Sabitlenmiş Tweet
rwnaa
723 posts

rwnaa
@rrzwna
Unpad'25 officially🧡 | #collegetwt🎓 ex semigap
Katılım Eylül 2024
200 Takip Edilen51 Takipçiler
rwnaa retweetledi

@draftanakunpad4 Eh ini mahasiswa di indo lgi pada kenapa dah anj, lu tuh udh dibiayain sama ortu lu dan itu ga murah. lu tuh cuman harus duduk tenang, belajar yang bener, udh gausah ada gerakan tambahan monyet.
Indonesia
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi

@draftanakunpad4 di kosku kak aman bgt 850k/bulan di sayang atas enakk bisa perbulann
Indonesia
rwnaa retweetledi

@draftanakunpad4 org dikuliah buat belajar bukan buat fashion show, gpp kak keliatan kok dianya cuman mau jaga penampilan bukan mau jaga otak🤣🤣
Indonesia
rwnaa retweetledi

@draftanakunpad4 anw baru tau ada yg suka ngomongin/nyinyirin tentang barang branded gini kaya kurang kerjaan bngt tu orang. udah cuek ajaa, sebenernya disekitar kita pake tas 30 rebu toko oren diskon ambyar spesial tanggal kembar juga gaada yg ngeh, emng kurang kerjaan bngt ye orang orang nih
Indonesia
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi

Soal copyright:
Di dunia akademis, ada perusahaan mafia raksasa bernama Elsevier.
Grup pemilik Elsevier merampok £3.3 miliar per tahun.
Mafia Jurnal Elsevier menguasai distribusi jurnal akademis di planet.
Padahal, mereka tidak berkontribusi terhadap pengecekan kualitas jurnal.
Dosen dan peneliti yang mengecek keabsahan jurnal yang dipublikasi tidak menerima royalti apapun dari Elsevier.
Untuk mempublikasikan paper ke jurnal milik Elsevier, harus bayar.
Untuk mendownload paper dari jurnal milik Elsevier, juga harus bayar.
Elsevier sendiri hanya gabut saja. Mereka tidak melakukan apapun kecuali merampok dan memalak.
Akibat biaya random dan mencekik yang dipalak oleh Elsevier, hingga ratusan dollar per access paper, universitas-universitas di negara miskin menjerit.
Perkembangan riset di negara-negara miskin itu pun terhambat bahkan mati.
Bukan hanya negara-negara miskin, universitas di negara-negara kaya juga menjerit dan sempat mengadakan boikot.
Budaya publikasi preprint ke Arxiv salah satunya berasal dari sini. Jika paper dipublikasi gratis sebelum dipublish, kita tinggal download preprintnya saja.
Sekelompok peneliti di Kazakhstan pun membuat alternatif bernama Sci-Hub yang dengan berani membajak sebanyak-banyaknya paper dari Elsevier dan menguploadnya secara gratis

Indonesia
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi
rwnaa retweetledi


















