anakpaktono

12.6K posts

anakpaktono banner
anakpaktono

anakpaktono

@rwdpsty

I used to hate myself

Indonesia Katılım Ağustos 2010
595 Takip Edilen442 Takipçiler
anakpaktono retweetledi
anakpaktono retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah. Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan. Selamat Hari Buruh #Muhammadiyah
Muhammadiyah tweet media
Indonesia
425
6.5K
18.3K
2.5M
anakpaktono retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Ibrahim Arief pernah terpilih sebagai 40 Under 40 Fortune Indonesia. Skrng, tragis betul nasibnya.. Via: Fortune "Biasa dipanggil Ibam, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah bekerja pada sejumlah perusahaan teknologi Eropa kala mengejar gelar Master di benua itu dalam program Erasmus Mundus CIMET. Setelah pulang ke Indonesia pada 2016, dia bergabung dengan Bukalapak dan kemudian menduduki posisi VP of Engineering, VP of R&D serta melapor ke CTO dan COO. Di sana Ibam, 39, turut membawa perusahaan all-commerce itu untuk tumbuh pesat dan mengubahnya dari perusahaan rintisan kecil menjadi unicorn teknologi yang beroperasi pada berbagai ranah mulai dari e-commerce hingga fintech. Di antara yang menjadi jejaknya di sana adalah pendirian divisi Litbang untuk AI yang mendorong transaksi tahunan tambahan senilai ratusan juta dolar AS. Pada 2019, dia berlabuh di OVO, salah satu perusahaan fintech terbesar di dalam negeri, dengan tanggung jawab yang meliputi rekrutmen dan pengembangan tim. Kini dia CTO di Govtech Edu Indonesia, membangun dan mengembangkan sebuah organisasi berisi sekitar 450 orang, serta melahirkan berbagai produk teknologi berskala besar untuk pemerintah Indonesia. Di antara produk-produk itu adalah sebuah superapp yang dapat mempercepat pembelajaran dan pengajaran berkualitas, hingga platform edukasi untuk jutaan siswa. Ada cerita unik tentangnya saat menimbang pekerjaan di Govtech Edu. Saat itu, dia sebenarnya sedang didekati oleh Facebook, dan ditawari untuk bekerja di luar Indonesia. “Rencana awal saya adalah bertolak ke Eropa dan membangun karier saya di Facebook London,” katanya dikutip dari laman Medium Govtech Edu. “Tetapi, setelah menimbang-nimbang dan melalui proses pengambilan keputusan yang sulit, saya memilih untuk tinggal di Indonesia demi bekerja dengan Govtech Edu.”
A. Ainur Rohman tweet media
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
67
1.8K
4.1K
201.7K
anakpaktono retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita? Rasa tenang. Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi. Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya. Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan. Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik. Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap. Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Anggra@adrwp

@khanifirsyad Bang, tanda-tanda "kalo jodoh, jalannya bakal keliatan" itu gimana?

Indonesia
302
9.4K
37.1K
2.3M
anakpaktono retweetledi
anakpaktono retweetledi
Mujab MS
Mujab MS@MSMujab22·
Setuju Pak. Yg tdk diidentifikasi oleh LPDP itu kemampuan bahasa Inggris itu masalah struktural, baik akses maupun biaya. Sy tumbuh besar di Tegal, baru aktif belajar English ya ketika di UI. Di SMA plg mentok belajar tenses aja. Blm lg biaya IELTS super mahal ———
IG @burhanuddinmuhtadi@BurhanMuhtadi

Bisa jadi. Saya pribadi merasa Maudy Ayunda misalnya, tak layak menerima beasiswa LPDP. Saya kira banyak anak Indonesia yg pintar tapi karena akses info atau IELTS/TOEFL yg kurang lalu gagal dapat beasiswa LPDP. Lebih baik mereka diterima dulu, lalu LPDP meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dulu sblum berangkat. Kayak beasiswa AAS atau ADS yg buat skema pre departure training.

