Scientia Afifah T

9K posts

Scientia Afifah T banner
Scientia Afifah T

Scientia Afifah T

@scientiafifah

pembelajar | a mother | Bacalah dengan nama Tuhanmu yg menciptakan :)

Indonesia Katılım Eylül 2010
451 Takip Edilen1.4K Takipçiler
Scientia Afifah T retweetledi
Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Masjid Jogokariyan Yogyakarta@jogokariyan·
⚠️ *Peringatan Darurat* ⚠️ Negeri kita sedang tidak baik-baik saja. Semoga Allah karuniakan kekuatan menghadapi segala permasalahan di depan mata kita. Dan Allah Berikan jalan keluar yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Yaa Allah, Selamatkanlah kami dari orang-orang zalim.
Indonesia
145
4.4K
9.2K
173K
Scientia Afifah T retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Hari ini adalah hari ulang tahun Ibu. Izinkan kami menceritakan ulang tentang kisahnya. Namanya Aliyah. Lahir 20 Maret 1940, di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Saat lulus SMP, di Kuningan belum ada SMA. Ayahnya menitipkan pada kerabatnya di Cirebon spy anak perempuan ini bisa meneruskan SMA. Saat itu sempat jadi bahan “omongan” di kampungnya karena seorang anak perempuan “meninggalkan” rumah bukan karena menikah, tapi karena sekolah. Diantar kakak laki2nya, Ibu naik oplet ke Cirebon. Selesai SMA, ia ingin jadi guru dan diterima di jurusan Pedagogi, Unpad, yg kemudian menjadi IKIP Bandung. Tahun 1965, Ibu, seorang anak perempuan yg dulu digunjingkan di kampung itu, menjadi anak pertama dalam sejarah keluarga besar yg pernah ikut wisuda, jadi sarjana. Sebuah lembaran baru bagi seluruh keluarga di kaki Gunung Ciremai. Sejak itu Aliyah mengajar di IKIP Bandung hingga mutasi ke IKIP Yogyakarta karena menikah dgn Ayah, Rasyid Baswedan, seorang pria dari Yogyakarta. Mereka berdua sama-sama pengajar. Ayah kembali ke Rahmatullah 11 tahun yang lalu. Dan hingga kini Ibu di usianya ke 84 tahun, sebagai Guru Besar Emeritus, masih terus mengajar di program pascasarjana. Sejak pandemi, Ibu tinggal di Jakarta dan tetap beri kuliah dua kali per minggu secara online. Ibu memang sudah tidak lagi membimbing disertasi, tapi masih terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial & keagamaan. Ibu adalah perempuan tangguh, penuh kasih sayang dan pemancar doa tanpa henti bagi anak-anak dan cucu-cucunya. Pada setiap sujudnya, dikirimkan doa untuk kami semua. Pada setiap pesan, diteguhkan pada kita semua utk selalu ingat pada Allah. Pada setiap tatap, ada cinta. Pada setiap tutur, ada sayang. Pada setiap dekap, ada kehangatan abadi. Ibu adalah sumber dan hulu kasih sayang. Izinkan kami, anak, menantu dan cucu sore ini, dalam sebuah syukuran sederhana di rumah, mengirimkan doa untuk Ibu. Tak mungkin bisa mengimbangi semua doa dari Ibu untuk kami. Doa kita semua, semoga Ibu selalu diberikan kebahagiaan, kesehatan dan dipanjangkan umurnya. Semoga kita semua, anak, menantu & cucu, bisa menjadi pembawa bahagia, menjadi qurrata’ayun bagi Ibu. Selamat Ulang Tahun, Ibu... #ABW
Anies Rasyid Baswedan tweet media
Indonesia
1.9K
7.1K
45.8K
879K
Scientia Afifah T
Scientia Afifah T@scientiafifah·
Mungkin suatu ketika Allah cabut sbgian nikmat, jd berkurang, tp keadilan-Nya menjadikan kita bertambah nikmat di aspek lain. Hujan berhari2 tnp matahari, kita merasakan nikmatnya pohon2 yg kmbali subur. Air sumur yg kmbali penuh. Slm msih dberi hidup, qt tidak pernah bnr2 nol.
Indonesia
0
0
0
120
Scientia Afifah T
Scientia Afifah T@scientiafifah·
Mengingat kembali bahwa pd suatu masa kita pernah menjadi "nol", kemudian Allah berikan kita hidup : tubuh, akal, hati. Kita diberikan orang tua, kelg, teman, tetangga, pakaian, harta, dan sgl nikmat shg statusnya terus bertingkat2, nol, satu dan seterusnya.
Indonesia
1
0
0
126
Scientia Afifah T
Scientia Afifah T@scientiafifah·
[Dari Nol] "Azima, kalau dikasih es krim sama ayah, seneng nggak?" Kak jay memulai sesi tausiyah pagi itu dengan pertanyaan kepada sulung kami. Ini hari ketujuh kami bergilir tausiyah. "Seneng" azima menjawab sambil menahan kantuk. ...
Indonesia
1
1
11
563
Scientia Afifah T retweetledi
Salim A. Fillah
Salim A. Fillah@salimafillah·
Ada tokoh-tokoh perempuan dari Zaman Awal seperti Balqis, Zaman Shahabiyah, Zaman Klasik semacam Maharani Zubaidah, dan Zaman Kontemporer dari Sultanah Safiatuddin hingga Nyai Walidah Ahmad Dahlan. Siapa favorit kalian?
Salim A. Fillah tweet mediaSalim A. Fillah tweet mediaSalim A. Fillah tweet mediaSalim A. Fillah tweet media
Indonesia
15
179
667
45.9K
Scientia Afifah T retweetledi
Azzam Mujahid Izzulhaq
Azzam Mujahid Izzulhaq@AzzamIzzulhaq·
Tetap lanjutkan boikot!
Azzam Mujahid Izzulhaq tweet media
Indonesia
220
3.4K
9.1K
353.3K
Scientia Afifah T retweetledi
M. Lili Nur Aulia
M. Lili Nur Aulia@LiliNurAulia·
Ya Allah sampaikan kami hingga Ramadhan. Dalam kecukupan,dalam ketenangan. Jangan halangi kami dr kenikmatan Ramadhan, nikmat dengar azan, nikmat shalat tarawih, nikmat kumpul bersama orang yang dicinta, &para sahabat. Angkat penyakit dan musibah dari kami Wahai Yg Maha Kasih.
M. Lili Nur Aulia tweet media
Indonesia
11
51
124
2.5K
Scientia Afifah T retweetledi
Angga PF
Angga PF@AnggaPutraF·
Ada jutaan orang yang bergerak menjaga suara di TPS, concede saat mereka masih bergerak itu tidak menghargai mereka yang masih jaga suara TPS. Pak Anies menyampaikan bahwa QC sebagai ikhtiar ilmu pengetahuan, tapi sebagai lembaga demokrasi, hasil KPU harus ditunggu. Ketika hasilnya sudah keluar maka harus diterima sebagai bagian dari proses demokrasi, tanpa menghilangkan catatan-catatan. . Pak Anies waktu menang pilgub juga meminta pendukung menunggu hasil rekap KPU. Jadi hal tersebut dilakukan saat menang dan kalah. . Kenapa sih hal ini berulang, karena KPU dan Bawaslu sebagai wasit tidak bisa menunjukkan kredibilitasnya sebagai wasit yang baik dan adil, sehingga rakyat tidak percaya dengan prosesnya. Hal yang menggerus kredibilitas KPU sudah terjadi berkali-kali tapi tidak ada ketegasan, sehingga rakyat gak percaya dengan apa yang dikerjakan . Sirekap meskipun bukan merupakan tools resmi, namun bisa digunakan sebagai cara dari manufacturing consent, sehingga transaksi suara di lapangan bisa dilakukan untuk memenuhi angka yang diinginkan. Sayangnya tools yang niat awalnya digunakan untuk kontrol, malah jadi polemik karena kualitasnya yang buruk dan minim transparansi. Beda dengan Kawal Pemilu yang kredibilitasnya dihargai oleh warga. . Pertandingan yang wasit dan federasinya adil dan kredibel, penonton dan pendukung akan menerima hasilnya baik menang atau kalah. Kalau wasitnya tidak kredibel dan curang, maka pertandingannya tidak bisa dinikmati, saat kalah akan mengimbulkan sakit hati sampai lama. Contohnya adalah Golnya Muntari ke Gawang Juventus. Perbaikannya menghasilkan goal line technology yang bisa kita nikmati hari ini. . Usaha-usaha yang dilakukan untuk memperkuat demokrasi bukan tentang menang atau kalah, jangan sampai kecurangan pra, hari H dan Pasca Pemilu terjadi lagi di masa depan.
Ivan S Jayawan, PhD@ivanjayawan

