ropz

7.6K posts

ropz banner
ropz

ropz

@rropz

On process

Indonesia Katılım Temmuz 2011
536 Takip Edilen299 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
ropz
ropz@rropz·
Some Simple things made me happy today, a journal thread 💜
English
7
0
3
0
ropz retweetledi
Sachi
Sachi@kimayasachi·
Aku ga bakal pernah berhenti share metode Spaced Repetition. Intinya pengulangan materi dengan jadwal yang teratur, bukan asal diulang-ulang doang.Caranya gini: setelah belajar materi baru, ulangi lagi setelah 30 menit, 1 jam, 6 jam, 12 jam, lalu 1 hari, 3 hari, 1 minggu, dan 3 minggu, buat jadwalnya bisa di ubah sesuain aja sama kalian, intinya berkala. Memang kelihatan agak lama dan ribet di awal, tapi ingatannya jauh lebih kuat jangka panjang.Kalau lagi mepet sidang atau ujian, boleh lebih intens di awalnya, tapi tetap pakai review berkala, jangan cuma belajar tanpa jeda. Cara ngulang yang paling efektif ya nulis tangan atau ajarin ke orang lain pakai bahasa sendiri.
꒰ᒡ . . ᒢ꒱ αcαα :c@acamaricahehey_

penasaran deh, cara kalian belajar biar cepet ngerti atau inget materi tuh gimana? boleh sharing nggak moots🥹

Indonesia
44
4K
20K
411.1K
ropz retweetledi
​𝐥𝐲𝐫𝐚
​𝐥𝐲𝐫𝐚@sunnkssdseraph·
There is a concept in psychology called ​THE SUNK COST FALLACY. When you stay in a relationship not because of who the person is today, but to justify the years of effort you’ve already invested. Your brain tells you, "I can't let 5 years go to waste," forgetting that staying forces you to waste 5 more.
quote@itsmubashi

Hit me with the harshest reality truth.

English
20
616
4.5K
412.7K
ropz retweetledi
ropz retweetledi
ayunk
ayunk@bingungtrs_·
makin kesini makin sadar kalo kerja itu cuma bagian kecil dari hidup. maksudnya whatever happens in work, just let it stay at the office/work space esp. stress/pressure nya yg kadang kebawa sampe rumah: entah itu jadi ngga bisa stay present sama keluarga atau malah jadi marah-marah?? gw paham dan bisa relate. tapi gw selalu ingetin ke diri sendiri jg soal "you are replacable at work, but not at home"
карина ☁️💙@karinyoo

Pantesan orang kita itu gampang bgt burnout kerja, ketakutan di-phk/layoff, berempati /memanusiakan pekerja aja sulit bgt. Plus dibumbuin patriarki seakan2 perempuan harus bertanggung jawab kalo ada anggota keluarga yg sakit, lelaki tidak boleh stay menjadi carer. Kmaren aku ngetwit kalo aku kerja di Indo pasti aku udah disuruh resign, karena aku kerja fulltime tapi sambil dialysis, hampir seminggu sekali pasti ada appointment dokter. Dari awal masuk kerja udah bilang ke management, tau gak jawabannya apa, "don't worry, life happens, we'll make it work" Di kantorku, bahkan se-sepele harus jemput anak di daycare gara2 jadwalnya gak sinkron sama suami, ya gak apa-apa, besok tinggal made up the time. Ada yang keliatan lemes dikit disuruh log-off komputer, kalo lg di kantor disuruh pulang. Ada HAK PEKERJA yg bisa dipakai: cuti tahunan, cuti merawat keluarga, cuti berkabung, cuti sakit. Tinggal dipilih yg mana yang sesuai kebutuhan. bahkan ulang tahun aja dipaksa cuti, gak usah masuk kalo gak mau. Masalahnya, memang di kalangan masyarakat kita, masih banyak yg merasa mengambil cuti itu seakan2 egois atu "seenaknya". Aneh.

