Zona Istirahat

64.7K posts

Zona Istirahat banner
Zona Istirahat

Zona Istirahat

@rest_area83

Indonesia Katılım Ocak 2011
1.2K Takip Edilen1.3K Takipçiler
Zona Istirahat retweetledi
🤫
🤫@usabperning_·
Surat terbuka untuk pemerintahan jawabarat @humasjabar dan semua jajarannya yang dipimpin gubernur @DediMulyadi71 Ironi pelayanan publik RONGSOK kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Seorang ibu asal Rongga harus pulang dengan kekecewaan saat mengurus Akta Kelahiran di kantor Disdukcapil KBB, Senin (27/04/2026). Sudah datang sejak pukul 09.00 WIB, ia tak kebagian antrean pagi dan diminta menunggu hingga siang. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya ia mendapat nomor antrean 0125. Namun saat giliran tiba, harapan itu langsung pupus. Petugas menolak berkas dengan alasan sistem sudah ditutup karena kuota penuh. “Sudah close, tidak bisa,” ujar petugas singkat tanpa solusi. Yang jadi sorotan, tak lama setelah itu, ibu tersebut didatangi seorang pria yang menawarkan jasa pengurusan akta. Meski di dalam dinyatakan “sistem ditutup”, pria yang diduga calo tersebut justru bisa membantu proses dokumen—dengan tarif Rp200 ribu (akhirnya dibayar Rp160 ribu). Pertanyaannya, sistem benar-benar tutup… atau hanya tutup untuk jalur resmi? Kejadian ini kembali memunculkan dugaan praktik percaloan serta menjadi catatan serius bagi kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat. mau sampe kapan?
Indonesia
87
498
848
40.8K
Zona Istirahat retweetledi
Aan Priyatna 🇵🇸
Aan Priyatna 🇵🇸@kakarindingan·
Di dokumen hukum RPJMD 2025-2029 (809 halaman) dan RKPD 2026 (845 halaman), tentang perencanaan pembangunan di Jawa Barat, tidak ada kata-kata "Gedung Sate", "Gasibu", ataupun "Jl. Diponegoro". Jadi ini adalah kebijakan mimpi basahnya KDM. @rasjawa @RickyNSas @kozirama
Aan Priyatna 🇵🇸 tweet mediaAan Priyatna 🇵🇸 tweet media
Gilang Mahesa@giIangmahesa

Penjelasan KDM soal Gasibu ini berubah-ubah, ini menunjukan jika perencanaan revitalisasi kawasan ini tidak dibuat dan dipikirkan secara matang Ini @dprdjawabarat mau diam saja gitu? Makan gaji buta? Hih

