K

34.5K posts

K banner
K

K

@schrodinner

21. Katılım Kasım 2020
321 Takip Edilen98 Takipçiler
K retweetledi
paloaltoast
paloaltoast@paloaltoast·
@nozelism Menurutku akarnya bukan edukasi, tapi empati. Kalau sudah ada empati akan memicu rasa ingin tahu lalu mengedukasi diri. Pertanyaan "apakah ini udah benar? apakah seharusnya begini?" ga akan muncul tanpa empati.
Indonesia
1
12
110
3.5K
K retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
Pernah baca, semakin teredukasi seseorang, maka akan semakin woke. Setiap detail kecil yg dianggap remeh pun ga luput dari pertanyaan “apakah ini udh bener? Apakah emang seharusnya begini?”
Abyou@Abyou17

@neohistoria_id Apalah... Kmrn gw baca soal hp misoginis krna semakin besar ukurannya, dan cewek ga bisa megang pake satu tangan.... Skrng toilet.... Bsk2 setang motor misoginis..... Centong nasi dah sekalian misoginis....

Indonesia
45
1.9K
9.6K
139.3K
K retweetledi
suspended
suspended@twtuser00001·
?
suspended tweet media
ZXX
263
6.4K
105.6K
1.5M
undipmenfess
undipmenfess@undipmfs3·
-dips! boleh ga si wisuda selebrasinya kicau mania
Indonesia
37
12
364
18.3K
K
K@schrodinner·
@mysarln @undipmfs3 AKU GA SUKA KICAU MANIA GILA!!! hanya kirm twt sekali km udah menyimpulkan SEGALANYA
Indonesia
1
0
0
16
K retweetledi
Elai
Elai@elaifresh·
“Can you name these flags?” “I don’t think you’re allowed to call them that”
English
117
4.8K
55.3K
1.4M
K retweetledi
gil.
gil.@SahabatPlastik·
“Tolong jangan berisik, pak Prabowo sedang tidur!” Me asf:
Indonesia
43
4.3K
18.8K
168.2K
K retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Jujur yg bikin miris adalah disaat masyarakat indonesia disuruh EFISIENSI besar2an, para pemimpin bangsa kita malah sering bepergian ke Luar Negeri dan menginap di hotel mewah. Gue ga peduli itu biaya hotel dibayarin atau gimana, yg jelas gue rasakan adalah mereka bener2 nirempati dengan kondisi masyarakatnya saat ini.
Ir. IPGSPR@gunasatwam

Treatment princess memang harus special. > inces mendapat kejutan ulang tahun pada saat kunjungan negara, diperkirakan menginap di Four Seasons Hotel George V Paris, diduga kuat menempati tipe kamar Signature Royal Suites yang saking mewahnya harga tidak dipajang di situs pemesanan dan harus ditelepon langsung. > Sebagai perbandingan, kamar tipe Duplex Suite City View saja harganya tembus Rp200 jutaan per malam dengan biaya sarapan lebih dari Rp1 juta sekali makan, sehingga kelas Royal Suites diestimasikan bisa mencapai Rp300 hingga Rp500 juta per malamnya. > Fasilitas yang didapat pun tak main-main mewahnya: teras pribadi seluas 60 meter persegi, ruang tamu dengan perapian marmer dan perabotan antik Prancis abad ke-18, kamar mandi berlapis marmer lengkap dengan steam room pribadi, hingga layanan butler 24 jam penuh yang siap siaga melayani setiap titah inces. > Jika dihitung dari total hari kunjungan di Prancis, silakan bayangkan sendiri berapa miliar uang pajak rakyat yang harus dikuras demi memfasilitasi gaya hidup mewah dan kejutan ulang tahun inces di sana. > Kejutan eksklusif dari bos besar (badannya yang besar) ini seolah menegaskan bahwa statusnya memang jauh di atas pejabat biasa (yaiyalah dambaan hati bro), sehingga fasilitas yang diberikan pun wajib memenuhi standar bangsawan Eropa.

Indonesia
184
7.4K
12.9K
724.8K
K retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
239
16.8K
38.9K
979.1K
K retweetledi
BlackSword
BlackSword@Blacksword011·
BlackSword tweet media
ZXX
8
7.2K
30.1K
182.7K
K retweetledi
avie
avie@aviestanation·
ditengah santernya kasus fhui dan itb muncul klip ini di timelineku... "perempuan harus dimuliakan" bahkan secara eksplisit disebut soal cat calling...
Indonesia
178
10K
36K
431.9K
K retweetledi
Kukuh Adi D.
Kukuh Adi D.@kukuhya·
“Namanya juga cowok”
Indonesia
76
2.2K
5.5K
64.9K
K retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
719
12K
17.2K
2M
K retweetledi
ُ
ُ@idkhonestlyq·
👑
ُ tweet media
QME
24
1.7K
8.4K
113.5K
K retweetledi
Arnold Belau
Arnold Belau@ArnoldBelau·
Berita TNI tembak mati 8 orang ini tidak akan muncul di tv2 nasional atau berita2 nasional. Termasuk ketika 13+1 orang dihabisi dalam satu malam pada Oktober 2025 lalu di Intan Jaya. Kenapa? Karena ini terjadi di Papua. Kalau terjadi di luar Papua, akan heboh satu Indonesia.
Arnold Belau@ArnoldBelau

Lagi dan Lagi, Puncak Berdarah : 8 Nyawa Hilang di Tangan Aparat Peristiwa ini terjadi pada Senin, 14 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Wilayah ini bukan lokasi kontak tembak, melainkan zona yang sebelumnya telah disepakati bersama sebagai tempat pengungsian warga sipil yang melarikan diri dari konflik di Distrik Pogoma. Delapan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Nama-nama mereka yang berhasil diidentifikasi adalah Wundili Kogoya (36), Kikungge Walia (55), Pelen Kogoya (65), Tigiagan Walia (76), Ekimira Kogoya (47), Daremet Telenggen (55), Inikiwewo Walia (52), dan Amer Walia (77). Satu orang lagi, seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia, selamat namun mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan. Seluruh korban adalah warga sipil pengungsi, bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Operasi dilakukan oleh aparat keamanan TNI menggunakan helikopter dan pasukan darat. Sehari sebelumnya, pada 13 April 2026, operasi serupa lebih dulu dilancarkan di Distrik Pogoma, dengan penggunaan helikopter dan pengeboman yang menyasar markas TPNPB di Kampung Guamo. Warga yang selamat dari operasi itu kemudian mengungsi ke Distrik Kemburudan di sinilah operasi lanjutan diduga menyasar mereka. Konflik bersenjata yang melatarbelakangi peristiwa ini melibatkan TNI di satu sisi dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di sisi lain. Pusat kontak tembak aktif disebut berada di Distrik Pogoma. Distrik Kemburu sendiri seharusnya steril dari operasi militer karena telah disepakati oleh kedua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi. Sumber di lapangan menyebut bahwa operasi di Kemburu dilakukan tanpa membedakan warga sipil dari kombatan. Laporan Tribun Papua Video: masyarakat evakuasi korban yang ditembak mati di TKP #Papua #PapuaTengah #Puncak #TPNPB #TNI #Sinak

Indonesia
24
5.6K
8.9K
126.4K