𝓐

509 posts

𝓐 banner
𝓐

𝓐

@rosanycs

Katılım Ocak 2022
106 Takip Edilen14 Takipçiler
𝓐 retweetledi
ᥣ𝖾𝖾.
ᥣ𝖾𝖾.@shylvermist·
gimana ya cara mengurangi kebiasaan doomscrolling ini dan beralih melakukan hal yang lebih produktif? 😔
Indonesia
91
1K
10.7K
275.9K
𝓐 retweetledi
Ayman Alatas
Ayman Alatas@AymanAlatas·
Skin Minimalis: Kenapa “10 Steps Routine” Bisa Bikin Bakteri Bingung Wajahmu punya ekosistem bakteri baik yang bekerja keras menjaga kulit tetap sehat dan mereka butuh jeda untuk bisa kerja maksimal. 10 step routine bukan sesuatu yang salah tapi kalau dilakukan setiap hari tanpa henti, lapisan produk yang bertumpuk bisa terus-terusan mengusik keseimbangan bakteri baik seperti Staphylococcus epidermidis yang tugasnya melindungi kulit. Tips praktisnya: nggak harus berhenti total, cukup selang-seling. Di hari sibuk atau kulit lagi “tenang”, coba minimalkan ke 3 produk inti saja: cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Beri kulitmu hari-hari sederhana di mana ia bisa mengatur dirinya sendiri. Sesekali minimalis bukan berarti rutinmu salah, justru itu cara pintar memberi ekosistem kulitmu waktu untuk bernapas.​​​​​​​​​​​​​​​​ dr. Ayman Alatas SpMK
Ayman Alatas tweet mediaAyman Alatas tweet mediaAyman Alatas tweet media
Indonesia
1
77
335
8.6K
𝓐 retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Sering membaca buku ternyata dapat memperkuat memori dan melindungi otak. Jadi artikel NY Times ini mengatakan bahwa kita perlu rutin membaca 20-30 halaman per hari untuk mempertahankan kemampuan otak kita, dan ternyata penelitian-penelitian setuju akan hal ini. Ini penelitiannya: 1. Penelitian di Taiwan (2020) menunjukkan bahwa orang yang rutin membaca buku lebih dari 1 kali seminggu ternyata dapat mencegah penurunan kognitif hingga 46% lebih rendah. 2. Penelitian tahun 2022 menunjukkan 8 minggu baca novel bisa bikin memori kerja & episodik kita jadi lebih tajam. Semoga bermanfaat. Sumber: 1. Chang (2020). Reading activity prevents long-term decline in cognitive function in older people: evidence from a 14-year longitudinal study. 2. Stine-Morrow (2022). The Effects of Sustained Literacy Engagement on Cognition and Sentence Processing Among Older Adults
Rachel Cohen Booth@rcobooth

“Perhaps consuming a few dozen book pages a day should become the new 10,000 daily steps — a basic foundation of activity to maintain cognitive fitness.” nytimes.com/2026/03/27/opi…

Indonesia
22
1.2K
3.5K
64.8K
𝓐
𝓐@rosanycs·
@fleuringarden udah ada reviewnya blm kakk? aku rencana mau beli jugaa
Indonesia
0
0
0
10
fan 판 凡
fan 판 凡@fleuringarden·
setelah 2 tahun jadi pengguna harian klar water flosser, akhirnya per awal maret aku memutuskan untuk ganti device yang lebih compact hehehehehehee. aku akan review seminggu lagi dan bandingin sama deviceku yg lama
fan 판 凡 tweet media
fan 판 凡@fleuringarden

okaaaay udah semingguan. jadiii setelah research sana-sini termasuk membandingkan berbagai macam merk, akhirnya aku menjatuhkan pilihanku ke water flosser nya klar😁😁 btw harga di tiap lokapasar beda. so far harga tertinggi ada di oren yang kalo gak diskon tembus 500rb :")))