Ini yg sy maksud konyol, mrk scr internal ud tau pst kalah, isinya byk org pinter koq. Knp ga concede, regroup & move on? Waktu, effort & biayany bs u/ hal yg lebih produktif & bermanfaat QC ≠ survey elektabilitas & selisihny udah > MOE, kmgkinan QC kali ini salah SANGAT KECIL

Indonesia
67
162
545
382K
Scientia Afifah T retweetledi
◡̈
◡̈@arisantaperwer·
ini bukan tentang siapa menang dan kalah, bukan tentang mengejar harapan kosong dan gak mau menerima kenyataan. Kalimat Pak Tom: “our value of ‘nobody’s left behind’ means that every vote needs to be appreciated, safeguarded, and delivered” menurutku jelas menggambarkan mengapa kita masih terus mengawal suara sampai sekarang. Apa kita mau next 2029 election keadaanya begini lagi? Menurutku Timnas AMIN dan pak Anies punya alasan mengapa “kita kawal sampai selesai” itu selalu digaungkan. Supaya kita ikut sadar bahwa setiap suara itu berharga.
Indonesia
7
79
472
18.3K
Scientia Afifah T retweetledi
Afifah Afra
Afifah Afra@afifahafra79·
@SumitroYoel Bukan gak bisa disetir partai orens, tapi partai orens itu memang gk mau nyetir2 😀 kecuali klo dah langgar aturan. Meski platformnya islami, aslinya sangat toleran. Kebebasan beragama itu hak siapapun. Salatiga, kota paling toleran, 2 periode wawalinya dari partai orens lho.
Indonesia
51
309
2.4K
94.3K