Jhon Sitorus@JhonSitorus_18
Tanda2 KERETAKAN dalam kabinet super GEMUK itu makin nyata :
✅️ Jokowi tidak salami Prabowo di Istana saat bayar zakat fitrah
✅️ Demokrat dan PAN bereaksi atas Golkar tentang permintaan jatah kursi 5 Menteri di Kabinet Prabowo. Cemburu?
✅️ Senior Golkar menolak tokoh yang bukan kader sebagai Calon Ketua Umum
✅️ Prabowo dan TKN jarang melibatkan Gibran menjelang transisi, salah satunya soal makan siang gratis
✅️ Ridwan Kamil mulai melontarkan beberapa kritik kepada pembangunan IKN, meski dirinya salah satu kurator IKN
✅️ PAN mulai mengungkit rekam jejaknya mendukung Prabowo 3 kali di Pilpres (kode jatah menteri)
✅️ Usul sebagai pemimpin koalisi besar, cukup mengusik Prabowo sebagai Presiden dan Gerindra sebagai partainya Presiden
✅️ Isu perizinan tambang yang heboh belakangan ini mulai membuat koalisi tidak nyaman, perlu diselesaikan dengan cepat
✅️ Menteri2 Jokowi lebih fokus mengurusi program Prabowo bahkan didepan Jokowi sendiri. Sampai2 mengurus harga pangan saja malah sering BLUNDER dan jadi lelucon publik
✅️ Wacana menggandeng PDIP dan Nasdem untuk menguatkan koalisi pemerintah mulai diantisipasi beberapa partai, terutama partai kecil yang akan berimbas pada pengurangan jatah kursi menteri
✅️ Ketua Dewan Aglomerasi tak jadi dipimpin secara otomatis oleh Wakil Presiden, melainkan harus lewat Perpres yang dikeluarkan Presiden itupun jika Presiden menugaskan Wapres jadi Ketua Dewan Aglomerasi. Dengan demikian, peluang Gibran memimpin Jabodetabekjur tak sepenuhnya terbuka. Ingat, gak boleh ada dua matahari kembar dalam satu negara. Memberi kuasa Jabodetabekjur kepada Gibran artinya memberi setengah konsentrasi republik ini kepada Gibran
Tapi ingat, Jokowi selalu punya formula, bisa jadi akan ada kejutan berikutnya yang lagi2 bikin kita geleng2 kepala. Apapun reaksi dan aksi atas kemungkinan diatas, selalu menarik untuk disimak sambil ngomong ,"nha lho...." 😁