semua, gak kenal kayak ginian karena yang dipentingkan otak dan adab, bukan kosmetik.
Indonesia

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengaku pernah berencana merobohkan pagar pembatas antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta agar kedua rumah ibadah tersebut menyatu dalam satu halaman.
Hal tersebut diungkapkan oleh Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Agama untuk memperingati HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5).
Nasaruddin juga mengenang masa-masa sebelum dirinya menjabat sebagai menteri. Saat itu ia sangat ingin menghilangkan sekat fisik antara Istiqlal dan Katedral. Ia kemudian menjelaskan bahwa niat tersebut tidak terlaksana. Rencana itu tidak mendapat izin dari otoritas terkait karena terbentur aturan tata ruang dan fungsi jalan protokol.
"Oh, itu pengandaian kami dulu waktu itu. Saya membayangkan seandainya di sini tidak ada pagar, tapi kita sudah pernah coba. Apa namanya, Dinas Pertamanan DKI Jakarta tidak mengizinkan, karena ini kan jalan protokol ya kan," jelas Nasaruddin ketika ditanya wartawan.
Lantaran rencana merobohkan pagar di atas tanah tidak memungkinkan, ide menyatukan kedua rumah ibadah itu akhirnya bertransformasi menjadi proyek pembangunan di bawah tanah.
📸: Dok. kumparan/Jeni Ritanti.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R158 | E164 | V161
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia

@Opposite6888 Malaikat kek gitu, iblis ketawa ngakak guling-guling
Indonesia
