Indonesia
44
3.8K
10.2K
262.7K
ropz retweetledi
​𝐥𝐲𝐫𝐚
​𝐥𝐲𝐫𝐚@sunnkssdseraph·
According to psychology, a friendship group built entirely on trauma dumping and shared crises isn't deep connection. It is shared dysregulation. When your bond relies on managing chaos or gossiping about others, the relationship requires negativity to survive. The moment you begin to heal and choose peace, you will be labeled as "distant" or "changed," because they miss the version of you that mirrored their own unhealed wounds.
quote@itsmubashi

Hit me with the harshest reality truth.

English
3
192
950
48.9K
ropz retweetledi
Oluwatobi 🎀
Oluwatobi 🎀@_tobyblush·
1. Never overshare or overplay your role in his life. 2. Don’t ever fall in love with a man who has wandering eyes, they would never fully stay committed to you. 3. Always choose a man who loves you over a man you love. It saves you from heartbreak. 4. Never treat a man based on how you feel about him. Always treat him based on how he treats you. 5, Never ever be too available for a man. It causes overfamiliarity. 6. Never believe a guy that says let's take things slowly and see where it goes. 7. Never let a man prove that he doesn’t love you more than twice. 8. They know exactly what they are doing. If they show you, believe it and don't make excuses for him or you will cry blood. 9. Don't carry the whole relationship alone, you will die young. 10. Never marry or date a mama’s boy. 11. Never trust a man with so many female besties, they are definitely having sex together. 12. Don't ever loan a man your money. Never tell a man the truth about your finances. Today's men are the real gold-digging barbie princesses. 13. Don't be desperate for marriage, take ur time girl. 14. Never repeat yourself. He heard you the first time. 15. If you think something ain't right, then it is definitely not. Listen to your intuitive thoughts. 16. Don’t reveal your past to a man. He does not have to know anything. 17. Never go a single mile for a guy that hasn't gone an extra mile for you. 18. Do NOT forgive a cheating partner. 19. Don't ever start a relationship with always finding ways to prove yourself and loyalty. 20. Stop listening to what they say after they hurt you, and start watching what they repeatedly do before they hurt you again. Lastly, never ever settle for less. Love yourself so much, don't ever lower your standards for any man, have boundaries and strongly abide by them.
Oluwatobi 🎀@_tobyblush

Girl to girl: Share your biggest lesson in a relationship so that others don’t repeat it.

English
35
650
4K
244.1K
ropz retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Aku setuju sama ini. Menghindari rasa sakit itu hampir mustahil, tapi kita bisa memilih jenis rasa sakit, antara clean pain dan dirty pain. Clean pain tuh rasa sakit yg datang dari keputusan jujur dan berani. Kayak rasa sakit saat kamu memutuskan buat berkata jujur, meski akhirnya harus nyakitin orang lain. Atau rasa sakit karena kamu harus ninggalin sesuatu yang udah nyaman demi hal yang lebih baik di masa depan. Dirty pain? Biasanya berasal dari menghindari kenyataan dan akhirnya malah terjebak di drama panjang yg enggak ada ujungnya. Jadi, saat kamu harus memilih, mending pilih clean pain deh. Kamu sendiri, lebih sering hadapin clean pain atau masih suka ketahan sama dirty pain? Gimana cara kamu ngadepin pilihan susah ini?
Kpaxs@Kpaxs

Always choose clean pain over dirty pain. Clean pain is the pain of telling the truth. The pain of leaving. The pain of disappointing someone. The pain of starting. The pain of being bad at something new. The pain of saving money instead of buying the thing. The pain of going to bed while the party continues. The pain of facing the blank page. Dirty pain is the pain of avoiding clean pain. The pain of staying too long. The pain of lying. The pain of living above your means. The pain of being known inaccurately. The pain of watching your life shrink around a fear you refuse to face. The pain of managing the consequences of cowardice. Clean pain is often sharp and brief, dirty pain is dull and chronic. Self-respect is paying the clean cost early.

