𝕽𝖞𝖆𝖓

663 posts

𝕽𝖞𝖆𝖓 banner
𝕽𝖞𝖆𝖓

𝕽𝖞𝖆𝖓

@ry4nrivaldi

Hanya Seorang Pria Biasa

Medan, Sumatera Utara Katılım Eylül 2025
90 Takip Edilen6 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
𝕽𝖞𝖆𝖓
𝕽𝖞𝖆𝖓@ry4nrivaldi·
Suatu negara tentunya akan hancur karena satu hal, yakni ketidakmampuan untuk berubah.
Indonesia
0
0
1
141
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pemerintah sedang melakukan nasionalisasi ekonomi. Bisnis yang dirampas: Indomaret, Alfamart, Alfamidi, warung madura. Semua. Semua diganti state monopoly Kopdes yang dikelola asal-asalan oleh preman. Jutaaan karyawan akan dipecat. Inovasi logistik, pelayanan dibanting hancur.
zhil tweet mediazhil tweet media
kale@kalistohenituse

makin jelas, negara akan menjadikan rakyat lahan bisnis. Mereka 'memaksa' untuk berbelanja ke Koperasi Merah Putih, dengan mengusik minimarket yang sudah puluhan tahun beroperasi dan menyumbang pajak ratusan Milyar. sebanyak 25 gerai Alfa dan Indomaret wajib tutup karena melanggar aturan jarak. Koperasi merah putih kan koperasi, konsepnya beda dong? Kalau minimarket dianggap pesaing, itu sih topengnya doang koperasi.

