Renald 🍉🟢🔴

5K posts

Renald 🍉🟢🔴 banner
Renald 🍉🟢🔴

Renald 🍉🟢🔴

@rematyk

Tidak ada yang netral

Katılım Eylül 2022
237 Takip Edilen231 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Renald 🍉🟢🔴
Renald 🍉🟢🔴@rematyk·
For what is a man, what has he got? If not himself, then he has naught. To say the things he truly feels. And not the words of one who kneels. The record shows I took the blows. And did it my way. Yes, it was my way.
English
0
0
1
2K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Patra Gumala
Patra Gumala@patragumala·
Ada aja caranya plesiran biar ga ketauan warga kalo udah ngga sanggup ngelakuin tahiyat akhir dengan bener😂
Indonesia
101
2.1K
8.5K
186.2K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Bisa ngeliat McTominay langsung juara liga di musim pertamanya cabut dari United Bisa ngeliat Lindelof langsung juara Europa League di musim pertamanya cabut dari United Bahkan ngeliat Sancho yg spell-nya di United sejelek itu, tapi dapet 2 trofi kompetisi Eropa juga pas dipinjemin Sementara seorang Bruno yg udah carry United bertahun-tahun seberat itu dan se-effort itu blm dapet itu. Baru 2 piala turnamen domestik Football is cruel, pantes aja Paulo Dybala yg udah ngerasain juara World Cup bareng Argentina di musim yg sama tetep nangis waktu kalah di final Europa League bareng Roma Artinya buat pemain, gimana pun trophy is a trophy 😔
Strootsy tweet media
Strootsy@strootsys

Ada satu orang winger Sampe detik ini statusnya masih karyawan Manchester United Tapi udah 2 tahun gak main buat United Dua musim lalu dia runner-up UCL Musim lalu dia juara Conference League Musim ini juga dia juara Europa League Uang lancar, trofi jg ngalir terus. Fairs 😭

Indonesia
30
152
1.5K
115.1K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Dex Glennıza
Dex Glennıza@dexglenniza·
Melihat kasus Nadiem Makarik & Tom Lembong, gue cuma mau bilang: Hati-hati buat siapa pun yang bantu MBG. Rezim bisa ganti, narasi bisa dibalik, lalu kalian yg dikriminalisasi. Dunia memang sementara, tapi rezim jauh lebih sementara.
Indonesia
117
5.3K
16.6K
514.1K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Poros Halang ID
Poros Halang ID@PorosHalangID·
☠️
Poros Halang ID tweet media
QME
39
124
1.8K
41.9K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Mari normalisasikan untuk mengutamakan fungsi, bukan gengsi: • Pakai pakaian yg itu2 aja gapapa • Gak beli barang branded pun gapapa, selama masih layak dipakai • Makan di warteg, warung kaki lima, atau bahkan masak sendiri pun gapapa • Naik motor, naik angkot, atau transum gapapa • Pakai HP yg udah 2–3 tahun pun gapapa, selama masih lancar buat komunikasi dan kerja • Liburan ke tempat deket/staycation di rumah gapapa, yg penting bisa quality time Belajar jg untuk jadi orang yg gak penting, orang lain gak sepeduli itu sama kita
Tanyarlfes@tanyarlfes

💚 just ask ing : (

Indonesia
33
532
1.6K
215.6K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Lambe #RESIN6
Lambe #RESIN6@LambeResing·
INDONESIA RAYA BERKUMANDANG DI JEREZ, SPANYOL BERKAT BOCAH 16 TAHUN, KIANDRA RAMADHIPA🇮🇩 SING IT LOUD AND CLEAR, ANOTHER INDONESIAN STAR IN THE MAKING🤩🥳
Indonesia
318
9.9K
32.3K
573.3K
Renald 🍉🟢🔴
Renald 🍉🟢🔴@rematyk·
selalu bertanya-tanya. andai tidak ada tragedi munich. apakah trophy MU bakalan bertambah gak ya? baik di inggris maupun eropa.
𝗙𝗲𝗿𝗴𝗶𝗲 𝗟𝗮𝗱𝘀 𝗜𝗗@Oneonone1111

