senn 🌟

4K posts

senn 🌟 banner
senn 🌟

senn 🌟

@senagyu

randomly things. 🐯🐰🐶🐱 | a sinner

semoga bahagia selalu Katılım Nisan 2023
95 Takip Edilen64 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
senn 🌟
senn 🌟@senagyu·
Live like the air, though unseen, it benefits all living things.
English
0
0
0
398
senn 🌟 retweetledi
✶
@mendadaknih·
eh bisa ga sih..... kita istirahat aja gitu..... diem doang...... ga ngapa-ngapain..... BENERAN DIEM DOANG..... tanpa rasa khawatir..... tanpa takut besok gimana..... tanpa takut ketinggalan..... beneran istirahat..... rebahan.... tidur..... tapi ga meninggal...
Indonesia
547
30K
73.8K
740K
senn 🌟 retweetledi
JUBI NEWS
JUBI NEWS@News_jubi·
Nalince Wamang (17) was a teenage girl and a student at Petra Vocational High School in Mimika Regency who died from gunshot wounds sustained during an incident in the Tembagapura area of Central Papua on the night of May 7, 2026. Rev. Anton Wamang (Nalince's father) emphasized that this incident was purely a criminal act committed by certain members of the Indonesian National Armed Forces (TNI). “In this case, neither the TNI nor the OPM should point fingers at each other. This is a purely criminal incident. The TNI has already admitted that they were the ones who carried out the shooting in Tembagapura yesterday. In fact, when they visited the bereaved family’s home, they directly stated that it was their doing,” Anton stressed. Six other people were injured by gunfire from Indonesian military personnel #PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
JUBI NEWS tweet media
English
62
4.5K
6.6K
1.8M
senn 🌟 retweetledi
yogaa calon pustakawan²⁴🐈
ternyata banyak yg kehilangan diri sendiri di masa-masa kuliah ya...
Indonesia
678
12.4K
55.9K
997.7K
senn 🌟 retweetledi
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya. 1. Gak apa-apa jadi orang aneh. 2. Jangan gosipin orang! 3. Kita gak sepenting itu buat orang lain. 4. Usahakan minimalis! 5. Kerja ringan kalau dicicil. 6. Kerja ringan kalau barengan. 7. Ide ada kalau dicatat. 8. Belajar dari yang terbaik. 9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman. 10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif. 11. Waktu ada kalau kita ciptakan. 12. Pakai uang untuk membeli waktu. 13. Jangan lupa bermain-main! 14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi. 15. Fokus ciptakan core memory yang indah! 16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau! 17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’. 18. Belajar berani berkata ‘tidak’. 19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain. 20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh. 21. Jalan kaki min. 30 menit sehari. 22. Selalu tepat waktu! 23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan. 24. Menyesal lebih seram dari rasa takut. 25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja. 26. Semua orang punya keahliannya sendiri. 27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya. 28 Beli barang buat diri sendiri. 29. Belajar sabar. 30. Reputasi datang dari tindakan. 31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. 32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain. 33. Dengerin podcast sesuai minat. 34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun! 35. Investasi terbaik adalah pendidikan. 36. Storytelling adalah skill paling berguna. 37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita. 38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit) 39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya. 40. Hiduplah dengan cinta! Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Muklis Nonton tweet media
Indonesia
64
11.1K
35.1K
656.4K
senn 🌟 retweetledi
senn 🌟 retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya. Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah. Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…

