Rizal Mahendra
2.4K posts

Rizal Mahendra
@seluruhdiriku
mahluk tuhan yang biasa saja


Video: creepy.id/2026/04/tabrak… Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 4 Orang Tewas, Puluhan Luka Tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis ini memicu kepanikan penumpang serta menyebabkan gangguan perjalanan kereta di lintas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban masih berlangsung. Sejumlah penumpang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras antar rangkaian kereta. Berdasarkan laporan awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB. Sebuah rangkaian KRL yang berada di jalur diduga ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Akibatnya, bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah, termasuk satu gerbong yang ringsek. VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menyebutkan hingga saat ini sebanyak 38 orang telah dievakuasi, dengan empat korban di antaranya teridentifikasi meninggal dunia. “Evakuasi terus kami lakukan secepatnya. Jumlah korban masih mungkin bertambah,” ujarnya. • Kronologi Kejadian Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula sekitar pukul 20.40 WIB ketika KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang dekat kawasan Bulak Kapal. Kendaraan tersebut melintang di rel, sehingga membuat KRL terhenti di jalur. Dalam kondisi berhenti itulah, KA Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir–Surabaya melaju dari belakang dan akhirnya menabrak rangkaian KRL yang tertahan di sekitar stasiun. Kesaksian penumpang menguatkan kronologi tersebut. Munir, salah satu penumpang KRL, menyebut kereta yang ditumpanginya sempat berhenti cukup lama sebelum akhirnya dihantam dari belakang. “Gerbong masinis kereta jarak jauh sampai menembus bagian belakang KRL,” ujarnya. Saksi lain, Maksus, menyebut gerbong perempuan yang berada di bagian paling belakang menjadi titik terdampak paling parah. Sebagian badan kereta jarak jauh dilaporkan masuk ke dalam gerbong tersebut. Sementara itu, Riska, penumpang di gerbong tujuh, mengaku merasakan guncangan hebat saat tabrakan terjadi. Kepanikan tak terhindarkan, dengan penumpang berteriak histeris dan berusaha menyelamatkan diri. • Korban dan Proses Evakuasi Data sementara menyebutkan sedikitnya tiga hingga empat orang meninggal dunia, sementara 38 korban lainnya telah dilarikan ke rumah sakit. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang turut meninjau lokasi, membenarkan adanya korban jiwa dan puluhan korban luka. Petugas gabungan dari kepolisian dan Badan SAR Nasional dikerahkan untuk mempercepat evakuasi, khususnya di gerbong paling belakang yang mengalami kerusakan terparah dan masih terdapat penumpang terjepit. Hingga kini, proses evakuasi masih difokuskan pada pencarian korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian KRL yang ringsek. Perjalanan kereta di lintas tersebut untuk sementara mengalami gangguan, sementara penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan masih dilakukan oleh pihak berwenang.



























A 2-billion-year-old rock just revived an old alien theory. Fresh findings from NASA and Japan’s space agency reveal that asteroid Bennu—a carbon-rich relic from the solar system’s infancy—contains key ingredients of life: 14 of the 20 amino acids used by Earth’s organisms, plus chemical precursors to DNA and RNA. Confirmed in January 2025 by the OSIRIS-REx mission, these molecules were locked inside pristine rock untouched since before Earth itself existed. They bolster panspermia, the idea that life’s raw materials arrived from space rather than emerging here. Picture Earth cooling from its fiery birth. Comets and asteroids, loaded with stable organic compounds, slammed into the young planet, delivering the chemical seeds of biology. Panspermia needs no live passengers—just durable molecules that can spark complexity on a hospitable world. In short: life may not have begun on Earth; it may have been assembled here from cosmic imports. For years, skeptics questioned whether fragile organics could survive the void, atmospheric incineration, or explosive impact. Yet lab tests and missions like OSIRIS-REx now show many can. If Bennu carries life’s toolkit, the universe may be seeded with it everywhere.

pernah gksi ketemu orang baik banget sampe bingung ini cara balesnya gimanaaaa
