Kebangkitan 1968: Saat United Menjadi Tim Inggris Pertama Juara Eropa Sepuluh tahun setelah tragedi udara Munich yang meluluhlantakkan tim, Manchester United bangkit dari abu untuk mencapai puncak tertinggi sepak bola. Kemenangan di Final European Cup 1968 bukan sekadar soal trofi, melainkan simbol ketangguhan jiwa manusia dan pemenuhan janji kepada mereka yang telah tiada. Berikut adalah kisah kebangkitan epik tersebut: 1. Perjalanan Emosional ke Wembley Setelah memenangkan liga domestik pada 1967, United berhak tampil di European Cup (sekarang Liga Champions). Di bawah asuhan Sir Matt Busby, yang selamat dari kecelakaan pesawat 1958, tim ini memiliki misi tunggal: memenangkan trofi yang selalu diimpikan Busby sebagai penghormatan bagi rekan-rekan mereka yang gugur di Munich. Langkah United menuju final dipenuhi drama, termasuk kemenangan agregat tipis atas raksasa Spanyol, Real Madrid, di babak semifinal yang menegangkan. 2. Final Melawan Benfica (29 Mei 1968) Stadion Wembley dipenuhi oleh sekitar sembilan puluh dua ribu penonton. Lawan mereka bukan tim sembarangan: Benfica, raksasa Portugal yang diperkuat oleh legenda dunia, Eusébio. Pertandingan berlangsung sengit: Sir Bobby Charlton membuka keunggulan melalui sundulan di menit ke-53. Benfica menyamakan kedudukan lewat Jaime Graça sepuluh menit sebelum laga usai. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. 3. Ledakan di Babak Perpanjangan Waktu Dalam waktu sepuluh menit yang luar biasa di babak tambahan, United menghancurkan pertahanan Benfica: George Best menunjukkan sihirnya dengan melewati kiper lawan untuk mencetak gol kedua. Brian Kidd, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-19 hari itu, mencetak gol ketiga melalui sundulan. Bobby Charlton menutup pesta dengan gol keduanya, memastikan skor akhir 4-1. 4. Makna di Balik Kemenangan Saat peluit panjang berbunyi, momen paling mengharukan bukanlah pesta pora, melainkan pelukan antara Sir Matt Busby dan Bobby Charlton di tengah lapangan. Keduanya adalah penyintas Munich yang berhasil menuntaskan misi mustahil. Kemenangan ini mencatatkan sejarah: Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai kompetisi tertinggi di Eropa. Ketiga pencetak gol malam itu—Best, Law (yang absen karena cedera), dan Charlton—kemudian dikenal sebagai "The United Trinity", yang patungnya kini abadi di depan Old Trafford. Warisan 1968 Keberhasilan ini membuktikan bahwa identitas United dibangun di atas fondasi pantang menyerah. Semangat 1968 inilah yang kemudian menjadi standar bagi generasi-generasi berikutnya, termasuk era Sir Alex Ferguson, bahwa di "Teater Impian", tidak ada yang mustahil jika kita berani bermimpi.

Indonesia
0
0
0
16
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Rara'
Rara'@mayarararocks·
Dari tadi ngetawain ini 😂
Rara' tweet media
Indonesia
425
3.7K
14.7K
538.1K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Sudut Garis
Sudut Garis@Sudgarrr·
Jangan Pernah Membandingkan Sir Alex dengan Guardiola Sir Alex Ferguson dan Pep Guardiola. Dua nama besar, sering dibandingkan. Padahal… kalau kita tarik dari awal, ceritanya akan berbeda jauh. Pep Guardiola baru pertama kali dipercaya melatih tim utama Barcelona pada musim 2008/09. Setelah menimba ilmu di Barcelona B, selama satu musim (2007/08) saat memegang kendali team utama Barcelona, dia langsung dikasih tim yang isinya Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, sampai Sergio Busquets, Samuel Eto’o, Thierry Henry Generational talents. Sistem udah jadi. Filosofi klub juga udah kebentuk dari akademi. Pep tinggal nyusun puzzle yang emang udah mahal dari sananya, ibarat dia lagi balapan di Moto3 tapi dia pake motor spesifikasi MotoGP Hasilnya? Treble. Dominasi Eropa. Sepakbola yang katanya “beautiful game”. Fair. Gak ada yang salah, dia jenius. Tapi.........
Sudut Garis tweet media
Indonesia
71
415
899
195.5K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Ilhamzada
Ilhamzada@iIhamzada·
Perbandingan Sir Alex dan Pep Guardiola itu menurutku gak apple to apple sih, lebih ke apple to android. Eh. Berat perjuangan Sir Alex di awal latih Emyu. Bahkan, pernah Old Trafford pada 1989 dipasang banner gini: "Three years of excuses and it’s still crap… ta-ra Fergie” (Sudah tiga tahun berdalih, tapi tetap jelek… selamat tinggal Fergie). Berat bgt, nyaris dipecat. Kalo dg gaya manajemen dan fans skr kayaknya #SirAlexOut deh. Dia akui kesulitan itu di buku otobiografi-nya. Kalian yg fans Emyu udah pada baca belum? Menurutku dlm dua buku ini bisa jadi gambaran kenapa Emyu bisa tangguh dan berjaya sekian lama. Bagi yg belum baca yuk kita bahas tipis-tipis.
Ilhamzada tweet media
Sudut Garis@Sudgarrr