Indonesia
1
0
0
180
𝓐 retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
BETUL! Belajar bahasa baru BISA memperlambat penuaan otak dan membuat otak lebih tajam. Sini gue bahas! Jadi ada penelitian yang melibatkan lebih dari 86.000 orang dari 27 negara Eropa dilihat kebiasaannya dalam berbahasa. 
Hasilnya adalah orang yang pakai lebih dari 1 bahasa dalam keseharian (multilingual) punya risiko percepatan penuaan yang 30% LEBIH RENDAH.
Semakin banyak bahasa yang dipakai, grafik risikonya makin turun. Sebaliknya, mereka yang hanya pakai 1 bahasa justru keliatan punya risiko percepatan penuaan lebih tinggi di data cross-sectional dan longitudinal. Penuaan yang dimaksud di sini meliputi kemampuan kognitif, kemampuan fisik, dan kondisi lain yang terkait usia. Kenapa bisa gitu?
 Hipotesisnya adalah karena tiap kali kita ganti bahasa, otak dipaksa untuk milih kosakata, switch aturan tata bahasa, dan adaptasi konteks sosial. Itu semua ibarat “gym” buat memori kerja, dan fungsi eksekutif yaitu area yang paling rentan menurun saat menua.
dr. Adam Prabata tweet media
World of Statistics@stats_feed

If you learn another language you slow your brain’s aging.

Indonesia
37
1.3K
4.6K
85.6K
𝓐 retweetledi
Fatwa Stud 📚
Fatwa Stud 📚@fatwabelajar·
Aplikasi + Website buat belajar bahasa 1. Duolingo (metode belajar mirip game) 2. Babbel (melatih skill percakapan) 3. Tandem (conversation bareng native speaker) 4. Memrise (menghafal kosakata pakai klip video pendek) 5. BBC Languages/DW (melatih reading, baca berita)
Fatwa Stud 📚 tweet mediaFatwa Stud 📚 tweet mediaFatwa Stud 📚 tweet mediaFatwa Stud 📚 tweet media
Fatwa Stud 📚@fatwabelajar

Jujur, daripada scroll FYP ga jelas sampe sahur, mending "investasi" otak lewat 7 channel YouTube ini. ​Bayangin pas temen lu sibuk pake Google Translate, lu udah sat-set ngomong bahasa asing. Ga perlu kursus jutaan, ini source rahasia yang sering aku tonton. Save dulu! a thread

Indonesia
3
735
2.9K
53.3K
𝓐 retweetledi
Fardi Yandi
Fardi Yandi@fardiyandi·
Cara effortless maintain pertemanan lewat sosmed: - Like atau react stories - Send or tag reels “keinget kamu” - Ikut komen yg tulus di postingan tentang kehidupan mereka Ngerti bahwa tiap orang juga lagi sibuk dengan hidupnya. Gak ada salahnya jadi yg pertama untuk inisiasi. Maintenance is underrated. Sibuk cari yang baru, tapi lupa merawat yang sudah ada.
Indonesia
7
188
1.1K
22.9K
𝓐 retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
HATI-HATI untuk kalian yang sering curhat ke AI!! Jadi ada penelitian yang menunjukkan bahwa AI itu CENDERUNG LEBIH MENYETUJUI tindakan kita, bahkan bila tindakannya berbahaya. Nah penelitian ini awalnya untuk mencari tahu apakah benar AI memang bisa memperkuat "delusi" kita dan dapat berbahaya bagi orang lain. Ternyata dibandingkan dengan manusia, AI ternyata 47-51% LEBIH MUNGKIN SETUJU dengan tindakan kita, bahkan di hal-hal yang berbahaya. Oleh karena itu, meminta pendapat kepada AI, dapat berpotensi lebih 'menjerumuskan' kita, seandainya pandangan kita kurang tepat. Bahkan karena cenderung setuju, kita cenderung lebih percaya pada AI dibandingkan kepada orang lain. Jadi bagi kalian yang rutin curhat ke AI, tolong disikapi dengan hati-hati, dan jangan lupa meminta pendapat juga ke manusia lain yaa. Semoga bermanfaat!
dr. Adam Prabata tweet media
rin 🐢@excalilburned

itulah kalo lu kebanyakan divalidasi ama chatgpt jadinya susah nerima perbedaan pendapat orang lain