Indonesia
213
13.9K
30.8K
1.5M
senn 🌟 retweetledi
﷽
@linaa_plt·
﷽ tweet media
ZXX
94
28.3K
146K
1.6M
senn 🌟 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
ada artikel serem banget, "..Ketika Kampus Menjadi Pabrik..." ditulis oleh Bondan Kanumoyoso, seorang sejarawan dan dosen dari FIB Universitas Indonesia. Penulis mengkritik kebijakan pemerintah yang ingin menutup jurusan kuliah tertentu hanya karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini Universitas adalah tempat untuk mengasah pemikiran dan intelektual, bukan sekadar pabrik yang memproduksi tenaga kerja untuk industri. Masa depan sulit diprediksi, sehingga jurusan yang dianggap tidak laku sekarang bisa jadi sangat dibutuhkan di masa depan untuk mengatasi masalah sosial dan teknologi. Ilmu seperti sejarah, sastra, dan filsafat tetap sangat penting karena membantu masyarakat tetap kritis, berempati, dan memahami identitas bangsanya. Kebijakan yang terlalu fokus pada pasar kerja dikhawatirkan akan membuat mahasiswa menjadi pragmatis dan membuat bangsa kehilangan sosok pemikir atau intelektual publik. Penulis menyarankan agar pemerintah melakukan kolaborasi antarilmu dan memperbarui kurikulum, daripada langsung menghapus atau menutup jurusan tersebut.
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
116
2.9K
7.2K
147.2K
senn 🌟 retweetledi
goods stuff
goods stuff@dxrkchocolx·
Guys, ada satu tweet yang lagi bikin dunia maya heboh banget, dan gue yakin lo bakal baca ini sambil geleng-geleng kepala sambil mikir, “Gila, sampe segitunya ya?” Quote dibawah dari berita Korea, tapi isinya bikin merinding. Intinya: perempuan Korea sekarang pada bawa tisu sendiri ke toilet umum. Kenapa? karena ada kasus baru yang bikin cewek-cewek di sana trauma berat. Bayangin lo lagi buru-buru ke mall, masuk toilet, ambil tisu toilet yang disediain, lap… eh tiba-tiba rasanya kayak ada api yang nyengat sampe harus lari ke rumah sakit. Sakitnya nggak main-main, katanya “extreme pain”. Tapi yang bikin shock, ini bukan karena sabun atau alergi biasa. Ini karena lem super! Ada orang gila yang pake lem buat nempel-in kamera kecil di toilet cewek. Lemnya kelebihan, nempel ke gulungan tisu, terus pas cewek pake… ya kena deh. Video dibawah adalah berita SBS Korea, nunjukin reporter lagi bahas kasus ini: ada perempuan yang lapor ke polisi setelah pake tisu toilet di toilet umum mall, badannya langsung merah2, perih banget. Polisi bilang, pelakunya lagi pasang kamera tersembunyi pake lem, tapi lemnya belepotan ke tisu. Sekarang lo bayangin: ini bukan cuma satu-dua toilet. Ini lagi jadi tren baru di Korea. Molka (kamera tersembunyi) di sana emang udah jadi penyakit masyarakat yang parah banget dari dulu. Fitting room, hotel, bahkan toilet umum — semuanya udah jadi target. Tapi kali ini mereka naik level: bukan cuma nyembunyiin kamera di lubang angin atau di bawah wastafel, tapi pake lem biar kameranya nempel permanen. Hasilnya? Tisu toilet yang seharusnya aman malah jadi senjata kimia buat cewek-cewek. Yang bikin tweet ini viral adalah pesannya yang super relatable: “Cuma mau masuk toilet aja, perempuan harus was-was.” Di Korea sekarang, cewek-cewek pada bawa tisu sendiri dari rumah. Bukan karena gamau sharing tisu sama orang lain, tapi karena takut. Takut lemnya nempel. Takut ada yang ngintip. Takut hidupnya di-record tanpa izin. Ini level paranoia yang bikin lo mikir, “Dunia udah gila apa gimana?” Lebih dalem lagi, ini nunjukin masalah sistemik di sana. Korea terkenal dengan budaya “molka” yang udah kayak epidemi. Ribuan kasus tiap tahun, pelakunya kebanyakan cowok biasa — remaja, karyawan kantor, bahkan anak sekolah. Hukumannya? Seringkali cuma denda atau penjara ringan. Makanya mereka berani terus. Sekarang metode barunya ini bikin cewek harus ekstra siaga: cek tisu dulu, bawa tisu sendiri, atau bahkan beli alat detektor kamera yang lagi viral di e-commerce. Tapi yang bikin gue paling geram: ini bukan cuma soal satu orang sakit gara2 infeksi lem. Ini soal bagaimana perempuan di Korea (dan mungkin di mana-mana) harus hidup dalam ketakutan konstan. Mau ke toilet? Was-was. Mau ganti baju di fitting room? Cek dulu. Mau nginep hotel? Scan kamar. Hidupnya kayak lagi main game survival, padahal cuma mau hidup normal. Tweet ini lagi jadi cermin buat semua orang: teknologi kecil kayak kamera mini + lem super bisa bikin satu tindakan sehari-hari jadi neraka. Dan yang lebih parah, pelakunya merasa “gampang kok, nggak ketahuan”. Gue harap kasus ini bikin polisi Korea gerak cepat, hukuman berat, dan masyarakatnya mulai sadar — cowok mana yang masih berani ngelakuin hal gini di tahun 2026? Perempuan berhak merasa aman di toilet!
L O L A@lolitascak3

ช่วงนี้ผู้หญิงเกาหลีพกกระดาษทิชชู่ไปห้องน้ำกันเอง เพราะล่าสุดมีข่าวว่ามีผู้หญิงใช้ทิชชู่ห้องน้ำข้างนอกเช็ดแล้วแสบจนต้องเข้ารพ กลายเป็นว่าทิชชู่มันมีคราบกาว เพราะมีผชเอากาวมาแอบติดกล้องในห้องน้ำผู้หญิง แค่ผู้หญิงจะเข้าห้องน้ำยังต้องระแวง

Indonesia
73
3.3K
12.6K
676.9K
senn 🌟 retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran: 1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah 2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah 3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode) 4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah 5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah 6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah 7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
Indonesian Pop Base@iPopBase

Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)

Indonesia
341
30.8K
58.3K
1.2M
senn 🌟 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
361
5.3K
9.2K
490.6K
senn 🌟 retweetledi
ann
ann@annmithy·
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget “aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
ann tweet media
Indonesia
169
8.1K
31.9K
1.2M
senn 🌟 retweetledi
cipaw²⁶ 🪼 #lockin | free tag
boong bngt klo ga sedih........ ya Allah, izinkanlah aku menang di atas segala keraguanku dan keraguan orang lain
cipaw²⁶ 🪼 #lockin | free tag tweet media
Indonesia
61
20K
51.3K
446.2K
senn 🌟 retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
THIS 💯💯
txtdrimedia tweet media
English
53
25.9K
90.4K
559.8K
senn 🌟 retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Kenapa fast learner cepat lupa? Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi. Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa. Knp? Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval. Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru. Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval). Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat. Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang. Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
ki 𓍝 | gap²⁵@whoisrifkiii

kelebihan: fast learner kekurangan: pelupa

Indonesia
97
8.9K
39.2K
899.1K
senn 🌟 retweetledi
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。@alsjournall·
Keren banget intel warga. Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47. Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52. Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya. Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30. Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung. Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal. Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman. Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ. When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot. Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
Indonesia
248
22K
65.7K
2.2M