Indonesia
21
241
688
23.6K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
𝐋𝐚𝐠𝐢 𝐫𝐚𝐦𝐞 𝐝𝐢𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬 nih Walaupun orang Korsel UMR-nya 25 juta, mereka tetep kompak mengkritik Americano yg dijual 50K itu kemahalan, sedangkan orang Indo dengan UMR mungilnya itu klo protes soal produk yg overprice, selalu ada anomali ngebelain brand, “Berarti lu bukan target marketnya.” Kita udh terlalu nyaman dengan budaya kapitalisme, kah? 😀 Pantesan yang kaya makin kaya, miskin makin miskin. 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐲𝐠 𝐨𝐯𝐞𝐫𝐩𝐫𝐢𝐜𝐞 𝐝𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚? ⬇️ CC:evtessia
Indonesia
38
807
3.6K
71K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
Johan
Johan@mocimacamoci·
Nicolae Ceaușescu - Pemimpin yang terlalu lama hidup di dunia palsu Selama bertahun-tahun, Nicolae Ceaușescu percaya rakyat mencintainya. Karena semua orang di sekelilingnya terus bilang begitu. Sampai suatu hari, rakyat mencemoohnya langsung di depan kamera. Ini adalah kisah tragis tentang bagaimana seorang pemimpin bisa benar-benar buta terhadap realita rakyatnya sendiri karena terlalu lama hidup dalam gelembung pujian dan kebohongan. Awalnya adalah Harapan Pada tahun 1960-an hingga 70-an, Nicolae Ceaușescu sebenarnya sempat populer. Ia dipuji dunia Barat karena terlihat lebih independen dari Uni Soviet, dan rakyat Romania awalnya percaya bahwa ia akan membawa perubahan besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kekuasaan mengubahnya menjadi sosok yang terobsesi pada loyalitas dan pencitraan. Dunia dalam Sandiwara Lama-kelamaan, Romania berubah menjadi panggung sandiwara raksasa. Media hanya menjadi alat propaganda yang memajang wajahnya di mana-mana, dan istrinya, Elena, dipuja-puja sebagai ilmuwan besar meski gelarnya hasil manipulasi politik. Di tingkat pemerintahan, terjadi fenomena yang berbahaya: - Ketakutan Berkata Jujur: Karena polisi rahasia (Securitate) sangat brutal, tidak ada pejabat yang berani membawa kabar buruk. - Realita Palsu: Ceaușescu hanya melihat versi Romania yang indah-indah saja dari para penjilatnya, sementara rakyat sebenarnya sedang menderita luar biasa. Penderitaan di Balik Layar TV Pada 1980-an, ekonomi Romania hancur karena obsesi Ceaușescu melunasi utang luar negeri. Caranya sangat brutal, bahan pangan diekspor besar-besaran sementara rakyat harus antre roti, listrik dibatasi, dan pemanas rumah dikurangi. Ironisnya, di televisi nasional, berita selalu menunjukkan produksi yang meningkat dan rakyat yang bahagia . Ceaușescu hidup di dunia di mana semua orang selalu bilang, “Rakyat mencintaimu” padahal kebencian sudah memuncak di mana-mana. Momen Ilusi Itu Pecah: “Alo... Alo...” Puncaknya terjadi pada 21 Desember 1989. Dalam sebuah pidato besar yang dirancang untuk menunjukkan dukungan rakyat, sesuatu yang tak terduga terjadi, massa mulai mencemoohnya. Rekaman sejarah menunjukkan momen yang sangat sureal, Ceaușescu terlihat bingung dan terus berkata, "Alo... Alo..." ke arah mikrofon. Ia mengira pengeras suaranya yang rusak, padahal yang sedang hancur adalah ilusi yang selama ini melindunginya. Untuk pertama kalinya, sang diktator sadar bahwa rakyat sebenarnya membencinya. Kejatuhan yang Kilat Setelah momen di balkon tersebut, segalanya runtuh dalam hitungan hari. Demonstrasi meluas, militer goyah, dan Ceaușescu bersama istrinya mencoba kabur dengan helikopter namun tertangkap. Pada Hari Natal 1989, sosok yang selama puluhan tahun dianggap tak tersentuh itu akhirnya dieksekusi setelah pengadilan militer yang singkat. Kisah ini menjadi pengingat sejarah tentang betapa mematikannya sebuah “echo chamber” atau ruang gema kekuasaan yang hanya berisi pujian tanpa kebenaran.
Johan tweet mediaJohan tweet media
Indonesia
54
467
1.5K
90.4K
𝕽𝖞𝖆𝖓
𝕽𝖞𝖆𝖓@ry4nrivaldi·
Intinya dia hanya ingin menentang pemakaman tanah di negara asalnya, dengan cara menjatuhkan martabat dari masyarakat sekitar. Padahal saya berulang kali pergi ke pemakaman, namun tidak pernah merasakan aroma atau bau yang disebut oleh akun ini.
Indonesia
0
0
1
52
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Benix baru sharing sesuatu langsung dari Wall Street New York yang menurut gue paling menampar muka kita sebagai bangsa dalam waktu belakangan ini. Bukan soal rupiah. Bukan soal IHSG. Tapi soal sesuatu yang lebih fundamental: Indonesia kehilangan ribuan triliun investasi bukan karena tidak ada yang mau masuk. Tapi karena kita sendiri yang mengusir mereka. Tiga negara yang mengadu dan ini memalukan: Swiss: Duta besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zender secara terbuka komplain. Ada lebih dari 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan mau ekspansi. Mau invest di sawit, pabrik pengolahan susu, keju, petrochemical, farmasi. Sampai sekarang tidak bisa. Gara-gara perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa tidak kunjung diimplementasikan. "Ini momen yang memalukan. Duta besar negara lain membela pengusahanya supaya bisa invest di negara kita sementara duta besar kita tidak pernah terlihat bela pengusaha Indonesia di luar negeri." Prancis: Duta besar Prancis Muhammad Omar sudah 4 tahun bertugas di Indonesia. Ada 11 perusahaan