Guys, ada sesuatu yang sangat ironis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di Indonesia.
1 Mei — Hari Buruh.
Prabowo hadir di Monas.
Berdiri di panggung bersama puluhan ribu buruh. Bernyanyi.
Berpidato.
Mengumumkan cicilan KPR 40 tahun dan potongan ojol 8%. Kaos 200 ribu lembar dibagikan. Sangat meriah.
2 Mei — Hari Pendidikan Nasional.
Prabowo rapat tertutup di Hambalang.
Tidak ada seremoni khusus.
Tidak ada pidato untuk guru dan siswa.
Tidak ada satu pun agenda yang secara khusus merayakan atau memperingati Hardiknas.
Bukan kebetulan ini adalah pilihan.
Ketika seorang presiden memilih hadir secara dramatis di Hari Buruh dengan panggung besar dan ribuan orang tapi memilih rapat tertutup di rumah pribadi pada Hari Pendidikan Nasional itu bukan soal jadwal yang padat.
Itu adalah pernyataan tentang apa yang dianggap lebih penting secara politik.
Buruh hadir secara fisik dan bisa dimobilisasi.
Guru honorer yang gajinya Rp300 ribu per bulan tidak membawa massa ke Monas.
Anak-anak di sekolah rusak tidak bisa berteriak di depan istana.
Siswa disabilitas yang dibuang sistem tidak punya organisasi yang bisa mengancam stabilitas politik.
Makanya satu dirayakan dengan meriah.
Yang satu dilewati dengan rapat tertutup di Hambalang.
Dan ini bukan pertama kali Hambalang dijadikan tempat rapat kabinet:
8 Maret 2026 — lima rapat dalam satu hari di Hambalang. Membahas pendidikan, geopolitik Timur Tengah, mudik Lebaran.
2 Mei 2026 — rapat tertutup lagi di Hambalang. Membahas aspirasi buruh dan perguruan tinggi.
Pola ini konsisten.
Dan setiap kali hasil rapatnya dirilis isinya selalu berakhir dengan kalimat yang sama:
"Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia."
Tanpa angka.
Tanpa target.
Tanpa timeline.
Tanpa akuntabilitas.
Sementara di luar Hambalang kondisi pendidikan Indonesia hari ini:
Guru honorer masih ada yang menerima gaji Rp150-300 ribu per bulan. Ratusan ribu ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Anak disabilitas masih bisa dikeluarkan sekolah secara diam-diam dan tidak ada yang menindak.
Perguruan tinggi terbaik masih terkonsentrasi di Jawa. Angka putus kuliah karena faktor ekonomi masih sangat tinggi.
Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2026 solusi yang ditawarkan adalah: manfaatkan fakultas teknik perguruan tinggi untuk membangun daerah.
Bukan ide buruk.
Tapi itu bukan jawaban atas masalah struktural yang sudah puluhan tahun tidak selesai.
Ki Hajar Dewantara pasti sangat sedih:
Hardiknas ditetapkan untuk mengenang beliau — yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia tanpa kecuali.
Yang berjuang agar anak-anak pribumi bisa mengakses pendidikan yang bermartabat.
Yang mendirikan Taman Siswa karena sistem yang ada tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Dan di hari yang didedikasikan untuk mengenang perjuangannya presiden rapat tertutup di rumah pribadi.
Tanpa satu pun momen yang secara khusus menyapa guru, siswa, atau orang tua yang berjuang keras menyekolahkan anaknya.
"Ing ngarsa sung tulada."
Di depan memberi teladan.
Teladan seperti apa yang diberikan ketika Hari Buruh dirayakan dengan meriah tapi Hari Pendidikan Nasional dilewati tanpa pesan khusus untuk anak-anak Indonesia?
Indonesia merayakan Hari Buruh dengan kaos, panggung, dan janji-janji besar.
Dan keesokan harinya Hari Pendidikan Nasional dilewati dengan rapat tertutup di kediaman pribadi presiden yang hasilnya hanya satu paragraf rilis.
Bukan salah buruhnya.
Mereka memang harus diperjuangkan.
Tapi kalau energi, perhatian, dan kehadiran fisik presiden hanya muncul ketika ada massa yang bisa dimobilisasi dan tidak hadir ketika yang membutuhkan perhatian adalah guru honorer yang tidak punya serikat besar dan siswa yang tidak bisa berteriak di depan istana maka yang terjadi bukan keberpihakan.
Itu politik.
Dan politik yang mengorbankan pendidikan demi popularitas jangka pendek adalah utang yang akan dibayar oleh generasi berikutnya bukan oleh kita yang sekarang.
Guys lu pada penasaran kagak
kenapa laki-laki bisa selingkuh bahkan dengan perempuan yang secara fisik di bawah istrinya
Jadi begini menurut seorang dokter yang udah 27 tahun nanganin orang bermasalah
dia bilang begini :
Masalahnya bukan di cantik atau jelek
tapi di kebutuhan yang nggak terpenuhi
Banyak orang salah kaprah.
Ngira selingkuh itu karena tergoda fisik.
Padahal menurut penjelasan:
yang dicari itu bukan wajah, tapi rasa.