Indonesia
6
75
93
3.7K
Zona Istirahat retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada trader yang baru saja update portfolio-nya di podcast dan angkanya menurut gue perlu dibahas dengan jujur dan lengkap. Hengky Adinata dalam 9 bulan. cuan Rp40 miliar. Dan gue mau bedah ini sedetail mungkin bukan untuk bikin lo FOMO, tapi justru supaya lo paham apa yang sebenarnya terjadi di balik angka itu. Siapa Hengky Adinata: Trader saham full time. Mulai trading serius sejak Covid-19 Maret 2020 — jadi sudah sekitar 6-7 tahun pengalaman. Punya komunitas trader bernama Remora. Dan dalam 9 bulan terakhi dari Juli 2024 sampai April 2026 porto-nya tumbuh sekitar Rp40 miliar. Pertama — konteks yang sering dilupakan: Angka Rp40 miliar dalam 9 bulan terdengar luar biasa. Tapi ada beberapa hal yang perlu diletakkan bersamanya: Satu — modal awalnya bukan kecil. Dia sendiri bilang main saham-saham dengan size puluhan miliar per transaksi. Untuk bisa menghasilkan Rp40 miliar modalnya sudah sangat besar sebelumnya. Dua — dalam perjalanan 9 bulan itu dia sempat minus Rp60 miliar dari all time high sebelumnya. Itu bukan drawdown kecil. Itu adalah kerugian yang kalau dialami trader retail biasa sudah hancur total. Tiga — dia sendiri mengakui ada faktor hoki yang tidak bisa diabaikan. Market rebound setelah crash MSCI dan perang. Timing-nya kebetulan tepat. Strategi konkret yang dia pakai dan ini yang paling berharga: Pertama: Main saham konglo tapi pilih yang baby-nya: Hengky tidak main saham induk konglomerat langsung. Dia main anak perusahaannya yang lebih kecil, lebih lincah, dan spreadnya lebih besar. Contoh: Pak Happy Habsoro dia main BUVA, bukan yang lain. Pak Bakri dia main ENRG, VKTR, BRMS. Pak PP dia ikut tapi tidak dari awal. Kenapa baby-nya? Karena spread pergerakannya lebih besar. BUVA misalnya dari 1.000 bolak-balik ke 1.300, bolak-balik lagi ke 1.000. Spread 30% yang bisa dimanfaatkan berkali-kali. Kedua: Baca broker summary dan bitover bukan hanya chart: Yang dia track bukan hanya pergerakan harga. Tapi siapa yang beli dan siapa yang jual melalui data broker summary. Dia bisa mengidentifikasi pola spesifik asing tertentu misalnya AK dan BK yang konsisten beli di sore hari dan besoknya saham gap up. Bukan dari Chart. Bukan dari fundamental. Tapi dari perilaku transaksi yang identik berulang. ketiga : Tidak emotional attach ke saham: Dia jual BUVA di 1.100 saham naik ke 1.300. Dia tidak menyesal. Dia kejar lagi di 1.200. Kenapa? Karena dia tidak takut kehilangan barang. Prinsipnya: kalau mau kejar lagi kejar. Kalau tidak mau cari saham lain. Hidup terlalu sederhana untuk dipersulit. keempat Waktu crash adalah waktu paling penting untuk masuk: Di Maret 2026 ketika semua orang lagi takut, fund manager full cash, market hancur Hengky justru pakai margin untuk pertama kalinya. Masuk besar-besaran. Kenapa dia PD? Karena dia sudah hitung bahwa ini adalah panic selling bukan fundamentally ada yang salah. Dan Trump efeknya sudah mulai tidak berdampak ke market. Hasilnya: rebound kencang. Porto balik ke all time high. Bahkan super ATH. Yang paling jujur dari seluruh conversation ini: Hengky bilang sesuatu yang menurut gue adalah kalimat paling penting dari seluruh podcast: "Saham turun bukan berarti lu lebih pintar dari fund manager. Artinya ada sesuatu yang lu tidak tahu." Dan di sisi lain: "Kalau lu jual dan dia naik kejar lagi. Jangan takut kehilangan barang." Dua prinsip ini kalau benar-benar diinternalisasi bisa mengubah cara lo trading sepenuhnya. Rp40 miliar dalam 9 bulan bukan keajaiban. Tapi juga bukan sesuatu yang bisa direplikasi semua orang. Itu adalah hasil dari modal besar, pengalaman bertahun-tahun, disiplin yang tidak emotional, kemampuan membaca perilaku smart money, dan timing yang tepat di momen crash yang jarang terjadi. Yang bisa diambil dari cerita Hengky bukan angkanya. Tapi prinsip-prinsipnya: Jangan merasa lebih pintar dari fund manager. Ikut yang sudah terbukti jangan jadi inisiator. Tidak emotional attach ke saham apapun. Crash adalah kesempatan bukan ancaman. Dan yang paling penting: trading adalah soal karakter, bukan hanya soal skill. Kalau lo belum punya karakter itu tidak ada sistem apapun yang bisa menyelamatkan porto lo.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
23
152
1.2K
87.1K
Zona Istirahat
Zona Istirahat@rest_area83·
@CaprukFootball Jadi ieu menjawab pertanyaan "Di Bandung banyak ahli tata kota, bahkan ITB juga kan di Bandung, kenapa kok Bandung gini-gini aja?" Sejak 1998 ITB udah ngasih masukan, sampai 2026 gak banyak yang diadopsi. Fix, nu ngisian Balai Kota emang gak nyampe aja nalarnya.
Indonesia
0
6
87
1.6K
Zona Istirahat retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
iPhone lo dimaling? Find My gak bisa bantu banyak karena dia cuma kasih lokasi. iPhone lo bisa otomatis kasih foto muka pencurinya + lokasi GPS + lock HP lo + matiin Airplane Mode yang pencuri coba nyalain pake Shortcuts. Gini caranya:
Indonesia
2
311
2.1K
78.4K
Zona Istirahat retweetledi
‏ً
‏ً@omgsidewalks·
A lot of MENTAL HEALTH ISSUES disappear when bills are paid, rent is secure, and the fridge is full. Peace is expensive. And pretending money doesn't affect mental health is privilege.
Jardani🕊️@jardani41

