Revien Rezkitama R
8K posts

Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Andrie Yunus adalah kita. Teror penyiraman air keras yang menimpanya adalah ancaman nyata bagi siapa pun yang berani bersuara. Dulu Novel Baswedan, lalu Andrie Yunus. Besok lusa bisa jadi kita, keluarga, atau teman kita. Jika kasus ini tidak diusut tuntas, sedangkan komedian berkomedi aja diusut sebegitunya. Masa sih kita gak boleh curiga?.
Warga Lokal@Punk4life_
Andrie Yunus adlh alasan banyak kita masih menikmati hdup bebas. Mungkin Bagi Andrie, kepentingan publik dulu sebelum dirinya. Sejarah panjang impunitas kekerasan adlh alasan penyerangan terhadap Andrie bisa terjadi kapanpun,
Indonesia
Revien Rezkitama R retweetledi

Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Punch, a baby monkey makes the whole internet cry, but babies in Gaza get ignored!!! Same innocence. Same pain. Just not trending enough.
NADA 𓂆@nadaa01012
The suffering of children continues 💔 If you see this video, put a dot to break the algorithm.
English
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Efek Streisand: Pelaporan sebagai Mesin Promosi Gratis "Mens Rea"
Saya tadi sempat lihat data dari Google Trend. Ternyata setelah pelaporan, volume pencarian Mens Rea jadi meningkat. Lebih tinggi dibanding saat orang2 habis nonton di Netflix.
Bagaimana analisanya, dan bagaimana dampaknya ke depan?
Analisis
Pelaporan ke polisi pada 8 Januari bertindak sebagai trigger atensi publik. Isu yang sebelumnya berada di lingkaran penonton stand-up dan komunitas tertentu, tiba-tiba melonjak ke ruang publik luas.
Dalam komunikasi publik, ini dikenal sebagai Efek Streisand:
"Upaya membungkam atau menghentikan sesuatu justru membuatnya lebih dikenal."
Data Google Trends menunjukkan:
- Sebelum pelaporan, pencarian mens rea berada di kisaran rendah–menengah (15-40 points).
- Setelah pelaporan → lonjakan signifikan (57 points).
Artinya, narasi hukum mengalahkan narasi seni, dan publik terdorong mencari tahu:
“Sebenarnya apa isi Mens Rea sampai dilaporkan?”
Bagi karya budaya, kontroversi = distribusi.
Pergeseran Frame
Dari “Komedi” ke “Kritik Kekuasaan”
Pelaporan mengubah framing publik:
Sebelum:
Mens Rea = pertunjukan stand-up, kritik sosial dengan gaya satir.
Sesudah pelaporan:
Mens Rea = simbol kebebasan berekspresi, kritik terhadap kekuasaan, dan relasi negara–warga.
Begitu masuk ke frame “dikriminalisasi”, publik tidak lagi menilai leluconnya lucu atau tidak,
melainkan adil atau tidak.
Kalau sudah seperti ini, Mens Rea berhenti menjadi konten hiburan, ia berubah menjadi artefak politik-budaya.
Efek “Martyrdom”
Pelaku Seni vs Aparat & Ormas
Pelaporan menciptakan relasi asimetris:
Seorang komedian
vs
Aparat hukum + klaim representasi ormas besar (NU & Muhammadiyah)
Secara psikologis, publik digital cenderung:
- simpati pada pihak yang tampak lebih lemah,
- apalagi jika isu menyentuh kebebasan berpendapat.
Delegitimasi Moral Pelapor
Ketika kemudian muncul pernyataan Anwar Abbas dari PP Muhammadiyah (9 Januari) yang:
- tidak mengakui pelaporan, dan
- menyatakan kritik seharusnya didengar, bukan dipidanakan,
- maka terjadi delegitimasi moral terhadap pelapor.
Hasilnya:
- Pelaporan kehilangan otoritas simbolik.
- Mens Rea justru mendapat validasi moral.
Polarisasi & Amplifikasi Algoritmik
Kontroversi hukum memiliki daya sebar algoritmik lebih kuat dibanding konten seni biasa:
- Media online mengangkatnya.
- Talkshow, podcast, X/Twitter, Instagram Reels membahasnya.
- Komentar pro–kontra memicu engagement tinggi.
Algoritma media sosial membaca ini sebagai:
“konten bernilai tinggi untuk disebarkan”.
Akibatnya:
Nama Mens Rea muncul lintas platform.
Bahkan orang yang tidak pernah nonton stand-up ikut mencari.
Ini menjelaskan kenapa setelah 8 Januari, tren pencarian tidak turun—justru naik.
Dampak Jangka Pendek
- Pamor Mens Rea naik
- Ia menjadi referensi nasional tentang kritik sosial.
- Kapasitas simbolik bertambah
- Bukan sekadar pertunjukan, tapi “kasus”.
Audiens baru tercipta
Orang datang bukan karena komedi, tapi karena isu.
Dampak Jangka Menengah–Panjang
a. Untuk Mens Rea & Kreator
- Karya ini akan terus dirujuk dalam diskursus kebebasan berekspresi.
- Potensi menjadi tonggak sejarah budaya pop–politik.
Kritik berikutnya akan dibaca dengan bobot lebih besar.
b. Untuk Ormas & Institusi
Klaim “mewakili NU/Muhammadiyah” tanpa otorisasi resmi akan makin dipertanyakan.
Pernyataan elite seperti Anwar Abbas memperkuat kesan:
Ormas besar tidak monolitik dan tidak anti-kritik.
c. Untuk Negara & Aparat
- Muncul tekanan publik agar hukum tidak dijadikan alat sensor.
- Kasus ini bisa menjadi rujukan setiap kali seni bersinggungan dengan pasal pidana.
Kesimpulan
Pelaporan Mens Rea adalah contoh klasik salah strategi komunikasi:
Niat: menghentikan pengaruh
Hasil: memperluas pengaruh
Alih-alih meredam kritik, pelaporan justru:
mengangkat Mens Rea ke level wacana nasional,
memberi panggung yang jauh lebih besar,
dan mengubahnya dari pertunjukan menjadi simbol.
Dalam ekosistem digital hari ini, kriminalisasi kritik sering kali bukan akhir cerita—
melainkan awal amplifikasi.

Indonesia
Revien Rezkitama R retweetledi
Revien Rezkitama R retweetledi

Di Mens Rea-nya @pandji , poin tentang kelas menengah nggak bisa beli rumah itu lebih substansial kalau mau ditelaah lebih jauh.
Kemudian ada poin tentang kesehatan mental, juga mengenai polisi korup. Yg diramein malah soal Gibran.
Emang ketaker aja otak mereka.
Indonesia






















