saandiham

19.4K posts

saandiham banner
saandiham

saandiham

@saanid16

Indonesia Katılım Ocak 2012
836 Takip Edilen353 Takipçiler
saandiham
saandiham@saanid16·
@ARSIPAJA HEH JURI GOBLOK! GAUSA NGOMONG ARTIKULASI ORG ADEK PERTAMA NGOMONG “DEWAN PERWAKILA. DAERAH” SAMA AJA DPD BLOK GUOBLOK WKWKWWKWKWKWKWKWKW
Indonesia
0
0
0
1K
saandiham
saandiham@saanid16·
Tepat 1 bulan sambil kerja BUMC sales lapangan. Alhamdulillah! Ini semua dimulai karena kebosanan daily working fulltime BUMC - akhirnya dagang online dan angkanya cukup naikkin traffic. Up down up and down si karena beberapa nyalain fitur libur, cek s.shopee.co.id/20sAiNJ14m
saandiham tweet mediasaandiham tweet mediasaandiham tweet media
Indonesia
0
0
0
34
saandiham
saandiham@saanid16·
@Fahrenzi2 @worksfess Iya betul kak! Mana minggu semua kantor pemerintahan juga tutup yaudah deh disuruh cortex kemarin males bgtttt cari2 waktu nanti kerjaan numvuk 😂
Indonesia
0
0
0
12
Fahrenzi
Fahrenzi@Fahrenzi2·
@saanid16 @worksfess emang kerja 6 hari tuh capek bgt, libur ga berasa cuma 1 hari. Urusan pasti banyak yg ga keurus, karna Minggu cuma kepake buat tidur 😭
Indonesia
1
0
0
137
WORK
WORK@worksfess·
CW // Gaji mohon opininya temen temen work! semua, thanks yaa
WORK tweet media
Indonesia
368
20
1.4K
198.5K
saandiham retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
gede banget cuy kalo di hitung Kalau memakai asumsi dari postingan ini - Omzet seller: Rp50 juta/bulan - Potongan/biaya marketplace: sekitar Rp7.910.000 per bulan per toko - Jumlah seller/toko: 800.000 toko (2025) Maka estimasinya: Per bulan: 7.910.000×800.000=6.328.000.000.000 ≈ Rp6,328 triliun per bulan Per tahun: 6.328.000.000.000×12=75.936.000.000.000 ≈ Rp75,936 triliun per tahun cuma dari fee toko doang belum fee yang lain lain pantesan shoppe kagak pernah abis abis promonya orang di cuan terus
Lambe Saham tweet media
Indonesia
16
40
178
30.1K
saandiham retweetledi
The smilEPREneurship
The smilEPREneurship@MengaliRNaturaL·
@VikirBaskervl Seragam yg tertukar...wkwkwkwkkw. Satunya nyari rejeki, satunya ngisi absen. Jdi beda semangat dan beda mindset...
Indonesia
27
594
15.1K
219.5K
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Gara2 postingan ini, banyak yg DM nanya2 dan pengen belajar investasi. Kalau gue sering share konten tentang investasi kalian bakal sering share konten gue ga capt?? Kira2 apa yg kalian pengen pelajari? ntar gue buatin bahannya satu persatu biar kalian minimal ga bingung kelola duit kalian. Komen di bawah apa yg pengen lo pelajari capt!
Kapten Haddock@SeekHustle

Kali ini kita sedikit bahas yang agak serius ya capt. BBCA, saham perbankan dengan marketcap terbesar di IHSG drop ke support kuatnya. Apakah ini sudah bottom? kemana arah saham BBCA selanjutnya? yok kita bahas dikit berdasar teknikal analisanya 😁 👇🏻👇🏻👇🏻