Hit me with a random fact:

English
278
17.3K
72.2K
1.5M
Zona Istirahat retweetledi
Latifa
Latifa@latifaskaa·
Satu lagi. Makin cepet mulai maka makin bagus! Aku mulai ngonten saat kuliah & nyoba jualan online. Setelah lulus jadinya ga terlalu belajar dari 0 & eksplore di bidang lain/tingkatin skill. Tp ya tak dapat dipungkiri klo "nyoba sesuatu saat kuliah itu sebuah privilege". Beberapa org ga hanya fokus kuliah aja tp ada jg yg kerja smbil kuliah.
Anas@oianas_

nomor 3 betul. klo invest leher keatas di suatu hal bisa: - naikin probabilitas income lo naik 3 kali lipat sebanyak 30%, dan - menghemat waktu trial-error sendiri beberapa bulan itu aja udah worth it. inget resource paling langka dan berharga yang lo punya adalah waktu.

Indonesia
3
117
906
21K
Zona Istirahat retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Gue lebih setuju kalau perokok yang harusnya repot cari smoking room, bukan non perokok yg repot cari non smoking room 🗿
tyaza@horcruxsh

semua opini tentang perokok

Indonesia
230
19.5K
56.7K
1.1M
Zona Istirahat retweetledi
Oni Suryaman
Oni Suryaman@OniSuryaman·
Kembali ke Bu Stella. Saya sudah mengkritik beliau, yang kadang emang gak membumi. Gimana mau ngomong soal market value kalau gaji dosen dan anggaran riset hanya satu hari MBG. Tapi beliau tidak sepenuhnya salah, memang. Kualitas dosen2 kita perlu sekali diupgrade. Sebagai seorang yang bergerak di bidang les2an, saya sering harus mengupgrade kemampuan matematika dosen2 yang mau melanjutkan ke jenjang S2 dan S3. Memang harus diakui, secara intelektual, dosen2 kita memang masih banyak kekurangan. Jadi saya sebetulnya setuju dengan diagnosis Bu Stella. Hanya saya tidak setuju dengan solusinya.
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha

