Sabitlenmiş Tweet
⭐️
2.1K posts


@scentelde alamakkkk,, sabar2 lah ya, loss berapa kalau masih 5-10 masih bisa ke kejar itu
Indonesia
⭐️ retweetledi

Materi ini Dijual Seharga Jutaan Rupiah dengan Overclaim Bisa Bikin Kalian Jadi Kaya dari Trading.
Padahal enggak, materi ini adalah salah satu BASIC yang perlu kalian pahami. Sisanya masih banyak PR lain yang harus kalian lakukan.
Makanya, saya share di sini gratis.
Awas! Materinya panjang. Cuma buat yang niat belajar
MULTI TIMEFRAME ANALYSIS
Kenapa ini penting?
Karena kadang kita gak bisa lihat bigger picture buat analisa kalau timeframenya kecil doang. Tapi kalau kita ke timeframe besar doang, analisa dan entry kita kurang presisi dan ada potensi resikonya kegedean.
Langsung aja kita mulai dengan sangat sederhana, terutama buat kalian yang mau day trading:
Gunakan 4 jam buat cari general trend
Gunakan 1 jam untuk cari level dan potensi koreksi
Gunakan 15 menit untuk nungguin konfirmasi
Timeframe 4 jam buat menentukan kalian mau cari posisi long/buy atau short/sell. 4 jam ini cukup clean buat tidak terlalu banyak noise, tapi tidak terlalu lama untuk intraday setup.
Cara identifikasi trend:
Tandai high (puncak/titik sebelum dia balik turun) dan low (lembah/titik sebelum dia balik naik)
Trend naik:
- High tambah naik (higher high)
- Low tambah naik (higher low)
Trend turun:
- High tambah turun (lower high)
- Low tambah turun (lower low)
Kategori lainnya: Sideways atau ranging dan ada lagi choppy market. Kalau itu nanti kita bahas di lain kesempatan ya
Di trend naik = cari koreksi/pullback, lalu cari posisi beli/long
Di trend turun = cari pantulan/rally, lalu cari posisi short/jual
Perhatikan gambar pertama, saya kasih gambar chart Hyperliquid. Kelihatan bahwa trend mulai shifting dari naik menuju turun
Timeframe 1 jam digunakan buat mencari level support/resistance. Di sini tempat kita cari dan nungguin sinyal buat entry.
Contohnya kita bisa tandain area/level deket trendline, high/low sebelumnya, atau menggunakan indikator seperti moving average. Lihat contoh gambar kedua di mana saya tandain area-area dari chart Hyperliquid.
Perhatikan juga indikator 21 EMA. Kalau trend lagi naik, harga ada di atasnya, kalau trend lagi turun, harga di bawahnya, dengan beberapa pengecualian yang mana nanti bakal balik lagi juga.
Timeframe 15 menit buat cari kapan "pull the trigger" atau masuk.
Caranya:
- Tunggu sinyal reversal di area yang ditandain kalau cari pantulan (posisi beli saat trend naik pas koreksi, atau posisi short saat rally)
- Tunggu breakout dari area yang ditandain (cari posisi beli dengan breakout dari high terakhir atau cari posisi sell/short dengan breakdown dari low terakhir)
Perhatikan gambar ketiga, yang saya buletin. Contoh breakout dan pantulan. Perhatikan plan saya untuk yang sekarang di gambar keempat. Saya udah tandain levelnya dan cari posisi short di area situ nanti.
Beberapa tips
1. Kalau cari posisi denga breakout/breakdown, SELALU kombinasikan dengan volume untuk memperkecil kemungkinan kena fake out
2. Kalau timeframe besar dan kecil berlawanan, sebaiknya diem aja. Jangan maksain trading. Cari pair lain atau nanti besok lagi
Ini belum termasuk cara ngitung resiko dan lainnya ya. Jangan sampai kegocek dan kena likuidasi/margin call




Indonesia
⭐️ retweetledi
⭐️ retweetledi
⭐️ retweetledi

space terbaru sudah tersedia di web ponyin.id ya teman temankuhh. semoga bermanfaat dan bisa menjadi insight klian

Ponyin 𓂀@ELPonyin
Indonesia

+ $45 again
jir ini yoshi kalo gak cepet tp keburu rug



Jef 🌸@jefairyy
lanjut main 3 menit + $50 😭😔 total profit $90
Indonesia
⭐️ retweetledi

