Sabitlenmiş Tweet
🏹🗡
56.4K posts

🏹🗡
@ryanpramoedya6
iced leci tea addict 🧊
Winterfell, Northern Katılım Eylül 2017
1K Takip Edilen177 Takipçiler
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi

kadang tuh kasian sama cowo yang suka ada di posisi 'serba salah'. 😂
kalo si cowo nanya pendapat sebelum ambil keputusan, ceweknya mikir : duh, kenapa kek gini aja masih harus nanya, kenapa gak mutusin sendiri?
tapi klo gak diajak buat ikut ambil keputusan, ceweknya: kamu gak ngehargain aku banget, gak nanya pendapat aku.
WKWKWKWKWK~
maap yaaa
Indonesia
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi

Selain mengusir mual, Metoclopramide juga berperan sebagai mandor yang memastikan sistem pencernaan kita tetap bergerak aktif. Obat pereda nyeri seperti Tramadol punya sifat alami membuat gerakan usus jadi malas, yang kalau dibiarkan bisa bikin obat jadi lama diserap oleh tubuh.
Dengan bantuan Metoclopramide yang mempercepat pengosongan lambung, Tramadol jadi bisa lebih cepat sampai ke tujuan untuk diserap, sehingga efek antinyerinya bisa bekerja dengan lebih lancar dan optimal.
Indonesia
🏹🗡 retweetledi

Tramadol dan Metoclopramide itu seperti pasangan duet yang punya tugas masing-masing agar tubuh kita merasa nyaman saat sedang menahan nyeri hebat.
Tramadol adalah pemeran utamanya yang bertugas mematikan rasa sakit di pusat saraf, tapi sayangnya dia punya efek samping yang sering bikin mabuk, yaitu rasa mual yang luar biasa karena dia merangsang tombol mual di otak kita.
Metoclopramide berperan untuk mematikan sinyal mual tersebut sehingga pasien tidak perlu merasakan drama muntah-muntah saat pengobatan.
Dr. Muhammad Moor@MoarSahitoPTI
Why is Metoclopramide given with Tramadol.? 🤔
Indonesia
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi
🏹🗡 retweetledi

@sunfyresclaw Konteksnya adalah, lu bisa financial planning kalau ada sumber finance nya. 😇
Indonesia
🏹🗡 retweetledi

Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]

Indonesia
🏹🗡 retweetledi

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini
lpem.org/repec/lpe/pape…

Yelz@Yelz_Engel
Perbandingan harga tiket pesawat JAKARTA - JAYAPURA JAKARTA - MUNICH JAKARTA - MILAN JAKARTA - ISTANBUL kenapa ke Jayapura lebih mahal? Coba pikirkan secara logika.
Indonesia
🏹🗡 retweetledi

Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu
Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…
Indonesia
🏹🗡 retweetledi

Baru belajar dari salah satu kajian, tapi lupa siapa yg nyampein. Ternyata di Al-Quran sendiri Allah gak pernah nyebut kata “cinta” utk menggambarkan hubungan suami istri, tapi malah pakai kata “sakinnah (ketenangan), mawaddah (rasa kasih), dan warahmah (rasa sayang).”
tubina@tubbirfess
tapi pernikahan yang stabil dan panjang sebenernya gak butuh-butuh amat cinta gak sih? selama lo bisa menghargai pasangan dan pernikahan itu, yaaaaaaaaa harusnya aman aza..?
Indonesia












