Arikato

619 posts

Arikato

Arikato

@sedangsehat77

Random thoughts sometimes clean sometimes dirty

Katılım Aralık 2025
612 Takip Edilen15 Takipçiler
Arikato retweetledi
Never
Never@neVerAl0nely___·
Satu lagi anak bangsa berprestasi, niat pulang membangun bangsa tapi justru jeruji besi mengancam menanti Niatnya pulang membawa perubahan, tapi pulangnya malah disambut rompi tahanan. 😔 Nicko Widjaja adalah potret nyata anak bangsa berprestasi internasional yang memilih kembali ke tanah air demi sebuah dedikasi. Lewat keahliannya di dunia teknologi dan startup, ia berjuang mengangkat derajat petani lokal agar mampu bersaing di era digital. Namun hari ini, realitas pahit harus ia hadapi: dituntut 11 tahun penjara akibat sebuah risiko bisnis. Melalui suratnya, Nicko dengan tegar menyatakan kekecewaannya, namun tetap memilih percaya pada kebenaran. Kasus ini bukan lagi sekadar tentang sosok Nicko, melainkan tentang: Masa depan profesionalisme di Indonesia. Rasa aman bagi siapa saja yang ingin berinovasi. Kepastian hukum bagi para ahli yang ingin membangun negeri. Sebuah pertanyaan besar untuk kita semua: Adilkah jika sebuah kegagalan bisnis murni—tanpa adanya niat jahat (mens rea) atau tindakan korupsi—berujung pada kriminalisasi? Mengapa di negeri ini, risiko bisnis seorang profesional diperlakukan layaknya tindak kejahatan?
Indonesia
21
78
162
11.3K
Arikato retweetledi
v
v@pikachaws·
di umur sekarang flexing terkeren adalah OLAHRAGA
Indonesia
63
174
762
16K
Arikato
Arikato@sedangsehat77·
@justlonli Bosen dong apalagi kalo pas ga engas
Indonesia
0
0
0
5
Arikato retweetledi
Catatan Sudut Mata | Thread Horor
Pernah denger Gunung Tidar disebut Paku Tanah Jawa? Bukan kiasan. Secara harfiah ... gunung itu yang nahan seluruh Pulau Jawa supaya nggak goyang. Cabut pakunya, Jawa ambruk. Dan malam itu kita bawa sesuatu yang kotor banget ke sana. Bukan sengaja. Tapi Tidar nggak peduli soal niat. Kita nyeret entitas Sintren dari Indramayu ke puncak Tidar buat diadili. Yang kita nggak siap ... hukumannya bukan cuma buat entitas itu. Rantai di leher kita ikut ketarik juga. @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Catatan Sudut Mata | Thread Horor tweet mediaCatatan Sudut Mata | Thread Horor tweet mediaCatatan Sudut Mata | Thread Horor tweet media
Indonesia
28
132
427
28.5K
Arikato retweetledi
Kang Dien Wae
Kang Dien Wae@KangDien_Wae·
Di usia 72 tahun, ia tidak mencuri untuk serakah, ia hanya mengambil sedikit getah karet agar istri dan cucunya tak kelaparan. Saat tak ada yang mau menolong, hukum datang lebih dulu daripada belas kasihan. Semoga keadilan hadir dengan hati, agar Kakek Mujiran bisa menghabiskan sisa usianya di rumah, bukan di balik jeruji. #KeadilanBukanHanyaAturan
Indonesia
56
721
1.4K
26.2K
Arikato retweetledi
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹
WATCH OUT INDONESIA. The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China. The goal? Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline. We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere. Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change. Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests. This is coordinated. There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp. Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script. Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence. They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown. Stay vigilant, Indonesia. Separate real domestic issues from foreign-funded chaos. The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure. Don’t let them turn your country into the next pawn.