Indonesia
101
1.5K
3.7K
161.7K
𝓐 retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
ciwi ciwi yg dapet haidh di 10 malam terakhir jangan sedih yaa! kita jg bisa kok beramal utk ngejer malam lailatul qadr ☺️ -perbanyak dzikir -perbanyak doa -denger/baca ceramah atau ilmu agama -bersedekah -birrul walidain (bantu2 pekerjaan orang tua, menyenangkan mereka, pijit2)
Indonesia
3
142
488
10.6K
𝓐 retweetledi
𝓐 retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
TRUE STORY. Berkaitan sama belajar, aku inget dulu waktu awal masuk S2 aku cukup struggle di 3 bulan pertama, ngerasa ga bisa ngikutin apa yg dipelajari, sampe rasanya mau udahan aja. Sampai akhirnya aku dikasih tau doa yg harus dibaca setiap sebelum belajar ini. Alhamdulillah setelah itu aku bisa ngikutin semua perkuliahan, dan surprisingly aku dapet IP 4 di semester 1. Apakah cukup dibaca aja? Enggak. Aku lanjut di bawah yes 👇🏻 Silahkan di save dulu biar ga ilang.
ntang tweet mediantang tweet media
Imelda@mechnclgrl

Resep rahasia penuntut ilmu‼️ Ulama pernah menyebut, setiap waktu punya fungsinya: • Sahur, waktu yang baik untuk menghafal. Pikiran masih tenang dan belum banyak distraksi. • Pagi hari, cocok untuk membahas dan memahami. Energi masih penuh. • Siang, waktu yang pas untuk menulis dan merapikan catatan. • Malam, saat yang baik untuk menelaah dan berdiskusi, karena suasana lebih hening.

Indonesia
7
546
2.5K
55.8K
𝓐 retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Salah satu masalah besar manusia saat ini tuh sedenter sih, alias gaya hidup kurang gerak. - rebahan & duduk seharian - gamau olahraga - aktivitas fisik sehari rendah, meski sdh olahraga - males jalan kaki dll Baca artikel ini deh 👇🏻 Km akan tau knp risiko penyakit kronis gk bisa otomatis turun klo waktu duduk & kurang geraknya masih dominan di hari itu, meski km sdh berolahraga.
Яizal do@afrkml