Di rumah:
Istri sibuk, capek, atau nggak ngerti bahasa cinta suami
Suami ngerasa nggak dihargai
nggak dilayani
atau nggak dianggap penting
Di luar:
Ada perempuan yang nge-serve total
Manja, nurut, perhatian, bikin laki-laki ngerasa jadi raja
Jadi walaupun secara fisik kalah, secara “rasa” dia menang telak.
Cewek selingkuhan itu main di psikologi, bukan logika
Perempuan selingkuhan biasanya:
Lebih manja (padahal pura-pura)
Lebih mengagungkan laki-laki (biar egonya naik)
Lebih “siap melayani” (act of service full)
Sementara istri di rumah:
Sudah jadi “realita” (urus anak, rumah, capek)
Kadang komunikasi keras
Kadang lupa nge-charge “baterai kasih sayang”
Akhirnya laki-laki lari ke tempat yang bikin dia merasa:
dihargai, dibutuhkan, dan jadi penting.
Ini yang paling brutal:
laki-laki butuh merasa jadi hero
Ada bagian otak laki-laki yang pengen:
gue ini pahlawan buat perempuan gue
Nah…
Kalau di rumah dia sering disalahkan → jatuh
Di luar dia dipuja → naik
Dan cewek selingkuhan ngerti banget cara main di sini.
jadi kenapa sering kelihatan “lebih jelek”?
Jawaban jujurnya:
Karena yang dijual bukan tampang, tapi:
perhatian
pelayanan
ego boost
kepatuhan (walau fake)
Sementara banyak istri:
unggul di kualitas nyata
tapi kalah di cara menyampaikan rasa
Selingkuh itu bukan karena:
istri kurang cantik
cewek di luar sana lebih menarik
Tapi karena:
kebutuhan emosional yang kosong
bahasa cinta yang nggak nyambung
ego laki-laki yang nggak keisi di rumah
Laki-laki itu jarang selingkuh karena ketemu yang lebih bagus…
tapi karena ketemu yang bikin dia merasa lebih hidup
kata beliau
🥁 TAKBIR IDULFITRI (MUHAMMADIYAH) 🥁
Allahu Akbar Allahu Akbar
Takbir kemenangan telah dikumandangkan🤩
Mari kita sambut dengan penuh suka cita dan kesyukuran✨ Yuk putar dan bagikan video takbiran ini sebanyak-banyaknya😍
➡️ youtu.be/4ozX5XYxakI#Muhammadiyah
Sutradara Saukijoy mempersembahkan:
"Doraomon: Minum PIL PRES"
Menceritakan kisah seorang anak yang ingin menjadi wapres mendampingi Presiden Sugianto.
Saksikanlah... saksikanlah....
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Wakil presiden dan Rakyat
: Gw mau polling :
Mana lebih manfaat dan mumpuni
❤ 👉 Wapres, dik @gibran_tweet
🔁 👉 Rakyat, Bro @pandji
Gak usah baperan, hanya sekedar polling.
Bahkan, ketika Tom Lembong diberi abolisi • dlm kasus "impor gula" yg absurd itu, saya tidak melihat bahwa keputusan Presiden @prabowo itu terkait dgn rasa keadilan.
TIDAK SAMA SEKALI !.
Karena ia hanya ;
MENYELAMATKAN WAJAH BURUK JOKOWI ;
agar tak diseret ke pengadilan, terkait kebijakan impor gula.
.
.
_____________
Bukan batang pohonnya yang kokoh, tapi "raja hutan" nya yg terlalu ringan.
.
.
😁
#FufufafaAibNasional
Pendaftaran Beasiswa SEARCA 2026 di Asia Tenggara resmi dibuka! Kamu bisa lanjutkan studi Magister atau Doktor di luar negeri secara gratis. Mau coba?
Via @detik_edudetik.com/edu/beasiswa/d…
Ketika LBP - si paling tentara, dan para termul "second" yg garang setengah paksa, berujar dgn 'tone yg sama :
Jangan kritik pemerintah terus kau, apa kontribusi kau utk negara ?!!
Rasanya, saya ingin menjawab begini;
Sy merokok Marlboro sejak th.1993. Dulu harganya masih Rp. 1.500,- sebungkus.
Sampai saat ini, rokok sy masih Marlboro.
Sehari 1 - 2 bungkus, bahkan bisa lebih, kalo' ada "babi hutan" yg ngajak sy main catur.
.
.
😁
__________
Di republik ini, rokok "ditindas" mafia farmasi, dan di-"tjap" candu yg merusak kesehatan.
Tapi, bagi saya, rokok bukan sekadar candu, rokok adalah;
- IBADAH PATRIOTIK -
.
.
Karena pada akhirnya, asap rokok, yg kami hembuskan ke wajah penguasa, lebih banyak ngasih duit ke republik ini, daripada BUMN kalian, yg hipokrit dan suka pamer di layar kaca.
.
.
__________
TETAPLAH HIDUP SEHAT TANPA BERHENTI MEROKOK !
.
.
😁☕️🚬
| @KemenkeuRI