sastroutomo

3.7K posts

sastroutomo banner
sastroutomo

sastroutomo

@sastropwr

penyuka pepohonan dan alam sekitar

Katılım Şubat 2017
337 Takip Edilen84 Takipçiler
bei
bei@greew·
@onlyyans24k take homepay tahunannya 14x 12x 2x komisi ga adaaa, gaji blio kayanya around 17-18juta
Indonesia
7
0
48
7.2K
bei
bei@greew·
seniorku dapet nilai terbaik, bonusnya 14x gaji😭😭😭🤲🤲🤲 manifesting…..
Indonesia
152
543
16.4K
742.7K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@RestuAwalliddin Bagian masyarakat lain yg jg pendukung Persib di sisi yg lebih tertib. Perayaan berlebihan cenderung merugikan, baik suporter sendiri maupun khalayak.
Indonesia
0
0
1
212
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@RestuAwalliddin Sebenarnya buanyak yg tidak setuju dengan ulah suporter yg cenderung anarkis, nutup jalan dan ganggu pengguna jalan lain. Namun, karena takut dengan kerumunan yg bisa kapan saja meledak, orang jadi pasif. Persib memang sudah jadi bagian dari Bandung, tapi perlu jg menghormati...
Indonesia
3
0
4
3.5K
ARES
ARES@RestuAwalliddin·
Kenapa Pesib tidak pernah dipermasalahkan? Karena Persib sudah jadi bagian dari budaya dan perkembangan kota serta mayoritas masyarakatnya. Naik turunnya, baik buruknya, dan semua hal yang menyertainya akan selalu jadi bahasan dan bagian dari mayoritas rakyat Jawa Barat pada umumnya, serta Bandung khususnya. Saya rasa kalo membandingkan 2 hal ini tidak apple-to-apple. Keduanya bukan sebuah hal yang sepadan dan bisa dibandingkan begitu saja. Terus apakah orang bandung gak pusing kalo konvoi persib ini bikin macet dan sampe nutup jalan ber jam-jam? Saya yakin pasti ada yang ngerasa pusing dan bahkan capek kok. Wajar dan normal. Tapi, balik lagi ke point awal. Persib ini sudah jadi bagian dari budaya mayoritas masyarakatnya. Jadi hal seperti ini adalah sesuatu yang pada akhirnya jbisa dipahami dan diterima oleh mayoritas masyarakat karena kedekatan emosional-nya tadi. Yang pada akhirnya, mayortias masyrakat menjadikan Persib dan Konvoi-nya ini sebagai hiburan sekejap untuk melepas keruwetan yang dialami tiap harinya. Dan tentu saja, perihal konvoi ini adalah sesuatu yang gak akan bisa untuk dihindari. Jeung banguna mun presiden arek liwat ge, nu aya presiden-na nu nungguan 😂 Sedikit contoh 2014 pas konvoi Persib Juara, Almh nenek saya yang waktu itu umurnya 80-an juga milu surak euy Persib Juara-mah. Tante saya juga ikut neriiakin nama Ferdinand Sinaga pas bus konvoinya lewat. Kedekatan emosional ini yang saya rasa memvalidasi euphoria mayoritas masyarakat soal Persib. Sedangkan event lari ini sifatnya komersil dan hanya menyentuh beberapa kalangan tertentu saja. Ditambah lagi, pihak EO tidak berkaca pada event-event lari yang pernah diadakan sebelumnya. Mereka kembali gagal buat paham kondisi masyarakat-nya seperti apa. Gausah jauh-jauh ke event lari deh, tuh... kirab budaya-nya KDM juga banyak yang ngeluh gegara jalan-nya ditutup 😂 tapi kalo hubungannya sama Persib ya lain cerita. Mayoritas masyarakat dari berbagai kalangan ya ikut terjun beruphoria. Balik lagi soal lari, untuk Rute-nya juga dari yang saya liat nutup akses ke pasar Ciroyom, pasar Andir yang mana jadi tujuan banyak pedagang. (nuhun rudet) 😅😂 You bayangin, ini kota tiap harinya itu traffic udah ruwet. Pas weekend apalagi. Jalur-jalur yang "utama" juga banyak yang 1 arah. Jadi kalo misal 1 jalur ditutup ya harus muter lewat jalur lain yang searah juga, dan bahkan kadang jalurnya lebih kecil dari yang seharusnya. Nah you bayangin dah itu kendaraan numpuknya kek mana. Ini juga belom ngomongin soal penerangan jalan yang... POOOEEEEKKK ANYEEENNGG!! Untuk sebuah ibukota provinsi, ini kota tuh sekarang Banyak Kurengnya. Padahal Gubernur-nya juga ngantor sering di situ. Bandung sekarang tuh semacet itu. Macet banget. Kemacetan Bandung tuh udah jadi salah satu yang terparah dan bahkan ngimbangin Jakarta. Ditambah kurangnya Transum yang bisa setidaknya mengurai masalah tersebut, bikin kondisinya makin gak kekontrol. Perdebatan soal event lari ini dan perbandingannya dengan Konvoi Persib saya rasa akan jadi diskursus yang gak habis-habis selama tidak ada keseriusan dan evaluasi menyeluruh dari pihak EO sebagai penyelenggara, dan pemkot sebagai Pemberi Izin. Gini, dari 2 hal tadi. Saya tidak membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Karena pada akhirnya, semua kembali lagi ke bagaimana Pemda dan pihak keamanan bisa memitigasi dan meminimalisir keluhan yang ada. Pertama, event lari ini akan minim "gesekan" kalo pihak penyelenggara mau evaluasi dan memikirkan rekayasa pengalihan jalur yang sekiranya digunakan oleh event tersebut. Jadi sinergitas antara EO dan Pemda ini sebenernya jadi kunci untuk sebuat event Sport Tourism bisa berjalan dengan baik. Untuk kota sekaliber Bandung, sangat disayangkan kalo pada akhirnya terlewatkan untuk event-event besar yang bisa menguntungkan bagi kota dan masayarakatnya. Kedua, pihak pemda serta keamanan juga harus lebih paham dengan kondisi yang terjadi di daerahnya. Kayanya kalo 2 institusi tersebut bener kerjanya, masyarakat-pun gak akan jadi "Tegang" sebegitunya. And again... semuanya kembali pada satu kalimat "Everything is political" Sangat disayangkan event yang seharusnya menguntungkan bagi sebuah kota malah kembali jadi ajang konflik bagi Pelari dan Masyarakat-nya.
ARES tweet mediaARES tweet media
Pocong@pocongmainx

