🔑 hater of noble idiots

26.4K posts

🔑 hater of noble idiots banner
🔑 hater of noble idiots

🔑 hater of noble idiots

@saltymachine1

sok bijak. contradictory tweets soalnya kadang ngarang.

Katılım Şubat 2020
482 Takip Edilen237 Takipçiler
🔑 hater of noble idiots retweetledi
andi
andi@andihiyat·
Orang semantep lu jangan mau sama orang bingung
Indonesia
817
16.4K
44K
707.8K
Gümiho.
Gümiho.@OHMYV3NUS·
blio ini bener bener ngikutin kata otak 😭😭😭
Indonesia
2K
1.9K
12.4K
3.9M
🔑 hater of noble idiots
🔑 hater of noble idiots@saltymachine1·
keknya w kurang sabar sama server deh😭😭😭 setelah kejebak di error sakti (yg thankfully terbukti error). w mengerrorkan chatgpt anak org bjir gara2 g sabar ngetik dan scroll😭
Indonesia
0
0
0
54
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman@rizqirizqi·
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK. Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman tweet media
Indonesia
393
17.7K
71.1K
3.1M
🔑 hater of noble idiots retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.1K
102.4K
11M
🔑 hater of noble idiots retweetledi
Ir. IPGSPR
Ir. IPGSPR@gunasatwam·
𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧 𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐤 𝐁𝐔𝐌𝐍 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝟏.𝟗𝟎𝟎 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐠𝐮𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐤𝐢𝐛𝐚𝐭 𝐮𝐥𝐚𝐡 '𝐨𝐤𝐧𝐮𝐦' 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦? > Suster Natalia, seorang biarawati tanpa harta pribadi yang mengabdikan hidupnya untuk gereja, kini terancam dipenjara setelah tabungan Rp28 miliar milik 1.900 umat miskin di Labuhanbatu raib. > Pengurus koperasi gereja percaya penuh menabung di sana karena ditawari produk 'BNI Deposito Investment' berbunga 8% oleh Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, yang datang membawa atribut dan fasilitas resmi bank. > Menggunakan kewenangan jabatannya, Andi menjalankan skema penipuan mematikan ini dengan sangat mulus selama tujuh tahun tanpa sekalipun terdeteksi oleh radar pengawasan internal BNI. > Tragedi ini baru meledak di akhir 2025 saat dana umat gagal dicairkan, di mana pelaku sengaja menarik lalu membakar seluruh bilyet deposito asli nasabah untuk melenyapkan bukti sebelum kabur ke luar negeri. > Setelah pelaku ditangkap Interpol, terungkap bahwa uang 'receh' hasil keringat ribuan umat tersebut digelapkan untuk membangun sport center, kafe, kebun binatang mini, hingga diduga kuat dipakai untuk membiayai ibadah umrah. > Alih-alih mematuhi aturan POJK untuk bertanggung jawab penuh atas kesalahan pegawainya, BNI justru terkesan cuci tangan dengan menyebut ini murni tindakan oknum karena produk bodong itu tidak ada di sistem mereka. > Alibi "oknum" ini terasa usang jika melihat rekam jejak kelam BNI dalam 10 tahun terakhir, di mana kasus serupa oleh pegawai mereka sendiri kerap terjadi berulang kali, mulai dari skandal pembobolan Rp58,9 miliar di Ambon hingga hilangnya puluhan miliar dana deposito nasabah di Makassar. > BNI bahkan mengambil langkah sepihak tanpa transparansi dengan hanya mentransfer ganti rugi Rp7 miliar, seolah menganggap sisa hak umat puluhan miliar yang dirampok kepala kasnya bukan lagi urusan negara. > Selama enam kali mediasi bergulir, tidak ada satu pun pejabat BNI yang menunjukkan empati atau meminta maaf, malah terus menekan nasabah untuk menyerahkan bukti fisik yang seharusnya bisa dilacak langsung melalui riwayat transaksi sistem bank. > Akibat bank BUMN yang terus menahan hak nasabah ini, Suster Natalia terpaksa menanggung utang pribadi agar umatnya yang kritis di rumah sakit tidak sampai kehilangan nyawa hanya karena uang koperasinya ditahan. Jika rentetan penggelapan oleh pegawai bank milik negara terus terjadi tanpa pertanggungjawaban penuh kepada rakyat kecil, apakah memang harus bank swasta seperti BCA jawabannya?
Ir. IPGSPR tweet mediaIr. IPGSPR tweet mediaIr. IPGSPR tweet media
Indonesia
37
468
944
98.3K
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
