
Rian Sukatnak
3.7K posts








Ada koreksi utk. Pak Amien Rais. Yg Bpk katakan bhw Kepres No. 17 Thn 2022 berisi permintaan maaf Presiden Jokowi kpd PKI itu TIDAK BENAR. Kepres itu hny berisi pengakuan terjadinya pelanggaran HAM Berat atas 13 kasus. Presiden hrs mengakui krn itu adalah keputusan Komnas HAM.

Anies Baswedan: Gagal Jadi Presiden, Gubernur Pun Jadi ----- Anies Baswedan ini termasuk makhluk langka dalam perpolitikan. Bukan langka karena suka loncat sana-sini dalam raih kekuasaan, tapi dia bisa menundukkan parpol untuk ditunggangi memenuhi hasrat berkuasanya, tanpa masuk jadi kader Parpol. Langka !! PKS dan Gerindra pernah ditunggangi untuk raih kursi Gubernur DKI. Babak berikut menunggangi NasDem dan PKB serta PKS mengejar kursi Presiden. Kini, berhasil lagi kangkangi NasDem (dan PKS jika dikasih Cawagub) untuk maju di Pikada DK Jakarta 2024. Demokrat juga hampir ditunggangi, waktu Konvensi 2014. Untung ndak jadi, karena dikalahkan pak DIS. Coba kalau jadi..... 😁 ---- Kita tidak tahu, kenapa Anies demikian berhasrat nafsu mengejar jabatan politik, tapi tidak hendak masuk ke dalam partai politik. Apa dipikiran Anies, Parpol di Indonesia ini demikian buruk, sehingga tidak layak dimasuki dan jadi bagian didalamnya. Hanya layak ditunggangi? Anies sendiri yang punya jawabannya. Namun, apakah dgn tidak berpartai Anies mampu melakukan perubahan di negara Demokrasi Indonesia ini? Kalau saya sih tidak percaya. Kenapa? Karena, baik buruknya negara demokrasi seperti Indonesia ini, ditentukan oleh Partai Politik. Jika Parpolnya baik, bersih, maka negaranya juga akan berjalan dg baik dan bersih. Namun, jika parpolnya bobrok, dengan kader2 yang korup, ya negara isinya ya banyak koruptornya. Lihat saja data para Koruptor Indonesia, isinya ya hampir semua kader2 Politik. Jika seorang pejabat birokrat pun tersandung korupsi, pasti ada sangkut pautnya jika ditelusuri dgn orang politik. Apakah seorang Anies yang tidak berparpol bisa memperbaiki ini semua? Soal korupsi misal? Ya jelas tak bisa.Segala aturan, segala hukum, bahkan segala jabatan2 pelaksana hukum, semuanya yg menentukan Parpol. Kapolri, Komisioner KPK, Hakim Agung, bahkan MK, semuanya lewat keputusan politik para kader Parpol (di DPR). Lihat saja saat Anies jadi Gubernur DKI, dia juga tak bisa apa2 kalau Parpol tak mendukungnya. Misal soal rencananya mau melepas saham Pemprov DKI di perusahaan minuman keras (bir), batal terlaksa karena kader Parpol di DPRD Jakarta tak setuju. Lantas, jika kondisi realitasnya demikian, perubaan apa yang diharapkan dari seorang Anies yang tidak berparpol? ------ Hemat saya, jika ingin memperbaki Indonesia (pun daerah), Anies mestinya masuk ke Partai politik. Memang kesannya "keren" bisa menunggangi Parpol untuk raih kekuasaan, namun realitas sebenarnya ya Anies yang akan ditunggangi jika nanti berkuasa. ----- Balik ke judul awal, kalau nanti kalah lagi di Pilkada Jakarta, dserah yg juga tidak dimenangkan Anies di Pilpres 2024, mau maju Pemilihan apalagi Chief Anies? 😁


Dimana bola adalah mainan yang dimainkan untuk kegembiraan. - Neymar -




Ternyata Pada takut diundang podcastnya Pandji... 🤓 Kaesang ngelesnya umroh (umroh gak kelar2) Marshel bilang, 'abangku jangan ..' Apalagi Prabowo, Gibran, Jokowi... Paling mentok ke podcast Deddy Corbuzier yang bahas hal2 santai aja 🤪


■ Rocky Gerung : Cincin beliau Lebih Berkilau Dari Otaknya, Hotman bukanlah orang yang terkenal karena kecerdasannya melainkan dari kilauan cincin-cincinnya. ■ Hotman Paris Hutapea :

Salah semua! Bumi itu bukan bulat, bukan pula datar, tapi jajaran genjang. Gitu aja kok repot. 🤣🤣🤣

Siap menyongsong Indonesia Emas 2045 twitter.com/kikir/status/1…