Indonesia
10
583
2.1K
57.7K
ropz retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Jadi ada fenomena ilmiah yang namanya 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝘁𝗶𝘃𝗲 𝗠𝗮𝗹𝗲 𝗔𝗹𝗲𝘅𝗶𝘁𝗵𝘆𝗺𝗶𝗮 (𝗡𝗠𝗔), yaitu kondisi di mana pria cenderung kesulitan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengekspresikan emosi karena pengaruh norma sosial yang mengajarkan “pria harus kuat, tidak boleh cengeng, dan emosi adalah tanda kelemahan”. Penelitian memang menunjukkan adanya perbedaan gender dalam kemampuan untuk mengekspresikan emosi. Anak perempuan cenderung lebih ekspresif pada emosi positif dan internalizing (seperti sedih), sementara anak laki-laki lebih menahan diri. Sejak kecil pria disosialisasikan untuk menekan emosi negatif, seperti sedih atau takut, agar tampak “maskulin”. Akibatnya, pria sering memilih diam demi “menjaga kedamaian”, menghindari konflik, atau karena merasa “mengungkapkan emosi tidak akan mengubah apa pun”. Namun, di balik itu ada mekanisme psikologis yang lebih dalam yaitu pria cenderung menggunakan strategi penekanan emosi daripada ekspresi verbal. Semoga bermanfaat! Sumber: -The Normative Male Alexithymia Scale: Measurement of a Gender-Linked Syndrome -Gender and Emotion Expression: A Developmental Perspective
your saving place💫❤️@nurxaledaaa

Yang cowo nih, ku mau tanya yaaa? Biasanya kenapa cowo itu selalu mendem emosinya dan gak expresif? Ini kita cewe cewe nebak-nebak lho yang bapak semua pikirin apa kalo diem 😞

Indonesia
17
215
823
40.5K
ropz retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Advice ini bagus bgt. Kadang kita terlalu fokus sama persaingan, padahal ada cara lebih simpel buat sukses: jadi orang yang gampang didukung. Gimana caranya? - Selalu berbuat baik meski kadang ga dapet balasan langsung. - Jadi orang yang bisa diandalkan, ga cuma buat diri sendiri tapi juga orang lain. - Jangan pelit kasih apresiasi ke pencapaian temen, meskipun cuma hal kecil. - Kerja keras tanpa banyak ngeluh itu kunci, orang bakal liat dan respek usaha kita. - Bawa energi positif ke mana pun kamu pergi, bikin orang betah deket sama kamu. Percaya deh, kalo kita bikin hidup orang lain lebih baik, pintu kesempatan bakal kebuka tiba2. Setuju ga?
Blake Burge@blakeaburge

Underrated life advice: Make yourself easy to root for. Be kind. Be reliable. Celebrate other people’s wins. Work hard without complaining. Carry good energy into rooms. You'll be shocked by how many doors open for you by making life better for others.

Indonesia
7
350
1.4K
34.9K
ropz retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Aku sebagai cowok hanya ingin memberi pesan, khusus nya buat kalian para perempuan, berhati2 lah dalam memilih laki2 untuk di jadikan suami, mungkin kalian para perempuan merasa malu, usia 27, 30, 35, 37 dsb belum nikah, tapi kalian jangan terburu2 untuk nikah ya Le, karena sifat asli lelaki itu akan ketahuan setelah nikah, jadi selama kalian pacaran, itu sifat laki2 biasanya bukan sifat asli nya, jadi jangan sampai kalian salah pasangan ya Le. Nikah itu, bukan hanya tinggal sama fisik nya, tapi juga kalian akan tinggal bersama dengan akhlak nya, sifat nya, kelakuan nya juga, berapa banyak di luaran sana, para perempuan yang menderita di pernikahan nya, mereka mau cerai juga dilema, karena punya anak banyak, bingung mau kerja apa, sementara punya suami tapi pelit, akhlak nya buruk, patriaki, kasar, perhitungan dll Jadi meskipun teman2 perempuan mu udah nikah, semantara usia mu mungkin ada yg di atas 30 belum nikah, itu jauh lebih baik dari pada punya suami yang akhlak nya jelek, kalau kalian sedang pacaran, terus pacar mu ketahuan 1x melakukan hal yang jelek, entah itu selingkuh, pernah kasar main fisik dll, lebih baik putus kan, cari cowok lain yang jauh lebih baik, kalian jangan bucin, kalian jangan mikir" ah nanti juga setelah nikah dia akan berubah", jawab an nya "tidak akan berubah" Kalian belum nikah, mungkin kesepian, tapi banyak para perempuan yg udah nikah, mereka kesepian karena suami nya sibuk sama hp, pulang kerja malah nongkrong, pulang nya malem, istri gak di tanya cape ngak , gak romantis sama istri, romantis pas ada mau nya aja Intinya, kalian pintar2 lah dalam menjadikan laki2 sebagai suami ya Le. cc:fbian
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
166
1K
5.6K
436.6K
ropz retweetledi
​𝐥𝐲𝐫𝐚
​𝐥𝐲𝐫𝐚@sunnkssdseraph·
According to psychology some people will never reach out and speak to you again because they don't have the maturity to cope with the fact that they did you wrong and you didn't deserve it. Since they lack accountability, they will create a made-up narrative about you so they don't feel bad about themselves.
quote@itsmubashi

