
rui
13.7K posts

rui
@ruibinnie
Hanbin • iKON • Treasure • kdrama • i tweet random things sometimes
Katılım Nisan 2010
455 Takip Edilen458 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet

To anyone who having hard day....
This Kim Hanbin for you.
"You can do it. And, dont be bad... Dont be sad"
And that smileeeee 🙂 @shxx131bi131
English
rui retweetledi

Baca ini ngeri bgt ya ampun. Ga kebayang klo ada kasus ibu hamil, ibu menyusui, sm balita keracunan. Benerin dulu tuh standar hygiene SPPG. Ngasih ke siswa aja msh banyak yg keracunan, ini malah mau ngasih ke 3B
tempo.co@tempodotco
BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat Kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita)
Indonesia
rui retweetledi

Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Indonesia
rui retweetledi

a child comforts a child…
this should not be normalized
HatsOff@HatsOffff
In Gaza, a boy comforts his younger brother after losing their mother.
English

@KimHoneyyyy Iyaa aku juga ngeh inii 😂 aslii kenapa sih ini.. padahal mereka sedeket itu dulu dikit dikit komen
Apalagi ini tentang hal yang krusial kan
Ngga mungkin ngga kenapa napa sih
Indonesia

@ruibinnie Dan yang lain masih pada denial. 🤣 bahwa masalah like itu adalah kekanakan.
. Btw jihyun juga like postingan jiyeon . Tp di postingan MK dari kemarin ga ada satupun dari mereka yang memencet tombol. Terlalu kentara banget
Indonesia

Jiyeon sama yunnyeong kenapa ga ada yang like postingan minkyung
Tapi pas di postingan jiyeon YY like
Sumpah #TransitLove4 such a mess sihhh masih menerka nerka yang terjadi 😂🥲
Indonesia
rui retweetledi

Guys, BPS baru merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 2026 dan angkanya mengejutkan banyak orang.
5,61 persen year-on-year. Melampaui ekspektasi konsensus yang hanya 5,4 persen.
Tapi tunggu dulu sebelum ikut-ikutan tepuk tangan. Karena kalau dibaca lebih dalam datanya justru menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekedar angka yang kelihatannya bagus.
Mulai dari yang paling mencolok di slide BPS ini.
Konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen year-on-year.
Itu adalah angka yang sangat tidak normal.
Untuk konteks konsumsi rumah tangga yang merupakan 54 persen dari PDB hanya tumbuh 5,52 persen.
PMTB atau investasi tumbuh 5,96 persen. Ekspor hanya tumbuh 0,90 persen.
Tapi konsumsi pemerintah meledak 21,81 persen.
Dan BPS sendiri dalam slidenya secara eksplisit menjelaskan apa yang mendorong angka itu gaji ke-14 alias THR pegawai negeri dan belanja barang yang diserahkan ke masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.
Ini adalah pertanyaan yang paling penting dan paling jarang ditanyakan dengan jujur.
Kalau pertumbuhan ekonomi kita di Q1 2026 sangat bergantung pada konsumsi pemerintah yang naik 21 persen lebih dan konsumsi pemerintah itu didorong oleh THR PNS dan MBG maka pertumbuhan itu bukan pertumbuhan organik dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Itu adalah pertumbuhan yang dibiayai oleh pengeluaran negara yang luar biasa besar.
Dan kita sudah tahu kondisi fiskalnya.
Subsidi energi sudah jebol 266 persen dari target dalam tiga bulan.
Rupiah di Rp17.4400 level terlemah sepanjang sejarah.
Dua Dirjen Kemenkeu baru dicopot karena data restitusi pajak yang salah senilai Rp25 triliun. Dan Menkeu sendiri mengaku tidak tahu detail skema pembiayaan Kopdes Merah Putih.
Dalam kondisi fiskal seperti itu pengeluaran pemerintah naik 21,81 persen.
Uangnya dari mana?
Soal validitas data BPS dan pertanyaan apakah angkanya mencerminkan kondisi nyata di lapangan ini adalah perdebatan yang sangat sah untuk diangkat.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan kritis.
Pertama MBG masuk sebagai komponen konsumsi pemerintah yang menaikkan angka PDB.
Tapi MBG sendiri sudah banyak dilaporkan bermasalah di lapangan keracunan massal di berbagai daerah dari Sumatera sampai Jawa sampai Sulawesi yang sudah lebih dari 6.000 kasus,
kualitas makanan yang tidak sesuai standar gizi yang dijanjikan, pembelian motor listrik senilai Rp1,2 triliun yang tidak ada kaitannya dengan program makan anak, dan survei Policy Research Center yang menemukan hanya 6,5 persen yang merasakan manfaatnya sampai ke anak secara signifikan.
Tapi di data PDB angka itu tetap tercatat sebagai pengeluaran pemerintah yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Apakah itu benar secara teknis statistik?
Ya benar.
Tapi apakah itu mencerminkan peningkatan kesejahteraan nyata rakyat?
Itu pertanyaan yang jawabannya jauh lebih kompleks.
Kedua ada satu angka di slide ini yang sangat mencurigakan dan hampir tidak ada yang membahasnya impor negatif 20,29 persen dalam distribusi.
Impor yang berkontribusi negatif sangat besar terhadap PDB.
Ini bisa berarti impor turun drastis yang bisa jadi refleksi dari daya beli yang melemah di sisi konsumsi barang-barang impor atau bisa juga refleksi dari aktivitas industri yang melambat sehingga impor bahan baku turun.
Kalau impor bahan baku turun karena industri melambat maka pertumbuhan ekonomi yang kelihatannya bagus di atas kertas bisa menjadi alarm bahwa mesin produksi kita sedang tidak berputar dengan sehat.
Pertanyaan yang perlu diajukan kepada BPS dan pemerintah adalah satu yang sangat sederhana.
Pertumbuhan 5,61 persen ini datangnya dari mana dan berkelanjutan tidak?
Kalau pertumbuhan ini sangat bergantung pada konsumsi pemerintah yang melonjak 21 persen maka di Q2 dan Q3 ketika belanja pemerintah kembali ke level normal dan anggaran makin tertekan apakah pertumbuhan ini akan bertahan?
Ferry Latuhihin sudah mengingatkan ini jauh-jauh hari impoverishing growth.
Ekonomi bisa tumbuh secara statistik sementara kelas menengah menyusut 10 juta orang.
Kedua hal itu bisa terjadi bersamaan dan itulah yang sedang kita saksikan.
5,61 persen itu angka yang bagus di kertas. Tidak perlu dibantah.
Tapi konteksnya perlu dipahami dengan utuh. Pertumbuhan yang didorong oleh pengeluaran pemerintah yang tidak sustainable dalam kondisi fiskal yang sedang berdarah-darah bukanlah pertumbuhan yang bisa dirayakan terlalu keras.
Yang perlu dirayakan adalah ketika konsumsi rumah tangga tumbuh bukan karena disubsidi MBG tapi karena penghasilan riil masyarakat naik dan lapangan kerja berkualitas tersedia lebih banyak.
Dan data itu belum ada.

