Rakyat Lebih Percaya Anies

1.7K posts

Rakyat Lebih Percaya Anies

Rakyat Lebih Percaya Anies

@semutterbang55

Membela yg benar

Katılım Ocak 2022
12 Takip Edilen5 Takipçiler
Rakyat Lebih Percaya Anies
Rakyat Lebih Percaya Anies@semutterbang55·
@DokterTifa pemimpin yg dzolim dan para penjilatnya mereka kira dg menyakiti rakyat akan aman, padahal hari pembalasan itu sangatlah berlipat lipat kali pedihnya...dan itu semakin dekat😎
Indonesia
0
0
1
31
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Ini saran sangat bagus dari salah seorang Netizen. Pada dasarnya tugas saya dan mas Roy sebagai Peneliti Keaslian ijazah dan Riwayat Pendidikan Joko Widodo sudah selesai setelah kami bukukan hasil penelitian kami JOKOWI'S white paper. Saya juga ingin segera beranjak kepada hal-hal besar yang harus disiapkan untuk masyarakat: antisipasi perluasan Perang Dunia III ke Indo-Pasifik, bencana kelaparan akibat krisis energi, masa depan umat manusia 2030, dan banyak hal lain yang harus segera menjadi concern saya. Doakan yaaa
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
66
247
886
24.7K
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Hari ini, 21 April 2026. Hari Kartini. Banyak orang bicara emansipasi. Banyak yang unggah foto berkebaya. Banyak yang kutip nama Raden Ajeng Kartini. Tapi izinkan saya bertanya satu hal: Kalau Kartini hidup hari ini, dia akan diam atau melawan terhadap kepalsuan ijazah? Kursi di ruang pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya itu, adalah batu uji sebuah keteguhan. Di situlah dua orang termul, berinisial AA dan FA mendatangi saya di hari Kamis, 29 Januari 2026, tiga bulan lalu. Merela datang bukan membawa kebenaran. Tapi membawa opsi untuk menghentikan kebenaran. Satu kata mereka dorong kepada saya: RJ. Restorative Justice. RJ menjadi Bahasa halus dari satu kalimat: “Sudahi saja. Jangan lanjut.” Lalu mereka tambahkan tekanan: “Salah satu dari RRT sudah tanda tangan, Dok. Inisial RHS. Masa Dokter tidak mau?" Artinya? Semua sudah diarahkan. Tinggal kamu ikut. Di titik itu, di depan mereka, saya tidak sedang memilih sebagai individu. Saya sedang memilih, apakah saya layak menyebut nama Kartini hari ini atau tidak. Karena Kartini tidak lahir untuk kompromi. Kartini tidak menulis untuk tunduk. Kartini tidak berdiri untuk ikut arus. Kartini melawan ketika sistem menekan. Dan hari itu, di kursi itu, saya tahu satu hal: Kalau saya tanda tangan RJ, maka saya bukan Kartini. Saya hanya bagian dari rantai yang menghentikan kebenaran. Jadi hari ini, 21 April, saya tidak memakai kebaya untuk menghormati Kartini. Celana cargo dan sepatu boots kesukaan karena saya orang lapangan. Lari sana sini dengan cepat dari satu tempat ke tempat. Saya cukup melakukan satu hal yang mudah-mudahan lebih bernilai: Saya menolak tunduk. Dan hari ini saya memilih: Tetap berdiri. Tetap melawan. Tanpa kompromi.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
295
726
3.1K
39.9K
𝕾𝖆𝖒𝖒𝖎
𝕾𝖆𝖒𝖒𝖎@sammi_ananta·
2029 mau lagi yang begini ? Ok gas atau Stop sampai di 2029 ? 😉
𝕾𝖆𝖒𝖒𝖎 tweet media
Indonesia
2K
102
641
152.8K
Rakyat Lebih Percaya Anies
Rakyat Lebih Percaya Anies@semutterbang55·
@DokterTifa dg mata telanjang saja sudah beda .....dan lagian ijasah nya mana ga nongol2 saat di pengadilan ...lagian kalau memang punya ijasah tinggal di tunjukkan saja ke publik...dasar pembohong .
Indonesia
0
0
0
2
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
