Sabitlenmiş Tweet
Siapa saya?
13.3K posts

Siapa saya?
@sayappitik
Kasmaji '14. Are you sure want to see another part of me likes grumbling the trash of my life? Here we go~
Surakarta, Indonesia Katılım Temmuz 2009
283 Takip Edilen219 Takipçiler
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi

@erraent Generasi 90an itu generasi pertama yang sadar: nikah terburu-buru = risiko tinggi. Mereka lihat langsung perceraian orang tua, toxic relationship, financial trap. Jadi "belum nikah" bukan gagal — itu justru hasil berpikir lebih matang dari generasi sebelumnya 🔥
Indonesia
Siapa saya? retweetledi

@erraent Sibuk kerja kak. Pokoknya gak ada waktu buat pacaran. 6-8 siap2 berangkat kerja. 8-5 kerja, 5-7 prepare pulang dan rebahan, 7-9 siapin diri buat akhirat, 9-10 scrol tiktok/nonton/baca novel dll yang berhubungan sama kesukaan kak, 10- 5 pagi tidur, 5-6 olahraga. Dah gitu doang+
Indonesia

@onepillcoups Kak aku gbs dm kamuu, skrg dm ku udah ku buka silahkan kalau mau dm. Makasih yaa
Indonesia

@jsscaw Kak aku gbs dm kamuu, skrg dm ku udah ku buka silahkan kalau mau dm. Makasih yaa
Indonesia

@lifeasarchive Kaaak aku gbs dm kamuuu, skrg dm ku dah ku bukaaa silahkan kalau mau dm huhu td lupa di bukaa
Indonesia

@sayappitik Kak aku gabisa dm, apakah boleh bantu dm duluan? Terima kasih 🥰
Indonesia
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi

@dyahayuuus Ini udah masuk wishlist ku yang harus aku liat bersama suamiku nanti, haddad alwi + opik
Indonesia
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi

@rayuswan Betul, Buat menghindari kecelakaan seperti ini itu bisa pakai Double Double Track, buat Misahin KRL dengan KAJJ, tapi malah yang diutamain Wush, MBG, Kopdes, padahat DDT ini setara cuma 5 Hari MBG, Kebutuhan rakyat diabaikan, malah MBG kebutuhan pejabat diutamakan.
Indonesia
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi
Siapa saya? retweetledi

Kalau ada yang tanya “kenapa kamu belum nikah-nikah?” jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini 😂
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16–20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak “marrying down”.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananya… semua struktural 🤣
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.


dl@drlrst
Menikah dengan yang sekufu-sekufu aja tuh gini toh
Indonesia

