Indonesia
rui retweetledi
rui retweetledi
rui retweetledi
rui retweetledi

After Zayn Malik was hospitalized, a local florist was flooded with bouquet orders for the star.
In response, his family is asking fans to donate the cost of flowers to a Palestine fundraiser instead.
@zaynmalik


English
rui retweetledi

gue suka banget kalimat ini:
“Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran.
Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.”
Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin.
Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri.
Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu.
Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang.
Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik.
Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja.
Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
Indonesia
rui retweetledi

Coba dipikir.
DKI Jakarta bikin 103 sekolah gratis pake dana Rp253M yg relatively setara dengan pembangunan 1 sekolah garuda yg anggarannya Rp200M per sekolah
folkative@insidefolkative
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan gratiskan 103 sekolah swasta di Jakarta, gelontorkan dana Rp253, 6 Miliar.
Indonesia
rui retweetledi

Bapak ini lebih pantas dibelikan motor oleh negara.
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi
Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang 🎥: Kompas.com
Indonesia
rui retweetledi
rui retweetledi
rui retweetledi
rui retweetledi

dari alphard jadi mobil MBG sampe perayaan ultah di hotel 200 jeti menurut gw ini lagi nginjek-nginjek masyarakat di tengah anjloknya ekonomi
dwynna@Dwynna_Win
it’s sooo marie antoinette coded
Indonesia
rui retweetledi

BESOK SIDANG DI MK MENDENGARKAN KETERANGAN PRESIDEN DAN DPR. GUGATAN NO 55 TERHADAP MBG DALAM UU APBN 2026.
Selasa, 14 April 2026.
Pukul 10.30 WIB.
MOHON DOANYA,
@penduduk_lokal_ jangan lupa kacamata item.
guys kalau mau kirim martabak dan kopi, bolehlah ke alamat MK. Satpamnya ramah-ramah kok.

Indonesia








