Om

32.9K posts

Om banner
Om

Om

@saylow

Traditionally entertainers not unlike myself, have tried to grab people’s attention by being outrageous, flashy or even rude for the sake of shock value.

Bali, Indonesia Katılım Nisan 2007
630 Takip Edilen2.1K Takipçiler
Om
Om@saylow·
@50ngoku @MurtadhaOne1 The missing dot, hayoo netizen do your magic! Tunjukan muka-muka mereka.
Indonesia
0
0
0
2
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Siapa sih monyet2 ini? urgentnya foto2 disana apa? Sedangkan truk2 pada disuruh berhenti diturunan...
Indonesia
2.6K
7.3K
26K
1.9M
Om retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Kabar Baik dari Meishan🇨🇳 Speed climber asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi🇮🇩 adalah juara Asia speed climbing 2026! ✅Di semifinal memecahkan rekor Asia dgn catatan 6,15 detik. ✅Di final menajamkan rekor Asia dgn catatan 6,07 detik. Emas Kejuaraan Asia pertama dlm karier Rita! 🎥: World Climbing
Indonesia
157
2.6K
9.5K
344.8K
Om retweetledi
Kismin Boys
Kismin Boys@kismin666oys·
as a balinese, aku sih chill aja ya, yang penting tahun ini sudah ada ogoh ogoh yang bagus
Indonesia
8
30
128
10K
Om retweetledi
Joey Ardiva
Joey Ardiva@joey_ardiva·
Sumpah salut banget sama warga Bali, TPA dah ditutup, warga pada bakar sampah, trotoar masih jelek, pajak bandara entah kemana, lahan besar2an dijual ke bule2, tapi tetep santuy2 ae alias ga ada demo2, saluttttttt
Indonesia
293
2.4K
17K
1M
Om retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
ALARM BAHAYA KEBEBASAN DIGITAL. Wah, ada kabar buruk buat demokrasi kita di ruang digital. Baru-baru ini, Koalisi Damai mendesak pencabutan SK Menkomdigi No. 127 Tahun 2026. Kenapa ini genting? Mari kita bahas singkat. youtu.be/HuNlsAP1lTs?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
19
253
493
11.9K
Testimony | Product Designer
Testimony | Product Designer@uiuxbytestimony·
This is not how any of this works. Claude Code is Anthropic's product. Gemma 4 is Google's. you can't connect one to the other and call it free Claude Code, that's like swapping a Toyota engine into a BMW and still calling it a BMW. What you actually have is Gemma 4 running locally through Ollama which is genuinely cool and genuinely free but the moment you do that you're not using Claude Code anymore, you're using Gemma 4. the agentic behavior, the reasoning, the way Claude Code actually navigates a codebase that comes from Anthropic's models underneath, not the interface. Someone is going to spend time setting this up expecting Claude Code and get something completely different. Be excited about Gemma 4, there are real reasons to be, just don't call it something it isn't.
English
10
5
135
10.3K
Julian Goldie SEO
Julian Goldie SEO@JulianGoldieSEO·
Claude Code is now completely free forever 🤯 Google just dropped Gemma 4 on Ollama, which means you can run Claude Code locally with zero API bills and zero subscriptions. Just install Gemma 4, connect it to Claude Code, and suddenly you have free AI agents running directly on your computer. Google may have just killed AI subscription costs. 🚀
English
201
405
3.4K
604.1K
Om retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
181
3.9K
7.5K
326.3K
Om
Om@saylow·
Mengganti tombol "Add to cart" di Woocommerce dengan custom link ke No Whatsapp, sekaligus menghilangkan fungsi "View Cart" di semua halaman Wordpress. Buka file functions.php di folder template dan masukan code berikut di paling bawah. Demo ada di nyomansfruit.com
Om tweet media
Indonesia
0
0
0
86
Om
Om@saylow·
@ramayadi Windy sepupunya Windu?
Indonesia
1
0
0
16
ramayadi
ramayadi@ramayadi·
@saylow Sudah diprediksikan 3hari lalu om, di app windy jg udah keliatan mata badainya
Indonesia
1
0
0
53
Om
Om@saylow·
Tiba-tiba angin badai di sekitar Ubung, Denpasar, Bali Dia tempat kalian aman?
Indonesia
4
0
1
1.2K
Om retweetledi
BeritaSatu
BeritaSatu@Beritasatu·
Seorang pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) tewas tertembak senjata api Iptu N saat pembubaran kelompok bermain senjata mainan peluru jelly di Jalan Toddopuli, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026). Peristiwa bermula dari laporan warga yang resah karena aktivitas tersebut mengganggu pengendara. Saat diamankan, senjata Iptu N meletus tak sengaja mengenai tubuh korban. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan proses hukum terhadap Iptu N dilakukan secara transparan melalui pemeriksaan kode etik dan pidana. Jenazah korban telah diautopsi dan dimakamkan. Menanggapi fenomena berbahaya ini, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota untuk membatasi penggunaan senjata mainan di ruang publik. Simak berita selengkapnya di BeritaSatu.com, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!⁣ #BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Makassar #Polisi #SenjataJelly #Viral
Indonesia
159
337
1.4K
404.5K
Om
Om@saylow·
Salah satu alasan masukin anak di swasta, karena nggak mau dapat MBG.
Indonesia
0
0
2
101
Om retweetledi
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Nih ya netizen kenapa kita harus stay with victim Bayangkan kontol mu diremes temenmu di wc. Tiba2. Bar kui silitmu diraba2. Trus kamu trauma. Kamu mencoba speakup, tapi ga ada jejak sperma. Pie le buktike kontol diremes? Mangkane stay with victim kui diutamakan.
Indonesia
231
8.6K
29.2K
757.7K
Om
Om@saylow·
@grok What are the first tweet in Bahasa Indonesia?
English
2
0
0
88
Om
Om@saylow·
Tidak perlu banyak prompt untuk membuat chatGPT mengakui dia tidak berguna. -- It doesn't take much prompting to get ChatGPT to admit its worthlessness.
Om tweet media
Indonesia
0
0
0
184