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet media
English
257
2.6K
6.1K
268.6K
🌺
🌺@diencephalon_·
Hari pertama mens kaga beres semua ajg
Indonesia
1
0
0
23
🌺
🌺@diencephalon_·
GUA TUH GA PEDE POST MUKA DI IG JIR???? WALAU FOLLS GA BANYAK TAPI KERAMEAN BJIRSSS
Indonesia
1
0
2
87
Arikato
Arikato@sedangsehat77·
@justlonli Emng ada yg ngobrolnya dirty terus??
Indonesia
1
0
0
7
🌺
🌺@diencephalon_·
@sedangsehat77 Wkakskksks males kak bukan sibuk😭😭😭😭
Indonesia
1
0
0
7
Arikato retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Jokowi itu orang yg kasar dan pendendam. Dia suka memberi karena ada maunya bukan ketulusan untuk saling berbagi. Gak percaya? Ini buktinya 👇
Indonesia
210
685
2.2K
264.1K
Arikato retweetledi
jurnalsibapak
jurnalsibapak@fajrek1·
Bapak bayar BPJS tiap bulan. Rp 100.000. 4 tahun. Total hampir Rp 5 juta. Bapak mungkin mikir: "Ya kan buat jaga-jaga. Kalau sakit baru dipakai." Justru itu. Gak perlu nunggu sakit. Kacamata? Bisa diklaim. Bersihin karang gigi? Ditanggung. Tambal gigi? Gratis. Dan jutaan orang GAK TAU. Termasuk mungkin Bapak
Indonesia
132
970
5.7K
313.5K
Arikato retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita yang menurut gue paling menggambarkan betapa tidak dihargainya profesi yang paling menentukan masa depan bangsa ini. 237 ribu guru honorer. Status tidak jelas. Nasib digantung sampai akhir 2026. Setelah itu "nanti kami cari jalan keluar terbaik." 237 ribu orang. Kalau masing-masing punya tanggungan tiga anggota keluarga ada 711 ribu jiwa yang hidupnya bergantung pada kepastian yang tidak pernah datang. Dan ini yang paling mengejutkan: Guru non-ASN yang sudah sertifikasi yang sudah menempuh PPG, sudah membuktikan kompetensinya, sudah mengajar bertahun-tahun mendapat tunjangan Rp2 juta per bulan. Yang belum sertifikasi: Rp400 ribu per bulan. Rp400 ribu. Per bulan. Untuk mengajar anak-anak Indonesia. Untuk membentuk generasi yang katanya mau jadi Indonesia Emas 2045. Rp400 ribu itu bahkan tidak cukup untuk isi bensin motor selama satu bulan apalagi untuk makan layak, bayar kontrakan, dan membiayai keluarga. Dan ini yang paling pedas kalau dibandingkan: MBG menghabiskan Rp335 triliun per tahun. Program yang IDAI sendiri bilang berpotensi merusak tujuannya. Yang menunya satu jeruk keriput, satu roti, satu kotak susu ultra. Yang sudah ada kasus keracunan. Yang guru yang memfoto menu buruknya diminta diam. Lomba LCC yang diselenggarakan MPR: Rp30 miliar. Tapi untuk menggaji 237 ribu guru yang setiap hari berdiri di depan kelas mengajar anak-anak Indonesia tidak ada kepastian. Tidak ada solusi permanen. Hanya surat edaran yang berlaku sampai akhir tahun. Lalu "nanti dicari jalan keluar." Dan ini yang harus dipahami soal apa artinya menjadi guru honorer di Indonesia: Mereka bukan orang yang baru kemarin masuk. Banyak dari mereka sudah mengabdi 5, 10, bahkan 20 tahun sambil terus dijanji akan diangkat. Sambil terus menunggu formasi CPNS yang selalu lebih sedikit dari yang dibutuhkan. Sambil terus mengajar dengan gaji yang tidak cukup untuk hidup layak karena mereka mencintai profesinya dan tidak punya pilihan lain. Dan sekarang setelah puluhan tahun mengabdi ada undang-undang baru yang menghapus istilah honorer. Statusnya berubah jadi non-ASN. Dan nasib mereka digantung sampai akhir tahun dengan surat edaran bukan solusi permanen. Ini bukan masalah administratif. Ini adalah pengkhianatan terhadap orang-orang yang sudah memberikan hidupnya untuk mendidik anak bangsa. Dan ini yang paling ironis: Dr. Tirta, Mahfud MD, Ahok semua sudah bilang bahwa kualitas guru adalah satu-satunya cara untuk memutus rantai kebodohan struktural Indonesia. IQ rata-rata 78,9. PISA peringkat 69 dari 81 negara. Stunting 21%. 