Hit me with the harshest reality truth.

English
119
3.2K
17K
1.2M
ropz retweetledi
𝕾𝖎𝖗 𝕮𝖍𝖗𝖎𝖘
things to do with your dad before time takes that chance away. pay solid attention; 1. call him first; not because you need money not because there’s a problem, just to hear his voice. one day, you’ll wish you could make that call again. 2. sit beside him with no distractions; no phone, no rushing and no pretending to listen. just presence, that matters more than you think. 3. ask him about the struggles he never talks about; how he handled failure, what kept him awake at night and what almost broke him. you may discover your father fought battles in silence. 4. buy him something small; a shirt, a meal or even his favorite snack. it’s rarely about the gift, it’s the feeling of being remembered. 5. let him teach you something; how to repair something, how to make a decision and how to stay calm under pressure. fathers often speak best through actions not speeches. 6. take a drive or a walk together; no destination needed. men open up more when the moment doesn’t feel too serious. 7. tell him you noticed his lifetime sacrifices; the bills paid, the stress hidden & the responsibilities he carried without complaint. some fathers spend their whole lives providing and never hear they were appreciated till they die. 8. watch his favorite thing with him; football, the evening news on his favourite mainstream news channel and maybe old movies (my own dad really loved the gods must be crazy) lol so step into his world for a moment, that shared time stays longer than you expect. 9. take a good photo together; not someday i mean now cos memories fade but some pictures become priceless. start today if you can, love delayed often becomes regret. bookmark and share with others, buena suerte 👍
𝙼𝓇 𝒟𝒶𝓋𝔢@MrDavesonn

what are some things everyone should do with their dad while he’s still alive?

English
4
29
104
3.6K
ropz retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Buatku pribadi, aku bisa bertahan dan bisa sampai di titik ini kombinasi dari keduanya dan banyak hal lainnya. Aku yakin aku punya kemampuan yang cukup untuk bersaing tapi ada pula campur tangan 'hoki' yang terjadi dalam hidupku. Menurut renunganku sendiri, apa yang disebut 'hoki' ini mungkin berkat dari Tuhan. Hoki ini bisa datang dari bantuan orang lain, bisa juga bentuknya timing, dll. Misalnya, dalam kerjaan. Sejujurnya kalau diingat aku gak pernah benar2 merasakan fase 'nganggur' atau frustrasi cari kerja. Aku selalu santai2 tapi "tiba-tiba" ditawarin kerjaan, iseng ngikutin aja, lalu keterima. Kerjaanku yang sekarang pun begitu. Aku gak bener2 nyari kerja. Aku dikasih tau lowongan sama dosenku, apply, 3 hari kemudian wawancara, deal di hari yang sama ketika wawancara selesai. Kalo dosenku nggak ngeshare, mungkin kemampuanku 'sia-sia' pada waktu itu, ya soalnya gak 'ketemu' lowongannya. Skill wawancaraku dll. nggak akan kepake karena gak akan ada tahap wawancara. Jadi, aku selalu percaya kemampuanku doang nggak cukup. Hidupku juga penuh banyak bantuan dari tangan orang lain tanpa disadari.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

gaes jujur.... kamu bisa bertahan sampai hari ini lebih besar karna hoki atau karna kemampuanmu???