x.com/i/article/2028…

Indonesia
2
12
57
3.4K
𝓐 retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Penelitian INTERSTROKE International Study (McCarthy et al., 2023) yang melibatkan 4.496 orang dari berbagai negara meneliti mengenai kebiasaan tidur, termasuk durasi tidur siang, terhadap peningkatan risiko stroke Hasilnya ternyata, orang yang tidur siang lebih dari 1 jam, entah itu direncanain atau kebablasan, punya risiko stroke lebih tinggi: -2,8x lebih tinggi kalau kebablasan -1,7x lebih tinggi kalau memang direncanain
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
1
4
5
971
𝓐 retweetledi
Faisal Rahim
Faisal Rahim@acaiijawa·
NERAKA UNTUK YANG SOLAT. Kata ustaz dalam kuliah maghrib tadi, ada orang yang solat pun masuk neraka. Nama neraka itu adalah Neraka Wail. Dalilnya Surah Al-Ma'un (107): 4-5. Mereka golongan yang lalai dalam solat. Rukuk dan sujud sambil lewa, melewat-lewatkan solat hingga akhir/habis waktu dan tidak mengingati Allah dalam solatnya. Wail tu satu lembah kat dalam Neraka Jahannam. Gunung ganang hancur lebur kalau dicampak ke situ. Bayangkan orang yang solat pun boleh dimasukkan dalam neraka, apatah lagi mereka yang tidak solat. NERAKA UNTUK YANG TIDAK SOLAT. Neraka khusus untuk mereka yang tak solat pula adalah Neraka Saqar. Dalilnya Surah Al-Muddatstsir: 42-43. Neraka Saqar ni tingkatan ke-6 dari 7 tingkat neraka. Siksaan api yang sangat menyengat dan sangat dasyat kepanasannya. Terus menerus membakar kulit manusia. Kata ustaz, sesekali kita kena diingatkan tentang azab Neraka juga. Baru ada rasa takut nak tinggal solat. Sama-sama kita jaga dan perbaiki solat. Jika ada culas dan tertinggal solat, segera bertaubat dan Qada' solat selagi hayat kita masih ada. Jangan pandang dan judge orang lain! Lihat diri kita sendiri dan perbaiki diri kita dulu.
Faisal Rahim tweet mediaFaisal Rahim tweet media
Indonesia
27
15K
20.6K
1M
𝓐 retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Anjuran Tidur: Perempuan: 22.00-23.00 Laki-laki: 21.00-00.30 Silakan tidur di luar anjuran waktu tersebut jika ingin: ✅ Risiko Obesitas naik ✅ Tekanan darah susah turun (Hipertensi) ✅ Gula darah berantakan (Diabetes) ✅ Kolesterol jahat (Dyslipidemia) meningkat Kenapa? Sebuah studi terbaru (2023) mengungkap "Golden Hour" untuk tidur. Jurnal di Diabetes Research and Clinical Practice (2023) menganalisis data 18.000+ orang untuk mencari tahu "Jam berapa sih batas maksimal kita harus tidur supaya terhindar dari penyakit jantung, diabetes, dan obesitas?" Hasilnya" - Untuk PEREMPUAN, waktu tidur paling optimal adalah antara jam 22:00 – 23:00 Lewat dari jam 11 malam? Risiko terkena sindrom metabolik (darah tinggi, kolesterol, gula darah) melonjak signifikan. Bagaimana dengan LAKI-LAKI? Rentangnya sedikit lebih longgar, yaitu antara jam 21:00 – 00:30. Tapi, kalau kamu sudah berusia di atas 65 tahun, batasnya makin ketat: maksimal jam 11 malam sudah harus terlelap. 😴
MinDos tweet media
Indonesia
102
3.2K
14.8K
437.7K
𝓐 retweetledi
Fardi Yandi
Fardi Yandi@fardiyandi·
Cara fokus kerja dengan riwayat adult ADHD: Hobinya menunda-nunda. Pas mendekati deadline, kerjaan yang harusnya butuh 7 hari buat dikerjakan jadinya cukup 2-3 jam aja. Luar biasa? Luar biasa lelahnya. Jadi jenius dan kreatif pas deadline itu real. Tapi korbannya ialah energy. Ada tiga checklist yang bantu aku bisa fokus menulis, bangun bisnis, dan ngonten tanpa burnout: 1) "Kita kerjain 5 menit aja yah" Pada saat aku lagi ngerasa gak mood, low energy, pasti selalu pengen menunda. Konsep "5 menit aja kok" ini sangat works buat aku. Tugas pertama kita ialah gimana bangun dari low mood terus buka laptop atau mulai kerjaan. Pas udah melewati step 1, percaya deh gak lima menit aja itu. Bisa selesai. 