Indonesia
6
1
7
901
saandiham retweetledi
•
@Alhamdhulillaah·
• tweet media
ZXX
26
3.9K
19.3K
265.6K
is
is@usercdky·
Wtb ipad apa aja tawarinn, cos bandung
Indonesia
8
0
1
2.8K
saandiham retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tahu Bluebird kan? Taksi biru yang sering ada di bandara, di mal, yang sering bokap nyokap kita pakai dulu sebelum era Gojek dan Grab meledak. Nah, gue mau cerita sesuatu yang bikin gue kaget waktu pertama kali dengar ini. Bluebird harusnya sudah bangkrut dari 5 tahun lalu. Tapi kenyataannya? Mereka baru saja cetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah mereka Rp5,7 triliun di 2025. Profit 600-an miliar. Gimana bisa? Dulu waktu Gojek dan Grab masuk semua orang pikir Bluebird tamat. Dan wajar. Karena yang terjadi di seluruh dunia pola yang sama. Startup masuk dengan satu strategi sederhana tapi mematikan: bakar duit, kasih harga murah, curi customer sebanyak mungkin. Tujuannya bukan cuma dapetin customer. Tujuannya membunuh kompetitor lama yang asetnya berat bayar gaji driver, maintain armada, sewa kantor sampai mereka kehabisan nafas duluan. Habis tidak ada yang bisa melawan baru harga dinaikkan pelan-pelan. Ini yang terjadi sama Yellow Cab di Amerika. Bangkrut. Terjadi sama banyak perusahaan taksi di Eropa. Bangkrut. Di Indonesia banyak perusahaan taksi lokal yang tidak bisa bertahan. Tapi Bluebird masih ada. Dan malah makin besar. Keputusan pertama yang kelihatannya bodoh tapi ternyata genius: Ketika semua kompetitor panik turunkan harga Bluebird tidak ikut perang harga. Mereka tetap 20-30% lebih mahal dari taksi online. Tidak ada diskon gede-gedean. Tidak ada promo bakar duit. Yang mereka lakukan malah kolaborasi armadanya bisa dipesan lewat Gojek. Bikin aplikasi sendiri. Dan tetap jaga standar. Waktu itu banyak yang bilang ini keputusan bodoh. Kelihatannya mereka ngalah. Tapi ternyata tidak. Lalu COVID datang dan ini harusnya jadi pembunuh terakhirnya: Pendapatan turun dari Rp4 triliun ke Rp2 triliun dalam satu tahun. Rugi hampir Rp200 miliar. Jalanan sepi. Orang tidak kemana-mana. Tapi gaji driver tetap jalan. Armada tetap harus dimaintenance. Di titik ini logikanya perusahaan tutup. Tapi dua hal yang selamatkan mereka: Pertama — karena tidak ikut perang harga, mereka tidak punya utang besar hasil bakar duit. Kondisi keuangan mereka jauh lebih sehat dari perusahaan yang ikut perang. Kedua — sesuatu yang tidak ada yang prediksi sebelumnya: Tech Winter. Tiba-tiba investor startup mulai tarik duit. Startup yang selama ini bakar duit kehabisan bahan bakar. Dan begitu mereka tidak bisa subsidi harga lagi harga naik. Kualitas mulai tidak terjaga. Driver mulai sembarangan. Mobil mulai tidak terurus. Dan customer yang selama ini pindah ke taksi online mulai sadar ada tradeoff yang mereka bayar. Dan inilah momen Bluebird masuk dan pukul balik: Selama kompetitor sibuk perang harga dan akhirnya longgarkan standar Bluebird justru perketat SOP lebih ketat dari sebelumnya. Driver tetap rapi. Mobil tetap bersih. Tidak ada rokok. Tidak ada sembarangan. Mereka sasar market yang tidak mau kompromi soal kenyamanan. Dan market itu ternyata besar dan loyal. Hasilnya: okupansi armada balik ke 79-81%. Tanpa bakar duit. Tanpa diskon gila-gilaan. Tapi ini bukan yang bikin revenue mereka meledak sampai Rp5,7 triliun. Yang paling mengejutkan: Bluebird sekarang bukan perusahaan taksi. Bisnis terbesar mereka sekarang justru bukan taksi biasa. Golden Bird — sewa Alphard dan Denza lengkap dengan sopir untuk perusahaan korporat. Big Bird — sewa bus untuk acara atau rombongan. City Trans — perjalanan antar kota. Bluebird Kirim — logistik pengiriman barang. Bisnis-bisnis ini sekarang menyumbang hampir Rp2 triliun 30% dari total pendapatan. Kenapa bisnis korporat ini jauh lebih menguntungkan dari taksi biasa: Kalau taksi kalau tidak ada penumpang ya mobil muter-muter bakar bensin. Rugi. Kalau bisnis korporat tinggal tunggu telepon dari perusahaan