Menjadi perdebatan pada setiap pelaksanaan kegiatan Fun Run ataupun lari Marathon yang diselenggarakan di kota bandung. Pada setiap pelaksanaan selalu ada kejadian warga atau pengendara menerobos dan memaksa membuka blokade dari panitia. Alasannya selalu sama, karena menggangku kegiatan serta rutinitas warga bandung sepert berangkat kerja, jalur order transportasi online dan kegiatan warga lainnya sehingga selalu terjadi gesekan antara pelari dan warga. Namun banyak juga yang mempertanyakan kenapa jika ada konvoi kemenangan persib yang kadang juga memblokade jalan tidak pernah dipermasalahkan oleh warga Bandung.

Indonesia
49
365
1.5K
144.4K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@boy_7776 @gm_gm Nulis dicabut saja salah kok sok-sokan berpendapat tentang pendidikan.
Indonesia
2
0
0
117
elmachoreborn🇧🇪
elmachoreborn🇧🇪@boy_7776·
@gm_gm liat hasil konsep kurikulum merdeka? kualitas murid2 10 thn ini?sistem masuk jalur pendidikan negeri yg aneh2? subsidi kampus dll yg di cabut dibawah siapa..masukin kroni2 di circle dept pendidikan..bukan malaikat juga org ini!!!!!
Indonesia
9
3
21
3.2K
goenawan mohamad
goenawan mohamad@gm_gm·
NADIEM Saya mengikuti proses pengadilan Nadiem dan terperangah mendengar orang yg jelas tak bersalah ini dituntut 18 tahun pénjara. Saya tak sendirian Jaksa membuktikan -- dan tak cûma kali ini -- dan kita saksikan dgn sedih -- betapa NKRI benar negara gagal. Gagal menegakkan keadilan Dan jaksa menyusun tuntutannyz dengan enteng -- sikap seperti terbiasa melakukan kezaliman. The banality of evil.
Indonesia
154
468
1.4K
57.8K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@abulmuzaffar10 Ga semudah itu, lebih banyak mana yg kerja dan dapat manfaat dr MBG (kecuali ortu anak sekolah) dan yg ga setuju MBG. Calon akan memetakan ini dan ambil pesan yg mengena. Bisa dgn ganti program. 2029 masih cukup waktu.
Indonesia
6
1
19
11.7K
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Berat.. Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya. Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku. Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang. Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG. Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG. Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
arawr@flllowiee

Visi misi capres setelah prabowo gausah aneh - aneh dah. Cukup: “Saya akan hentikan MBG” Fix langsung kepilih.

