
MINIMAL EMPATINYA DANN STOP JADI IBU-IBU PICK ME!!!! Kasus daycare di Jogja bikin gw makin sadar: dunia sering terlalu kejam pada sosok “Ibu”. Seolah setiap keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu siap dihakimi. “tatapan”, “ucapan” ataupun “komentar” yang dilontarkan oleh orang2 dengan entengnya nggak akan pernah dilupa. Salah satunya untuk keputusan masukin anak ke daycare. “Jahat banget, tega bener ibunya!” - salah satu ucapan yang melekat dan diucapkan dengan entengnya…. oleh seorang Ibu juga. Padahal keputusan daycare bukan hasil cap cip cup kembang kuncup. Percayalah, ada riset, ada diskusi panjang, ada pertimbangan matang. Nggak sebentar, nggak asal 🙂 Gw percaya, banyak ibu-ibu pekerja ataupun non pekerja yang mengalami “proses” serupa, yang akhirnya memutuskan memilih daycare. Proses yang mungkin nggak bisa dilihat orang lain. Ibu juga manusia. Menghakimi atas apa yang dipilih untuk anaknya tentunya justru menjadi beban tambahan. Padahal keputusan ya diambil bareng suami kan? 😉 Jadi, stop deh. Siapa kita men‑judge keputusan orang lain yang bahkan nggak tahu apa saja di baliknya? For a mother, the burden is already heavy enough. BE KIND! Kalau ga bisa, diem aja mending 🫵🏻





