Indonesia
3
14
121
3.9K
ropz retweetledi
Lexvia
Lexvia@itslexxviia·
Mungkin ada yang belum tahu kalau kita bisa membaca artikel-artikel dari majalah The Economist secara GRATIS dengan cara mendaftar sebagai anggota perpustakaan digitalnya British Council. Setelah mendaftar keanggotaan, kita tinggal mendownload app pressreader dan sign in menggunakan kartu kita. Bukan hanya The Economist, tapi kita bisa mengakses dan membaca gratis banyak majalah dan koran-koran dari berbagai negara. Tidak hanya topik politik atau bisnis, bahkan sampai ke topik tentang hewan, gardening, architecture, travelling, entertainment, cooking, dst. Contohnya ini yang aku pinjam (lihat gambar 3 & 4)
Lexvia tweet mediaLexvia tweet mediaLexvia tweet mediaLexvia tweet media
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
51
1.9K
6.3K
132.7K
ropz retweetledi
Akang Boyband
Akang Boyband@dddddchoco·
@keluhkesahkonoh Laki-laki tuh banyak yang dibesarkan untuk menjadi "bukan perempuan", bukan dibesarkan dengan mindset bagaimana jadi "laki-laki". Jadi ya gitu
Indonesia
2
206
2.6K
84K
ropz retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Ternyata kalau gue baca-baca, omongan Raditya Dika tentang 'gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue’ adalah bentuk personal boundaries yang sehat. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menjelaskan bahwa menjaga privasi (tidak over-sharing dan tidak terlalu ikut campur urusan orang) memberikan manfaat psikologis besar yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa otonomi, kontrol atas diri sendiri, memperkuat identitas diri, dan memperbaiki hubungan interpersonal. Selain itu, adanya privasi juga membantu seseorang merasa aman secara emosional karena tidak ada tekanan untuk “perform” atau dibanding-bandingkan. Penelitian lain mengatakan bahwa semakin sadar seseorang terhadap batas pribadinya, semakin tinggi juga kualitas hidupnya. Dengan menjaga privasi dan batas pribadi, kita berusaha melindungi kesehatan mental, menghemat energi, dan hidup lebih damai. Penelitian terutama pasca-pandemi dan era media sosial semakin menguatkan bahwa “minding your own business” adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesejahteraan jiwa di dunia yang hyper-connected ini. Semoga bermanfaat! Sumber: 1. The Psychological Benefits of Keeping Your Life Private
Keith.@recausze

makin dewasa makin relate sama omongan nya raditya dika: “gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue”

Indonesia
24
1.3K
4K
141.6K
ropz retweetledi
Lisa
Lisa@elisabetguwanto·
dulu, kayaknya aku ga pernah diajarin ANALYTICAL READING di sekolah. semua pertanyaan mentok di "kalimat utamanya apa?" atau "mana pernyataan yg benar menurut teks di atas?" kalo dikasih soal2 yg jawabannya tersirat atau disuruh interpretasi, malah jadi bingung sendiri 🥲
Lisa tweet media
Indonesia
9
1K
4.5K
94.1K
ropz retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Di zaman sekarang justru yang paling susah itu bukan cari uang aja, tapi ngontrol emosi dan tetap punya hati yang lembut. Banyak orang gampang terpancing, gampang marah, gampang nyakitin orang lain karena hidup juga lagi berat-beratnya. Makanya kalau kita bisa belajar tenang, memaafkan, dan gak memperumit hidup orang lain, itu sebenarnya udah jadi bentuk kedewasaan yang mahal banget sekarang.
heicho@pemudatangguh_

Belajar kontrol emosi, belajar memaafkan, gak perlu membesar-besarkan masalah, belajar ikhlas dan mempermudah hidup orang lain. Nanti kamu bakal ngerasain sendiri urusan hidupmu jadi jauh lebih mudah dan lancar kayak jalan tol.

Indonesia
4
255
742
20.4K