Cly retweetledi
Cly
4.4K posts

Cly
@renebearbae
jatuh cinta sedalam-dalam nya sama red velvet
Katılım Kasım 2019
247 Takip Edilen176 Takipçiler
Cly retweetledi

Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Indonesia
Cly retweetledi

@Disinisiniaja1 @vvlntin4 @siaagtg @ragnvinqr @tanyarlfes *kita bisa milih kandidat yang terbaik diantara yg buruk kan? makanya next pemilu coba baca program nya jgn jadi orang fomo ngikutin tren tiktok, tp plis kritis lah
Indonesia

@Disinisiniaja1 @vvlntin4 @siaagtg @ragnvinqr @tanyarlfes orang2 yg pilih 02 itu orang2 yg ignorant padahal program no 01 sm 02 jauh lebih baik dari program 02, emg gaada jaminan bakal lebih baik, tapi kita bisa milih yg terbaik daripada yg terburuk kan?
Indonesia

@gacoannlvl4 @yappingfess wkwk betul kak harga diri si sender murah bgt di kasih subsidi 7rb/liter udah jadi pemuja pemerintah
Indonesia

@yappingfess malu gak lo nder? jdi WNI?🤣🤣🤣 lo itu contoh rakyat yg sgt disukai rezim, karna mudah dimanipulasi. dikasih bansos jg lu bakal ngejilat kaki rezim

Indonesia

@yappingfess wakakakakak cuma di kasih subsidi 7rb/liter udah jadi pemuja pemerintah, murah bgt harga diri lu.. liat sana negara lain jauh lebih murah harga bbm nya daripada konoha
Indonesia
Cly retweetledi
Cly retweetledi
Cly retweetledi
Cly retweetledi

trus kita harus gmn :( turun ke jalan ditangkep, ngomong di sosmed dibungkam, ngajak orang demo dibunuh ... pemerintah gak punya oposisi selain rakyat yang berakal (53% ga berakal soalnya)
Kr@karirfess
santai banget sih kalian~ Rp17.416👀🚨
Indonesia
Cly retweetledi

Kalo beneran tembus ke angka 20k, gue pengen tau itu si brengsek bakal pidato apa lagi selain nanya mbg ada manfaatnya apa engga
TxtdariHI@TxtdariHI
BREAKING 🚨 17,4k wkwk
Indonesia
Cly retweetledi

Selama kurang lebih 1,6 tahun masa pemerintahan, berbagai indikator penting menjadi sorotan publik. Mulai dari nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh angka sekitar 17.300 per dolar, hingga pergerakan IHSG yang dinilai tidak menunjukkan performa terbaiknya.
Di sisi lain, isu kesejahteraan masyarakat juga ikut menjadi perhatian, dengan jumlah penduduk miskin yang masih tinggi. Kualitas pendidikan pun kembali dipertanyakan, seiring dengan berbagai penilaian global yang menempatkan Indonesia dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Tak hanya itu, angka utang negara yang mencapai ribuan triliun rupiah serta defisit anggaran yang besar turut memicu diskusi di berbagai kalangan. Semua data ini menjadi bahan evaluasi yang terus diperbincangkan oleh masyarakat.
Pada akhirnya, publiklah yang menilai apakah capaian ini merupakan keberhasilan, atau justru menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.
cc: musrhid

Indonesia
Cly retweetledi

Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads

Indonesia
Cly retweetledi
Cly retweetledi
Cly retweetledi
Cly retweetledi

orang dengan profesi begini harusnya yang pulang dianter jemput alphard bukan menteri2 goblok yang ga bisa jawab pertanyaan gampang
Yeo@nmdarhwang
Salah satu korban kecelakaan... ternyata Staf penanganan krisis terpadu Perempuan dan anak di RSCM 😭
Indonesia
Cly retweetledi