Karena ramai sekali di linimasa... Saya coba menonton jawaban Prof. Stella Christie, khususnya soal Market Value di kalangan teman-teman @direktoridosen Q: Seandainya Prof Stella dikasih wewenang untuk membuat kebijakan yang seluas-luasnya. Apa yang pertama kali diubah atau dibikin, diperbarui based on your background? Kalau tidak ada obstacle soal anggaran, enggak ada birokrasi lah. Seorang peneliti itu ada kegeraman individu karena kita sudah tahu knowledge-nya, tapi praktiknya tidak begitu A: Wah ini bisa panjang. Tapi saya kasih yang pendek ya, yang paling penting. Talent Development. Dan saya akan bahkan khusus untuk universitas kita. Kita belum sepenuhnya menghargai secara tepat betapa pentingnya talent kita di Universitas. Artinya pada saat ini, ada suatu problem yang jarang diketahui oleh publik, yaitu begitu sulitnya seorang dosen pindah dari suatu PTN ke PTN lainnya. Dan ini tidak terjadi di negara yang saya sudah lama, seperti di Amerika Serikat maupun di Tiongkok dan saya sangat tahu tentang iklim Eropa. Kalau di tempat-tempat lain, masing-masing individu dosen itu mempunyai kekuatan karena dialah yang menghasilkan hasil riset, dialah yang sungguh-sungguh dicari oleh universitas. Jadi kalau seorang yang sangat mampu, yang sangat berhasil meritokrasi ini, nanti akan dicari oleh Universitas lain, ditawarkan gaji yang lebih tinggi. Di sini susah, karena kita pakai sistem PNS yang semuanya sama rata gitu. Kita harus memberikan market value kepada talent kita terutama di akademia. Tentu saja banyak yang kita bisa ubah. Tapi kalau di swasta, ini sudah market value. Di akademia, di Indonesia, kita belum. Dan ini luar biasa, menjadi impediment kita untuk menghasilkan industri dan perekonomian berbasis sains dan teknologi. Karena kalau kita tidak mempunyai market value terhadap talent kita, terhadap dosen-dosen kita... mereka tidak akan berlomba-lomba menghasilkan pemikiran dan inovasi yang paling baik. Saya gampang saja. Kalau kita tanya, apakah kita punya startup industry yang berbasis teknologi di Indonesia. Tidak ada. Korea punya Samsung. China punya ya sudah tidak disebut lagi, punya banyak banget, Huawei. Tentu saja industri paling maju pada saat ini, paling masif dan banyak uang adalah industri AI, berbasis teknologi. Semua itu berbasis riset. Kita tidak punya itu, atau masih sangat sedikit. Karena kita tidak punya riset yang kompetitif. Kenapa kita risetnya tidak kompetitif, bukan karena dosen-dosen kita tidak mampu, mereka sangat mampu. Tetapi mereka tidak punya insentif untuk menghasilkan yang paling kompetitif karena mereka bahkan untuk bisa dipindah dari satu universitas ke universitas lain itu pun sulit. Jadi ekosistem... beberapa sudah saya mulai, insentif untuk melakukan riset yang terbaik. Insentif finansial kepada orangnya. Kemampuan ini sebagai di-market value. Jadi apa yang mereka kerjakan itu harusnya di-value oleh market dengan sekian. Kita harus bisa berani menginvestasikan, mendatangkan, atau memberikan gaji dan remunerasi yang setara dengan yang dihasilkan. Secara gampang adalah kita belum menghasilkan sesuatu yang kompetisi berdasarkan kualitas di universitas kita. Q: Jadi poinnya adalah memberikan apresiasi by market. Jadi setiap individu itu didorong untuk bisa menghasilkan riset berkualitas dengan insentif yang lebih baik gitu. Jadi itu misinya Prof Stella sekarang. A: Ya itu misi saya. Udah satu yang sudah saya kerjakan. Saya berhasil mengubah, tentu saja dibantu oleh seluruh teman-teman di Kementerian, berhasil mengubah regulasi. Tadinya kita tidak diperbolehkan untuk memberikan insentif finansial bagi dosen-dosen yang memenangkan riset grant funding dari Kementerian. Sejak Januari tahun ini, itu sudah diubah dan teman-teman kita yang berhasil memenang riset grant, mereka mendapatkan insentif finansial langsung kepada dirinya. to the pocket Q: Jadi sekarang dosen, penghasilannya mungkin harusnya lebih baik. Dosen yang berprestasi A: Yes, dosen yang berprestasi. Ini mungkin saya mungkin bicara blak-blakan. Banyak keluhan, mungkin kemarin juga kita lihat ada di koran, berita di PTS Perguruan Tinggi Swasta bahwa gaji-gaji dosen ini miris ya. Yang akan saya bicarakan ini mungkin akan dapat banyak hujatan. Tapi begini, saya sangat mengerti kemirisan ini. Tetapi, terus terang teman-teman, kita tidak bisa menyelesaikan kemirisan gaji ini hanya dengan menetapkan misalnya batas... oke, harus setidaknya sekian. Karena, ini berarti kita lagi-lagi tidak memakai market value. Kita harus... perguruan tinggi kita harus berkompetisi. Dan gaji dan remunerasi itu harus berdasarkan kualitas dan kompetisi. Jadi, bukannya saya tidak prihatin. Sangat prihatin. Tetapi yang kita ingin lakukan adalah bagaimana membentuk ekosistem agar remunerasinya itu lebih tinggi dan setara dengan kualitas yang dihasilkan. Dan jangan sampai ada satu yang tidak pernah tersebut, tetapi saya ingin menyebutkannya. Di Indonesia ini, kita berpikir akademia, universitas, perguruan tinggi itu adalah suatu yang notabene-nya harus dikerjakan tanpa kompetisi. Jadi harus disediakan anggarannya, semuanya harus mendapatkan, terbagi-bagi. Dan tidak sama dengan persaingan industri, persaingan di swasta. Itu adalah suatu pemikiran yang menurut saya, sama sekali salah. Kemajuan sains dan teknologi di semua negara itu karena kompetisi. Dan inilah yang harus kita akui. Dan kalau kita mau menjadi bangsa maju, kita harus bersama-sama untuk 'ayo, kita mau berkompetisi'. Jangan takut kompetisi. Dan jangan berharap dan jangan memikirkan bahwa karena itu di Perguruan Tinggi, tidak perlu kompetisi.

