Sabitlenmiş Tweet
iky o’connor
2.1K posts


500rb, dulu seneng bgt di tf gaji pertama😭
Mbak kun@empty__core
Spill gaji pertama kalian saat mulai kerja I'll start first : Rp 2,000,000
Indonesia
iky o’connor retweetledi

📢GIVEAWAY!
Roger Federer's autographed DRY-EX Polo Shirt Giveaway!
This is a special giveaway for a chance to win Roger Federer's autographed DRY-EX Polo Shirt.
[How to Apply]
1. Follow @UQAmbassadors
2. Repost this post
[Application Period]
10:00 AM April 1, 2026 (Wed) ~ 9:59 AM April 8, 2026 (Wed) JST
Check @UQAmbassadors profile link for terms and conditions.
Good luck!
ロジャー・フェデラー選手直筆サイン入りドライEXポロシャツが当たるキャンペーン!
たくさんのご応募お待ちしています!
参加方法:
1. @UQAmbassadors をフォロー
2. 応募期間内に本投稿をリポスト
応募期間:
2026年4月1日(水)10:00 ~ 2026年4月8日(水) 09:59 日本時間
※当選者はInstagramとXのキャンペーン合わせて4名当選となります。
※@UQAmbassadors のプロフィールリンクから応募要項をご確認ください。
たくさんのご応募をお待ちしております!

English

n they still fight abt patriarchy at the same time😭
Cigs@cigsaftermilk
yang tidak menormalisasikan laki-laki bercerita adalah perempuan itu sendiri
English
iky o’connor retweetledi

Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota.
Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat.
Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget.
Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa.
Sementara dia?
Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen.
Kontrasnya kerasa banget.
Hari pertama aja dia udah minder.
Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu.
Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia.
Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya?
Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang.
Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu.
Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar.
Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue?
Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja.
Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman.
Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng.
Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana.
Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya.
Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus.
Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin.
Beda dunia.
Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas
Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil.
Tapi lama-lama dia mulai ngerti
dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan.
Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur
Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu.
Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu.
Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan.
Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
Ridho Azhar@ridhoharryazhar
Unpopular opinion tentang merantau.
Indonesia