Guys, di antara semua angka dan statistik yang beredar tentang kecelakaan kereta di Bekasi Timur 16 orang meninggal, 84 orang luka-luka, evakuasi 8 jam ada satu kisah yang menurut gue perlu lo dengar.
ini cerita seorang ibu yang kehilangan ibunya
Malam itu Sofia tidak berencana mengalami apapun yang luar biasa:
Dia berangkat bersama ibunya perempuan 63 tahun yang punya riwayat jantung
dan anaknya yang masih kecil.
Tujuannya sederhana:
mengunjungi adik kembarnya di Cikarang.
Kereta berangkat pukul 20.00 malam.
Perjalanan biasa.
Tidak ada yang mengindikasikan malam itu akan mengubah hidupnya selamanya.
Lalu sekitar pukul 20.30 semuanya berubah dalam hitungan detik.
Apa yang Sofia rasakan saat tabrakan terjadi:
Kereta di jalur sebelah menabrak sesuatu.
Lampu mati.
Lalu tiba-tiba guncangan keras.
Seperti tertampar.
Kereta yang Sofia tumpangi dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Di dalam gerbong panik total.
Pintu tertutup.
Tidak ada yang tahu harus ke mana.
Sebagian penumpang sudah turun sebelumnya untuk melihat kondisi di perlintasan sehingga gerbong tidak terlalu penuh.
Itu yang menyelamatkan sebagian orang.
Sofia melihat ada jendela yang bisa dibuka.
Dia tidak berpikir panjang.
Anaknya dikeluarkan lewat jendela itu terlebih dahulu.
Anaknya selamat.
Lalu dia ingat ibunya:
Ibunya masih di dalam gerbong.
Bersama orang-orang lain yang belum bisa keluar.
Sofia kembali.
Menunggu pintu dibuka oleh security.
Alhamdulillah responsnya cepat.
Pintu dibuka.
Sofia menyeret ibunya keluar dari gerbong.
Ibunya masih sadar. Masih bisa bicara.
Sofia menenangkannya. "Sabar. Sabar."
Lalu dalam hitungan detik ibunya jatuh.
Pingsan. Berdarah di kepala.
Dan di situlah Sofia sendirian:
Di sekelilingnya semua orang panik mengarah ke titik tabrakan yang lebih parah.
Korban di mana-mana. Pertolongan tidak cukup untuk semua orang sekaligus.
Sofia tidak bisa berbuat banyak.
Dia berdoa.
Menunggu bantuan yang ada.
Melakukan semampunya.
Ada polisi yang membantunya.
Ambulans datang. Ibunya dibawa ke RSUD Bekasi.
Dan di RSUD Bekasi ibunya dinyatakan telah tiada.
Ironi yang paling menyayat hati:
Sofia berhasil menyelamatkan anaknya.
Sofia berhasil mengeluarkan ibunya dari gerbong.
Sofia melakukan semua yang bisa dia lakukan dalam kondisi yang tidak memberi ruang untuk berpikir — hanya untuk bertindak.
Tapi ibunya tetap pergi.
Bukan karena tertimpa besi yang melintir.
Bukan karena terjepit gerbong yang hancur.
Tapi karena jantungnya yang sudah lemah tidak kuat menanggung syok dari kejadian yang seharusnya tidak pernah terjadi.
63 tahun. Ibu dari delapan anak.
Enam cucu.
Punya warung sembako kecil.
Perempuan yang aktif dan masih bersemangat pergi dalam satu malam di atas rel kereta yang seharusnya aman.
Dan ini yang membuat kisahnya semakin berat:
Tanggal 6 Juni kurang dari sebulan dari malam itu Sofia berencana menikahkan anaknya yang bungsu. Perempuan.
Anak keenam.
Hajatan yang sudah dipersiapkan.
Sang ibu seharusnya ada di sana.
Menyaksikan.
Mungkin menangis bahagia.
Mungkin sibuk di dapur.
Mungkin cerewet mengatur-atur tamu.
Sekarang tidak ada lagi.
Adik bungsunya yang akan menikah bulan depan sampai malam hari kejadian masih syok berat.
Tidak bisa ditemui.
Tidak bisa merespons apapun.
Trauma yang terlalu dalam untuk diproses dalam semalam.
Harapan Sofia untuk KAI dan ini yang paling jujur:
Meski baru kehilangan ibunya berjam-jam sebelumnya Sofia tidak marah-marah. Tidak menyumpahi.
Dia bilang:
Responsnya sudah cepat.
Sudah luar biasa menurut saya.
Tapi dia berharap keamanan lebih ditingkatkan.
Agar tidak ada Sofia-Sofia lain yang harus menghadapi malam yang sama.
Dan ini yang perlu kita semua ingat:
Di balik setiap angka dalam statistik kecelakaan ada manusia.
Ada Sofia yang harus memilih antara menyelamatkan anaknya atau menunggu ibunya.
Ada ibu 63 tahun yang jantungnya tidak kuat menanggung sesuatu yang bukan salahnya.
Ada adik bungsu yang harusnya sedang sibuk persiapan pernikahan yang sekarang harus memproses duka yang tidak terencana.
Dan semua ini terjadi karena satu perlintasan sebidang yang tidak dijaga.
Satu taksi yang tersangkut di atas rel.
Satu sistem sensor yang gagal memberikan sinyal yang benar.
Satu rantai kegagalan yang seharusnya sudah diperbaiki puluhan tahun lalu.
16 orang meninggal. 14 keluarga yang malam itu hidupnya berubah selamanya. 16 cerita seperti Sofia — yang masing-masing terlalu berat untuk dibayangkan.
Dan Rp4 triliun yang baru diumumkan hari ini setelah semua itu terjadi.

Indonesia


