Jangan Pernah Membandingkan Sir Alex dengan Guardiola Sir Alex Ferguson dan Pep Guardiola. Dua nama besar, sering dibandingkan. Padahal… kalau kita tarik dari awal, ceritanya akan berbeda jauh. Pep Guardiola baru pertama kali dipercaya melatih tim utama Barcelona pada musim 2008/09. Setelah menimba ilmu di Barcelona B, selama satu musim (2007/08) saat memegang kendali team utama Barcelona, dia langsung dikasih tim yang isinya Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, sampai Sergio Busquets, Samuel Eto’o, Thierry Henry Generational talents. Sistem udah jadi. Filosofi klub juga udah kebentuk dari akademi. Pep tinggal nyusun puzzle yang emang udah mahal dari sananya, ibarat dia lagi balapan di Moto3 tapi dia pake motor spesifikasi MotoGP Hasilnya? Treble. Dominasi Eropa. Sepakbola yang katanya “beautiful game”. Fair. Gak ada yang salah, dia jenius. Tapi.........

Indonesia
53
339
1.2K
140.6K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
nona
nona@whOopsyouu·
SUNGKEM ‼️ DUA JEMPOL BUAT KEBERANIANMU KAKK.. sebagai pengguna Lionstar aku terhuraaa 😭
nona tweet media
Indonesia
335
4.6K
28.2K
726.2K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Arci
Arci@skwnguer·
Hidup setenang ini. Kerja dan punya penghasilan sendiri, nggak nyusahin ortu, nggak punya utang ke orang lain, jaga pola hidup dan jalanin hobi sendiri. Eh yg lihat bagian "belum nikahnya" 😅😅
Indonesia
70
3K
7K
169.3K
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Yanuar.
Yanuar.@yanuarisnann·
Kanggo wong2 sing apikan karo aku, mugo2 segomu anget terus,naliko arep lungo ra sido udan, ora keno macet ng dalan, dijauhkan seko antrian pas jajan. Di esemi uwong pas papasan, ora pernah kekurangan, dikelilingi wong2 sing apik, lancar rejekine,turune mbengi nyenyak terus🫂
Indonesia
3
595
1K
58.7K
Noctadit_
Noctadit_@Noctadit·
@rematyk Opini ngawur, spek mtor sama tapi soal skill/talent itu diatas segalanya. Talent+hardwork=marc marquez dia diluar balapan pun olahraganya level top, kalau rossi itu cth pure talent diluar balapan dia cuman latihan motor aja gk ada latihan fisik macem"
Indonesia
1
0
6
411
Renald 🍉🟢🔴 retweetledi
Lambe #RESIN6
Lambe #RESIN6@LambeResing·
Kabar gembira datang lagi dari dunia motorsport Indonesia. Pembalap muda kita, Qarrar Firhand, berhasil meraih podium setelah finish P2, pada round 5 WSK Master Series, yang berlangsung di Franciacorta, Italia. Bendera Merah Putih berkibar di tanah Italia 🇮🇩.
Lambe #RESIN6 tweet mediaLambe #RESIN6 tweet media
Indonesia
31
1.3K
6.6K
84.9K