ANALISIS EVOLUSI WAJAH “JOKO WIDODO” 1980-1985 DENGAN MODEL INTEGRATED CRANIOFASCIAL & FORENSIC AGE PROGRESSION ANALYSIS Oleh Tifauzia Tyassuma Neuroscience Behavior, Neuropolitika Berdasarkan foto yang diakui sebagai foto Joko Widodo Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 1980, dengan foto ini ditempel pada lembar pendaftaran Klub Pecinta Alam FKT UGM Mapala Silvagama. Dengan metode Integrated Craniofascial and Forensic Age Analysis maka saya membuat simulasi foto ini berdasarkan perubahan anatomi, biologi, dan morfologi yang menghasilkan proyeksi foto sebelah kanan. Apa saja yang menyebabkan wajah seseorang berubah dalam lima tahun? Joko Widodo yang ini jika memang benar masuk UGM tahun 1980, dengan kelahiran 1961 maka usia saat itu adalah 19 tahun, secara fase biologi dari late adolescence (remaja dewasa) menuju usia 24 tahun, atau fase early adulthood (dewasa muda). Artinya dalam lima tahun masa pubertas akhir menuju fase maturase penuh hormon androgen. Apa yang terjadi pada anatominya? Pada masa ini terjadi perubahan tulang wajah atau craniofacial remodelling, Dimana mandibula atau rahang bawah memanjang ke depan, dengan gonial angle atau sudut rahang menjadi lebih tegas. Dampak wajah akan berubah dari oval lembut menjadi lebih maskulin dan terdefinisi. Zygoma atau tulang pipi akan sedikit lebih menonjol, midface menjadi lebih terangkat. Wajah terlihat lebih “berisi struktur”, bukan sekadar kurus. Menton atau dagu lebih protrusive (lebih maju), lebih tegas karena pertumbuhan tulang dan jaringan lunak di area dagu. Dalam kurun waktu lima tahun hormon testosterone meningkat dengan efek terjadi penebalan tulang wajah, dan pembesaran otot masseter (otot kunyah). Terjadi perubahan jaringan lunak sehingga lemak subkutan di pipi berkurang, dan wajah terlihat lebih “kering” dan tegas. Ekspresi berubah dari: remaja: netral/polos menjadi dewasa: lebih “berisi makna” (confidence / kontrol emosi). Ekspresi neurologis menunjukkan tatapan mata lebih fokus akibat otot orbicularis oculi lebih aktif. Secara neuroscience seseorang dalam lima tahun, Prefrontal cortex berkembang signifikan, kontrol emosi & sosial meningkat. Rambut tetap tebal akibat hormon androgen di puncak optimal Analisis yang saya lakukan bukan satu metode tunggal, tetapi gabungan beberapa pendekatan ilmiah yang biasa dipakai dalam forensik, biologi, dan antropologi, yaitu: 1. Craniofacial Growth Analysis atau Analisis pertumbuhan tulang wajah 2. Forensic Age Progression atau Rekonstruksi wajah berdasarkan pertambahan usia.Biasanya dipakai oleh: Kepolisian atau Ahli forensic, untuk memprediksi bagaimana wajah berubah dari waktu ke waktu. 3. Biological Aging Analysis (Human Developmental Biology), kemudiah yang sangat penting 4. Morphological Facial Analysis atau Analisis bentuk dan struktur wajah), dan 5. Neurofacial Expression Analysis atau Analisis ekspresi berbasis perkembangan neurologis, mencakup Perubahan ekspresi akibat kematangan otak. (Penjelasan lebih lengkap pada buku saya berikutnya: JOKOWI'S DARK FILE). Dengan paparan saya di atas, maka dengan melihat kedua foto ini, anda bisa menarik simpulan, jika wajah Joko Widodo Ketika “diterima” di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 adalah foto yang sebelah kiri, maka ketika dia “wisuda” 5 tahun kemudian, wajah yang akan tampil di foto adalah seperti pada foto sebelah ini. Bukannya wajah entah siapa dengan kacamata, bibir tebal, dan kumis dicomot sembarangan. ----- Sungguh, perkembangan ilmu dan teknologi Abad 21 mengakibatkan tak ada siapapun makhluk hidup bisa menyembunyikan kebohongan, melakukan rekayasa, manipulasi, apalagi dengan cara amatiran macam cara yang dilakukan Pasar Pramuka.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
172
544
1.9K
59.6K
Hilmi Firdausi
Hilmi Firdausi@Hilmi28·
Ini benar beliau pernah ngetwit begini? Saya cek kok ga ada? Apa dihapus? Padahal cuitannya bagus loh...
Hilmi Firdausi tweet media
Indonesia
352
1.6K
5.4K
204.2K
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
D I A Di Sumatera, DIA babat hutan Di Kalimantan, DIA keruk batubara Di Sulawesi dan Maluku, DIA “berikan” Nikel ke China Siapakah DIA ???
Indonesia
421
2K
3.7K
66.5K
Rakyat Lebih Percaya Anies
Rakyat Lebih Percaya Anies@semutterbang55·
@susipudjiastuti kerusakan yg di akibatkan kebijakan pemerintah yg tidak becus....semoga pak presiden segera meresufle menteri2 tidak mempunyai kapasitas dan cenderung merusak( memang biadab kalian yg merusak hutan
Indonesia
0
0
2
1.4K