❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE

24.2K posts

❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE banner
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE

❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE

@sabratila

hanya orang biasa yang suka movie/drama dan lakonannya ZA.RR.IdR.SRK.. 😊 MRS ❤️

Katılım Ekim 2019
118 Takip Edilen169 Takipçiler
aca
aca@brzchaa·
misalkan kalian cuman boleh pilih 2 aja, kalian pilih apa? 1. menikah dengan crush 2. ⁠skincare free seumur hidup 3. ⁠makan dan traveling tanpa batas 4. ⁠50 juta masuk rekening tiap bulan 5. ⁠1M cash sekarang
Indonesia
3K
451
13K
934.5K
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Reuni di Harvard dengan Pita Limjaroenrat @Pita_MFP. Politikus progresif Thailand yg pernah membawa partainya yg berisi anak-anak muda, Move Forward Party, memenangkan Pemilu 2023 secara fenomenal. Hari ini ia berbagi waktu, refleksi, dan harapan dari kampus Harvard Kennedy School tempatnya kini berkarya. Pesannya untuk generasi muda Indonesia: jaga harapan itu tetap hidup.
Indonesia
84
1.1K
5.7K
74.4K
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
@gesamudera yang bawa-bawa Al maidah ahok, yg menjarain jokowi, yang gerakin massa prabowo, yang disalahin anies. Triple kill, maniac, savage
Indonesia
1
6
61
2.8K
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC - Royal Commission for Riyadh City). Kali ini, anggota dewan penasihat RCRC berkumpul dalam acara RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing kota Riyadh. Datang bersama Karsa City Lab di sini, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi. Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi. Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global, tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tapi jadi tamu memesona di panggung dunia. Kita dorong sama-sama agar semakin banyak kota-kota di Indonesia yang naik kelas menjadi kota global, livable cities yang ramah dan nyaman bagi penghuni dan pengunjungnya, serta jadi teladan bagi kota-kota lain di dunia.
Anies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet media
Indonesia
296
1.5K
8.6K
739.9K
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama. Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan: "Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam." Bukan karena KTP-nya. Tapi karena cara berpikirnya. Masalah pertama kita salah paham soal tawakal: Felix kasih contoh yang sangat konkret. Ada pesantren roboh. Respons orang Indonesia: "Qadarullah, ini takdir Allah." Felix langsung potong: itu bukan tawakal. Itu kebodohan yang dibungkus agama. Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh. Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu. Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah. Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri. Rasulullah memakai baju besi dua lapis di medan perang. Seorang sahabat tanya kenapa. Jawabannya sederhana: karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya. Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya. Masalah kedua "enggak apa-apa mereka ambil dunia, yang penting kita akhirat" Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini. Karena logikanya terbalik total. Cara masuk surga menurut ulama ada empat: dengan ilmu, dengan kekuatan, dengan harta, atau dengan doa. Kalau kamu tidak punya ilmu, tidak punya kekuatan, tidak punya harta kamu hanya tersisa doa. Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat. Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha. Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya. Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan. Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan. "Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain, jangan ngomong akhirat. Akhirat itu lebih susah dari dunia." Masalah ketiga tidak ada critical thinking: Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa. Di saat itu bahkan tidak ada buku. Tidak ada perpustakaan. Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu. Tapi apa yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan dibungkam. Otoritas tidak boleh diganggu gugat. Santri yang dilecehkan menerima karena percaya itu "ritual penyucian." Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama. Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil. Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat. Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman. Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah. Jawaban Rasulullah: "Untung kalian tanya aku. Kalau kalian masuk, kalian tidak akan keluar selamanya." Dari situ keluar hadis: taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah. Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas. Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan: Felix tidak hanya menyalahkan internal. Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan. Di zaman kolonial Belanda, ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL. Kelas pertama orang Eropa. Kelas kedua orang Arab, India, Cina. Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah. Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan. Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan. Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya. Ini bukan semata karena etos kerja. Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses. Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban: Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian. Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang. Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu, baru peradaban lain mengikuti. Ini membalik teori lama bahwa agama adalah produk kemakmuran. Ternyata keyakinan adalah fondasinya. Tapi ada yang salah kaprah. Felix memisahkan dengan jelas: bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian. Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya, pada infrastrukturnya, pada warganya. Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur. Bukan karena Tuhannya berubah. Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia: "Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh. Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya." Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
169
3.3K
8.1K
278.9K
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Fiersa Besari
Fiersa Besari@FiersaBesari·
Negara dirusak secara sistematis, dan kita cuma bisa menonton
Indonesia
786
19K
45.5K
937.1K
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
Ada gak sih mall yang sepi tapi masih bertahan gara-gara adanya bioskop?
Indonesia
4K
434
12K
1.9M
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
259
10.6K
36.5K
388.3K
K.Wijono
K.Wijono@KWijono·
Akhirnya…..Nemu juga versi yg dikasur… Pokoknya aku gak mau muntah sendirian… Mari rame2 muntah…🤮🤮 @Opposite6888 @MurtadhaOne1
Indonesia
2.1K
4.9K
22.1K
2.8M
❤️SSS💙 ALWAYS SUPPORT BOSSSQUE retweetledi
Love Indonesia, hate Drugs!
Love Indonesia, hate Drugs!@kangmirdja·
@ike_hw71 @prabowo @DPR_RI Ini presiden perintahkan efisiensi, tapi dibawah dr menteri, gubernur seenaknya melanggar. Defisit APBN sdh 240 T, masih aja ada yg anggap enteng.
Indonesia
1
3
24
1K
Dinda Kamil
Dinda Kamil@dindakamil·
Why do people have so much energy n time to hate 🙂‍↔️
English
3
2
11
1.2K
Ika Natassa
Ika Natassa@ikanatassa·
wah gila sih ini, bakal jadi pertunjukan akting yang luar biasa! #SemuaAkanBaikBaikSaja ini jadi satu film yg sangat kunantikan tahun ini 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Indonesia
48
215
1.5K
107.8K