ramsaa
81 posts



Kontribusi LPDP Tasya Sampah? ini rangkuman menurut akun tt gheovannymethamia 📌 dana milyaran rupiah dari negara diberikan, tapi hasil kontribusinya dianggap “sampah” / tidak sebanding. 📌Kontribusi dianggap biasa saja Hanya gerakan grassroots (gerakan akar rumput) untuk sustainability, talk show, workshop, seminar, hal-hal yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk ibu-ibu PKK atau program CSR perusahaan. 📌Harusnya hasil lebih tinggi dengan dana sebesar itu, seharusnya lahir researcher, ekonom, engineer yang punya kontribusi nyata & berdampak besar, bukan hanya kegiatan biasa. 📌Tidak perlu gelar tinggi dari luar negeri “Siapa saja bisa lakukan ini, nggak perlu Columbia University.” 📌 Menurutnya LPDP harus direview sampai ke tingkat kontribusi nyata penerimanya.

Apaan dah justru normalize pamer kemesraan anjinggg Ni negara minim kasih sayang, orang2nya jadi pada stres kurang ciuman dan pukpuk AYO CIUMAN DI JPO, CIUMAN NUNGGU MRT, CIUMAN DI DALEM TJ, CIUMAN DI TAMAN KOTA, CIUMAN DI KRL