88% kepala rumah tangga tidak punya pendidikan S1. Semua itu bisa diperbaiki kalau gurunya berkualitas dan digaji layak. Ferry Irwandi sudah menghitung: rekrut 100.000 guru berkualitas, gaji Rp40 juta per bulan totalnya Rp50 triliun per tahun. Hanya 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Tapi yang terjadi: guru yang sudah mengabdi puluhan tahun masih digaji Rp400 ribu per bulan. Dan tidak ada kepastian apakah tahun depan mereka masih bisa mengajar. Dan ini yang paling menohok dari seluruh situasi ini: Menteri Mu'ti bilang: " Tidak ada masalah. Sampai akhir 2026 mereka tetap bekerja seperti biasa. Untuk selanjutnya nanti kami cari jalan keluar terbaik." "Nanti kami cari jalan keluar terbaik." 237 ribu orang menunggu kepastian. Dan jawabannya adalah: nanti. Ini bukan kekurangan anggaran. Anggaran pendidikan Indonesia 600-700 triliun per tahun dijamin konstitusi 20% dari APBN. Ini kekurangan niat dan prioritas. Karena gaji guru tidak bisa difoto untuk kampanye. Tidak bisa diresmikan dengan gunting pita. Tidak bisa dipajang di baliho sebagai pencapaian yang membanggakan. Dan ini yang paling menyakitkan: Di negara lain guru adalah profesi yang dihormati dan dibayar layak. Di Finlandia guru adalah profesi paling kompetitif karena gajinya setara dokter dan seleksinya sangat ketat. Di Korea Selatan guru adalah profesi bergengsi karena negara tahu bahwa kualitas guru menentukan kualitas bangsa. Di Indonesia guru honorer digaji Rp400 ribu per bulan. Dan nasib 237 ribu dari mereka digantung dengan surat edaran yang berlaku sampai akhir tahun. Sementara 108 menteri dan wakil menteri duduk dengan fasilitas negara yang berlimpah memimpin kementerian yang sebagian besar tidak jelas kontribusinya terhadap kehidupan nyata rakyat. Indonesia tidak bisa menjadi negara maju dengan guru yang digaji Rp400 ribu per bulan. Tidak bisa. Tidak mungkin. Tidak ada satu pun negara di dunia yang berhasil meningkatkan kualitas pendidikannya dengan memperlakukan gurunya seperti ini. Dan selama prioritasnya adalah MBG Rp335 triliun yang menunya dikritik dokter anak sendiri bukan gaji guru yang layak dan kepastian status 237 ribu tenaga pendidik maka narasi tentang Indonesia Emas 2045 adalah dongeng yang diceritakan kepada rakyat yang tidak punya pilihan selain percaya. Guru yang mengajar dengan Rp400 ribu per bulan itu setiap hari berdiri di depan kelas dan memberikan yang terbaik dari apa yang mereka punya. Bukan karena sistemnya mendukung mereka. Tapi karena mereka mencintai anak-anak yang ada di depan mereka. Dan itu menurut gue adalah salah satu bentuk pengabdian paling tulus yang ada di Indonesia hari ini. Yang sayangnya dibalas dengan surat edaran dan kata-kata "nanti kami cari jalan keluar."
Lambe Saham tweet media
Indonesia
7
7
16
2.1K
Risa
Risa@Risa5787·
Happy weekend🤗
Risa tweet media
English
2
0
20
241
elca
elca@vctuai·
weekend ini, kalian kemana? me: aku main air hehe
elca tweet media
Indonesia
11
13
383
10.2K