Indonesia
633
5.9K
22.2K
1.1M
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@fajarnugros Kuncinya jangan ngarep borneo kalah, dua pertandingan sisa menang semua dengan skor berapapun.
Indonesia
0
0
0
22
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@ogiehart Persis. Carportku juga jatuh gitu, trus saya kasih klem tambahan.
Indonesia
0
0
0
1.1K
Ogie Hartantyo
Ogie Hartantyo@ogiehart·
Dari 2 rumah berbeda. Kayaknya dua2nya yang model click. Kayaknya avoid model begini dulu deh. Apalagi kalo merk-nya ga familiar & di outdoor
Ogie Hartantyo tweet mediaOgie Hartantyo tweet media
Indonesia
27
14
345
57.5K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@GIBOLofficial Penegakan hukum. Penonton harus daftar berdasar NIk, duduk sesuai tempat duduk. Bila rusuh, satu kompartemen area yg rusuh blok larang nonton jangka tertentu atau seumur hidup. Suporter harus gabung ke wadah yg diakui, kalau ada yg rusuh anggota wadah itu...dst
Indonesia
0
0
0
70
GIBOLofficial
GIBOLofficial@GIBOLofficial·
Ayo kita sharing bol, Gimana cara membuat dewasa penonton sepak bola Indonesia ketika hasil mengecewakan didapat klub kebanggaannya? 1. Bagusin level pendidikan 2. Mahalin tiket pertandingan atau ada lain..
Indonesia
155
9
109
35.5K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@emerson_yuntho Orang tua yg menyerahkan sepenuhnya pendidikan pada orang lain adalah orang tua gagal.
Indonesia
0
0
0
15
Buya Eson
Buya Eson@emerson_yuntho·
Bagi orang tua yang ingin masukkan putra putrinya ke pondok pesantren sebaiknya hati-hati. Cermati dan pelajari betul profil dan rekam jejak pondoknya serta pimpinan maupun pengajarnya. Jika ada keraguan sebaiknya jangan memaksakan diri. Cari alternatif lain
Indonesia
3
1
8
667
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@Mah5Utari Persija aka persijapus, persijatim aka sriwijaya fc dan ada persitara. Persijasel ga pernah denger.
Indonesia
4
0
0
986
ᮙᮂᮜᮤᮙ ᮅᮒᮛᮤ
Aduh Oom entar ada yg marah lg ampe no menton di instastorynya yg katanye punye sejarah bola jkt🫣 Pdhl sy ada artikel dr ketum pssi-dki era 70an yg bikin SK pembagian 'pembinaan' sepakbola sesuai kota administratif jkt baru di thn2 tsb (kebanyakan klub internal jg). Ah udahlah~
Fajar Nugros@fajarnugros

Koran dulu menulisnya Persija Jakarta Pusat ya? Apakah diera yang sama Persijatim dan Persitara juga cukup populer? Sehingga Jakarta Pusatnya harus disebut?