Indonesia
26
99
635
49.5K
Zona Istirahat retweetledi
Rinald Trader
Rinald Trader@rinaldtrader·
Lanjutin yang kemarin yuk sobat trader, fitur LADI di Bandar/Action bisa buat apa lagi sbg trader🤔 udah ada 4 yang aku share : scalping, bsjp, serok bawah, dan breakout ya kemarin? Ada lagi lhooo😁 . 5. IPO Hunter 🏹 Ayo ngaku siapa yang buru2 sell WBSA kemarin tgl 22? Aku dulu juga gitu sih, kita sebagai ritel pasti panik kan? Harga masih ARA tapi kok lot mulai tipis? Apa yang jadi patokan kita buat berani hold? Nah fitur LADI IPOT ini bisa bantu kita sebagai IPO Hunter guys. . Jadi tgl 22 aku inget WBSA masih ARA, tapi lot udah 600 ribuan? Biasanya kalau udah tipis bakal longsor. Tapi aku cek fitur LADI, dan hasilnya spt di gambar. Segitiga ke kanan mentok BIG BUY, kotak ke kiri. Aku ikutin itu aja, dgn keyakinan ada bandar gede masih masuk. Dan bener dong sorenya jadi 800 ribuan lot, dan tgl 23 WBSA masih ARA bahkan lot nya jadi tebel lagi sekitar 1 jutaan lot sbg ganjelan. Nah dgn fitur ini, besok2 jangan panik sell ya guys 😁
Rinald Trader tweet media
Rinald Trader@rinaldtrader

Ok fitur Bandar/Action bisa bantu kita apa saja? 👇👇👇 1. Scalping Awal Market🕘 Udah sering aku jelasin ya Segitiga ke kanan itu kunci. Aku kemarin baru scalping di RATU. Jadi waktu pagi2 BANDAR ke kanan, ritel ke kiri, harga lagi turun awalnya. Aku lebih suka yg gini. Kriteria org beda2 ya. Langsung gercep aku masuk aja. Dan kejual di 6750, dari buy 6625. Scalping harus cepet2 ya guys.

Indonesia
2
18
223
12.7K
Zona Istirahat retweetledi
Dr. Laily Fitry
Dr. Laily Fitry@MahameruLee·
Saya adl seorg dosen di AS. Kemarin pas ngurus cuti melahirkan sy bilang kpd dekan & presiden kampus ttg kekhawatiran sy soal slowing down performa akademik sy krn hamil & melahirkan. Mrk meresponnya dg:
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

Indonesia
92
4.7K
23.3K
1.8M
Zona Istirahat retweetledi
:)
:)@Outstandjing·
Gak ada hubungannya: Persib itu sebuah merek milik PT PBB Gubernur itu kepala daerah provinsi
Yoseph Samodra@yosephsamodra

@RestuAwalliddin serius nanya, gub harapan pendukung persib itu yg seperti apa, atau, realnya: siapa?

Indonesia
1
41
216
13.9K