Indonesia
11
154
754
36.4K
anakpaktono retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Keputusan & kajian Chromebook dibuat pejabat2 kementerian, yang kemudian "cuci tangan" bilang "dari konsultan" Inilah FAKTA yang terungkap dalam persidangan Ada 100+ jam fakta2 rekaman sidang yang perlu aku analisa, padahal sebulan lagi putusan Saatnya fight bikin AI lagi 👇🏼 Seminggu terakhir ngga ada sidang karena pengadilan libur lebaran. Tapi bukan berarti aku bisa libur juga. Tinggal 35 hari lagi menuju sidang putusan, perkiraannya di 30 April 2026. ✍️ Dari menjalani sidang sebagai terdakwa, aku belajar bahwa fakta yang punya kekuatan hukum hanyalah yang diucapkan di bawah sumpah. Banyak pernyataan di BAP yang tidak bernilai kecuali diulang di bawah sumpah sidang. Ini kenapa dalam sidang terbuka seperti perkaraku, advokat biasa rekam seluruh dialog persidangan. Supaya pas susun pledoi, bisa cek ulang apa yang saksi sebenarnya katakan. 🧐 Total rekaman sidangku sudah lebih dari 100 jam. 🤯 Masalahnya, banyak fakta penting terpendam di dalamnya, dan selama ini kita hanya bisa bergantung pada ingatan dan catatan sendiri untuk menebak di rekaman mana fakta tersebut terungkap. Awalnya aku coba unggah rekaman2 itu ke aplikasi seperti NotebookLM, tapi volumenya terlalu besar, beberapa unggahan bahkan ditolak. Yang lebih mengkuatirkan, hasilnya sering halusinasi dan AI-nya tertukar siapa yang bicara apa. Hal seperti ini bisa fatal untuk pembelaan. 😔 Situasi ini mirip dengan beberapa bulan lalu, ketika aku terima dokumen 4.500+ halaman persiapan sidang. Mustahil bisa baca dan ingat semuanya dalam waktu memadai. Ketika aku diskusi AI yang aku bangun dengan Pak Bambang Harymurti, mantan pemred Tempo, beliau cerita bahwa information overload seperti ini sangat dirasakan juga oleh hakim. ⚠️ Beliau cerita kalau majelis hakim sampai tingkat Mahkamah Agung bisa menghadapi ribuan kasus per tahun, setiap sidang bisa berlangsung dari pagi sampai malam, dan tidak semua dialog dalam sidang bisa dicatat rapi oleh panitera. Di sini AI bisa bantu. Bukan hanya untuk advokat dan terdakwa, tapi juga berguna untuk meringankan beban majelis hakim dan penuntut umum sekalipun. Agar berguna dan dapat digunakan semua pihak dalam persidangan, AI-nya butuh tiga kemampuan berikut: 1. Bikin transkrip yang cukup akurat dari rekaman Bahasa Indonesia, sampai ke level menit dan detik untuk setiap kata. ⏱️ 2. Deteksi ketika pembicara berganti, misalnya dari perubahan nada suara. 💬 3. Identifikasi siapa yang sedang bicara, misalnya apakah yang sedang bertanya kepada para saksi adalah hakim atau advokat, dan saksi siapa yang menjawab. 🗣️ Kalau ketiga tahap itu terpenuhi, datanya tinggal diintegrasikan dengan AI yang pakai jaringan pengetahuan perkara yang sudah aku buat. Jadinya kita bisa langsung tanya apa yang terjadi di setiap persidangan, dan bahkan minta dibandingkan dengan isi BAP seluruh saksi. Tapi permasalahan ini ngga mudah dan ngga murah. Salah satu tim advokatku bahkan sampai keluar Rp7 juta untuk alat rekam dan transkrip otomatis 😱 Namun sayangnya, banyak alat seperti itu yang akurasinya kurang bagus untuk Bahasa Indonesia. Jadinya aku mulai eksplorasi, pertama-tama lewat instruksi ke AI coding assistant untuk riset berbagai model dari berbagai provider, pakai sampel rekaman persidanganku sendiri. Tapi setelah aku tinggal mereka untuk riset semalaman, di pagi hari laporannya mengecewakan: Tidak ada satupun model AI yang bisa memenuhi ketiga kebutuhan di atas untuk Bahasa Indonesia. Di titik ini rasanya ingin mengeluh, kenapa Indonesia banyak hambatan dibanding negara lain. Tapi mengeluh ngga bakal bantu pembelaanku 😅 Karena taruhannya meluruskan tuduhan dan mengembalikan kebebasanku, mau ngga mau solusinya harus dicari. Akhirnya solusiku adalah: AI-nya dipecah jadi tiga tahap dengan tiga model berbeda. Salah satu keuntungan bangun AI sendiri, kita bebas pilih model terbaik untuk setiap kebutuhan, dan AI yang aku bangun bisa jadi koordinator agar model2 tersebut saling gotong royong bangun hasil terbaik. Sekarang alurnya jauh lebih enak 👇🏼 Tinggal daftarkan sidangnya, pilih nama2 saksi yang sudah terdeteksi dari BAP, dan unggah semua rekaman persidangan. Transkrip otomatis dibuat, lengkap dengan penanda waktu dan sudah dikelompokkan per pembicara.
Indonesia
52
393
1.5K
116.2K
anakpaktono retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Alasan kami menggugat MBG di MK, karena persoalan anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah menurun drastis, yang berakibat di rumahkannya para guru ASN PPPK. Fenomena ini bak domino, satu persatu kepala daerah merumahkan para guru PPPK ini. Ingat, kita sudah menyalakan tanda bahaya. Namun pemerintah abai dan sibuk menggaji pemilik SPPG biar lebih giat berjoget dengan gaji 6 juta perhari. Perang Iran dan krisis minyak hanya mempercepat malapetaka ini. Ulasan lengkap saya tulis di opini kompas, "Reset Pendidikan."
Iman Zanatul Haeri tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Breaking News !!! Banyak Pemda akan merumahkan PPPK & PPPK PW, akibat kondisi keuangan Daerah yang memilukan. here we go !! CPNS tidak dibuka PPPK di rumahkan bayangkan ini terjadi di pada guru di provinsi dan Kabupaten. Siapa tuh yang bakal ngajar anak-anak kita. ABRI kah?