Indonesia
5
15
116
18.3K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@detikcom @detikjabar_ Kali ini setuju sama dedi. Ganti alpokat atau sejenisnya, bantu bibit bagus sampai penjualan.
Indonesia
0
0
3
2.1K
detikcom
detikcom@detikcom·
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi instruksikan petani beralih ke pohon keras untuk pelestarian alam. Pemprov siapkan upah Rp 2 juta/bulan untuk program ini. Via @detikjabar_ detik.com/jabar/berita/d…
Indonesia
10
7
18
118.8K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@rasjawa Ini bank harus ikut tanggung jawab sih, mereka nerima cicilan dan bunga dr konsumen.
Indonesia
0
0
0
259
Mas Pur
Mas Pur@rasjawa·
Akal2an Developer Licik : Kredit rumah di Bank sudah dilunasi, tapi Sertifikat tanah tidak bisa diambil! Hari ini istri gue (agen property) dapet kabar lagi, kalo salah satu kliennya (suami istri) kena masalah. Mereka baru melunasi cicilan kredit rumah 15 tahun di bank. Tapi serfitikat tanah tidak bisa diambil.😭😭
Mas Pur tweet media
Indonesia
101
551
1.6K
205.2K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@MasMasBiassaa Itu SDM, bukan mobilnya. Harusnya dia beli susuki carry yg buat angkut matrial.
Indonesia
0
0
0
405
Tukang Mobil Mobilan
Tukang Mobil Mobilan@MasMasBiassaa·
Salah satu jeleknya mobil jaman sekarang : banyak sensor & fitur² yang meskipun berguna terutama fitur keselamatannya namun ga diimbangin sama kondisi lapangan dan kualitas SDM pemakainya Itulah kenapa saya pernah bilang sebenernya di Indonesia ini masih belum terlalu perlu buat adaptasi fitur² canggih kek di luar negeri sono karena dari medannya sendiri tuh masih banyak yang perlu mobil dengan teknologi analog lebih banyak dibanding teknologi elektronik, contohnya RWD Beloman lagi kalo ngobrolin kualitas SDM yaa, panjang ini nantikk ✌🏽😂
ertigaID@ertigaid

Avanza yg sekarang bukanlah avanza yg dahulu terkenal kuwat 😢

Indonesia
91
184
1K
146.7K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@LambeSahamjja @BiLLYKHAERUDIN 1 hal, kekayaan 50 orang itu tidak dalam bentuk cash, tapi berupa saham atau kepemilikan perusahaan-perusahaan. Ketimpangan iya, tapi cara pikirnya tidak sesederhana itu. Sebenarnya mereka sudah bayar pajak melalui perusahaan2, tinggal petugas pajak bener ga hitungannya.
Indonesia
0
0
3
1.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
225
4.1K
7K
220.3K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@rasjawa Kalau ini saya setuju, kan ada ITB, harusnya secara teknis bisa dibuat dengan resiko banjir nihil. Mirip subway MRT jakarta, dapat direkayasa secara teknis.
Indonesia
1
0
4
501
Mas Pur
Mas Pur@rasjawa·
Dedi ini pasti tau ya di sekitar situ kalo hujan deres pasti jadi banjir cileuncang, dan depan Mall BTC sering banjir agak dalem. Kalau bikin underpass di perempatan Junjunan - Suria Sumantri apa gak malah jadi gorong2?
Mas Pur tweet media
Indonesia
62
41
221
22.7K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@FranceJakartaID selamat siang. Mohon informasi, apakah pemerintah Perancis ada skema bea siswa untuk calon mahasiswa dari Indonesia yg akan studi di Perancis?
Indonesia
0
0
0
13
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@pikiran_rakyat Pembersihan monju bener, dukung KDM, plaza gesat lawan. PKL ini makin lama makin ngelunjak, ga mau bersihkan sampah residu dagangannyadan nutup jalan.
Indonesia
0
0
0
155
Pikiran Rakyat
Pikiran Rakyat@pikiran_rakyat·
DPRD Jabar: KDM Cuma Ingin Bersihkan yang Tak Enak Dipandang, Bukan Bereskan Kemiskinan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, menyoroti dampak sosial atas kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Perjuangan (Monju). Maulana mempertanyakan apakah kebijakan yang diambil oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) ini sudah melalui kajian yang matang atau hanya sekadar mengejar aspek estetika visual di sekitar pusat pemerintahan. "Apakah penggusuran para PKL di Monju itu murni atas analisis ekonomi, analisis tata kota, analisis kebersihan, analisis kesehatan dan lain sebagainya, atau hanya sebatas memenuhi keinginan besar semata yang itu pun tanpa analisis dan tanpa diskusi?" ujar Maulana kepada Pikiran Rakyat, Senin, 27 April 2026. Teks & wawancara: Rio/PRMN Aset video: Irwan Suherman/PRMN #kdm #jawabarat #pkl #tiktokberita
Indonesia
51
40
106
12.7K
sastroutomo
sastroutomo@sastropwr·
@infobdg Trotoar jl cijambe udah ditempati 3 pedagang K5, entah kemana lurah, camat dan satpol pp. Pernah ngobrol sama salah satu kang parkir di situ, mereka bayar ke RT RW dan preman.
Indonesia
0
0
0
974