klien, baru deploy mobil. Tidak ada pemborosan. Dan yang lebih penting: kontrak jangka panjang. Eksekutif perusahaan bolak-balik kantor setiap hari. Pendapatan bisa diprediksi. Tidak ada bulan sepi, tidak ada bulan ramai yang tidak terduga. Dan satu fakta soal bisnis B2B yang sering dilupakan: banyak perusahaan lebih memilih bayar lebih mahal ke vendor yang sudah dipercaya daripada coba-coba yang lebih murah. Trust tidak bisa dibeli dengan promo diskon. Ancaman yang masih ada Sun SM dari Vietnam: Taksi listrik Vietnam ini masuk dengan harga murah dan sering promo. Tapi ada hal menarik: Sun SM satu grup dengan brand mobil VinFast. Kemungkinan besar tujuan utama mereka bukan membunuh Bluebird tapi mempromosikan VinFast agar orang Indonesia familiar dengan brand-nya. Mereka rela bakar duit untuk itu. Kalau Bluebird tidak salah kelola obsesi mereka pada kualitas plus kontrak panjang dengan perusahaan-perusahaan besar itu tidak mudah direbut hanya dengan harga lebih murah. Tiga pelajaran yang bisa diambil: Satu — perang harga itu jebakan. Kalau modal tidak sepanjang kompetitor ikut perang harga artinya bunuh diri. Cari medan pertarungan yang berbeda. Dua — revenue tidak ada artinya tanpa profit. 10 customer dengan profit besar lebih baik dari 100 customer dengan profit tipis. Dan yang lebih penting dari profit: cash flow. Perputaran uang yang sehat yang bikin bisnis bisa napas panjang. Tiga — jangan bergantung pada satu produk. Bisnis yang monolit rentan. Yang survive jangka panjang selalu yang punya beberapa lini bisnis yang saling menopang. Bluebird tidak menang karena lebih besar dari startup. Mereka menang karena tidak mau main di medan yang dibuat startup untuk membunuh mereka. Ketika semua orang perang harga mereka jaga kualitas. Ketika core business mereka diserang mereka bangun lini bisnis baru yang tidak bisa diserang dengan cara yang sama. Dan itu yang bikin perusahaan setengah abad ini justru cetak rekor di tengah industri yang sudah membunuh hampir semua perusahaan sejenis di seluruh dunia.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
162
592
2.2K
242.5K
saandiham retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.2K
17.9K
38.7K
2M
saandiham retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
“Indonesia negara tropis, matahari melimpah. Tapi kenapa PLTS atap belum jadi standar rumah?” Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika tren energi terbarukan makin ramai. Di atas kertas, potensinya besar. Namun di lapangan, realisasinya belum sejalan. Berikut gambaran utuhnya berdasarkan kondisi terbaru 2026👇
Kr tweet media
Indonesia
109
283
1.4K
144K
saandiham retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Bukan kisah nyata. Tapi banyak kejadian serupa 🙏:
Indonesia
237
4K
13.9K
346.5K
saandiham retweetledi
goods stuff
goods stuff@dxrkchocolx·
Kisah rejeki yang tertukar >> Seorang pedagang makanan meminta tolong dua siswi SMA untuk menggantikannya di warung karna dia ada urusan mendadak >> Kedua gadis itu menyetujuinya dengan janji kompensasi dikasih makanan gratis >> Sebelum si pedagang pergi, dia mengajari secara sekilas bagaimana membungkus makanan dan melayani pelanggan >> Tiba-tiba warungnya ramai pembeli dan gadis2 itu berhasil menjual semua makanan dalam satu jam, yang biasanya dijual pria itu dalam sehari penuh >> Ketika pria itu kembali, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan ia shock, tidak percaya dengan apa yang dilihat matanya. Kalian ada pengalaman serupa?
Indonesia
56
532
6.3K
416.8K
saandiham retweetledi
あゆ 🌸
あゆ 🌸@tetehtasik62·
2 orang pemuda menganiaya nenek nya,dan mereka sengaja merekam nya,namun rekaman itu sampai di tangan ayah nya,dan mereka berdua mendapat pelajaran berharga dari sang ayah RESPECT 👏 👏 👏 x.com/ldiotsOnCamera…
Indonesia
161
1.5K
17.8K
874.1K
saandiham retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
ini sebenernya peran utamanya siapa si 😭
Indonesia
82
366
4.6K
153.5K