Prancis yang sudah siap invest. Sampai sekarang masih pending semua. Alasannya satu: tidak ada kepastian regulasi. Hari ini bebas pajak. Besok tidak. Hari ini satu aturan. Besok aturan berubah. Tidak ada yang bisa diprediksi. Uni Emirat Arab: Ini yang paling brutal. Hampir Rp800 triliun gagal masuk ke Indonesia. Ada satu investor Arab yang sudah siap bawa Rp85 triliun 5 miliar dolar. Di saat yang sama dia juga lihat peluang di Amerika Serikat. Karena proses izin di Indonesia tidak jelas-jelas selesai dia akhirnya buka pabrik di Amerika. Sekarang pabriknya di Amerika sudah running. Di Indonesia masih standby. Dan Rp85 triliun itu pergi ke Amerika. Dan keluhannya selalu sama dari dulu: Benix bilang keluhan investor tidak berubah dari ribuan seminar yang sudah dibikin pemerintah. Birokrasi berbelit-belit. Izin tumpang tindih antara pusat dan daerah. Tidak ada kepastian hukum. Pungli dan premanisme merajalela. Regulasi berubah-ubah tanpa pemberitahuan. Pemerintah pusat bilang A. Gubernur bilang B. Bupati bilang C. Walikota bilang D. Kepala desa bilang E. RT/RW bilang F. Dan kalau tidak ikut semua lapisan gudangmu bisa dibakar, bisa didemo ormas. Contoh yang paling gila: BYD, Cherry, Wuling datang ke Indonesia. Buka pabrik mobil listrik. Lapangan kerja tercipta. Impor BBM berkurang. Semua pihak diuntungkan. Tapi setelah pabrik berdiri insentif pajak yang dijanjikan tiba-tiba dihilangkan. Hari ini bebas pajak. Besok tidak bebas pajak. Hari ini tidak bayar PPN. Besok harus bayar. Hari ini ada satu aturan. Besok ada aturan baru lagi. Siapa yang mau invest di negara seperti itu? Itu bukan investasi. Itu perjudian. Dan ini yang paling ironis: Indonesia punya semua yang dibutuhkan investor: 280 juta penduduk pasar konsumen terbesar keempat di dunia. Nikel terbesar di dunia. Sawit terbesar di dunia. Lokasi strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik. UMR yang kompetitif. Tapi yang jadi pusat perdagangan Asia Tenggara bukan Indonesia. Singapura. Negara kota yang luasnya tidak lebih besar dari sebagian Jakarta. Negara yang menikmati posisi strategis Selat Malaka bukan Indonesia yang memilikinya tapi Singapura yang mengelolanya dengan benar. Dan rupiah terus melemah ini bukan kebetulan: Ketika investor tidak mau masuk dolar tidak mengalir masuk. Capital outflow terus terjadi. Rupiah makin tertekan. Prabowo bilang: "Mau dolar berapa ribu kek." Gubernur BI bilang: "Rupiah stabil volatilitasnya 5,4%." Tapi kenyataannya: duta besar Swiss, Prancis, dan Uni Emirat Arab semua mengadu bahwa investasi mereka tidak bisa masuk. Rp800 triliun dari UEA saja gagal masuk. Berapa total yang sudah gagal selama bertahun-tahun? Masalah Indonesia bukan kurang sumber daya alam. Bukan kurang potensi. Bukan kurang investor yang mau masuk. Masalah Indonesia adalah sistem yang membuat orang yang mau masuk akhirnya memilih pergi. Dan selama birokrasi berlapis-lapis, regulasi berubah-ubah, pungli dan premanisme tidak diberantas serius, serta izin bisa berbeda antara pusat dan daerah investor terbaik yang sudah siap bawa triliunan ke Indonesia akan terus memilih Vietnam, Thailand, atau Singapura. Dan rupiah akan terus melemah. Bukan karena faktor global semata. Tapi karena kita sendiri yang membangun tembok untuk mengusir uang yang seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat kita.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
116
659
1.6K
83.7K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
Jamie Kay
Jamie Kay@TheRealJamieKay·
Some people have become so consumed by anti-immigrant rage that they now sound genuinely incapable of empathy. Every refugee is a threat. Every foreigner is a problem. Every tragedy becomes political ammunition. That level of dehumanisation is dangerous.
English
81
69
284
7.3K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
Tony Montana
Tony Montana@9mmScorpion·
The entire Tommy Robinson March was anti Muslims, not pro White. 🤣 Dude had African, Indian, korean with bacon on his shoulder, Persians and all heavy accents as speakers.
English
60
238
3.1K
56K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
iii_chromatic
iii_chromatic@blue_berets7·
🙏🙏
QME
408
642
3.9K
114.9K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets economist.com/leaders/2026/0…
English
268
8.8K
14.6K
1.2M
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Cepat atau lambat tingkat pernikahan di Indonesia akan semakin turun. Dan ya salah satu faktornya adalah ekonomi Dalam pernikahan, Cowo biasanya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Ntah itu harus menyediakan rumah yang bagus, pernikahan yg elegan, atau mobil yg kece Tapi melihat kondisi ekonomi kita yg semakin hari semakin sulit. Rasanya gk adil kalau masih menggunakan ekspektasi yg seberat itu Bahkan udah banyak kasus cowo yang menyerah karna gk bisa menyanggupi biaya untuk nikah 2026 Karyawan minimarket (24 tahun) mengakhiri hidupnya karena tekanana biaya nikah 2023 Pernikahan udah (H-3), tapi calon suami gk sanggup kasih mahar Rp75 juta. Akhirnya pernikahannya dibatalkan 2022 Calon pengantin pria di Palembang gagal nikah H-1 karena mahar kurang Rp700 ribu Tetap semangat untuk kita para cowo karna semakin hari semakin sulit cari uang💀
Lavie@lavymou