@IvanNug79931365 Hai Kak IvanNug79931365, terima kasih atas perhatian yang diberikan 🙏. Kami mohon maaf atas kekhawatiran yang timbul terkait dugaan investasi fiktif di Aek Nabara, Sumatera Utara Terkait informasi yang beredar, BNI menegaskan bahwa proses penyelesaian kasus Paroki Aek Nabara dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Saat ini, BNI masih menunggu kelengkapan dokumen dari pihak terkait sebagai dasar verifikasi untuk memastikan jumlah kerugian yang valid. Tanpa data yang lengkap dan sah, proses validasi belum dapat dilakukan. Perlu diketahui juga, peristiwa ini merupakan tindakan oknum di luar sistem perbankan resmi BNI dan tidak mencerminkan operasional BNI. Dalam hal ini, BNI juga merupakan pihak yang terdampak. (1/2)
Indonesia
6
0
1
8K
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Peningkatan layanan BIFast BNI telah selesai dilakukan! 🎉 Nasabah kini dapat kembali menggunakan layanan BIFast dengan normal. Terima kasih atas kesabaran dan pengertiannya selama masa peningkatan ini. Nikmati kemudahan bertransaksi dengan BIFast! Info lebih lanjut dapat menghubungi BNI Call 1500046 #BNI46 #BIFast #PeningkatanLayanan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tweet media
Indonesia
298
1
9
98.1K
🔑 hater of noble idiots retweetledi
ega
ega@fluoxetan·
REMEMBER HIS NAME APIN KUCING SOMBONG BLOK M INI GAUSAH DISAPA GAUSAH DIPELUK GAUSAH DIPSSPSPSPS GAK AKAN NENGOK MENTANG-MENTANG PELIHARAAN TOKO EMAS DAH
ega tweet mediaega tweet media
Indonesia
675
7.7K
66.7K
1.2M
Karaeng Mattarada
Karaeng Mattarada@madTarada·
@LambeSahamjja Di era Prabowo-Gibran.. Cuma doi yg berani ngebully orang gendut dan penjual martabak
Indonesia
27
42
496
31.2K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tau gak? Steven wongso yang buat konten Tukang Martabak kurang itu lah sama makian dia ke orang gendut itu dia bilang pembelaan dia: Eksperimen Sosial atau Ngerjain Media? (Kasus Martabak) Inget gak pas dia bikin kontroversi soal martabak yang viral banget itu? Dia pengen ngebuktiin kalau media dan netizen Indonesia itu gampang banget "digiring". Dia sengaja bikin gimik buat ngetes: Lu bisa gak sih bedain mana yang beneran kejadian sama mana yang cuma akting? Secara gak langsung dia mau bilang kalau kita semua itu gampang dibego-begoin sama konten receh. kata diaa Kasus Orang Gendut Ini yang paling bikin orang naik darah. Dia sering maki-maki orang gemuk pake kata-kata kasar, bahkan disamain sama hewan. Dia ngaku ini trauma masa lalu. Dulu almarhum bokapnya juga keras banget ke dia. Dia ngerasa kalau mau ngerubah orang, gak bisa pake kata-kata manis. Harus dikasih "Kebenaran Pahit" alias Hard Truth. Menurut dia, makian itu adalah "Wake-up Call" atau alarm biar orang itu sadar dan mau berubah. Padahal ya, gak semua orang mentalnya kuat digituin, Steven ngaku kalau dia itu Kesepian selama di Jakarta. Biar gak ngerasa sendirian dia bikin konten yang memicu perdebatan. Pas kolom komentarnya rame (meskipun isinya hujatan semua) dia ngerasa dapet atensi. Dia ngerasa "terhubung" sama orang banyak lewat keributan. Jujur aja ya, Guys, setelah liat pengakuan ini, gue makin banyak pertanyaan: Gimik atau Jahat? Oke, lu bilang ngetes media, tapi dampaknya bikin kegaduhan nasional. Apa itu bijak? Motivasi atau Bullying? Pake alasan "Hard Truth" buat maki orang itu tipis banget bedanya sama cyber bullying. Gak semua orang butuh dimaki buat jadi sehat. Atensi karena Kesepian? Bro, kalau kesepian ya nongkrong di warkop, bukan malah ngajak berantem satu negara Steven Wongso itu tipikal kreator yang pake cara "Chaos" buat eksis. Dia sadar betul apa yang dia lakuin, dia tau cara mainin emosi netizen, dan dia sengaja manfaatin kesepiannya buat jadi bahan bakar konten kontroversial.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
193
131
1.9K
473.2K
🔑 hater of noble idiots
🔑 hater of noble idiots@saltymachine1·
In my defense : "biar malu kalo beneran ga ada usaha pdhl dah koar2"
Indonesia
0
0
0
26
🔑 hater of noble idiots retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
ASBUN BANGET ANJ😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
346
10.8K
57.6K
520.8K