Sabitlenmiş Tweet
Saddd
902 posts

Saddd retweetledi
Saddd retweetledi

i could NEVER shame another working class…. Gaji mereka udahlah ga seberapa dan job banyak banget (buat makanan-jadi kasir-restock barang). To all famima employees, take your time anjir. Im willing to wait for your cheap coffee and ayam ❤️🫶
🐸@juna__original
Store paling lelet se Indonesia Raya. Klemar klemer banget padahal antrian panjang
English
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi

Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
Saddd retweetledi

"ada orang yang nikah dengan selingkuhan dan lebih langgeng"
aku punya tante yang nikah lagi dengan orang yang awalnya jadi selingkuhannya, bahkan teman dari suami pertamanya :)
sounds complicated.. dan salah..
tapi faktanya, hubungan yang sekarang justru jauh lebih sehat lho..
mereka lebih langgeng, lebih hangat dan "keluarga cemara"
beda banget sama pernikahan sebelumnya yang penuh konflik, tekanan, dan terlalu banyak batasan..
ga menormalisasikan selingkuh, tapi kadang hidup memang ga selalu berjalan sesuai ideal atau teori..
jadi sebelum menikah, alangkah baiknya cari yang sefrekuensi dan kalo bisa lebih galak si cewe 👍🏿🫂
Lilyta@cryptolilyta
Unpopular opinion about marriage Just wondering, is marriage scary?
Indonesia
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi

Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar.
Bukan karena dramatis.
Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis.
Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya.
Dan Vincent accept dan nurutin semua itu
Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka.
Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu.
Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya."
Tapi yang menarik dia tetap accept.
Bukan karena takut.
Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih.
Dan pasal yang paling gue suka?
Pasal 5
"Kamu boleh sukses setinggi langit.
Tapi pulangnya tetap ke aku.
Karena aku itu rumah, bukan alamat."
Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya.
Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian.
Narkoba cerai.
Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri.
Judi cerai.
KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri.
Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut.
Tapi masuk ke perjanjian pranikah.
Tertulis.
Legal.
Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri.
Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong.
Empat tahun menikah.
Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri.
Nggak minum alkohol.
Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba.
"My target of having fun is at home."
Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah."
Mereka cuma jadi jauh sebentar.
Lalu balik lagi.
Yang gue pelajarin dari cerita ini:
Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak.
Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga.
Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun
Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua.
Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan.
Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana.
Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi.
Menua itu wajib.
Bosen itu haram.
Gampang diucapkan.
Susah dijalankan.
Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.

Indonesia
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi

me trying to find the HDMI port on my TV
arman@SURVlVALHORROR
this is one of the best posters i’ve seen in a very long time btw
English
Saddd retweetledi

Semua burger milik Allah
Cuma @alditaher_indo yang bisa bikin UMKM collab sama brand dengan valuasi IDR 3,6 Triliun
Marketing masterclass yang ga bisa dipelajari di buku manapun dan ga bisa direplikasi

Indonesia
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi
Saddd retweetledi






