fenomena banyak cowo bingung di 2026 ini juga salah pemerintah rupiah melemah > cowo makin pusing cari uang > wedding dream susah dicapai > cowo bingung fix

Indonesia
23
93
392
17.7K
𝕽𝖞𝖆𝖓 retweetledi
💸bel
💸bel@pwsycho·
“Kan kita jajan dan digaji pake Rupiah, ngapain pusing Dollar naik?” 😭😭 Sering denger argumen t*lol kayak gini? Sini kumpul, kita bahas bentat kenapa mindset ini denial mampus dan efeknya tetep bakal kerasa sampai ke dompet kita. Pake bahasa bayiii!! Negara kita banyak banget yang memproses sesuatu menggunakan bahan baku nya masih impor, nah kita belinya pake apa di pasar global? Pake Dollar, brokkk! Kalau Dollar makin mahal, harga modal buat beli bahan mentah ini ikut naik. Pabrik cuma punya 2 pilihan: naikin harga jual kita, atau harganya tetep tapi ukurannya dikecilin (shrinkflation). Gak cuma itu biaya logistik juga bisa jadi melonjak, karena Minyak mentah dunia itu transaksinya pakai USD. Kalau kurs Rupiah anjlok, biaya impor minyak bengkak. ujungnya, ongkos logistik meroket, dan harga semua barang di pasar otomatis ikut terbang melayang ke awan:)) Daaannn yang paling kena itu di bidang industri buat para pekerja. Dari mulai harga bahan baku yang mahal sampe logistik yang meroket bikin perusahaan terpaksa naikin harga produksi. Terus gimana kalau ada perusahaan yang gak sanggup naikin itu? Ya potong budget. Mulai dari nunda naik gaji, hiring freeze (stop buka lowongan baru), potong bonus, sampai yang paling pait: layoff alias PHK massal:(( #intinyadeh di era sekarang gak ada yang namanya "ekonomi lokal 100%". Kita ini saling terhubung. Rupiah melemah itu ibarat invisible tax yang sadar gak sadar ngempesin daya beli uang kita. Dulu Rp50.000 dapet banyak, skrg alhamdillah dapet:”) Jadi, kalau ada yang bilang "Gak ngaruh, kan gue pake Rupiah", kasih paham thread ini. Uang di dompet kita emang gambarnya pahlawan, tapi yang berjuang mati matian skrg kita ges😭💖
💸bel tweet media
CNN Indonesia@CNNIndonesia

Rupiah Anjlok ke Rp17.614, Sentuh Level Terendah Sepanjang Sejarah cnnindonesia.com/ekonomi/202603…

Indonesia
7
104
276
13.8K