vanka 🌺

6.8K posts

vanka 🌺 banner
vanka 🌺

vanka 🌺

@sekebonesiao

i spent 525,600 per minutes for retweet. love le sserafim, illit, twice, and carmen ♡

love, garden Katılım Eylül 2017
65 Takip Edilen14 Takipçiler
vanka 🌺 retweetledi
minaron
minaron@godmitzu·
THIS VIEW OF THE FIREWORKS SHOW AT JAPAN NATIONAL STADIUM OMG
English
11
2.3K
8.7K
91.3K
vanka 🌺
vanka 🌺@sekebonesiao·
netflix, youku, sama iqiyi tolong dong hadir #zonauang
Indonesia
13
0
0
68
vanka 🌺 retweetledi
🍭 JeanXx 🍭
🍭 JeanXx 🍭@twice_mixx·
TWICE has the most organic growth in kpop😭💖 2017 - Tokyo Gymnasium - 8k 2018 - Nippon Gaishi hall - 10k 2019 - Tokyo Dome - 50k 2023 - Ajinomoto stadium - 57k 2024 - Nissan - 69k 2026 - Japan National Stadium - 80k (Only Japan shows)
🍭 JeanXx 🍭 tweet media
English
3
1.9K
6.3K
76.4K
vanka 🌺 retweetledi
zozozoeee
zozozoeee@uppercasehyo·
Biggest K-pop girl group concerts by continent: Asia — #TWICE (MUFG) Europe — BLACKPINK (Stade de France) North America — #TWICE (Foro Sol) South America — #TWICE (Allianz Parque) Oceania — #TWICE (Marvel Stadium)
zozozoeee tweet media
English
29
897
5.1K
82.6K
vanka 🌺 retweetledi
tamara
tamara@bright3rrdays·
no one is ever allowed to speak on twice!
English
15
2.5K
13.4K
135.4K
vanka 🌺 retweetledi
minaron
minaron@godmitzu·
THE FIRST OT9 TWICE PHOTO IN SO LONG 🥹
minaron tweet media
English
30
5.3K
23.8K
149.7K
vanka 🌺 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
363
16.2K
40.3K
956.9K
vanka 🌺 retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
PARA IBLIS DAY CARE LITTLE ARESHA DI JOGJA. BIADAB LO SEMUA!!! buka jasa berbayar buat ngehandle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gw baca ulasan di google maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma. Engga kebayang penganiayaan itu terjadi sejak kapan, karena baru terendus sekarang. Stress lo semua, ANJINGG!!!
elzgatza tweet mediaelzgatza tweet media
risa-!@boyoknangis

Ceritain apa aja tentang tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia dong. Pengalaman buruk, berkesan, dll gas aja.

Indonesia
374
10.1K
25.8K
1.5M
vanka 🌺 retweetledi
KATA HATI🤍
KATA HATI🤍@Katakatahatiind·
THANKS PAK PRABOWO semenjak indonesia dipimpin bapak banyak sekali rekor sejarah terpecahkan. 1. kurs usd/idr hampir rp 17.200. paling terpuruk dlm sejarah. 2. utang jatuh tempo di 2026 sebesar rp 833 t. tertinggi dalam sejarah. 3. defisit apbn paling lebar dalam sejarah. dan semua rekor ini terpecahkan hanya dalam waktu 1.5th saja. keren, pak
Indonesia
205
17.4K
44.9K
571.7K
vanka 🌺 retweetledi
Bianca
Bianca@bbiaa_bia412·
The snow finally melted...
Bianca tweet media
English
24
3.2K
23.9K
325.2K