Indonesia
183
10.4K
17.6K
364.1K
anakpaktono retweetledi
Fahmi
Fahmi@FahmiAgustian·
Kalau kamu pilih istri yg tepat, kamu gk akan khawatir tentang Ibumu. Alhamdulillah, istriku @tisaanindita sangat menyayangi Ibuku seperti ia menyayangi ibunya sendiri. Jadi, soal rejeki, saya gk pernah khawatir. Juga soal berbagi, saya gk perlu ngajarin istri saya, dia yg lebih sering inisiatif. Tau-tau dia WA, "Mas, aku tadi transfer sekian buat Ibu." Tidak perlu berdebat, tidak perlu pusing. Autopilot. 😊 Semua disyukuri. Alhamdulillah.
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera

SETELAH MENIKAH, LEBIH UTAMA ISTRI ATAU IBU? Dalam urusan "nafkah", istri dan anak adalah tanggung jawab utama suami. Menafkahi keluarga kecil adalah kewajiban no satu, sementara kepada ibu kewajiban membantu berlaku ketika beliau sedang dalam kesulitan. Dalam urusan bakti dan ketaatan, selama tidak bertentangan dengan syariat, posisi ibu tetap menjadi yang paling utama bagi seorang anak laki laki. Kesimpulannya: pernikahan bukan tentang memilih salah satu, tapi belajar bersikap adil, menjaga keseimbangan dan menunaikan hak keduanya, dengan penuh tanggung jawab

Indonesia
6
29
151
16.2K
anakpaktono retweetledi
pikri
pikri@maulanafikri455·
ada yang lebih lucu dari ini? lebih mempermasalahkan lebaran beda 1 hari yang bahkan tidak merugikan rakyatnya daripada yang korupsi quota haji yang merugikan jamaah haji kalo dari logika aja udah aneh ahaha
Indonesia
144
5.2K
13.6K
130.7K
anakpaktono retweetledi
Muhammadiyin
Muhammadiyin@MuhammadiyinGL·
Tren Mamamu cari menantu orang Muhammadiyah sudah bergeser POV Masa depan suami aktif di Muhammadiyah istri aktif di Aisyiyah... 😘😘😘
Indonesia
13
55
452
39.9K
anakpaktono retweetledi
Jin x Supreme ❤️‍🔥
How the iconic Power Rangers Zord shot was filmed 👀🔥
English
47
1.5K
10K
672.9K
anakpaktono retweetledi
KOLONI GIGS
KOLONI GIGS@kolonigigs_·
ABSOLUTELY BHAAAMP 😭 Line up Pespor tahun ini udah dibocorin sama CEO Aldis Burger @alditaher_indo 🍔🍔
KOLONI GIGS tweet mediaKOLONI GIGS tweet media
Indonesia
87
331
5.2K
302.1K
anakpaktono retweetledi
Zulfikar Akbar
Zulfikar Akbar@zoelfick·
"Ini hape siapaaaa?" Pemiliknya datang. Buka dengan Face ID. Selesai. Dunia lebih menyenangkan berkat orang jujur.
Indonesia
267
10.5K
99.8K
4.1M
anakpaktono retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan. Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial. Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran. Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa. Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli. Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka. Ironis.
🍀 icha cha 🍀@1cha0cha

@ainurohman thank u mas ainur udah ngasih data nya. Korsel semenjak semakin terkenal di global tuh makin ngerasa negara superior, mereka lupa diri kalau tanpa negara lain.. negara mereka b aja 😔😔

Indonesia
327
4.2K
14.3K
1.9M
anakpaktono
anakpaktono@rwdpsty·
aneh bgt ios 26
Indonesia
0
0
0
117
anakpaktono
anakpaktono@rwdpsty·
hari telat sedunia
Indonesia
0
0
0
119
anakpaktono
anakpaktono@rwdpsty·
tiktod isinya india2 terusss wkwk
Indonesia
0
0
0
148