Abimanyu SR

31.9K posts

Abimanyu SR banner
Abimanyu SR

Abimanyu SR

@repvblicy

Tak selamanya kegelapan membawa kesengsaraan

Madagascar Katılım Aralık 2018
735 Takip Edilen2K Takipçiler
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
Cukup My Little Koko Krunch sarapan gue setiap pagi 🤣
Abimanyu SR tweet mediaAbimanyu SR tweet media
Indonesia
0
0
1
80
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
Dulu kalo mau ngeghibah atau curhat harus ketemuan dulu. Sekarang mah cukup lewat layar, radiasi dapet, pegel lehernya dapet, tapi feel koneksinya kurang 😁
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi

Tau gaaa siiihhh KENAPA ORANG DULU JARANG YG GENDUT?? Karena hidup dulu tuh cardio semua coyy 😭 Mau makan? JALAN. Mau beli air? JALAN. Mau nonton? JALAN. Mau pdkt? DIKEJAR BAPAKNYA 🏃🏻‍♂️💨 Sekarang? Laper → buka app Haus → buka app Gabut → rebahan Stress → ngemil Sedih → boba 😭 Dulu orang mungkin ga ngegym. Tapi hidupnya emang gerak terus. Nyapu manual. Nyuci manual. Nimba air. Naik turun tangga. Ke pasar. Ke sawah. Kejar angkot. Dalam dunia kesehatan itu disebut NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis). Alias… kalori yang kebakar dari aktivitas harian biasa. Dan dulu NEAT orang tinggi banget tanpa sadar 😅 Sekarang? 10 ribu langkah aja harus diniatin dulu. Bahkan olahraga pun kadang cuma jadi konten story 🫠 Belum lagi makanan sekarang… Dulu: ubi, singkong, sayur, lauk sederhana. Sekarang: “cuma ngemil dikit kok” Taunya: cheese lava brown sugar creamy salted caramel extra topping jumbo size 😭 Kalori sekarang tuh nyamar jadi hiburan. Makanya sekarang obesitas, fatty liver, resistensi insulin, sampai Type 2 Diabetes makin sering muncul di usia muda. Tubuh manusia modern tuh sebenernya belum banyak berubah. Tapi lingkungan kita berubah drastis. Gerak makin sedikit. Kalori makin gampang. Menurut kalian… hal apa dari “kehidupan zaman dulu” yang sebenarnya lebih sehat dibanding sekarang?

Indonesia
0
0
1
79
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
@NayDonuts Oknum model begini nih yg bikin negara miskin terus 😏
Indonesia
0
0
1
14
Abimanyu SR retweetledi
🐥 EasyPeasy
🐥 EasyPeasy@NayDonuts·
ANTEK SAMIN TAN. MJE, Bos PT CBU berhasil diringkus kejaksaan. MJE diduga memanipulasi LHV (seolah² barang PT CBU) utk dpt Surat Persetujuan Berlayar (SPB), spy batu bara ilegal PT AKT bs diekspor, pdhl izin mati dr 2017 Saking lamanya kecolongan, itu pengawas apa patung ya?🤔
🐥 EasyPeasy@NayDonuts

KEJAGUNG RESMI TETAPKAN: HS, BJW, DAN HZM, PEMBERI AKSES ILEGAL SAMIN TAN. Terbukti, Samin Tan memang gak kerja sendirian. Dia dibantu ketiga tersangka yg berperan sbg regulator & operator lapangan. Mrk pasang badan demi kelancaran pengerukan batu bara ilegal PT AKT selama ini😤

Indonesia
35
41
55
5.3K
Abimanyu SR retweetledi
Joko Widodo
Joko Widodo@jokowi·
Kembali merasakan atmosfer sepak bola di Stadion Manahan, Surakarta, bersama para suporter selalu menyenangkan. Selamat Persis Solo atas kemenangan dalam laga kali ini. Terima kasih untuk para pemain dan suporter yang terus menjaga sportivitas dan kecintaan pada sepak bola Indonesia.
Indonesia
147
109
622
100.5K
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
IPK tinggi itu ibarat tiket masuk, tapi cara kita 'menjual' diri itu yg nentuin kita duduk di kursi mana 🙂
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI

Guys, dengerin cerita ini dulu. Ada seseorang yang ngelamar kerja 7 kali. Ditolak 7 kali juga. IPK-nya 3.8, lengkap, rapi. Tapi tiap kali pulang interview, hasilnya sama. Tidak lolos. Yang bikin sesak, dia ngeliat teman-temannya yang IPK lebih rendah malah udah kerja duluan. Titik paling gelap datang waktu dia mulai nanya ke diri sendiri, "Emang gue kurang apa lagi?" Sampai akhirnya ada satu momen yang ngubah segalanya. Dia dapet panggilan interview lagi. Kali ini IPK-nya udah turun jadi 2.86 karena satu semester berantakan. CV-nya kosong. Magang BUMN nol. TOEFL 400. Di atas kertas, dia kandidat paling lemah di ruangan itu. Tapi waktu HRD nutup laptopnya dan bilang "Lo keterima, besok tanda tangan kontrak" dia malah bengong. Gak percaya. Dia berani nanya langsung ke HRD-nya. "Bu, kok bisa? IPK saya paling rendah dibanding yang lain." HRD-nya jawab pelan tapi kata-katanya menghantam. "30 orang sebelum kamu, jawabannya sama semua. Saya disiplin, saya teliti, saya bisa kerja tim. Saya udah hafal itu sebelum mereka selesai ngomong. Kamu satu-satunya yang cerita. Ada angka, ada momen gagal, ada pelajaran." Ternyata selama ini yang salah bukan IPK-nya. Bukan CV-nya. Tapi cara dia ngomong tentang dirinya sendiri. Dulu dia jawab kayak orang kebanyakan. Perkenalkan nama saya, saya lulusan ini itu, saya pekerja keras, disiplin, bertanggung jawab. Kalimat yang sama persis bisa ditemukan di Google dalam 5 detik. HRD udah bosan sebelum kalimat selesai. Sampai ada yang ngajarin dia satu rumus sederhana yang dia sebut Rumus 3K. Konteks, satu kalimat tentang situasi dan masalah yang pernah dia hadapi. Kontribusi, satu kalimat tentang apa yang dia lakuin untuk beresin masalah itu. Kompetensi, satu kalimat tentang hasilnya, harus ada angka. Tiga kalimat. Tiga puluh detik. Tapi efeknya beda dunia. Waktu interview yang akhirnya tembus itu, HRD nanya hal yang sama seperti 7 interview sebelumnya. "Ceritakan diri Anda." Dia jawab beda. Dia cerita waktu megang Instagram komunitas kecil, 800 followers, engagement-nya 0.8%, sepi banget. Dia riset tiga hari, ubah jadwal posting, ganti format konten, kolaborasi sama dua akun lain. Hasilnya dalam 30 hari naik ke 2.300 followers, engagement 4.5%. HRD diem sebentar. Terus nanya "Kamu mau gak megang TikTok kita?" Dia jawab mau. "Oke. 12 juta." Yang paling nyesek dari cerita ini bukan soal gajinya. Tapi soal 7 penolakan sebelumnya yang mungkin bisa gak kejadian, kalau dari awal dia tahu satu hal ini. IPK 3.8 kalah sama IPK 2.86 bukan karena nasib. Tapi karena yang satu jawab pakai klaim, yang satu jawab pakai bukti. HRD gak butuh orang yang "bisa". Mereka butuh orang yang "udah pernah".

Indonesia
0
0
2
38
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
@NayDonuts Gak usah kaget, netizen kita emang pemain sirkus semua 🥱
Indonesia
0
0
1
66
Abimanyu SR retweetledi
🐥 EasyPeasy
🐥 EasyPeasy@NayDonuts·
PARADOKS. Ngenes banget liat dinamika hukum kita belakangan ini. Fenomena di mana posisi HERO (pahlawan) & VILLAIN (penjahat) jadi kayak keplintir di mata publik. Koruptor dielu²kan & dibela mati²an, sementara jaksa yg perang sm koruptor malah dianggap kayak pelaku kejahatan🤦
Indonesia
52
66
133
13.3K
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
@NayDonuts Pas lawan yg kena: 'Hukum mati!' Pas temen yg kena: 'Ini kriminalisasi!" 🤡
Indonesia
0
0
1
79
Abimanyu SR retweetledi
🐥 EasyPeasy
🐥 EasyPeasy@NayDonuts·
STANDAR GANDA. Kritik pada korupsi sering kali cm tajam ketika diarahkan ke lawan & mendadak tumpul atau defensif ketika kena rekan sekubu 😁 Kalo memang terbukti korupsi, stop normalisasi krn alasan politik apa pun! Hukum harus tetep tegak, tanpa peduli lu pendukung siapa!😎
Indonesia
46
65
111
15K
Abimanyu SR retweetledi
🐥 EasyPeasy
🐥 EasyPeasy@NayDonuts·
SETOR LAGI 10,27 TRILIUN! Jaksa Agung ST Burhanuddin dgn Satgas PKH nya menyerahkan denda administrasi senilai Rp10,27 Triliun, hasil penertiban kawasan hutan tahap VII berikut lahan hutan seluas 2,3 Juta hektar, kpd Menkeu Purbaya yg disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo👏
🐥 EasyPeasy tweet media
Indonesia
38
44
66
6K
Abimanyu SR
Abimanyu SR@repvblicy·
Refleksi: "Uang nggak akan pernah cukup untuk beli gaya hidup, tapi akan selalu cukup untuk kebutuhan hidup"
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI

gue mau cerita tentang temen gue. sebut aja dia R. dulu gajinya 7 juta. dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama: "Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres." gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya. tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik. bukan 15 juta. 17 juta. gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu. sampai kemarin dia chat gue. "Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan." gue bengong lama di depan layar HP gue. kita ketemuan. gue tanya pelan: "lah kok bisa?" dia diem sebentar. terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue: "Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng." gue kira dia bercanda. dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue. gaji: 17 juta. pengeluaran: kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta. sisa? kadang nol. kadang minus. gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?" dia diem bentar. "ya... barang kecil-kecil doang." kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis. satu-satu kelihatannya kecil. tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan. yang bikin gue serem bukan belanjanya. tapi kalimat pembenarnya. "lagi diskon." "mumpung murah." "cuma 30 ribu." "gratis ongkir." "bulan depan juga ketutup." dan dia bilang satu hal yang nusuk banget: "gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit." terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget: "Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening." tanggal 25 gajian. tanggal 26 autodebet. tanggal 27 bayar cicilan. tanggal 28 bayar paylater. tanggal 29 baru sadar: yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan. gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?" dia jawab: "Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban." HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini. "Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin." coba hitung kasar. kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu. total: 2,3 juta. itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan. sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri. kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil. dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun: "Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?" dari cerita dia, gue jadi mikir. mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang. tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang. dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu. tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua. ini bukan soal hidup pelit. beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh. tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan. coba jujur ke diri sendiri: pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor? kopi? makan online? paylater? top up? checkout live? atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?

Indonesia
0
0
2
40