2) Bikin fake deadline Otak kita merespons urgency, deadline, dan tantangan. Ketika gak ada urgency, ngapain dikerjakan? Tekanan -> dopamin naik. Dopamin naik -> fokus aktif Walaupun deadline-nya masih jauh, aku sering banget kirim instruksi "personal deadline" ke diri bahwa deadline-nya udah dekat. Mari mulai dikerjakan. Bagian ini memang perlu dilatih yah. 3) Public Commitment Kalau ada yang tau dan lihat, kita cenderung lebih komit. Buku pertama aku bisa lahir karena keisengan update di IG Story: "Guys, aku lagi nulis buku. Bulan depan bakalan launching. Ditunggu yah." Eh beneran launching. Sebenarnya bukan perkara bisa fokus atau gak bisa fokus. Kita hanya belum menemukan "trigger" buat bikin diri lebih komitmen. Kalau deadline aja bisa bikin diri genius dan kreatif, apalagi kalau dikerjakan dengan sistem sendiri. Note: Jangan self-claim yah. Seek for professional for ADHD Test.
Fardi Yandi tweet media
Indonesia
3
129
654
14.4K
𝓐 retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Gua Jadi Berusaha Selalu Olahraga 10-20 Menit Setiap Hari di Bulan Ramadhan Setelah Baca Jurnal Ini Pernah kepikiran kalau olahraga sebentar tiap hari bisa bikin hidup lebih panjang? Sebuah penelitian cohort skala besar melibatkan 416.175 orang dewasa menunjukkan bahwa bahkan olahraga ringan selama 10–20 menit sehari saja sudah mampu menurunkan risiko kematian sebesar 14%. Kalau bisa lebih lama, misalnya 30–40 menit sehari, penurunan risiko bisa mencapai 20%. Artinya, kita nggak perlu nunggu punya waktu 1–2 jam buat olahraga. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi panjang sekali-sekali. Jalan cepat, stretching, skipping, atau workout singkat di rumah tetap punya dampak luar biasa buat kesehatan. Jadi, daripada selama puasa dan bulan Ramadhan lebih banyak rebahan, yuk luangkan waktu sebentar setiap hari untuk gerakin badan, 10-20 menit setiap hari aja udah cukup kok
dr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
6
254
768
35.7K
𝓐 retweetledi
Fardi Yandi
Fardi Yandi@fardiyandi·
Formula sederhana yang bantu aku mengembalikan 'spark' dalam hidup: Spark = mental + clarity + physical movement + reads + energy 1) Melatih mental Ini adalah operating system (OS) di dalam diri. Apa yang aku konsumsi bakalan berdampak ke alam bawah sadar aku. Untuk mengembalikan spark itu, wajib filter apa yg aku lihat, baca, dan dengar. Off sosmed beberapa hari sangat membantu. 2) Clarity Aku tau dan sadar bahwa aku lagi burnout. Posisi aku lagi tidak stabil, tapi aku tau apa yg aku mau capai. Aku punya tujuan yg ingin aku raih. Aku fokus melihat itu dulu. Terlepas apapun yang lagi diraih atau dikejar orang-orang se-usiaku, yah it's good for them. Fokus!! 3) Physical movements Salah satu coping yang bikin aku selalu percaya diri ialah aktivitas fisik ini. Sebagian besar orang yang rajin olahraga pasti relate dengan hal ini. Bukan soal bentuk tubuh idealnya, tapi kedisiplinan untuk melakukan hal-hal yang gak nyaman. 4) Reads! Membaca itu membuka pintu-pintu keilmuan. Baca buku itu menurut aku kayak lagi hang out bareng penulisnya. Berasa dikasih wejangan yang bisa aku aplikasikan di kehidupan aku. Bahkan beberapa solusi buat masalah hidupku gak ada di buku itu, tapi energinya yang bikin aku menemukan puzzle-puzzle yg bisa aku aplikasikan. 5) Protect energy Tolak semua ajakan bukber yang bikin energi draining. Dulu, aku selalu kepikiran tiap kali nolak. Tapi pas diiyakan, eh beneran bikin kecewa. Pulangnya kayak capek banget. Jadi, sekarang pada saat aku lagi di posisi gak stabil better ketemunya sama yang itu-itu aja. 'Spark' ini bisa hadir lagi karena banyak ngobrol sama diri sendiri. Oh iya satu lagi. Ini hanya fase hidup yah. Tidak merepresentasikan nilai kehidupan kita seutuhnya. Kehilangan spark, jenuh, gak ambis kayak dulu, ini menunjukkan bahwa kita manusia biasa. Take ur time :)
Fardi Yandi tweet media
Indonesia
1
357
1.3K
26.8K