Saya mau share beberapa tips buat trading yang terbukti gacor buat saya.
Ingat ini bukan financial advice ya.
Jadikan sebagai edukasi dan referensi saja
Belum tentu cocok buat kalian
1. Screening pasar TOP VOLUME di FUTURES MARKET
Walaupun kamu tradingnya spot, tetep screeningya futures. Nanti tinggal ganti aja asetnya ke spot.
Cari top volume kecuali BTC, ETH, SOL (dan lainnya yang top big cap).
Alasannya:
Pasar futures = tempat di mana uang mengalir, dan big volume = pergerakannya akan lebih terkonfirmasi. Lebih real. Gak rawan false breakout dan semacamnya.
Contoh lihat gambar. RAVE bukan top marketcap, tapi volumenya gede. Kalian tau sendiri geraknya gimana beberapa hari ke belakang.
Alternatif lain: Di beberapa exchange ada yang ngasih logo "HOT" - bisa juga screening itu, asal volumenya besar
2. Cara Entry Gak Banyak Mikir: Breakout 21 EMA timeframe 15 menit + Volume
Lihat gambar. Saya kasih 2 contoh: RAVE dan XAG
3. Cara jaga modal dengan kapital kecil (di bawah 1000 USDT)
- isolated margin
- masuk 5-10% capital (kalau kapital 1000, masuk 50-100 USDT)
- Set stop loss, kalau bisa jangan likuidasi
Dengan begini, kamu akan set risk per trade 3-7%
- Kalau udah minus 30% dari kapital (udah loss 300 kalau kapitalmu 1000), udah berhenti. Nabung dulu lagi
- Kalau sehari loss 3x (atau 2x berturut-turut) - LANJUT BESOK
4. Setiap Hari, kalau ada profit, WITHDRAW



Indonesia

Gak konsisten sih ka.
Soalnya kadang-kadang $100 kadang-kadang $500.

gangmaker@dondongid
@liabilitree Gua mau tanya nih? Bisa kah konsisten dapet $100? Validkah? Dan di achieve atau cuma teori doang
Indonesia
⭐️ retweetledi

PP x HH koreksi,
Sekarang giliran
IRA Universe/888 universe.
textbooks banget woylah.. 😹😹

이사 dojjunn@dojjunn
Classic playbook IHSG. ketinggalan really pak pp? tenang ada saatnya universe lain kebagian rotasi.. 😂😂
Indonesia
⭐️ retweetledi

MOVING AVERAGES STRATEGY:
1. Understand the Basics What is a Moving Average (MA)? A moving average smooth's price data to identify trends.
Types:
1.Simple MA (SMA) and Exponential MA (EMA).
2. Types of Moving Averages Simple Moving Average (SMA): Average prices over a specific time. Less responsive to recent price changes.
Exponential Moving Average (EMA): Gives more weight to recent prices. More sensitive to short-term price movement.
3. Common Time Periods Short-Term: 5, 10, 20-day MAs Medium-Term: 50-day MA Long-Term: 100-day, 200-day MA
4. Key Strategies
a) Golden Cross 50-day MA crosses above 200-day MA → Bullish signal (Buy)
b) Death Cross 50-day MA crosses below 200-day MA → Bearish signal (Sell)
c) MA Crossover Strategy Buy when short-term MA crosses above long-term MA. Sell when short-term MA crosses below long-term MA.
d) Support & Resistance MAs act as dynamic support during uptrends and resistance during downtrends.
e) Trend Confirmation Price above MA = Uptrend Price below MA = Downtrend
5. Advanced Techniques Double/Triple MA Strategies: Use combinations like 20-50-200 EMAs for refined signals. MA Envelope/Bands: Measure volatility by plotting % bands above/below an MA.
Confluence Zones: Look for overlap between MA signals and other indicators like RSI, MACD.
6. Timeframe Considerations Use different MAs based on trading style: Scalping: 5-min or 15-min with 5/20 EMAs Day Trading: 1H to 4H with 20/50/100 MAs Swing/Position Trading: Daily/Weekly charts with 50/200 MAs
7. Risk Management Use stop-loss below moving average. Combine with volume and confirmation indicators. Never rely on MAs alone – avoid false breakouts.
8. Backtesting and Optimization Test different MA periods on historical data. Adjust for asset volatility and trading style.

English
⭐️ retweetledi

rsi bakal selalu work kalo lu matuhin peraturannya, emang kadang naiknya dikit doang
makanya lu kudu sabar tunggu dia bener bener oversold baru lu entry
dan tunggu bener bener dia overbought baru lu exit
kalo udah oversold terus turun gimana bang messi?
gw biasanya DCA, kalo scalp gw pasti DCA
karena ketika RSI-nya flooring itu misal candle junam lagi bakal rebounce kenceng
exit ketika RSI udah overbought, selama token ga rug aman
makanya cari pair lama, jangan pair baru

Indonesia
⭐️ retweetledi





